Semua Berita
Bea Cukai Bekasi Kunjungan ke PT KDS Indonesia: Perkuat Keberlangsungan Industri Crystal Resonator
23 Feb 2026
Bekasi (20/02) Dalam rangka mempererat sinergi dan memastikan kepatuhan pengguna jasa, Bea Cukai Bekasi melaksanakan kegiatan Customs Visit Customer (CVC) ke PT KDS Indonesia, perusahaan manufaktur komponen elektronik presisi tinggi asal Jepang yang beroperasi di Kawasan Industri MM2100, Cikarang.
PT KDS Indonesia merupakan bagian dari Daishinku Corporation (KDS), produsen global perangkat kristal kuarsa. Perusahaan ini dikenal memproduksi crystal resonator, crystal blank, serta berbagai komponen frekuensi presisi yang menjadi bagian penting dalam perangkat elektronik modern, mulai dari smartphone, elektronik otomotif, hingga sistem komunikasi.
Dalam kunjungan tersebut, tim Bea Cukai Bekasi berdialog dengan manajemen perusahaan mengenai proses bisnis, pemanfaatan fasilitas kepabeanan, serta dukungan yang diperlukan untuk menjaga kelancaran arus logistik bahan baku dan produk jadi.
President Director PT KDS Indonesia, Y. Sumitomo, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan yang dilakukan.
“Kami menyambut baik kegiatan CVC ini sebagai bentuk komunikasi yang konstruktif antara Bea Cukai dan dunia usaha. Dukungan serta pendampingan yang diberikan sangat membantu kami dalam menjaga kepatuhan sekaligus memastikan kelancaran kegiatan ekspor dan impor perusahaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo, menegaskan bahwa kegiatan CVC merupakan wujud komitmen Bea Cukai dalam memberikan pelayanan yang solutif dan proaktif.
“Melalui Customs Visit Customer, Bea Cukai Bekasi berupaya hadir lebih dekat dengan pengguna jasa. Kami ingin memastikan perusahaan mendapatkan asistensi yang tepat, sehingga kegiatan usaha dapat berjalan lancar, patuh, dan berdaya saing,” jelasnya.
Pihak PT KDS Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga standar kualitas produksi berkelas global serta memperkuat koordinasi dengan Bea Cukai Bekasi. Ke depan, perusahaan akan terus berinovasi, termasuk pengembangan SMD crystal resonator berukuran lebih kecil dan efisien untuk mendukung kebutuhan industri elektronik modern.
Melalui kegiatan ini, Bea Cukai Bekasi berharap sinergi dengan PT KDS Indonesia semakin solid dan mampu mendukung terciptanya ekosistem industri elektronik nasional yang kompetitif, patuh, dan berorientasi ekspor.(*)
Tarhib Ramadan 1447H, Bea Cukai Bekasi Ajak Pegawai Hadirkan Spirit Ibadah dalam Kinerja
12 Feb 2026
Bekasi (12/02/2026) Bertempat di Masjid Baituttadzkir, Bea Cukai Bekasi menyelenggarakan Tarhib Ramadan pada Rabu, 11 Februari 2026. Terselenggara secara luring dan daring, kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai muslim di lingkungan Bea Cukai Bekasi.
Winarko Dian Subagyo selaku Kepala Bea dan Cukai Bekasi dalam sambutannya menghimbau agar seluruh pegawai mempersiapkan hati dalam menyambut datangnya bulan Ramadan. Disamping itu, Winarko juga berharap agar selama Ramadan ibadah dilaksanakan lebih optimal.
“Kita semua berharap untuk bisa menguatkan hati menyambut bulan Ramadan. Sehingga keistimewaan Ramadan bisa diraih serta ibadah dapat dijalankan lebih optimal. Dengan ibadah yang maksimal, diharapkan bisa selaras dengan semangat menjalankan kinerja”, ujar Winarko.
Dengan tema “Hadirkan Semangat Ramadan dalam Hati, Sikap, dan Kinerja” kajian islami kali ini disampaikan oleh Ustad Muslim Al Fatih, CH., CHT., CHS., CSF. Muslim tidak hanya dikenal sebagai penceramah tetapi juga praktisi psikologi islam dan hypnotherapy.
Direktur One Quran Institute ini membahas bagaimana menata hati dan niat dalam menjalankan ibadah puasa. Dengan hati yang baik, maka ibadah bisa dijalankan dengan nyaman dan maksimal.
