Semua Berita
Bekasi, (07/09/2023) – Salah satu bentuk komitmen Bea Cukai Bekasi untuk mewujudkan Kantor berpredikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2023 adalah melakukan evaluasi atas pelayanan yang telah diberikan kepada para pengguna jasa. Sesuai dengan pedoman Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi atau Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di lingkungan Kementerian Keuangan, Bea Cukai Bekasi senantiasa secara berkesinambungan terus berupaya agar tetap menjaga pelayanan dan integritas, sekaligus memastikan tidak terdapat penurunan kualitas dan menjaga unit dari berbagai penyimpangan.
Melalui upaya perbaikan sarana kantor, Bea Cukai Bekasi terus berinovasi untuk memberikan pelayanan publik yang memadai bagi para pemangku kepentingan. Hal ini sejalan dengan kewajiban negara yaitu memenuhi kebutuhan setiap warga negaranya melalui sistem pemerintahan yang didukung oleh penyelenggaraan pelayanan publik yang baik dan berkualitas.
Kepala Subbagian Umum Radian Permana menjelaskan bahwa beberapa bagian dari gedung kantor telah dilakukan perbaikan melalui pemeliharaan yang meliputi ruang frontdesk dan lobby utama, kawasan ruang terbuka hijau, area taman depan dan belakang, penambahan Cafe and Resto untuk menyediakan makanan berat, makanan ringan, dan berbagai minuman yang berada di area kantin dan koperasi. Pembaharuan fasilitas penunjang pelayanan juga dilakukan seperti memberikan meja pelayanan yang layak, kursi antrian, serta pembaharuan alat informatika.
Radian juga menambahkan “Tentunya pelaksanaan perbaikan sarana ini juga dilakukan selaras dengan pembaharuan yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik mengingat aparatur pemerintah sejatinya tidak untuk melayani diri sendiri melainkan untuk melayani masyarakat”.
Pemeliharaan sarana kantor tersebut dilakukan oleh Bea Cukai Bekasi sebagai upaya jangka panjang guna menunjang fasilitas pelayanan untuk ke depannya. Di samping itu, peningkatan kualitas pelayanan publik yang diberikan diharapkan dapat memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan untuk mendorong terciptanya kualitas pelayanan publik yang efisien dan efektif.(*)
Bekasi (08/09/2023), Bertempat di Lounge XXI Mega Hyper Mall Bekasi diadakan Bekasi Investment Gathering (BIG) pada hari Kamis 08 September 2023. Sebagai bentuk dukungan, Kepala Kantor Bea dan Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti hadir dalam acara tersebut. Dibuka oleh Walikota Bekasi, Tri Adhianto dan dihadiri oleh para pelaku usaha, UMKM, Forkopinda Kota Bekasi serta asosiasi pelaku usaha di Kota Bekasi.
Dalam sambutannya Tri mengemukakan bahwa acara ini merupakan kesempatan untuk mempererat kerjasama antara pemerintah dan pelaku usaha di Kota Bekasi. Diharapkan dengan terselenggaranya acara tersebut dapat memberikan keuntungan bagi Kota Bekasi dalam menciptakan ekosistem investasi.
Melaui “ BIG” diharapkan dapat menjadi ajang pertemuan memperkenalkan pelaku suaha PMA, PMDN, UMKM dan Asosiasi Pelaku Usaha di Kota Bekasi yang nantinya diharapkan akan terjalin kerja sama melalui kewajiban kemitraan antara pelaku usaha PMA, PMDN, UMKM dan Asosiasi Pelaku Usaha dengan UMKM sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Bekasi.
Dalam rangkaian acara tersebut, juga dilaksanakan penganugrahan penghargaan bagi pelaku usaha terbaik, peluncuran Aplikasi sistem Layanan Terpadu (SILAT) Versi 02 yang lebih modern dan ramah pengguna.
