Bea Cukai Bekasi dan PPLBI Bersinergi Mendorong Kinerja Logistik Nasional
Bekasi (05/09/2023). Bea Cukai Bekasi dan Perkumpulan Pusat Logistik Berikat Indonesia (PPLBI) bersepakat mendorong kinerja logistik Indonesia. Hal tersebut dikemukakan pada saat Kepala Kantor Bea dan Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti menerima audiensi PPLBI pada Selasa 05 September 2023. Dipimpin langsung Ketua PPLBI Utami Prasetiawati yang selanjutnya tim PPLBI menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan.
Yanti menyambut baik rombongan PPLBI. Yanti menekankan agar PPLBI bisa mendorong anggotanya agar memberi multiflier effect bagi peningkatan perekonomian nasional salah satunya dengan efisiensi arus logistik.
Fakta bahwa capaian Logistics Perfomance Index (LPI) pada 2023 menempati skor sebesar 3,00 merupakan tantangan sendiri. Capaian LPI tahun 2023 tersebut menujukkan penurunan dari tahun 2018 yang sebesar 3,15. Penurunan LPI disebabkan oleh menurunnya indikator penilaian yang memerlukan partisipasi pihak swasta seperti kompetensi dan kualitas layanan logistik,
Lebih lanjut Utami memaparkan sekilas tentang PPLBI yang beranggotakan 62 perusahaan penerima fasilitas PLB dan tersebar di seluruh Indonesia. Secara komposisi 95% adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri besar sedang 5% sisanya adalah perusahaan yang mengelola logistik barang jadi, minuman beralkohol, super car, hub cargo dan e-commerce.
Keberadaan PPLBI sangat penting karena memilik peran strategis. PPLBI menjadi jembatan bagi anggotanya agar penyampaian perbaikan regulasi kepada pembuat kebijakan. PPLBI juga melalui serangkaian kegiatan seperti penandatangan fakta integritas menjamin terpenuhinya kesadaran dan kepatuhan dalam melaksanakan peraturan dengan menjaga amanah dan kepercayaan yang diberikan.
Pada sesi penutupan acara Yanti tidak lupa mengingatkan peranan PPLBI dalam memberilkan masukan dan saran khususnya dalam proses penyempurnaan dan penyederhanaan proses bisni di PLB.
“Kami sangat terbuka untuk masukan dari teman-teman PPLBI, sebagai upaya kami merekontruksi dan melakukan penyesuaian aturan yang lebih bisa mendorong pada peningkatan iklim investasi, penyerapan tenaga kerja dan mendorong secara progresif pertumbuhan perkenomian nasional melalui peningkatan kinerja logistik’’, pungkas Yanti. (*)
Tags