Semua Berita
Modernisasi Layanan: Pegawai KPPBC Bekasi Antusias Ikuti Asistensi SPT Tahunan via Coretax
09 Feb 2026
BEKASI (9/2) – Transformasi digital di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kini memasuki babak baru. Sebagai upaya mendukung transisi sistem administrasi perpajakan nasional, KPPBC TMP A Bekasi menyelenggarakan kegiatan asistensi pelaporan SPT Tahunan melalui aplikasi terbaru, Coretax pada 6 Februari 2026. Langkah ini menandai peralihan resmi dari sistem lama, DJP Online, menuju platform yang lebih terintegrasi dan efisien.
Acara yang berlangsung di Aula KPPBC TMP A Bekasi ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor, Winarko Dian Subagyo. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa adaptasi terhadap teknologi adalah kunci utama dalam menjaga profesionalisme sebagai aparatur sipil negara di bawah Kementerian Keuangan.
"Perubahan sistem menuju Coretax adalah langkah besar dalam modernisasi birokrasi. Kita harus memastikan seluruh personel memahami mekanisme ini agar integritas dan kepatuhan pajak tetap terjaga di level tertinggi," ujar Winarko dalam arahannya kepada para peserta.
Semangat sinergi antar-unit eselon satu juga terlihat dengan hadirnya perwakilan dari Direktorat Jenderal Pajak. Dimon Nainggolan, Fungsional Penyuluh Pajak dari Kantor Wilayah DJP Jawa Barat II, hadir memberikan gambaran strategis mengenai keunggulan sistem baru ini.
"Coretax dirancang untuk menyederhanakan proses yang selama ini dianggap rumit. Integrasi sistem ini bukan sekadar ganti tampilan, melainkan peningkatan akurasi data perpajakan secara real-time," jelas Dimon saat memberikan sambutan.
Memasuki sesi inti, Tim Penyuluh yang dipandu oleh Abdul Ghafar langsung mengajak para peserta untuk melakukan praktik pengisian secara mandiri. Abdul memberikan panduan langkah demi langkah, mulai dari pengenalan antarmuka (UI) Coretax yang lebih modern, pengisian data penghasilan, hingga teknis pelaporan harta.
Suasana pelatihan tampak hidup dengan banyaknya diskusi interaktif. Para peserta aktif bertanya mengenai kendala-kendala teknis yang mereka temui saat mencoba mengoperasikan aplikasi tersebut. Tim penyuluh pun dengan sigap mendampingi setiap meja peserta untuk memastikan proses input data berjalan lancar.
Sebagai pengingat bagi seluruh wajib pajak, tim penyuluh kembali menegaskan batas waktu pelaporan SPT Tahunan online untuk Wajib Pajak Orang Pribadi, Batas akhir pelaporan pada 31 Maret agar terhindar dari sanksi administrasi.
Bekasi (05/02), Bea Cukai Bekasi berkesempatan menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis Transfer Pricing dan Pemanfaatam Data yang diselenggarakan di Aula Kanwil DJP Jabar II, Bekasi, pada 5 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan koordinasi dan sinergi antara instansi terkait dalam pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai.
Dalam kegiatan tersebut, Bea Cukai Bekasi diwakili oleh dua narasumber, yaitu Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, Muhammad Emil Fuad, dan Kepala Seksi Pabean dan Cukai VIII, Aji Kundoyo. Narasumber memaparkan materi tentang Kawasan Berikat dalam bimtek yang menjadi wujud joint audit.
Muhammad Emil Fuad dan Aji Kundoyo menjelaskan tentang prosedur dan mekanisme pada Kawasan Berikat, serta pentingnya koordinasi antara Bea Cukai dan DJP dalam pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum. Mereka juga membahas tentang pemanfaatan data dalam pengawasan dan penegakan hukum.
Kepala Seksi Bimbingan Pengawasan, Evi Litawati, menambahkan bahwa kolaborasi antara Bea Cukai dan DJP sangat penting dalam meningkatkan efektivitas pengawasan dan penegakan hukum. "Dengan adanya joint audit, kita dapat meningkatkan kualitas pengawasan dan mengurangi risiko kesalahan dalam pelaksanaan pengawasan," ujar Evi.
Kegiatan Bimtek ini dihadiri oleh Account Representative (AR) Pajak dan perwakilan dibawah KAnwil DJP Jabar II. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan efektivitas pelaksanaan joint audit, serta memperkuat sinergi antara Bea Cukai dan DJP dalam mewujudkan pengawasan yang lebih baik dan nantinya dapat optimal dapat mencapai target penerimaan negara.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan pemahaman dan koordinasi antara instansi terkait dalam pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai," ujar Muhammad Emil Fuad.
