Semua Berita

Simplifikasi Layanan Kepabeanan dan Cukai, Bea Cukai Bekasi Tinjau Langsung Implementasi Loket PTSP

Bekasi, (26/09/2023) – Dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan, Bea Cukai Bekasi melakukan studi tiru pada hari Selasa tanggal 26 September 2023 ke Kantor Bea Cukai Tanjung Priok. Studi tiru kali ini dilakukan dengan melihat secara langsung implementasi loket Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang dilakukan oleh Bea Cukai Tanjung Priok sebagai inovasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jasa.

Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau yang disingkat dengan PTSP merupakan sentralisasi dan simplifikasi pelayanan di bidang kepabeanan dan cukai dengan memusatkan seluruh loket pelayanan di kantor induk. Layanan pada PTSP tersebut yaitu meliputi pencatatan buku tamu, antrian layanan tatap muka dengan agent Customs Care serta penerimaan hardcopy dokumen pemberitahuan pabean antara lain penerimaan DNP (Deklarasi Nilai Pabean) dan NPD (Nota Permintaan Data dan/atau Dokumen), penerimaan dokumen pemotongan terkait fasilitas pembebasan, fasilitas Impor/Ekspor, dan Analyzing Point.

Tim studi tiru Bea Cukai Bekasi disambut hangat oleh Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Tanjung Priok, Ardhani Naryasti, didampingi oleh Kepala Bidang Keberatan Bea Cukai Tanjung Priok, Suryana, dan Kepala Bidang Kepatuhan Internal Bea Cukai Tanjung Priok, Muchamad Ardani.

Ardhani mengatakan pelaksanaan inovasi loket PTSP ini dilakukan berdasarkan komitmen pimpinan beserta jajaran untuk simplifikasi layanan, transparansi dan meminimalisir terjadinya tindakan fraud dengan pengguna jasa. “Studi tiru ini dapat dikembangkan oleh Bea Cukai Bekasi berdasarkan karakteristik dari Kantor Bea Cukai Bekasi itu sendiri”, tutur Ardhani.

Selain memusatkan seluruh loket pelayanan di kantor induk, PTSP Bea Cukai Tanjung Priok juga disediakan secara online dengan sistem yang telah terotomasi melalui Aplikasi SIAP-SLIM Bea Cukai Tanjung Priok, dimana daftar layanan yang ada pada PTSP Online Aplikasi SIAP-SLIM mencakup proses bisnis pelayanan yang ada pada Bea Cukai Tanjung Priok.

Pada pelaksanaan studi tiru terkait loket PTSP pada Bea Cukai Tanjung Priok ini, diharapkan dapat menjadi tinjauan untuk penentuan kebijakan baru pada Bea Cukai Bekasi dalam hal peningkatan mutu kualitas layanan dan perbaikan alur proses bisnis pelayanan yang tentunya tetap pada kaedah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.(*)

Lewat Customs Visit Customer  Bea Cukai Bekasi Optimalkan Penerimaan Cukai

Bekasi (26/09/2023. Kepala KPPBC TMP A Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti, memimpin Program Customs Visit Customer (CVC) ke PT. Delta Djakarta pada Selasa siang. 26 September 2023 yang berfokus pada optimalisasi penerimaan cukai.

Yanti mengungkapkan perlunya strategi pemasaran baru yang lebih progresif sehingga bisa meningkatkan kinerja penjualan. Selain itu diperlukan perencanaan lebih lanjut serta monitoring dan evaluasi atas proses penjualan yang telah berjalan.

Bea Cukai Bekasi mengemban 66,93% dari target penerimaan Cukai MMEA yang dibebankan kepada Kantor Wilayah DJBC Jakarta sebesar Rp. 719.175.000.000. Sementara itu sampai dengan akhir bulan Agustus 2023, capaian target penerimaan Cukai MMEA Bea Cukai Bekasi telah mencapai Rp. 432.471.730.000 atau sebesar 60,13%

Delta Djakarta berkontribusi besar dalam pencapaian target penerimaan Cukai pada Bea Cukai Bekasi. Sebesar Rp. 373.352.530.000 telah terealisasi sampai dengan akhir bulan Agustus 2023, angka ini mencapai 51,91% dari target penerimaan Cukai yang diampu Bea Cukai Bekasi.