“Allah tidak melihat pakaian apa yang kita gunakan saat kita beribadah, tapi yang Allah lihat pertama adalah kualitas hati saat beribadah. Maka hati adalah penentu, bila ia baik maka yang lain akan baik. Begitupun sebaliknya. Allah Maha Mengetahui hati manusia, maka mari niat kita betulkan, ridho kita teguhkan, sehingga kerja kita bisa menjadi pemberat amal”, ujar Muslim.(*)
Bekasi (12/2)– Dalam upaya meningkatkan literasi masyarakat di bidang kepabeanan dan cukai, Bea Cukai Bekasi berkolaborasi dengan Bea Cukai Cikarang menggelar kegiatan siaran edukatif di Radio Elgangga 100.3 FM Bekasi. Mengusung tema “Cerdas Digital: IMEI Aman, Transaksi Nyaman”, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya registrasi IMEI serta keamanan dalam transaksi digital.
Kegiatan siaran yang berlangsung secara interaktif ini menghadirkan narasumber Bima Satriya (Pelaksana Pemeriksa Bea Cukai Cikarang), Aryadhana N. P. (Pelaksana Pemeriksa Bea Cukai Cikarang), dan Lintang Pramesti Sari (Pelaksana Pemeriksa Bea Cukai Bekasi). Ketiganya memaparkan secara komprehensif mengenai ketentuan registrasi IMEI untuk perangkat telekomunikasi yang dibeli dari luar negeri.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa registrasi IMEI merupakan langkah penting untuk memastikan perangkat handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT) dapat digunakan secara legal di Indonesia serta terlindungi dari potensi pemblokiran jaringan. Masyarakat juga diberikan edukasi mengenai prosedur pendaftaran IMEI bagi penumpang yang membawa perangkat dari luar negeri, termasuk batasan nilai pembebasan bea masuk serta tata cara pelaporan melalui aplikasi resmi Bea Cukai.
Selain membahas aspek teknis registrasi, tema “Transaksi Nyaman” turut menekankan pentingnya kehati-hatian dalam melakukan transaksi digital, khususnya pembelian gawai dari luar negeri melalui platform e-commerce. Bea Cukai mengimbau masyarakat untuk memastikan legalitas barang dan memahami ketentuan perpajakan yang berlaku agar terhindar dari kerugian maupun kendala administrasi.
Melalui kolaborasi ini, Bea Cukai Bekasi dan Bea Cukai Cikarang menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan layanan serta informasi kepada masyarakat dengan memanfaatkan media radio sebagai sarana komunikasi publik. Siaran di Radio Elgangga 100.3 FM ini juga menjadi wadah dialog dua arah, di mana pendengar dapat mengajukan pertanyaan secara langsung terkait permasalahan yang dihadapi.
Diharapkan, kegiatan edukasi seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap peran Bea Cukai dalam mendukung ekosistem perdagangan yang aman, tertib, dan transparan di era digital.(*)
Bekasi (10/02) - Bea Cukai Bekasi sebagai kantor dengan pengelola fasilitas Tempat Penimbunan Berikat terbanyak di Indonesia terus memastikan pelayanan terbaik yang diberikan. Kembali melakukan kunjungan ,melalui Customs Visit Customer (CVC) kali ini Bea Cukai Bekasi sambangi PT Yusen Logistics Interlink Indonesia.
Perusahaan yang bergerak di bidang logistics dan transportation telah berdiri di Indonesia sejak tahun 1996 lalu. Sampai saat ini PT Yusen Logistics Interlink Indonesia memiliki 15 cabang di seluruh Indonesia, dengan memiliki sertifikasi AEO hingga ISO.
Winarko Dian Subagyo dalam sambutannya menekankan bahwa setiap perusahan harus menjungjung tinggi tingkat kepatuhan, karena itu merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh tiap perusahaan yang selanjutnya akan mendapatkan hak berupa pelayanan dan fasilitas dari negara melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
dengan membawahi 19 PDGB, PT Yusen Logistics Interlink Indonesia juga memastikan it inventory yang mereka miliki memenuhi seluruh standard yang telah ditetapkan aturan. Lebih lanjut, Untuk menghindari melebihi masa timbun, PT Yusen Logistics Interlink Indoesia terus melalukan aging report terhadap seluruh PDGB nya, ini dilakukan sebagai bentuk komitmennya dalam menjaga kepatuhan.