Dengan adanya kegiatan Bimtek ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan efektivitas pelaksanaan joint audit, serta memperkuat sinergi antara Bea Cukai dan DJP dalam mewujudkan pengawasan yang lebih baik.
Bekasi, (03/02) — Dalam rangka memperkuat sinergi dengan dunia usaha, Bea Cukai Bekasi melaksanakan kegiatan Customs Visit Customer (CVC) ke PT Serveone MRO Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Bea Cukai dalam mendukung kelancaran kegiatan industri melalui pelayanan kepabeanan yang optimal dan berkelanjutan.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses bisnis PT Serveone MRO Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan kegiatan impor serta pemanfaatan fasilitas Gudang Berikat. Selain itu, Customs Visit Customer menjadi sarana komunikasi dua arah guna menyampaikan perkembangan regulasi sekaligus menyerap masukan dari pengguna jasa.
Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo menyampaikan bahwa sinergi antara Bea Cukai dan pelaku usaha memiliki peran penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.
“Melalui kegiatan Customs Visit Customer ini, Bea Cukai hadir tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra strategis industri. Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan dan asistensi agar kegiatan usaha dapat berjalan lancar dan patuh terhadap ketentuan yang berlaku,” ujar Winarko.
Dalam kesempatan tersebut, tim Bea Cukai Bekasi disambut oleh jajaran manajemen PT Serveone MRO Indonesia. Kegiatan diisi dengan pemaparan profil perusahaan, peninjauan proses operasional, serta diskusi terkait pemenuhan kewajiban kepabeanan dan potensi peningkatan efektivitas layanan.
Presiden Direktur PT Serveone MRO Indonesia, Kim Gun Hee mengapresiasi kunjungan Bea Cukai Bekasi sebagai bentuk dukungan nyata terhadap dunia usaha.“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai wujud sinergi dan komunikasi. Dukungan dan pendampingan dari Bea Cukai sangat membantu kami dalam menjalankan kegiatan usaha secara patuh dan efisien,” ungkap Kim.
Melalui kegiatan ini, Bea Cukai Bekasi menegaskan perannya sebagai trade facilitator dan industrial assistance yang senantiasa mendukung pertumbuhan industri nasional serta kelancaran arus barang. (*)
Perkuat Integritas dan Kinerja Unggul, Bea Cukai Bekasi Gelar Tasyakuran dan Tausiah Isra’ Mi’raj
28 Jan 2026
Bekasi (27/01) – KPPBC TMP A Bekasi menggelar kegiatan Tasyakuran dan Tausiah dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan mengusung tema “Meneladani Spirit Isra’ Mi’raj untuk Meningkatkan Integritas dan Kinerja Unggul”. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh seluruh pegawai Bea Cukai Bekasi.
Acara diawali dengan tasyakuran sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai capaian dan kelancaran pelaksanaan tugas yang telah dilalui selama tahun 2025. Suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan terasa kuat, mencerminkan semangat solidaritas di lingkungan kerja Bea Cukai Bekasi.
Kepala KPPBC TMP A Bekasi, Winarko Dian Subagyo menyampaikan bahwa kegiatan Tasyakuran dan Tausiah ini merupakan bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual pegawai.
“Melalui peringatan Isra’ Mi’raj ini, kami berharap seluruh pegawai dapat meneladani nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW, khususnya dalam menjaga integritas, disiplin, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kinerja unggul serta pelayanan yang profesional dan berintegritas kepada masyarakat,” ujar Winarko.
Hadir sebagai narasumber, Dr. H. Lutfi Firdaus Munawar, Lc., MA. menyampaikan tausiah yang sarat makna mengenai peristiwa Isra’ Mi’raj sebagai momentum pembentukan karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
“Spirit Isra’ Mi’raj mengajarkan kita untuk selalu menjaga hubungan dengan Allah SWT sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Jika nilai-nilai ini diterapkan dalam dunia kerja, maka integritas akan terjaga dan kinerja unggul dapat terwujud secara berkelanjutan,” jelas Dr. Lutfi.