Sebagai upaya untuk menciptakan ekosistem investasi yang sehat.juga dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan kerja sama antara Pelaku Usaha PMA, PMDN, UMKM dan Asosiasi Pelaku Usaha di Kota Bekasi
Acara ditutup dengan dialog publik bertajuk “Kolaborasi Investasi” . diharapkan dengan terselenggaranya acara ini akan mendorong terbangunnya jejaring dan kemitraan guna mendukung pertumbuhan investasi di Kota Bekasi.
Bekasi (08/09) Bea Cukai Bekasi kembali melakukan pemantauan terhadap perkembangan Harga Transaksi Pasar (HTP) produk hasil tembakau berupa Rokok periode triwulan ke tiga tahun 2023. Tim Bea Cukai Bekasi yang merupakan kolaborasi dari beberapa unit terkait, melaksanakan kegiatan pemantauan di beberapa lokasi dan berlangsung sejak 5 September hingga 8 September 2023.
Kegiatan pemantauan dilakukan dengan mendata rokok yang berada pada etalase di Tempat Penjualan Eceran (TPE) yang meliputi toko modern dan toko tradisional pada bangunan permanen di wilayah kota dan kabupaten Bekasi. Pendataan dilakukan terhadap identitas kemasan hasil tembakau, pita cukai, harga jual dan lokasi TPE.
Andrie Kriesnawan, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai V Kantor Bea Cukai Bekasi menjelaskan bahwa tujuan kegiatan pemantauan ini adalah untuk mengetahui harga rokok yang terbentuk di pasar dan untuk mendapatkan gambaran respon konsumen terhadap kebijakan tarif cukai. Selain melakukan pemantauan harga rokok, Tim Bea Cukai Bekasi juga melakukan survei ke beberapa toko yang menjual tembakau iris.
“Dikarenakan cukai rokok yang terus naik, saat ini banyak toko yang mulai menjual tembakau iris karena harganya relatif murah dan cukainya yang masih rendah. Oleh karena itu kami juga melakukan survei ke beberapa toko yang menjual tembakau iris dengan tujuan untuk mendapat gambaran respon konsumen dan memudahkan Bea Cukai dalam menentukan kebijakan tarif cukai atas tembakau iris ke depannya”, ungkap Andrie yang juga menjabat Ketua Tim Pemantauan HTP Bea Cukai Bekasi.
Adapun masukan yang disampaikan oleh beberapa toko yang menjual tembakau iris bahwa mereka sangat dirugikan dengan beredarnya rokok ilegal yang harga jualnya cukup murah, mereka meminta Bea Cukai untuk menindak rokok ilegal yang beredar di masyarakat khususnya wilayah Bekasi.
Bea Cukai Bekasi selalu berkomitmen untuk memberantas peredaran rokok ilegal di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Jika masyarakat mengetahui adanya orang atau toko yang menjual atau memproduksi rokok ilegal, silakan untuk menghubungi kami melalui whatsapp 0811-9597-750.(*)
Bekasi (05/09/2023). Bea Cukai Bekasi dan Perkumpulan Pusat Logistik Berikat Indonesia (PPLBI) bersepakat mendorong kinerja logistik Indonesia. Hal tersebut dikemukakan pada saat Kepala Kantor Bea dan Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti menerima audiensi PPLBI pada Selasa 05 September 2023. Dipimpin langsung Ketua PPLBI Utami Prasetiawati yang selanjutnya tim PPLBI menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan.
Yanti menyambut baik rombongan PPLBI. Yanti menekankan agar PPLBI bisa mendorong anggotanya agar memberi multiflier effect bagi peningkatan perekonomian nasional salah satunya dengan efisiensi arus logistik.
Fakta bahwa capaian Logistics Perfomance Index (LPI) pada 2023 menempati skor sebesar 3,00 merupakan tantangan sendiri. Capaian LPI tahun 2023 tersebut menujukkan penurunan dari tahun 2018 yang sebesar 3,15. Penurunan LPI disebabkan oleh menurunnya indikator penilaian yang memerlukan partisipasi pihak swasta seperti kompetensi dan kualitas layanan logistik,
Lebih lanjut Utami memaparkan sekilas tentang PPLBI yang beranggotakan 62 perusahaan penerima fasilitas PLB dan tersebar di seluruh Indonesia. Secara komposisi 95% adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri besar sedang 5% sisanya adalah perusahaan yang mengelola logistik barang jadi, minuman beralkohol, super car, hub cargo dan e-commerce.
