Semua Berita
Bekasi (11/9) – Winarko Dian Subagyo beserta tim kembali lakukan lawatan ke perusahaan dalam tajuk Custom Visit Customers (CVC) pada Kamis, 10 September 2026. Kali ini kunjungan dilakukan ke PT Sunrise Bumi Textiles yang berloaksi di Harapan Indah Bekasi. Bertujuan untuk menjalin komunikasi langsung antara Bea Cukai Bekasi dan pengguna jasa, CVC diharapkan mampu menjadi sarana identifikasi permasalahan yang dialami perusahaan serta menemukan solusi yang tepat sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung perkembangan Sunrise Bumi Textiles sebagai perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat. Disamping itu kami ingin memastikan apakah kewajiban kepabeanan telah dipenuhi sesuai ketentuan. Kami juga ingin mendengar secara langsung apabila terdapat hambatan dalam proses bisnis yang ada, sehingga solusi yang diberikan dapat lebih efektif dan efisien.” ujar Winarko dalam sambutannya.
Dalam sesi yang sama Direktur PT Sunrise Bumi Textiles, Manjeet Singh menyampaikan apresiasi kepada Bea Cukai Bekasi atas kunjungan dan pendampingan yang diberikan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas pelayanan dan dukungan Bea Cukai Bekasi yang telah membantu kelancaran proses bisnis kami. Kami berharap koordinasi dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus dipertahankan, ditingkatkan, dan berkembang semakin baik ke depannya." ungkap Manjeet.
Kegiatan diawali dengan pemaparan profil kantor serta penyampaian kendala yang dihadapi. Selanjutnya, dilakukan diskusi dan asistensi terkait langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan permasalahan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku. Kegiatan kemudian ditutup dengan kunjungan lapangan untuk meninjau proses bisnis yang sedang berlangsung.
Berdiri sejak 1979, PT Sunrise Bumi Textiles bergerak di bidang intermediate goods berupa pengolahan kapas menjadi benang. Dengan menggunakan bahan alami dan tanpa penggunaan bahan kimia dalam proses produksinya, perusahaan berkomitmen menghasilkan produk yang lebih ramah lingkungan. Beredar di berbagai pasar internasional, PT Sunrise Bumi Textiles telah mengekspor barangnya ke Eropa, Turki hingga Timur Tengah. (*)
Bekasi (27/8) – Bea Cukai Bekasi menyelenggarakan forum konsultasi publik dengan mengangkat tema “Layanan Terbaik Bea Cukai Bekasi menuju WBBM” dan dilaksanakan dalam bentuk public hearing secara luring (offline) pada Kamis, 27 Agustus 2026. Bertempat di Aula Cibitung Lantai III Bea Cukai Bekasi dengan dihadiri oleh pengguna layanan Bea Cukai Bekasi.
Forum Konsultasi Publik (FKP) dimaksudkan sebagai sarana komunikasi langsung antara Bea Cukai Bekasi dengan masyarakat dan pengguna jasa. Kegiatan bertujuan menghimpun aspirasi, kritik, saran, dan harapan pengguna layanan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan; meningkatkan kualitas layanan.
Pelaksanaan forum konsultasi publik dipimpin langsung oleh Winarko Dian Subagyo sebagai Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi sekaligus narasumber dan pemateri kegiatan forum konsultasi publik untuk pengguna layanan Bea Cukai.
“Kegiatan forum konsultasi publik ini menjadi ruang dialog dua arah antara Bea Cukai Bekasi dan para pemangku kepentingan. Selain memperoleh apresiasi terhadap berbagai perbaikan dan inovasi pelayanan yang telah berjalan, forum menghasilkan masukan yang bersifat operasional maupun strategis, terutama mengenai keandalan sistem layanan, kepastian janji layanan, komunikasi regulasi, sinergi pengawasan, fasilitas ekspor UMKM, dan penguatan kolaborasi dengan akademisi serta media.” Ucap Winarko.