Lebih lanjut, Dr. Lutfi menjelaskan bahwa kewajiban salat yang diperintahkan dalam peristiwa Isra’ Mi’raj mengajarkan pentingnya konsistensi dan ketepatan waktu, yang selaras dengan nilai-nilai profesionalisme dan kinerja unggul di lingkungan kerja. Nilai tersebut diharapkan dapat diinternalisasi oleh seluruh pegawai Bea Cukai Bekasi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Bea Cukai Bekasi berharap semangat dan hikmah Isra’ Mi’raj dapat menjadi penguat moral dan spiritual pegawai, sehingga mampu meningkatkan integritas pribadi dan mendorong terciptanya kinerja yang unggul, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan terbaik kepada masyarakat.(*)
Peringati Hari Pabean Internasional Bea Cukai Bekasi Lakukan Sinergi Bersama PMI adakan Donor Darah
26 Jan 2026
(Bekasi 26/01) – Diprakarsai oleh World Customs Organization, Hari Pabean Internasional (HPI) diperingati setiap tanggal 26 Januari oleh seluruh petugas pabean di seluruh dunia. Sebagai bentuk apresiasi terhadap setiap tugas yang diemban, tahun ini HPI mengangkat tema “Customs Protecting Society Throygh Vigilance and Commitment.”
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai garda terdepan di perbatasan negara dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat dari berbagai ancaman yang mengganggu stabilitas sosial dan ekonomi turut memeriahkan HPI Tahun 2026 melalui beberapa kegiatan. Sama hal nya dengan Bea Cukai Bekasi, yang memeriahkan peringatan HPI dengan turut menyelenggarakan serangkaian kegiatan pada Senin, 26 Januari 2026.
Membuka kegiatan dengan upacara khusus yang diikuti oleh seluruh pegawai Bea Cukai Bekasi, Kepala KPPBC TMP A Bekasi, Winarko Dian Subagyo menyampaikan dalam amanatnya untuk terus meneguhkan komitmen dalam menjaga dan menjunjung tinggi integritas.
Rangkaian kegiatan selanjutnya adalah “ICD Blood Donation”, berkolaborasi Bersama PMI Bea Cukai Bekasi selenggarakan donor darah yang terbuka bagi seluruh pegawai dan stakeholder. Sebanyak 52 pegawai dan stakeholder berhasil mendonorkan darahnya setelah lolos uji Kesehatan.
Diharapkan antusiasme Pegawai dan stakeholder dalam memperingati HPI melalui donor darah ini mampu berdampak baik karena setetes darah kita, berarti untuk mereka.
Perluas Wawasan Kepabeanan, Bea Cukai Bekasi Terima Kunjungan Industri SMK Islam Diponegoro Losari
15 Jan 2026
Bekasi (14/01) - Dalam rangka menjembatani dunia Pendidikan dengan dunia kerja serta memperluas wawasan siswa mengenai peran instansi pemerintah, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Bekasi menerima kunjungan industry dari SMK Islam Diponegoro Losari. Kegiatan edukatif ini berlangsung khidmat dan antusias di Aula Cibitung Kantor Bea Cukai Bekasi.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas inisiatif pihak sekolah untuk mengenalkan para siswa secara langsung pada instansi kepabeanan.
"Kami sangat menyambut baik kehadiran adik-adik dari SMK Islam Diponegoro Losari. Penting bagi generasi muda untuk memahami bahwa Bea Cukai tidak hanya memungut pajak, tetapi juga melindungi masyarakat dari barang-barang berbahaya dan memfasilitasi perdagangan dan industry dalam negeri." Ujar Winarko
Sementara itu, Pembina Sekaligus Guru Pendamping Sekolah SMK Islam Diponegoro Losari, Agus Riyandi, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh Bea Cukai Bekasi. Beliau berharap kunjungan ini dapat memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja dan dispilin yang direrapkan di instansi pemerintah.
"Kunjungan ini merupakan sarana belajar di luar kelas yang sangat berharga. kami berharap siswa tidak hanya melihat Gedung, tetapi memahami sistem, budaya kerja, dan regulasi yang ada, sehingga mereka lebih siap menghadapi dunia professional nantinya," tutur Agus
Selanjutnya, Sesi inti acara diisi dengan pemaparan materi mengenai Tugas dan Fungsi (Tusi) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Narasumber dari Bea Cukai Bekasi menjelaskan secara rinci 4 (empat) fungsi utama Bea Cukai yakni sebagai trade Facilitator (memfasilitasi perdagangan), Industrial Assistance (mendukung industri dalam negeri), Community Protector (melindungi masyarakat), dan Revenue Collector (memungut penerimaan negara).