“kami berharap akan menjalinan kerjasama yang selalu baik dengan beacukai bekasi. Kami sangat terbuka kepada sosialisasi dan penyuluhan terkait update aturan yang ada.” Pungkas Felix selaku perwakilan BOD PT Yusen Logistics Interlink Indoesia.
CVC ditutup dengan plant tour untuk meninjau secara langsung PT Yusen Interlink Indonesia. Diharapkan jalinan komunikasi yang baik akan terus terjalin antara stake holder dan Bea Cukai Bekasi untuk Bersama-sama menyamakan visi, menggerakan roda perekonomian Indonesia.(*)
Bea Cukai Bekasi Perkuat Kepatuhan Pengusaha Melalui Program "DIDIK" di PT YKK Zipco Indonesia
11 Feb 2026
Bekasi (10/2) – Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pengguna jasa terhadap aturan kepabeanan, Bea Cukai Bekasi kembali menggelar program DIDIK (Diskusi Bareng Bea Cukai di Pabrik). Kali ini, kegiatan asistensi dan refreshment fasilitas kepabeanan tersebut dilaksanakan di kawasan pabrik PT YKK Zipco Indonesia yang berlokasi di kawasan industri GIIC, pada 10 Februari 2026.
Acara yang berlangsung interaktif ini bertujuan untuk memberikan penyegaran materi terkait fasilitas Kawasan Berikat, guna memastikan operasional perusahaan tetap sejalan dengan regulasi terbaru yang berlaku di bidang Kepabeanan dan Cukai.
Kegiatan dibuka secara resmi dengan sambutan dari Kazunobu Maeda, Advisor BS Slider Department PT YKK Zipco Indonesia. Dalam penyampaiannya, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif jemput bola yang dilakukan oleh otoritas kepabeanan.
"Sinergi antara pihak industri dan regulator sangatlah penting. Kami sangat mengapresiasi kehadiran tim Bea Cukai Bekasi secara langsung ke pabrik (on-site) untuk memberikan bimbingan teknis. Hal ini sangat kami butuhkan dalam mendukung kelancaran rantai pasok perusahaan agar tetap efektif dan sesuai aturan," ujar Kazunobu dalam sambutannya.
Senada dengan hal tersebut, Muhammad Emil Fuad, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI), dalam sambutannya menegaskan komitmen Bea Cukai untuk terus berperan sebagai industrial assistance. Beliau menyatakan bahwa program DIDIK merupakan wadah edukasi agar komunikasi antara petugas dan pengusaha berjalan lebih efektif, sehingga kendala di lapangan dapat diminimalisir melalui pemahaman aturan yang komprehensif.
Pada sesi inti, Rita Monica, Pelaksana Pemeriksa sekaligus narasumber dari Bea Cukai Bekasi memaparkan materi mendalam Tata Laksana Kawasan Berikat. Dalam sesinya, narasumber menekankan pentingnya pemenuhan kriteria dasar agar fasilitas dapat terus dimanfaatkan secara optimal.
"Pembahasan kita mulai dari Syarat Pembentukan Kawasan Berikat. Penting bagi perusahaan untuk meninjau kembali kriteria-kriteria administratif dan fisik yang harus dipenuhi. Hal ini bukan sekadar formalitas, melainkan syarat mutlak yang harus dijaga untuk dapat mempertahankan status fasilitas tersebut," jelas Rita.
Sepanjang acara, para peserta dari berbagai departemen di PT YKK Zipco Indonesia menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan teknis yang diajukan selama sesi diskusi, mulai dari penanganan barang rusak hingga prosedur pemusnahan sisa hasil produksi.
Program DIDIK ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi PT YKK Zipco Indonesia dalam mengoptimalkan fasilitas negara yang diterima, sekaligus memperkecil risiko kesalahan administratif dalam proses bisnisnya. (*)
Modernisasi Layanan: Pegawai KPPBC Bekasi Antusias Ikuti Asistensi SPT Tahunan via Coretax
09 Feb 2026
BEKASI (9/2) – Transformasi digital di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kini memasuki babak baru. Sebagai upaya mendukung transisi sistem administrasi perpajakan nasional, KPPBC TMP A Bekasi menyelenggarakan kegiatan asistensi pelaporan SPT Tahunan melalui aplikasi terbaru, Coretax pada 6 Februari 2026. Langkah ini menandai peralihan resmi dari sistem lama, DJP Online, menuju platform yang lebih terintegrasi dan efisien.