Customs Visit Customer, Bea Cukai Bekasi Monitoring Kepatuhan Perusahaan Tekstil

Bekasi (27/08/2023). Mendukung penuh kemudahan berusaha industri melalui fasiltias tempat penimbunan berikat, Bea Cukai Bekasi lakukan monitoring terkait pelaksanaan fasilitas Kawasan berikat khususnya kepada perusahaan  Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) yang mendapat fasilitas Tempat Penimbunan Berikat (TPB).  Pada Senin 25 September  2023 PT Sandang Mutiara Cemerlang dikunjungi oleh Bea Cukai Bekasi untuk berdiskusi terkait tantangan yang sedang dihadapi oleh perusahaan serta manfaat yang dirasakan selama 10 tahun menjadi perusahaan Kawasan berikat.

Tjahjadi, manager PT Sandang Mutiara Cemerlang  menyampaikan,

“Terimakasih atas kunjungannya, kiranya hari ini kami dapat menerima masukan serta arahan agar perusahaan kami dapat semakin patuh dengan aturan Kawasan Berikat dan semakin optimal memanfaatkan fasilitas demi kemajuan usaha kami”

Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti dalam diskusi mengatakan

“ Kawasan Berikat adalah fasilitas negara yang diberikan kepada pengusaha, ini yang perlu dipahami oleh perusahaan sehingga semakin menuntut dipenuhinya  aturan, bahwasannya kemudahan ini tidak disalahgunakan sehingga tidak merugikan negara”

Bea Cukai Bekasi, dalam menjalankan fungsinya sebagai industrial assistance, memantau langsung dan mendengarkan setiap tantangan yang dihadapi oleh PT Sandang Mutiara Cemerlang. Asistensi serta kolaborasi terbuka lebar bagi seluruh perusahaan Kawasan berikat demi memastikan bahwasannya fasilitas yang tepat dapat membuat ekonomi semakin melesat. (*)

Bea Cukai Bekasi Lakukan Lawatan Pabrik, Guna Pemberian Fasilitas Yang Tepat Sasaran

Bekasi, (21/09/2023) – Selama kurun waktu dua minggu terakhir, Bea Cukai Bekasi gencar lakukan asistensi kepada para pelaku usaha penerima fasilitas Tempat Penimbunan Berikat melalui kegiatan Customs Visit Customer (CVC). Pada hari Kamis, 21 September 2023 menjadi titik akhir kunjungan Bea Cukai Bekasi dalam rangkaian CVC marathon yang dilakukan yaitu ke PT SBP Indonesia.

Dari rangkaian kegiatan CVC yang dilakukan secara marathon ini, sebelumnya Bea Cukai Bekasi telah mengunjungi beberapa perusahaan penerima fasilitas Tempat Penimbunan Berikat di antaranya melakukan kunjungan ke perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat yaitu PT Inko Prima Idaman Apparel yang memproduksi Pakaian Jadi, PT Oksha Teknologi Indonesia yang merakit komponen elektronik, PT Woo In yang bergerak di bidang industri suku cadang mobil, AC, kulkas, dan konektor premium presisi kecil, serta PT Yutu Leports Jaya dengan hasil produksi jaket, kemeja, celana, sarung tangan, dan pakaian jadi lainnya.

Sambutan hangat disampaikan kepada rombongan kunjungan Bea Cukai Bekasi oleh Direktur PT SBP Indonesia, Hidemi Fujisawa. Hidemi mengatakan bahwa PT SBP Indonesia dengan hasil produksi industri plastik lembaran (polycarbonate sheet) serta industri barang-barang peralatan teknik/industri dari plastik tersebut sangat mengutamakan kualitas terbaik dari barang yang diproduksinya.

Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti, mengungkapkan kegiatan CVC yang dilakukan merupakan langkah Bea Cukai Bekasi untuk terus memperkuat sinergi dengan para pelaku usaha guna mengetahui secara langsung kebutuhan stakeholder. Di samping itu, salah satu tujuan dari program CVC ini adalah untuk memberikan pelayanan prima kepada para pengguna jasa agar kendala yang dihadapi pengguna jasa dapat diselesaikan.

“Bea Cukai Bekasi senantiasa berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang maksimal, dengan kegiatan ini kami berharap perusahaan dapat mengoptimalkan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah sehingga mampu memaksimalkan penyerapan tenaga kerja lokal dan meningkatkan perekonomian melalui kegiatan promosi hasil produksi perusahaan ke konsumen yang belum terjamah,” pungkas Yanti.

Dalam upaya melaksanakan amanat sebagai industrial assistance, tentu Bea Cukai Bekasi secara konsisten melakukan CVC untuk mengasistensi serta mengawasi perkembangan kegiatan industri. Melalui kegiatan CVC pula Bea Cukai Bekasi senantiasa berkomitmen dalam membangun komunikasi yang baik dengan pengguna jasa agar terjalin kerja sama demi perkonomian Indonesia yang semakin baik.(*)

Bea Cukai Bekasi Gandeng Ombudsman Wujudkan Peningkatan Kualitas Layanan

Bekasi, (20/09/2023) – Melalui media Sharing Session, Bea Cukai Bekasi menggandeng Ombudsman Republik Indonesia  untuk memberikan pembekalan kepada para pegawai Bea Cukai Bekasi dengan mengangkat tema terkait “Peningkatan Pelayanan Publik: How To Be Excellent Customs Frontliner”. Kegiatan Sharing Session tersebut diselenggarakan pada Rabu, 20 September 2023 secara hybrid bertempat di Aula Kantor Bea Cukai Bekasi dan melalui Microsoft Teams dengan menghadirkan narasumber dari Ombudsman Repulik Indonesia.

Acara diawali dengan sambutan Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti menyampaikan bahwa Sharing Session kali ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan, pelatihan dan keterampilan soft skill kepada para pegawai di lingkungan Kantor Bea Cukai Bekasi agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengguna jasa sehingga memberikan dampak positif bagi organisasi.

“Kepuasan penerima layanan tentunya bisa dicapai apabila si penerima layanan memperoleh pelayanan sesuai dengan apa yang mereka butuhkan dan harapkan. Pelayanan dapat dikatakan baik dan berkualitas apabila seluruh penyelenggara layanan melakukan pelayanan prima kepada para penerima layanan, sehingga penerima layanan mendapatkan rasa puas,” tutur Yanti.

Selanjutnya pemaparan materi dibawakan oleh Heru Cahyono, Plt. Kepala Biro Humas dan Teknologi Informasi Ombudsman Republik Indonesia. Heru mengatakan bahwa sebagai salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat, sudah tentu suatu pelayanan publik yang diselenggarakan pemerintah harus mencakup seluruh masyarakat yang membutuhkannya. Jangan ada tindakan maladministrasi pelayanan yang merupakan perilaku penyelenggara atau pelaksana pelayanan publik yang melawan hukum, penyalahgunaan wewenang, kelalaian atau pengabaian kewajiban hukum serta tindakan yang menimbulkan kerugian bagi orang lain.

Pada pelaksanaan kegiatan Sharing Session kali ini diharapkan para peserta bisa mengaplikasikan pengetahuan yang telah didapatkannya, dan mampu menjadi petugas frontliner yang handal. Di samping itu, dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang paling penting adalah bagaimana stakeholder dapat merasakan kepuasan dari layanan yang diberikan kepada mereka.