Para siswa tampak antusias menyimak penjelasan mengenai alur barang masuk dan keluar, serta jenis-jenis barang yang diawasi peredarannya, seperti narkotika dan barang ilegal lainnya. Suasana semakin hidup Ketika sesi tanya jawab dibuka, dimana para siswa aktif mengajukan pertanyaan seputar syarat menjadi pegawai Bea Cukai hingga teknis pembawaan barang penumpang.
Kegiatan kunjungan industri ini ditutup dengan pelaksanaan quiz dan sesi foto Bersama serta pertukaran plakat sebagai simbul sinergi antara Bea Cukai Bekasi dan SMK Islam Diponegoro Losari. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat membawa pulang ilmu baru yang bermanfaat dan motivasi untuk berkontribusi bagi bangsa di masa depan.(*)
Bekasi (09/01), Mengawali tahun 2026, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Jakarta melaksanakan kegiatan Dialog Kinerja yang bertempat di Ruang Rapat Tambun, Kantor Bea Cukai Bekasi. Kegiatan ini dihadiri oleh satuan kerja di bawah Kanwil DJBC Jakarta sebagai bagian dari proses evaluasi dan penguatan kinerja organisasi.
Dialog Kinerja Organisasi (DKO) diawali dengan pemaparan dan ulas balik capaian kinerja satuan kerja di bawah Kanwil DJBC Jakarta sepanjang tahun 2025. Dalam sesi ini, disampaikan berbagai capaian strategis, realisasi target penerimaan, peningkatan kualitas pelayanan, serta pelaksanaan fungsi pengawasan dan fasilitas kepabeanan dan cukai yang telah dijalankan oleh masing-masing satuan kerja.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi evaluatif yang melibatkan satuan kerja di bawah Kanwil DJBC Jakarta. Kegiatan ini dimanfaatkan untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi selama tahun 2025, sekaligus merumuskan langkah perbaikan dan strategi peningkatan kinerja ke depan agar selaras dengan arah kebijakan organisasi.
Dalam kesempatan tersebut, Akhmad Rofiq, Kepala Kanwil DJBC Jakarta menyampaikan bahwa dialog kinerja menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi atas capaian yang telah diraih. “Melalui DKO ini, seluruh satuan kerja di bawah Kanwil DJBC Jakarta diharapkan mampu mengidentifikasi tantangan secara objektif, memperkuat sinergi, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepabeanan dan cukai secara berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan dialog kinerja ini, Kanwil DJBC Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kinerja yang akuntabel, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan, pengawasan, serta tata kelola organisasi di lingkungan Bea dan Cukai khususnya di wilayah Jakarta ini.
Bekasi, (17/12/2025) – Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong ekspor nasional melalui Pelepasan Ekspor Serentak di delapan kota yang digelar pada Rabu, 17 Desember 2025. Kegiatan bertema “Sinergi Nusantara: Dari 8 Penjuru Menembus Pasar Dunia” ini dipusatkan di PT Denso Manufacturing Indonesia, Cikarang, sebagai lokus utama, dan diresmikan langsung oleh Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, M.Si.
Kegiatan ini dihadiri oleh Rusman Hadi, Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Kepabeanan dan Cukai, didampingi Moh. Saifuddin, Kepala Subdirektorat Registrasi Kepabeanan, Program Prioritas, dan AEO, serta Winarko Dian Subagyo, Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi. Kehadiran jajaran Bea Cukai tersebut menegaskan komitmen institusi dalam mengawal kelancaran ekspor nasional, memastikan kepatuhan, serta memberikan kepastian layanan bagi pelaku usaha.
“Melalui penguatan kepatuhan dan pelayanan berbasis manajemen risiko, Bea Cukai memastikan kegiatan ekspor berjalan aman, tertib, dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha,” tegas Rusman.
Sebagai pengguna jasa Bea Cukai Bekasi yang telah menyandang status Authorized Economic Operator (AEO), PT Denso Manufacturing Indonesia menjadi contoh konkret sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menciptakan ekosistem ekspor yang efisien dan berdaya saing global. Presiden Direktur PT Denso Manufacturing Indonesia, Hirotsugu Kano, menyampaikan bahwa menjadi tuan rumah pelepasan ekspor serentak merupakan sebuah kehormatan.
“Merupakan suatu kehormatan bagi PT Denso Manufacturing Indonesia untuk menjadi tuan rumah pelepasan ekspor ini. Dukungan Bea Cukai melalui fasilitas AEO dan Jalur Prioritas sangat membantu kelancaran proses ekspor kami sehingga produk Indonesia dapat bersaing di pasar global,” ujar Hirotsugu.