Acara yang berlangsung di Aula KPPBC TMP A Bekasi ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor, Winarko Dian Subagyo. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa adaptasi terhadap teknologi adalah kunci utama dalam menjaga profesionalisme sebagai aparatur sipil negara di bawah Kementerian Keuangan.
"Perubahan sistem menuju Coretax adalah langkah besar dalam modernisasi birokrasi. Kita harus memastikan seluruh personel memahami mekanisme ini agar integritas dan kepatuhan pajak tetap terjaga di level tertinggi," ujar Winarko dalam arahannya kepada para peserta.
Semangat sinergi antar-unit eselon satu juga terlihat dengan hadirnya perwakilan dari Direktorat Jenderal Pajak. Dimon Nainggolan, Fungsional Penyuluh Pajak dari Kantor Wilayah DJP Jawa Barat II, hadir memberikan gambaran strategis mengenai keunggulan sistem baru ini.
"Coretax dirancang untuk menyederhanakan proses yang selama ini dianggap rumit. Integrasi sistem ini bukan sekadar ganti tampilan, melainkan peningkatan akurasi data perpajakan secara real-time," jelas Dimon saat memberikan sambutan.
Memasuki sesi inti, Tim Penyuluh yang dipandu oleh Abdul Ghafar langsung mengajak para peserta untuk melakukan praktik pengisian secara mandiri. Abdul memberikan panduan langkah demi langkah, mulai dari pengenalan antarmuka (UI) Coretax yang lebih modern, pengisian data penghasilan, hingga teknis pelaporan harta.
Suasana pelatihan tampak hidup dengan banyaknya diskusi interaktif. Para peserta aktif bertanya mengenai kendala-kendala teknis yang mereka temui saat mencoba mengoperasikan aplikasi tersebut. Tim penyuluh pun dengan sigap mendampingi setiap meja peserta untuk memastikan proses input data berjalan lancar.
Sebagai pengingat bagi seluruh wajib pajak, tim penyuluh kembali menegaskan batas waktu pelaporan SPT Tahunan online untuk Wajib Pajak Orang Pribadi, Batas akhir pelaporan pada 31 Maret agar terhindar dari sanksi administrasi.
Bekasi (05/02), Bea Cukai Bekasi berkesempatan menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis Transfer Pricing dan Pemanfaatam Data yang diselenggarakan di Aula Kanwil DJP Jabar II, Bekasi, pada 5 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan koordinasi dan sinergi antara instansi terkait dalam pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai.
Dalam kegiatan tersebut, Bea Cukai Bekasi diwakili oleh dua narasumber, yaitu Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, Muhammad Emil Fuad, dan Kepala Seksi Pabean dan Cukai VIII, Aji Kundoyo. Narasumber memaparkan materi tentang Kawasan Berikat dalam bimtek yang menjadi wujud joint audit.
Muhammad Emil Fuad dan Aji Kundoyo menjelaskan tentang prosedur dan mekanisme pada Kawasan Berikat, serta pentingnya koordinasi antara Bea Cukai dan DJP dalam pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum. Mereka juga membahas tentang pemanfaatan data dalam pengawasan dan penegakan hukum.
Kepala Seksi Bimbingan Pengawasan, Evi Litawati, menambahkan bahwa kolaborasi antara Bea Cukai dan DJP sangat penting dalam meningkatkan efektivitas pengawasan dan penegakan hukum. "Dengan adanya joint audit, kita dapat meningkatkan kualitas pengawasan dan mengurangi risiko kesalahan dalam pelaksanaan pengawasan," ujar Evi.
Kegiatan Bimtek ini dihadiri oleh Account Representative (AR) Pajak dan perwakilan dibawah KAnwil DJP Jabar II. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan efektivitas pelaksanaan joint audit, serta memperkuat sinergi antara Bea Cukai dan DJP dalam mewujudkan pengawasan yang lebih baik dan nantinya dapat optimal dapat mencapai target penerimaan negara.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan pemahaman dan koordinasi antara instansi terkait dalam pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai," ujar Muhammad Emil Fuad.
Dengan adanya kegiatan Bimtek ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan efektivitas pelaksanaan joint audit, serta memperkuat sinergi antara Bea Cukai dan DJP dalam mewujudkan pengawasan yang lebih baik.
