Semua Berita
Dari Pabrik, Perkuat Kepatuhan: Bea Cukai Bekasi Bahas AEO Bersama PT NX Lemo Indonesia Logistik
24 Agt 2026
Bekasi (20/08/2026) — Bea Cukai Bekasi kembali melaksanakan kegiatan Diskusi Bareng Bea Cukai Bekasi di Pabrik (DIDIK) sebagai wadah komunikasi dan kolaborasi bersama pengguna jasa. Kali ini, kegiatan DIDIK mengangkat tema “Refreshment Authorized Economic Operator (AEO)” dan dilaksanakan bersama PT NX Lemo Indonesia Logistik.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyegaran pemahaman kepada perusahaan terkait program Authorized Economic Operator (AEO), mulai dari konsep dan manfaat AEO, pemenuhan kriteria dan persyaratan, hingga pentingnya menjaga konsistensi penerapan standar keamanan dan kepatuhan dalam kegiatan operasional perusahaan.
Dalam kegiatan tersebut, Bea Cukai Bekasi dan pihak perusahaan berdiskusi secara interaktif mengenai implementasi AEO di lingkungan perusahaan. Sesi diskusi juga menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk menyampaikan pertanyaan, kendala, maupun hal-hal yang perlu mendapatkan penjelasan lebih lanjut terkait pelaksanaan dan pemeliharaan standar AEO.
Muhammad Emil Fuad, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Bekasi sekaligus Client Manager AEO Bea Cukai Bekasi menyampaikan bahwa kegiatan DIDIK menjadi ruang strategis untuk memperkuat komunikasi langsung dengan pengguna jasa. “Refreshment ini bukan sekadar mengingat kembali ketentuan AEO, tetapi menjadi momentum untuk memastikan pemahaman dan implementasinya tetap berjalan secara konsisten sesuai dengan ketentuan yang berlaku.” Ujar Emil.
Melalui kegiatan DIDIK, Bea Cukai Bekasi terus mendorong terciptanya komunikasi yang terbuka dan kolaboratif dengan pengguna jasa. Refreshment AEO diharapkan dapat memperkuat pemahaman serta komitmen perusahaan dalam mempertahankan kepatuhan dan standar keamanan sebagai bagian dari penerapan AEO.
DIDIK Bea Cukai Bekasi — Makin Cerdas. Makin Asyik!
Tingkatkan Pemahaman Pengusaha TPB, Bea Cukai Bekasi Gelar Pelatihan CEISA Transaksional
18 Agt 2026
Bekasi (13/8) – Bea Cukai Bekasi menyelenggarakan Pelatihan Proses Permohonan Persetujuan Perizinan Transaksional Tempat Penimbunan Berikat (TPB) di CEISA 4.0 pada tanggal 11 dan 13 Agustus 2026. Bertempat di Aula Cibitung Lantai III Bea Cukai Bekasi, acara juga dihadiri secara daring melalui MS Teams oleh para perwakilan Perusahaan TPB, dengan didampingi oleh para Pemeriksa Bea dan Cukai terkait.
Kegiatan diawali dengan penyampaian sambutan oleh Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai X, Yudi Permadi. Yudi menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah persiapan penerapan fitur baru pada Ceisa 4.0.
“Pelatihan ini kami selenggarakan sebagai langkah persiapan dalam rangka penerapan menu Perizinan Transaksional TPB pada CEISA 4.0. Kami berharap para pengguna jasa dapat menyerap dan memahami materi yang disampaikan secara optimal. Selain itu, kegiatan asistensi pengisian data serta uji coba secara langsung terhadap menu yang baru dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, sehingga dapat meminimalkan kesalahan dalam proses implementasinya.” ujar Yudi.
Materi pelatihan terkait program penguatan pelayanan dan pengawasan TPB pada CEISA 4.0 sebagai bentuk transformasi TPB melalui teknologi informasi turut disampaikan oleh Yudi. Sedangkan asistensi secara praktek diberikan oleh Ligar Perkasa, Pemeriksa Bea dan Cukai Ahli Pertama. Pada akhir sesi acara, para pengguna jasa diberi kesempatan untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam mengoperasikan menu CEISA 4.0.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para Pengusaha TPB semakin memahami dan siap mengimplementasikan menu Perizinan Transaksional TPB pada CEISA 4.0., guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan dan efektivitas pengawasan TPB di wilayah Bekasi.(*)
Dari Teori ke Praktik, Bea Cukai Bekasi Terima Academic Visit Mahasiswa Politeknik Keuangan Negara STAN
14 Agt 2026
Bekasi (13/08) - Mengusung tema “Implementasi Kebijakan Kepabeanan Cukai di Era Transformasi Digital dalam Mendukung Fasilitasi Perdagangan, Pengawasan yang Efektif, dan Daya Saing Nasional” Bea Cukai Bekasi menerima kunjungan mahasiswa PKN STAN pada Rabu, 12 Agustus 2026.Kegiatan diikuti oleh 57 mahasiswa dengan didampingi 2 dosen pendamping.