Pelaksanaan Forum Konsultasi Publik Bea Cukai Bekasi telah menjadi sarana untuk memperoleh masukan langsung dari berbagai unsur pemangku kepentingan. Secara umum peserta memberikan apresiasi terhadap perbaikan pelayanan dan komunikasi yang telah dilakukan, sekaligus menyampaikan kebutuhan peningkatan pada aspek keandalan sistem digital, kepastian janji layanan, sosialisasi regulasi, sinergi pengawasan, fasilitasi ekspor UMKM, serta kolaborasi dengan akademisi dan media.
Masukan dan aspirasi penggunan layanan Bea Cukai Bekais menjadi bahan penting bagi Bea Cukai Bekasi dalam melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan menuju WBBM.(*)
Dari Pabrik, Perkuat Kepatuhan: Bea Cukai Bekasi Bahas AEO Bersama PT NX Lemo Indonesia Logistik
24 Agt 2026
Bekasi (20/08/2026) — Bea Cukai Bekasi kembali melaksanakan kegiatan Diskusi Bareng Bea Cukai Bekasi di Pabrik (DIDIK) sebagai wadah komunikasi dan kolaborasi bersama pengguna jasa. Kali ini, kegiatan DIDIK mengangkat tema “Refreshment Authorized Economic Operator (AEO)” dan dilaksanakan bersama PT NX Lemo Indonesia Logistik.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyegaran pemahaman kepada perusahaan terkait program Authorized Economic Operator (AEO), mulai dari konsep dan manfaat AEO, pemenuhan kriteria dan persyaratan, hingga pentingnya menjaga konsistensi penerapan standar keamanan dan kepatuhan dalam kegiatan operasional perusahaan.
Dalam kegiatan tersebut, Bea Cukai Bekasi dan pihak perusahaan berdiskusi secara interaktif mengenai implementasi AEO di lingkungan perusahaan. Sesi diskusi juga menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk menyampaikan pertanyaan, kendala, maupun hal-hal yang perlu mendapatkan penjelasan lebih lanjut terkait pelaksanaan dan pemeliharaan standar AEO.
Muhammad Emil Fuad, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Bekasi sekaligus Client Manager AEO Bea Cukai Bekasi menyampaikan bahwa kegiatan DIDIK menjadi ruang strategis untuk memperkuat komunikasi langsung dengan pengguna jasa. “Refreshment ini bukan sekadar mengingat kembali ketentuan AEO, tetapi menjadi momentum untuk memastikan pemahaman dan implementasinya tetap berjalan secara konsisten sesuai dengan ketentuan yang berlaku.” Ujar Emil.
Melalui kegiatan DIDIK, Bea Cukai Bekasi terus mendorong terciptanya komunikasi yang terbuka dan kolaboratif dengan pengguna jasa. Refreshment AEO diharapkan dapat memperkuat pemahaman serta komitmen perusahaan dalam mempertahankan kepatuhan dan standar keamanan sebagai bagian dari penerapan AEO.
DIDIK Bea Cukai Bekasi — Makin Cerdas. Makin Asyik!
Tingkatkan Pemahaman Pengusaha TPB, Bea Cukai Bekasi Gelar Pelatihan CEISA Transaksional
18 Agt 2026
Bekasi (13/8) – Bea Cukai Bekasi menyelenggarakan Pelatihan Proses Permohonan Persetujuan Perizinan Transaksional Tempat Penimbunan Berikat (TPB) di CEISA 4.0 pada tanggal 11 dan 13 Agustus 2026. Bertempat di Aula Cibitung Lantai III Bea Cukai Bekasi, acara juga dihadiri secara daring melalui MS Teams oleh para perwakilan Perusahaan TPB, dengan didampingi oleh para Pemeriksa Bea dan Cukai terkait.
Kegiatan diawali dengan penyampaian sambutan oleh Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai X, Yudi Permadi. Yudi menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah persiapan penerapan fitur baru pada Ceisa 4.0.
“Pelatihan ini kami selenggarakan sebagai langkah persiapan dalam rangka penerapan menu Perizinan Transaksional TPB pada CEISA 4.0. Kami berharap para pengguna jasa dapat menyerap dan memahami materi yang disampaikan secara optimal. Selain itu, kegiatan asistensi pengisian data serta uji coba secara langsung terhadap menu yang baru dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, sehingga dapat meminimalkan kesalahan dalam proses implementasinya.” ujar Yudi.