Keberadaan PPLBI sangat penting karena memilik peran strategis. PPLBI menjadi jembatan bagi anggotanya agar penyampaian perbaikan regulasi kepada pembuat kebijakan. PPLBI juga melalui serangkaian kegiatan seperti penandatangan fakta integritas menjamin terpenuhinya kesadaran dan kepatuhan dalam melaksanakan peraturan dengan menjaga amanah dan kepercayaan yang diberikan.
Pada sesi penutupan acara Yanti tidak lupa mengingatkan peranan PPLBI dalam memberilkan masukan dan saran khususnya dalam proses penyempurnaan dan penyederhanaan proses bisni di PLB.
“Kami sangat terbuka untuk masukan dari teman-teman PPLBI, sebagai upaya kami merekontruksi dan melakukan penyesuaian aturan yang lebih bisa mendorong pada peningkatan iklim investasi, penyerapan tenaga kerja dan mendorong secara progresif pertumbuhan perkenomian nasional melalui peningkatan kinerja logistik’’, pungkas Yanti. (*)
Belajar Bersama Bea Cukai Bekasi dan Bea Cukai Pasuruan: Langkah Strategis Pelaksanaan Anggaran 2023
01 Sep 2023
Bekasi (01/09/2023)- Bertempat di ruang Tambun Kantor Bea Cukai Bekasi, Tim Bea Cukai Bekasi bersama Bea Cukai Pasuruan melaksanakan kegiatan belajar bersama pada hari Jumat 01 September 2023. Tim Pengelolaan Anggaran Bea Cukai Pasuruan bertindak sebagai narasumber dalam pengelolaan anggaran. Tim yang kerap mendapatkan prestasi sebagai pengelola anggaran terbaik di tingkat kota Pasuruan maupun Provinsi Jawa Timur datang atas undangan Bea Cukai Bekasi.
Dipimpin langsung Kepala Kantor Bea Cukai Pasuruan Hatta Wardhana Tim Pengeloaan Anggaran memaparkan dengan gamblang langkah-langkah strategis dalam pelaksanaan anggaran 2023.
Hatta dan tim menjelaskan bahwa untuk mendapatkan nikai IKPA yang optimal perlu melaksanakan langkah strategis berupa : peningkatkan kualitas perencanaan; peningkatan kedisiplinan dalam melaksanakan rencana kegiatan; melakukan akselerasi pelaksanaan program; percepatan pelaksanaan pengadaan barang; peningkatan monitirng dan evaluasi; solid kompak dan tanpa kepentingan pribadi dan yang terakhirnya komunikasi.
“ Kita harus senantiasa melakukan komunikasi jika terhadap keraguan atau permasalahan kepada KPPN setempat, atau Pengelola Keuangan di Kantor Pusat DJBC”, ungkap Hatta.(*)
Bekasi (01/09/2023)- Bea Cukai Bekasi bersama Bea Cukai Pasuruan melaksanakan kegiatan belajar bersama pada hari Jumat 01 September 2023. Bertempat di ruang Tambun Kantor Bea Cukai Bekasi tim pengelola anggaran Bea Cukai Bekasi berbagi pengalaman dan kemampuan tentang mengelola Keuangan dan Anggaran Responsif Gender (ARG)
Radian Permana, Kepala Subbagian Umum sekaligus Ketua Tim menjelaskan bahwa Anggaran Responsif Gender (ARG) merupakan anggaran yang merespon kebutuhan, permasalahan, aspirasi, dan pengalaman laki-laki dan perempuan yang tujuannya mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender.
“ARG bukan untuk program dan anggaran yang terpisah antara laki-laki dan perempuan. ARG untuk menjembatani akses, partisipasi, kesenjangan status, dan partisipasi dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan. ARG juga bukan sebagai alasan untuk meminta tambahan angggaran dan juga tidak berarti alokasi dana untuk laki-laki dan Perempuan masing-masing sebesar 50%”, ungkap Radian.