“Pada Academic Visit ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk melihat dan mendapatkan pengalaman langsung mengenai pelaksanaan tugas dan fungsi kepabeanan dan cukai di lapangan. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh hari ini dapat menjadi bekal dalam menjalankan pengabdian kepada negeri.” ujar Winarko Dian Subagyo selaku Kepala Kantor Bea Cukai pada sambutannya.
Ivan Yulianto, Dosen Pendamping mahasiswa menyampaikan ucapan terimakasih atas kesempatan kunjungan yang diberikan.
“Kami ucapkan terimakasih kepada Bea Cukai Bekasi yang telah menyambut hangat Academic Visit dari para mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus menjadi wadah untuk mempererat sinergi antara PKN STAN, DJBC, dan dunia usaha dalam mendukung pembelajaran serta pengembangan kompetensi di bidang kepabeanan dan cukai.” pungkas Ivan.
Para mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal secara lebih dekat pelaksanaan tugas dan fungsi Bea Cukai, khususnya dalam mendukung implementasi kebijakan kepabeanan dan cukai di era transformasi digital. Materi disampaikan oleh Yudi Permadi, Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai X.
Disamping itu, para mahasiswa berkesempatan untuk praktek langsung identifikasi pita cukai didampingi oleh tim Seksi Penindakan dan Penyidikan. Ibnu Hamzah, Pelaksana Pemeriksa menyampaikan materi mengenai pita cukai 2026 serta bagaimana cara mengidentifikasinya asli atau palsu.
Selain kunjungan ke Bea Cukai Bekasi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Pabrik Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), PT Bali Hai Brewery Indonesia. Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa melihat proses pembuatan MMEA serta proses pelekatan pita cukai. Agenda ditutup dengan diskusi dan foto bersama. Para mahasiswa terlihat antusias dan bersemangat dalam mengikuti rangkaian kegiatan yang ada.(*)
Bekasi (13/08) Dalam menjalakan fungsi pengawasan di bidang cukai, Bea Cukai Bekasi kembali laksanakan monitoring Harga Transaksi Pasar (HTP) terhadap produk Rokok Elektrik (REL) dan hasil pengolahan tembakau lainnya. Kegiatan monitoring kali ini dilaksanakan di beberapa wilayah, yaitu Kabupaten Bekasi yang meliputi Kecamatan Cibuntu dan Cikarang Selatan serta Kota Bekasi di Kecamatan Bekasi Selatan.
Proses monitoring HTP dilakukan dengan membandingkan HTP (harga pada tingkat konsumen akhir) dengan harga jual eceran (HJE) yang tercantum pada pita cukai REL. Selain itu, pegawai yang bertugas juga mencatat jenis, isi, merek, dan perusahaan yang memproduksinya Data yang diperoleh selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan analisis dan pertimbangan dalam menentukan kebijakan serta penyesuaian tarif cukai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kegiatan monitoring HTP merupakan salah satu bentuk pengawasan yang dilakukan secara rutin oleh Bea Cukai Bekasi untuk memastikan harga transaksi produk hasil tembakau dan REL di tingkat konsumen tetap sesuai dengan ketentuan. Monitoring ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga efektivitas penerapan tarif cukai sekaligus menciptakan kondisi perdagangan yang tertib dan sesuai dengan regulasi.
Selain melakukan monitoring, Bea Cukai Bekasi turut memberikan edukasi dan kampanye kepada para pedagang agar tidak menerima maupun menjual produk REL ilegal. Pedagang diimbau untuk selalu memastikan legalitas produk yang diperjualbelikan, termasuk memperhatikan keberadaan pita cukai serta kesesuaian informasi pada kemasan. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai dampak negatif dari peredaran dan penjualan REL ilegal, baik terhadap penerimaan negara maupun terhadap terciptanya iklim usaha yang sehat dan berkeadilan.
Melalui kegiatan monitoring dan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, Bea Cukai Bekasi berkomitmen memperkuat pengawasan terhadap peredaran produk hasil tembakau, meningkatkan kepatuhan pelaku usaha, serta mendukung terciptanya perdagangan yang tertib. Langkah ini sejalan dengan misi Bea Cukai dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pelayanan sekaligus berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga serta penerimaan negara dari sektor cukai.(*)
Bekasi, (23/07) – Bea Cukai Bekasi kembali melaksanakan kegiatan Customs Visit Customer sebagai wujud komitmen dalam memperkuat kemitraan dengan pelaku usaha. Kali ini, kunjungan dilakukan ke PT. Seongjin Engineering Indonesia, perusahaan manufaktur yang berlokasi di Kawasan GIIC Deltamas, Kabupaten Bekasi.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo, beserta jajaran, dan disambut oleh Presiden Direktur PT. Seongjin Engineering Indonesia, Hwang Young-Seok, beserta jajaran manajemen perusahaan.