Sebagai pelaksana pelayanan publik, ukuran keberhasilan penyelenggaraan pelayanan ditentukan oleh tingkat kepuasan penerima layanan yang dalam hal ini merupakan para pemangku kepentingan. Tentu saja hal ini mendorong Bea Cukai Bekasi untuk selalu berkomitmen dalam memberikan pelayanan publik yang baik dan berkualitas. (*)

Melalui Customs Visit Customer, Bea Cukai Bekasi Dorong Kepatuhan Perusahaan Kawasan Berikat

Bekasi (20/09/23). Melalui kegiatan  Customs Visit Customer (CVC), Bea Cukai Bekasi memberikan asistensi kepada  Pengusaha  Kawasan berikat agar meningkatkan kepatuhan. Pada  Senin 26 September  2023 rombongan mengunjungi  PT Yutu Leports Jaya. Rangkaian kegiatan CVC ini merupakan agenda yang dilaksanakan secara marathon. Tidak kurang dari 7 perusahaan dikunjungi oleh tim dalam kurun waktu 1 minggu terakhir.

Yanti Sarmuhidayanti, Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi bersama dengan tim ingin memastikan terlaksananya peraturan dan terpenuhinya kewajiban perusahaan penerima fasilitas tempat penimbunan berikat tersebut. Dalam kunjungan tersebut  Yanti memantau langsung keberlangsungan usaha serta melaksanakan audiensi terkait tantangan yang sedang dihadapi oleh perusahaan.

Son Do Heon, President Director PT Yutu Leports menyambut baik kunjungan tersebut dan mengatakan bahwa perusahaan sangat terbantu dengan fasilitas ini sehingga perlambatan ekonomi yang terjadi tidak secara signifikan mempengaruhi kinerja perusahaan.

Kawasan Berikat adalah instrument fiskal dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di mana atas barang yang masuk diberikan penangguhan Bea Masuk dan tidak dipungut Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI).Tujuan fasilitas untuk memberikan kemudahan berusaha di Indonesia. Ada persyaratan yang wajib dipatuhi oleh perusahaan. kepatuhan dan komitmen perusahaan diperlukan agar terjalin sinergi baik antara Bea Cukai dan Pengusaha. Bea Cukai mendukung perusahaan dan perusahaan mendukung ekonomi negara. Demi Indonesia yang semakin maju

Monitoring dan Evaluasi IT Inventory, Bea Cukai Bekasi Laksanakan Customs Visit Customer ke PT Woo In

Bekasi (18/09) Masih dalam rangkaian CVC Marathon Day, Bea Cukai Bekasi kali ini melaksanakan Customs Visit Customer ke salah satu perusahaan Kawasan Berikat (KB) yang bergerak  di bidang industri suku cadang mobil, AC, kulkas, dan konektor premium presisi kecil, yakni PT Starion Woo In di Kawasan MM2100 pada Senin 18 September  2023. Dalam kesempatan tersebut, Yanti Sarmuhidayanti selaku Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi menyampaikan apresiasi kepada Woo In yang menerima dengan baik kedatangan tim Bea Cukai Bekasi.

“Kami berharap, PT Woo In senantiasa menjaga kepatuhan terhadap peraturan kepabeanan yang berlaku serta memastikan untuk memonitoring dan evaluasi IT Inventory pada perusahaan,” ungkap Yanti.

President PT Starion Woo In, Jung Young Seop yang menyambut kehadiran Bea Cukai Bekasi tak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bea Cukai Bekasi yang telah bersinergi dan mendukung PT Woo In dalam hal ini terkait proses bisnis kepabeanan.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas dari Bea Cukai Bekasi untuk memastikan kepatuhan dan transparansi dalam mematuhi peraturan Kepabeanan Cukai dan Perpajakan, khususnya dalam pengelolaan inventarisasi IT perusahaan. Ini juga mencerminkan komitmen Bea Cukai dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan legalitas dalam aktivitas perdagangan.

Dengan berjalannya kunjungan ini, diharapkan bahwa PT Woo In akan terus menjaga kualitas dan akurasi dalam manajemen IT inventory mereka, dan kerjasama positif antara pihak perusahaan dan Bea Cukai Bekasi akan terus berlanjut.