Bea Cukai Pasuruan tertarik untuk belajar bersama dengan Bea Cukai Bekasi dengan pertimbangan dan fakta bahwa KemenPANRB telah memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Bea Cukai Bekasi sebagai role model dalam mewujudkan pelayanan publik ramah kelompok rentan/berkebutuhan khusus tahun 2020.
Apresiasi ini menjadikan Bea Cukai Bekasi terus berinovasi dalam rangka memberikan pelayanan publik yang memadai bagi kelompok rentan/berkebutuhan khusus di antaranya dengan program pelatihan kelas bahasa isyarat bersama Pusbisindo dan Ibu Canna Suprianova; penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Hal ini terlihat dari kemampuan Bea Cukai Bekasi yang dapat melayani pengguna jasa tuna wicara untuk melakukan registrasi IMEI dengan menggunakan bahasa isyarat (*)
Bekasi (29/08/2023), Bertempat di Kawasan Sentul Bogor, Bea Cukai Bekasi adakan Outdoor Training Camp untuk penguatan nilai dan budaya organisasi. Kegiatan berlangsung selama dua hari dari tanggal 25 sampai dengan 26 Agustus 2023 dan diikuti kepala kantor, pejabat pengawas hingga pelaksana pemeriksa.
Bertema “Bersama Bisa Hebat’’ kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh Coach Abu Bakar. Dalam suasana santai Coach Abu Bakar mengulas tentang bagaimana membuat tim yang tangguh. Karakter yang harus dibangun untuk membentuk sebuah tim yang tangguh juga tidak luput diulas.
Pemateri juga menekankan pentingnya mengimplementasikan nilai budaya yang ada di Bea Cukai Bekasi. Nilai tersebut tercermin dalam akronim “BISA HEBAT“ yang merupakan singkatan dari Berkompeten, Integritas, Sinergi, Amanah, Humble, Educated, Brave, Agile dan Trust.
Acara yang dimoderatori oleh Undani, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Bekasi berlangsung atraktif terutama pada saat sesi pembagiann door prize. Acara kemudian ditutup oleh sejumlah penampilan perwakilan dari masing-masing seksi
Kegiatan dilanjutkan dengan renungan malam di depan api unggun. Bertindak sebagai pembawa materi Andi Isyara, Pemeriksa Bea Cukai. Dalam pemaparannya Andi menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dan harmonis dengan teman kantor, menjalin dan menguatkan persahabatan. Andi juga menekankan pentingnya melakukan pekerjaan dengan berorientasi kepada keikhlasan sebagai bagian dari pengabdian kepada Tuhan.
Di hari kedua acara bertambah seru dan meriah, aneka lomba menguji kekompakan dilaksanakan. Melalui Building Capacity Games diharapkan agar tidak hanya terjalin kerja sama dan pengertian tetapi jauh dari itu dapat semakin mengakrabkan, menciptakan hubungan yang lebih harmonis sehingga produktivitas dan kinerja akan meningkat.(*)
Bekasi (31/08/2023), Bea Cukai Bekasi berkolaborasi dengan Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat (APKB) Bekasi Cikarang dan Bekasi Eximer Society (BESS) selenggarakan sosialisasi CEISA 4.0. Bertempat di Hotel Ayola Lippo Cikarang pada Rabu 30 Agustus 2023. Antusiasme peserta pelatihan terlihat dari banyaknya peserta yang hadir. Lebih dari 200 orang Eximer dari Kota Bekasi dan Cikarang.
Sekretaris BES Achyadi membuka acara. Pada sambutannya Dede memberikan apresiasi atas kehadiran dan partisipasi semua pihak baik peserta, panitia terutama juga narasumber. Dede juga menyampaikan bahwa antusiasme peserta menjadikan event pelatihan CEISA ini menjadi ajang terbanyak yang diikuti oleh peserta pelatihan CEISA di Bekasi dan Cikarang.