Kunjungan ini menjadi sarana dialog konstruktif antara Bea Cukai Bekasi dengan perusahaan dalam membahas berbagai aspek pelayanan kepabeanan, optimalisasi pemanfaatan fasilitas kepabeanan, serta upaya menjaga kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menyerap masukan dari pengguna jasa sebagai bahan evaluasi dalam peningkatan kualitas layanan.
Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo, menyampaikan bahwa kegiatan Customs Visit Customer merupakan bagian dari komitmen Bea Cukai Bekasi dalam memberikan pelayanan yang responsif sekaligus memastikan implementasi ketentuan kepabeanan berjalan dengan baik.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin memastikan bahwa perusahaan dapat memanfaatkan fasilitas kepabeanan secara optimal dengan tetap memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku. Selain itu, kami juga ingin memperoleh masukan secara langsung dari pengguna jasa sebagai bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya pelayanan yang diberikan oleh petugas kami di lapangan yang berinteraksi langsung dengan pengguna jasa."
Sementara itu, Presiden Direktur PT. Seongjin Engineering Indonesia, Hwang Young-Seok, mengapresiasi perhatian dan pendampingan yang diberikan Bea Cukai Bekasi kepada perusahaan.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan dukungan yang terus diberikan oleh Bea Cukai Bekasi. Komunikasi yang terbuka seperti ini memberikan kepastian bagi dunia usaha dalam memahami regulasi dan menjalankan kegiatan operasional. Kami berkomitmen untuk terus menjaga kepatuhan terhadap ketentuan kepabeanan serta menjalin kerja sama yang baik dengan Bea Cukai."
Melalui kegiatan Customs Visit Customer, Bea Cukai Bekasi berharap hubungan kemitraan dengan para pengguna jasa semakin erat sehingga mampu menciptakan pelayanan kepabeanan yang semakin efektif, meningkatkan kepatuhan, serta mendukung iklim investasi dan daya saing industri di wilayah kerja Bea Cukai Bekasi.(*)
Bekasi (09/07) – Sebagai wujud komitmen dalam membangun komunikasi yang erat dengan pengguna jasa, Bea Cukai Bekasi melaksanakan kegiatan Customs Visit Customer (CVC) ke PT Toyo Seal Indonesia yang berlokasi di Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
Kunjungan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo, beserta jajaran. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara Bea Cukai Bekasi dengan dunia usaha, sekaligus menjadi sarana dialog guna mendengarkan secara langsung masukan, kebutuhan, serta tantangan yang dihadapi perusahaan dalam pelaksanaan layanan kepabeanan dan cukai.
Dalam kesempatan tersebut, Winarko menyampaikan bahwa kegiatan Customs Visit Customer merupakan bentuk komitmen Bea Cukai Bekasi untuk terus memberikan pelayanan yang responsif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan dan pengawasan untuk memastikan perusahaan penerima fasilitas kepabeanan telah memenuhi ketentuan yang berlaku sehingga fasilitas yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal, tepat sasaran, dan akuntabel.
"Kami ingin membangun komunikasi yang lebih erat dengan pengguna jasa sekaligus memastikan bahwa pemanfaatan fasilitas kepabeanan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan komunikasi yang terbuka, kami dapat memberikan pendampingan, memperoleh masukan dari dunia usaha, serta terus melakukan perbaikan layanan agar mampu memberikan kepastian berusaha dan mendukung daya saing industri nasional," ujar Winarko.
Direktur PT Toyo Seal Indonesia, Ary Widyastuti, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian yang diberikan oleh Bea Cukai Bekasi. Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara regulator dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
"Kami mengapresiasi inisiatif Bea Cukai Bekasi yang secara aktif hadir untuk berdialog dengan perusahaan. Pendekatan seperti ini memberikan ruang bagi kami untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap berbagai kebijakan. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan demi mendukung kelancaran operasional perusahaan dan pertumbuhan industri nasional," ungkap Ary Widyastuti.
Melalui kegiatan ini, Bea Cukai Bekasi menegaskan komitmennya untuk senantiasa hadir sebagai mitra strategis dunia usaha. Dengan membangun kolaborasi yang erat bersama pengguna jasa, Bea Cukai Bekasi terus berupaya mewujudkan pelayanan yang profesional, akuntabel, dan memberikan kepastian berusaha guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.(*)
PT Asha Nuova International Indonesia, UMKM Binaan Bea Cukai Bekasi Ekspor Aneka Produk Pertanian ke Taiwan
13 Jul 2026
Bekasi (09/07) PT Asha Nuova International Indonesia, UMKM binaan Bea Cukai Bekasi kembali berhasil menembus pasar internasional melalui ekspor berbagai komoditas pertanian ke Taiwan. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa produk pertanian Indonesia memiliki daya saing dan mampu memenuhi kebutuhan pasar global.