 

Bea Cukai Bekasi Tekankan Pentingnya Stock Opname Tempat Penimbunan Berikat

Bekasi (15/09/2023) Kelancaran Program Customs Visit Customer (CVC) pada hari pertama ke Gudang Berikat PT Yusen Logistics Solutions Indonesia serta hari kedua ke PT Inko Prima Idaman Apparel tak membuat Bea Cukai Bekasi puas. Pada hari ketiga, Jumat 15 September 2023, Bea Cukai Bekasi mengunjungi PT. Oksha Teknologi Indonesia, sebuah perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat yang merakit komponen elektronik.

Yanti Sarmuhidayanti selaku Kepala Bea Cukai Bekasi menyampaikan bahwa Tempat Penimbunan Berikat berkewajiban membuat laporan terkini stok barang di Gudang.

“Aktivitas ini harus dilakukan dengan teliti dan cermat agar tidak terjadi salah pencatatan kegiatan Stock Opname ini akan membantu perusahaan atau Bea Cukai dalam mengawasi lalu lintas barang yang masuk dan keluar Kawasan Berikat,” ujar Yanti.

Selain itu, Yanti berserta tim melakukan pengecekan secara langsung implementasi tata laksana Kawasan Berikat (KB) termasuk pengelolaan IT Inventory, CCTV, dan kondisi sarana dan prasarana.

Pada kesempatan tersebut, Willy selaku Direktur PT. Oksha Teknologi Indonesia menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan dan juga apresiasi atas pelayanan yang selama ini telah diberikan oleh Bea Cukai Bekasi. Hal tersebut membantu perusahaan untuk bertahan.

Bea Cukai Bekasi Tilik Kawasan Berikat Produsen Pakaian Brand Internasional

Bekasi (14/09/2023) Program Customs Visit Customer (CVC) kembali digalakkan Bea dan Cukai Bekasi secara maraton.  Setelah di hari pertama mengunjungi Gudang Berikat PT Yusen Logistics Solutions Indonesia, kali ini  di hari kedua rombongan menilik produksi pakaian bermerk internasional, PT Inko Prima Idaman Apparel.   Kegiatan yang berlangsung pada 14 September  2023 tersebut dipimpin langsung Kepala Kantor Bea dan Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti.

Perusahaan yang didirikan sejak September 2004 tersebut telah dipercaya memproduksi pakaian pria dan wanita dengan merk-merk ternama seperti Tommy Hilfiger, Docker, Live’s, Zara, Massimo Dutti, Lotto dan brand lainnya. Ekspor barang-barang tersebut ditujukan ke Asia, Eropa, Amerika dan Amerika Latin.

Di awal kunjungan Yanti menyampaikan bahwa tujuan program Customs Visit Customer (CVC) agar Bea dan Cukai dapat melihat secara langsung implementasi tata laksana Kawasan Berikat (KB) termasuk pengelolaan IT Inventory, CCTV, dan kondisi sarana dan prasarana ruangan hanggar serta mengetahui kondisi perusahaan.

Di tengah situasi perekomonian global yang dinamis berpengaruh secara langsung terhadap penurunan order terutama dari pangsa pasar Eropa. Hal tersebut disampaikan Eko  Sriwinarno, Manajer Ekspor Impor saat mendampingi  Nasrudin, Presiden Direktur PT Inko Prima Idaman Apparel.

Eko juga menyampaikan apresiasinya atas persetujuan pengerjaan barang dari daerah pabean Indonesia lainnya yang telah diberikan oleh Bea Cukai Bekasi. Kegiatan tersebut dapat membantu perusahaan untukl bertahan di saat permintaan dari buyer luar negeri menurun.

Yanti merespons hal  tersebut dengan menyampaikan agar perusahaan tetap menjaga performa dan kepatuhannya kepada peraturan yang berlaku dan menyampaikan komitmennya untuk membantu melalui peningkatan kualitas dan kecepatan layanan dan pengawasan yang efektif.