Bertindak sebagai narasumber Tim Penyuluhan dan PDAD Bea Cukai Bekasi. Undani, Kepala Seksi Penyuluhan Bea Cukai Bekasi menjadi pembicara pertama. Undani memaparkan over view CEISA 4.0 meliputi: scope operasional; transformasi digital; 7 pilar CEISA; Enterprises Archirecture; Transformation area; digitizing core dan digitizing ecosystem CEISA 4.0.
‘’Bea Cukai sedang membangun smart customs dan excise sehingga diharapkan dapat mengoptimalkan kegiatan pengawasan dan cukai dengan pemanfaatn teknologi melalui CEISA search, profiling, smart targeting, passenger risk management termasuk juga pemanfaatan e seal dan CCTV’’, ungkap Undani.
Undani juga menyampaikan bahwa dengan CEISA 4.0 dapat tercipta Single Core System. Hal ini dilakukan melalui penyatuan beberapa sistem utama CEISA yang selama ini terpisah, simplifikasi, integrasi, personalisasi serta menggunakan big data platform untuk memenuhi kebutuhan analisis.
Coaching clinic juga dilakukan di bagian akhir acara dengan mendatangkan pembicara sekaligus eximer dari Surabaya dan asistensi dari Tim PDAD Bea Cukai Bekasi.
Melaui kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi sekaligus kesiapan para eximer di wilayah Bekasi dan Cikarang jika nanti pada saatnya program CEISA 4.0 dilakukan mandatory penerapan di wilayah tersebut. (*)
Bekasi (29/8/2023) Bertempat di Gedung Serbaguna PT LG Electronics Indonesia, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani bersama Anggota Komisi XI DPR RI, Vera Febyanthy bertemu dengan seluruh pengguna Fasilitas Tempat Penimbunan Berikat yang ada di wilayah Bekasi pada Senin 28 Agustus 2023. Acara Dialog Publik tersebut bertema ‘’Kebijakan Fiskal Tempat Penimbunan Berikat dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional Memenangkan Persaingan Global’’.
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Rusman Hadi membuka acara Dialog Publik dengan menyambut baik serta menyampaikan apresiasi atas kerja sama anggota Komisi XI DPR RI dengan Bea Cukai selama ini dalam mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional. Rusman Hadi juga menjelaskan sekilas demografi Tempat Penimbunan Berikat yang berada di wilayah Bekasi.
Selanjutnya Yanti Sarmuhidayanti, Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, mengulas tentang kondisi terkini industri di Bekasi terkait kinerja ekspor KB KITE 2022 – 2023 hingga penurunan produksi perusahaan Kawasan Berikat yang menyebabkan pengurangan tenaga kerja sebagai dampak dari beberapa isu. “Kami berharap dengan adanya acara Dialog Publik ini, aspirasi dan masukan dari pelaku usaha dapat tersampaikan langsung kepada pemerintah selaku pembuat kebijakan dan menghasilkan output yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Yanti.
Sesi Dialog Interaktif yang moderatori oleh Undani, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Bekasi, berjalan dengan menarik. Terdapat beberapa masukan dari pelaku usaha yang langsung mendapat tanggapan baik dari Vera Febyanthy dan Askolani.
Pada kesempatan tersebut Vera Febyanthy menyampaikan apresiasinya kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai karena selalu berhasil mengumpulkan penerimaan melampaui target dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, Vera juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Keuangan atas kerja sama yang baik sehingga menghasilkan kurang lebih 5 (lima) Undang-Undang selama masa COVID.
“Saya berterima kasih kepada Bea Cukai karena telah diundang dalam acara ini, ini kali pertama saya berdiskusi langsung dengan pak Askolani bersama dengan pelaku usaha di wilayah bekasi. Saya juga akan membawa aspirasi dan masukan yang disampaikan oleh para pelaku usaha ke dalam Gedung DPR.” Ujar Vera.
“Saya berharap kegiatan diskusi langsung antara pemerintah dengan pelaku usaha lebih sering dilakukan sehingga pemerintah dapat memberikan keputusan yang tepat sasaran sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan oleh pelaku usaha. Dan acara Dialog Publik ini merupakan awal dari pertemuan-pertemuan selanjutnya”, tutup Askolani.(*)