Bekasi, (03/02) — Dalam rangka memperkuat sinergi dengan dunia usaha, Bea Cukai Bekasi melaksanakan kegiatan Customs Visit Customer (CVC) ke PT Serveone MRO Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Bea Cukai dalam mendukung kelancaran kegiatan industri melalui pelayanan kepabeanan yang optimal dan berkelanjutan.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses bisnis PT Serveone MRO Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan kegiatan impor serta pemanfaatan fasilitas Gudang Berikat. Selain itu, Customs Visit Customer menjadi sarana komunikasi dua arah guna menyampaikan perkembangan regulasi sekaligus menyerap masukan dari pengguna jasa.
Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo menyampaikan bahwa sinergi antara Bea Cukai dan pelaku usaha memiliki peran penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.
“Melalui kegiatan Customs Visit Customer ini, Bea Cukai hadir tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra strategis industri. Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan dan asistensi agar kegiatan usaha dapat berjalan lancar dan patuh terhadap ketentuan yang berlaku,” ujar Winarko.
Dalam kesempatan tersebut, tim Bea Cukai Bekasi disambut oleh jajaran manajemen PT Serveone MRO Indonesia. Kegiatan diisi dengan pemaparan profil perusahaan, peninjauan proses operasional, serta diskusi terkait pemenuhan kewajiban kepabeanan dan potensi peningkatan efektivitas layanan.
Presiden Direktur PT Serveone MRO Indonesia, Kim Gun Hee mengapresiasi kunjungan Bea Cukai Bekasi sebagai bentuk dukungan nyata terhadap dunia usaha.“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai wujud sinergi dan komunikasi. Dukungan dan pendampingan dari Bea Cukai sangat membantu kami dalam menjalankan kegiatan usaha secara patuh dan efisien,” ungkap Kim.
Melalui kegiatan ini, Bea Cukai Bekasi menegaskan perannya sebagai trade facilitator dan industrial assistance yang senantiasa mendukung pertumbuhan industri nasional serta kelancaran arus barang. (*)
Perkuat Integritas dan Kinerja Unggul, Bea Cukai Bekasi Gelar Tasyakuran dan Tausiah Isra’ Mi’raj
28 Jan 2026
Bekasi (27/01) – KPPBC TMP A Bekasi menggelar kegiatan Tasyakuran dan Tausiah dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan mengusung tema “Meneladani Spirit Isra’ Mi’raj untuk Meningkatkan Integritas dan Kinerja Unggul”. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh seluruh pegawai Bea Cukai Bekasi.
Acara diawali dengan tasyakuran sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai capaian dan kelancaran pelaksanaan tugas yang telah dilalui selama tahun 2025. Suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan terasa kuat, mencerminkan semangat solidaritas di lingkungan kerja Bea Cukai Bekasi.
Kepala KPPBC TMP A Bekasi, Winarko Dian Subagyo menyampaikan bahwa kegiatan Tasyakuran dan Tausiah ini merupakan bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual pegawai.
“Melalui peringatan Isra’ Mi’raj ini, kami berharap seluruh pegawai dapat meneladani nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW, khususnya dalam menjaga integritas, disiplin, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kinerja unggul serta pelayanan yang profesional dan berintegritas kepada masyarakat,” ujar Winarko.
Hadir sebagai narasumber, Dr. H. Lutfi Firdaus Munawar, Lc., MA. menyampaikan tausiah yang sarat makna mengenai peristiwa Isra’ Mi’raj sebagai momentum pembentukan karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
“Spirit Isra’ Mi’raj mengajarkan kita untuk selalu menjaga hubungan dengan Allah SWT sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Jika nilai-nilai ini diterapkan dalam dunia kerja, maka integritas akan terjaga dan kinerja unggul dapat terwujud secara berkelanjutan,” jelas Dr. Lutfi.
Lebih lanjut, Dr. Lutfi menjelaskan bahwa kewajiban salat yang diperintahkan dalam peristiwa Isra’ Mi’raj mengajarkan pentingnya konsistensi dan ketepatan waktu, yang selaras dengan nilai-nilai profesionalisme dan kinerja unggul di lingkungan kerja. Nilai tersebut diharapkan dapat diinternalisasi oleh seluruh pegawai Bea Cukai Bekasi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Bea Cukai Bekasi berharap semangat dan hikmah Isra’ Mi’raj dapat menjadi penguat moral dan spiritual pegawai, sehingga mampu meningkatkan integritas pribadi dan mendorong terciptanya kinerja yang unggul, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan terbaik kepada masyarakat.(*)