Dari Cikarang, PT Denso Manufacturing Indonesia melepas enam kontainer ekspor dengan nilai mencapai USD 26,4 juta. Produk yang diekspor meliputi power window motor, power seat motor, servomotor, blower motor, washer system, wiper motor system, radiator cooling fan motor, dan throttle control motor. Produk-produk tersebut dikirim ke berbagai negara tujuan ekspor, yakni ASEAN (30 persen), Amerika Serikat dan Eropa (30 persen), serta Asia termasuk Jepang, Tiongkok, dan India (10 persen). Secara keseluruhan, nilai ekspor dari delapan titik pelepasan hampir mencapai Rp1 triliun, melibatkan 31 perusahaan sebagai tuan rumah di masing-masing daerah.
Selain ekspor yang dilakukan PT Denso Manufacturing Indonesia, terdapat tujuh titik lain di berbagai daerah yang secara serentak melaksanakan ekspor antara lain Mojokerto, Sleman, Semarang, Batam, Samarinda, Makassar, dan Badung. Hal ini menunjukkan bahwa penguatan ekspor tidak hanya terpusat di satu wilayah, melainkan tumbuh dari berbagai daerah sebagai wujud semangat dari Indonesia untuk dunia.
Dalam sesi sambutan, Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong peningkatan ekspor secara inklusif dan berkelanjutan dengan Program-program pemerintah dapat berjalan dengan baik berkat kolaborasi antara pemerintah, perusahaan besar, menengah, koperasi merah putih, dan UMKM.
“Pemerintah berkomitmen meningkatkan ekspor melalui pemetaan desa-desa berpotensi ekspor, pelatihan desain dan manajemen ekspor, serta fasilitasi business matching yang melibatkan perwakilan dari 33 negara. Selain itu, berbagai perjanjian kerja sama perdagangan terus diperkuat, termasuk optimalisasi peran ITPC melalui program magang untuk mempelajari peluang pasar global,” ujar Menteri Perdagangan.
Kegiatan pelepasan ekspor serentak ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem ekspor nasional yang berdaya saing, berkelanjutan, dan inklusif. Sinergi antara kementerian/lembaga, Bea Cukai, pemerintah daerah, serta pelaku usaha diharapkan terus terjaga guna mendorong peningkatan kinerja ekspor, memperluas akses pasar global, dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.(*)
Bekasi, 17/12/2025 – Dalam puncak peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) Tahun 2025, Bea Cukai Bekasi kembali mengukuhkan Duta Sikap Dasar DJBC. Acara penobatan ini dilaksanakan pada Selasa, 16 Desember 2025 bertempat di Aula Cibitung Lantai III. Acara dihadiri oleh tak kurang dari 50 tamu undangan.
Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemilihan Duta Sikap Dasar DJBC merupakan komitmen nyata Bea Cukai Bekasi dalam membangun budaya kerja yang berintegritas.
“Melalui momentum Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2025, Bea Cukai Bekasi kembali menyelenggarakan pemilihan Duta Sikap Dasar DJBC sebagai sarana kampanye internal dalam menerapkan sikap dasar DJBC dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan para duta dapat menjadi teladan dan penggerak bagi seluruh pegawai dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi,” ujar Winarko.
Proses penetapan Duta Sikap Dasar DJBC di lingkungan Bea Cukai Bekasi dilaksanakan melalui beberapa tahapan. Setiap unit kerja mengusulkan pegawai sebagai kandidat duta. Selanjutnya dilakukan seleksi administrasi dan wawancara oleh Tim Penilai. Pegawai yang lolos seleksi kemudian mengikuti pemilihan secara terbuka, dengan hasil akhir ditetapkan melalui keputusan kepala kantor.
Terdiri dari lima nilai utama, yaitu jujur, korsa, loyal, inisiatif, dan korektif, yang dikenal dengan singkatan “KLIK-Jujur”, Sikap Dasar DJBC selaras dengan nilai-nilai Kementerian Keuangan yang ada. 5 pegawai yang terpilih sebagai duta yaitu: Agung Aryo sebagai Duta Korsa, Halim Surya sebagai Duta Loyal, dan M. Farrell Dzakinuddin sebagai Duta Inisiatif. Untuk Duta Korektif terpilih Purwa Rachmat sedangkan Abdur Rozid terpilih sebagai Duta Jujur.
Dengan dikukuhkannya Duta Sikap Dasar DJBC Tahun 2025, diharapkan para duta mampu menjadi agen perubahan yang menginspirasi pegawai lain untuk terus menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.(*)