Materi pelatihan terkait program penguatan pelayanan dan pengawasan TPB pada CEISA 4.0 sebagai bentuk transformasi TPB melalui teknologi informasi turut disampaikan oleh Yudi. Sedangkan asistensi secara praktek diberikan oleh Ligar Perkasa, Pemeriksa Bea dan Cukai Ahli Pertama. Pada akhir sesi acara, para pengguna jasa diberi kesempatan untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam mengoperasikan menu CEISA 4.0.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para Pengusaha TPB semakin memahami dan siap mengimplementasikan menu Perizinan Transaksional TPB pada CEISA 4.0., guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan dan efektivitas pengawasan TPB di wilayah Bekasi.(*)
Dari Teori ke Praktik, Bea Cukai Bekasi Terima Academic Visit Mahasiswa Politeknik Keuangan Negara STAN
14 Agt 2026
Bekasi (13/08) - Mengusung tema “Implementasi Kebijakan Kepabeanan Cukai di Era Transformasi Digital dalam Mendukung Fasilitasi Perdagangan, Pengawasan yang Efektif, dan Daya Saing Nasional” Bea Cukai Bekasi menerima kunjungan mahasiswa PKN STAN pada Rabu, 12 Agustus 2026.Kegiatan diikuti oleh 57 mahasiswa dengan didampingi 2 dosen pendamping.
“Pada Academic Visit ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk melihat dan mendapatkan pengalaman langsung mengenai pelaksanaan tugas dan fungsi kepabeanan dan cukai di lapangan. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh hari ini dapat menjadi bekal dalam menjalankan pengabdian kepada negeri.” ujar Winarko Dian Subagyo selaku Kepala Kantor Bea Cukai pada sambutannya.
Ivan Yulianto, Dosen Pendamping mahasiswa menyampaikan ucapan terimakasih atas kesempatan kunjungan yang diberikan.
“Kami ucapkan terimakasih kepada Bea Cukai Bekasi yang telah menyambut hangat Academic Visit dari para mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus menjadi wadah untuk mempererat sinergi antara PKN STAN, DJBC, dan dunia usaha dalam mendukung pembelajaran serta pengembangan kompetensi di bidang kepabeanan dan cukai.” pungkas Ivan.
Para mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal secara lebih dekat pelaksanaan tugas dan fungsi Bea Cukai, khususnya dalam mendukung implementasi kebijakan kepabeanan dan cukai di era transformasi digital. Materi disampaikan oleh Yudi Permadi, Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai X.
Disamping itu, para mahasiswa berkesempatan untuk praktek langsung identifikasi pita cukai didampingi oleh tim Seksi Penindakan dan Penyidikan. Ibnu Hamzah, Pelaksana Pemeriksa menyampaikan materi mengenai pita cukai 2026 serta bagaimana cara mengidentifikasinya asli atau palsu.
Selain kunjungan ke Bea Cukai Bekasi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Pabrik Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), PT Bali Hai Brewery Indonesia. Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa melihat proses pembuatan MMEA serta proses pelekatan pita cukai. Agenda ditutup dengan diskusi dan foto bersama. Para mahasiswa terlihat antusias dan bersemangat dalam mengikuti rangkaian kegiatan yang ada.(*)
Bekasi (13/08) Dalam menjalakan fungsi pengawasan di bidang cukai, Bea Cukai Bekasi kembali laksanakan monitoring Harga Transaksi Pasar (HTP) terhadap produk Rokok Elektrik (REL) dan hasil pengolahan tembakau lainnya. Kegiatan monitoring kali ini dilaksanakan di beberapa wilayah, yaitu Kabupaten Bekasi yang meliputi Kecamatan Cibuntu dan Cikarang Selatan serta Kota Bekasi di Kecamatan Bekasi Selatan.
Proses monitoring HTP dilakukan dengan membandingkan HTP (harga pada tingkat konsumen akhir) dengan harga jual eceran (HJE) yang tercantum pada pita cukai REL. Selain itu, pegawai yang bertugas juga mencatat jenis, isi, merek, dan perusahaan yang memproduksinya Data yang diperoleh selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan analisis dan pertimbangan dalam menentukan kebijakan serta penyesuaian tarif cukai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kegiatan monitoring HTP merupakan salah satu bentuk pengawasan yang dilakukan secara rutin oleh Bea Cukai Bekasi untuk memastikan harga transaksi produk hasil tembakau dan REL di tingkat konsumen tetap sesuai dengan ketentuan. Monitoring ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga efektivitas penerapan tarif cukai sekaligus menciptakan kondisi perdagangan yang tertib dan sesuai dengan regulasi.
Selain melakukan monitoring, Bea Cukai Bekasi turut memberikan edukasi dan kampanye kepada para pedagang agar tidak menerima maupun menjual produk REL ilegal. Pedagang diimbau untuk selalu memastikan legalitas produk yang diperjualbelikan, termasuk memperhatikan keberadaan pita cukai serta kesesuaian informasi pada kemasan. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai dampak negatif dari peredaran dan penjualan REL ilegal, baik terhadap penerimaan negara maupun terhadap terciptanya iklim usaha yang sehat dan berkeadilan.
Melalui kegiatan monitoring dan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, Bea Cukai Bekasi berkomitmen memperkuat pengawasan terhadap peredaran produk hasil tembakau, meningkatkan kepatuhan pelaku usaha, serta mendukung terciptanya perdagangan yang tertib. Langkah ini sejalan dengan misi Bea Cukai dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pelayanan sekaligus berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga serta penerimaan negara dari sektor cukai.(*)
Bekasi, (23/07) – Bea Cukai Bekasi kembali melaksanakan kegiatan Customs Visit Customer sebagai wujud komitmen dalam memperkuat kemitraan dengan pelaku usaha. Kali ini, kunjungan dilakukan ke PT. Seongjin Engineering Indonesia, perusahaan manufaktur yang berlokasi di Kawasan GIIC Deltamas, Kabupaten Bekasi.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo, beserta jajaran, dan disambut oleh Presiden Direktur PT. Seongjin Engineering Indonesia, Hwang Young-Seok, beserta jajaran manajemen perusahaan.
Kunjungan ini menjadi sarana dialog konstruktif antara Bea Cukai Bekasi dengan perusahaan dalam membahas berbagai aspek pelayanan kepabeanan, optimalisasi pemanfaatan fasilitas kepabeanan, serta upaya menjaga kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menyerap masukan dari pengguna jasa sebagai bahan evaluasi dalam peningkatan kualitas layanan.
Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo, menyampaikan bahwa kegiatan Customs Visit Customer merupakan bagian dari komitmen Bea Cukai Bekasi dalam memberikan pelayanan yang responsif sekaligus memastikan implementasi ketentuan kepabeanan berjalan dengan baik.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin memastikan bahwa perusahaan dapat memanfaatkan fasilitas kepabeanan secara optimal dengan tetap memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku. Selain itu, kami juga ingin memperoleh masukan secara langsung dari pengguna jasa sebagai bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya pelayanan yang diberikan oleh petugas kami di lapangan yang berinteraksi langsung dengan pengguna jasa."
Sementara itu, Presiden Direktur PT. Seongjin Engineering Indonesia, Hwang Young-Seok, mengapresiasi perhatian dan pendampingan yang diberikan Bea Cukai Bekasi kepada perusahaan.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan dukungan yang terus diberikan oleh Bea Cukai Bekasi. Komunikasi yang terbuka seperti ini memberikan kepastian bagi dunia usaha dalam memahami regulasi dan menjalankan kegiatan operasional. Kami berkomitmen untuk terus menjaga kepatuhan terhadap ketentuan kepabeanan serta menjalin kerja sama yang baik dengan Bea Cukai."
Melalui kegiatan Customs Visit Customer, Bea Cukai Bekasi berharap hubungan kemitraan dengan para pengguna jasa semakin erat sehingga mampu menciptakan pelayanan kepabeanan yang semakin efektif, meningkatkan kepatuhan, serta mendukung iklim investasi dan daya saing industri di wilayah kerja Bea Cukai Bekasi.(*)
Bekasi (09/07) – Sebagai wujud komitmen dalam membangun komunikasi yang erat dengan pengguna jasa, Bea Cukai Bekasi melaksanakan kegiatan Customs Visit Customer (CVC) ke PT Toyo Seal Indonesia yang berlokasi di Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
Kunjungan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo, beserta jajaran. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara Bea Cukai Bekasi dengan dunia usaha, sekaligus menjadi sarana dialog guna mendengarkan secara langsung masukan, kebutuhan, serta tantangan yang dihadapi perusahaan dalam pelaksanaan layanan kepabeanan dan cukai.
Dalam kesempatan tersebut, Winarko menyampaikan bahwa kegiatan Customs Visit Customer merupakan bentuk komitmen Bea Cukai Bekasi untuk terus memberikan pelayanan yang responsif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan dan pengawasan untuk memastikan perusahaan penerima fasilitas kepabeanan telah memenuhi ketentuan yang berlaku sehingga fasilitas yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal, tepat sasaran, dan akuntabel.
"Kami ingin membangun komunikasi yang lebih erat dengan pengguna jasa sekaligus memastikan bahwa pemanfaatan fasilitas kepabeanan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan komunikasi yang terbuka, kami dapat memberikan pendampingan, memperoleh masukan dari dunia usaha, serta terus melakukan perbaikan layanan agar mampu memberikan kepastian berusaha dan mendukung daya saing industri nasional," ujar Winarko.
Direktur PT Toyo Seal Indonesia, Ary Widyastuti, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian yang diberikan oleh Bea Cukai Bekasi. Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara regulator dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
"Kami mengapresiasi inisiatif Bea Cukai Bekasi yang secara aktif hadir untuk berdialog dengan perusahaan. Pendekatan seperti ini memberikan ruang bagi kami untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap berbagai kebijakan. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan demi mendukung kelancaran operasional perusahaan dan pertumbuhan industri nasional," ungkap Ary Widyastuti.
Melalui kegiatan ini, Bea Cukai Bekasi menegaskan komitmennya untuk senantiasa hadir sebagai mitra strategis dunia usaha. Dengan membangun kolaborasi yang erat bersama pengguna jasa, Bea Cukai Bekasi terus berupaya mewujudkan pelayanan yang profesional, akuntabel, dan memberikan kepastian berusaha guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.(*)
PT Asha Nuova International Indonesia, UMKM Binaan Bea Cukai Bekasi Ekspor Aneka Produk Pertanian ke Taiwan
13 Jul 2026
Bekasi (09/07) PT Asha Nuova International Indonesia, UMKM binaan Bea Cukai Bekasi kembali berhasil menembus pasar internasional melalui ekspor berbagai komoditas pertanian ke Taiwan. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa produk pertanian Indonesia memiliki daya saing dan mampu memenuhi kebutuhan pasar global.
Dalam pengiriman tersebut, PT Asha Nuova International Indonesia mengekspor delapan jenis komoditas, yaitu singkong batang, singkong parut, daun singkong, tape singkong, kelapa parut, nangka mentah, jengkol, dan petai. Total berat ekspor mencapai lebih dari 10 ton dengan nilai ekspor mencapai >200juta.
Ekspor komoditas pertanian ini diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi produk Indonesia sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi para pelaku usaha. Beragam produk yang diekspor menunjukkan besarnya potensi hasil pertanian Indonesia untuk memenuhi permintaan pasar internasional.
Keberhasilan ekspor PT Asha Nuova International Indonesia juga merupakan hasil sinergi antara pelaku usaha dan Bea Cukai Bekasi dalam mendorong kemudahan ekspor. Melalui layanan asistensi dan pendampingan, Bea Cukai Bekasi terus berupaya memberikan kemudahan kepada eksportir agar dapat memenuhi ketentuan kepabeanan serta memperluas jangkauan pasar ke berbagai negara.
Bea Cukai Bekasi berkomitmen untuk terus mendukung para eksportir dan UMKM agar semakin banyak produk Indonesia yang mampu menembus pasar global. Diharapkan keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi pelaku usaha lainnya untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pasar ekspor sehingga memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.(*)