Dalam pengiriman tersebut, PT Asha Nuova International Indonesia mengekspor delapan jenis komoditas, yaitu singkong batang, singkong parut, daun singkong, tape singkong, kelapa parut, nangka mentah, jengkol, dan petai. Total berat ekspor mencapai lebih dari 10 ton dengan nilai ekspor mencapai >200juta.
Ekspor komoditas pertanian ini diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi produk Indonesia sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi para pelaku usaha. Beragam produk yang diekspor menunjukkan besarnya potensi hasil pertanian Indonesia untuk memenuhi permintaan pasar internasional.
Keberhasilan ekspor PT Asha Nuova International Indonesia juga merupakan hasil sinergi antara pelaku usaha dan Bea Cukai Bekasi dalam mendorong kemudahan ekspor. Melalui layanan asistensi dan pendampingan, Bea Cukai Bekasi terus berupaya memberikan kemudahan kepada eksportir agar dapat memenuhi ketentuan kepabeanan serta memperluas jangkauan pasar ke berbagai negara.
Bea Cukai Bekasi berkomitmen untuk terus mendukung para eksportir dan UMKM agar semakin banyak produk Indonesia yang mampu menembus pasar global. Diharapkan keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi pelaku usaha lainnya untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pasar ekspor sehingga memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.(*)
Bekasi, 26/06/2026 – Pekan ini Winarko Dian Subagyo beserta tim melakukan lawatan ke PT Vision Ease Asia pada Kamis, 25 Juni 2026. Kunjungan dalam rangka Customs Visit Customer (CVC) ini merupakan salah satu upaya Bea Cukai Bekasi untuk memastikan bahwa para stakeholder telah memenuhi kewajibannya sebagai penerima fasilitas kepabeanan. Melalui kegiatan ini, diharapkan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku dapat terus ditingkatkan sehingga potensi pelanggaran peraturan dapat diminimalkan.
“Kunjungan ini kami agendakan guna meninjau secara langsung kendala yang dihadapi oleh perusahaan. Bea Cukai Bekasi terus berkomitmen dalam meningkatkan pelayanan dalam mendukung para stakeholder dalam menghadapi perkembangan pasar global.” ujar Winarko dalam sambutannya.
Presiden Direktur PT Vision Ease, Aily Chandra, menyampaikan sambutan hangat serta apresiasi atas pelayanan yang telah diberikan. Menurutnya, kegiatan CVC menjadi sarana komunikasi yang efektif antara perusahaan dan Bea Cukai. "Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bea Cukai Bekasi atas layanan yang telah diberikan. Kegiatan Customs Visit Customer (CVC) ini menjadi wadah bagi kami untuk berdiskusi secara langsung terkait berbagai kendala yang dihadapi, sehingga solusi dapat segera ditemukan. Hal ini tentu mendukung proses bisnis perusahaan dapat berjalan dengan lancar dan lebih optimal." pungkas Aily.
PT Vision Ease Asia merupakan produsen lensa polikarbonat yang telah beroperasi sejak 1997. Telah beroperasi selama lebih dari 25 tahun, PT Vision Ease Asia terus berkomitmen dalam menjalankan etika kerja dan standar keamanan internasional. Kini, lebih dari 700 pegawai menjadi penyokong dalam kelancaran proses bisnis perusahaan.(*)
Bekasi (25/6) - Memastikan pemberian layanan yang berkualitas, transparan dan berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa, Bea Cukai Bekasi adakan pelatihan Indonesia Customs and Excise Client Service Charter.
Dengan menerapkan budaya pembelajaran kolaboratif, digital kreatif dan mandiri , pelatihan yang diadakan pada tanggal 25 Juni 2026 ini berkolaborasi dengan 4 narasumber yaitu Casman Kepala Seksi Kepatuhan Internal, Yuwono Sutiasmaji Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai V , serta Rita dan Rinaldi Pelaksana Pemeriksa di Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi.
Dari konsep hingga implementasi Service Level Agreement (SLA) dan Client Service Charter (CSC) dipelajari dan dikupas tuntas pada pelatihan ini.
“Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kita, bagaimana bersikap dan memberikan layanan ke pengguna jasa, updating aturan terkait service level agreement dan client service charter kepada deluruh pegawai.” ujar Winarko.
Seluruh pegawai tidak hanya dibekali dengan kiat kiat berkomunikasi efektif dan penanganan keluhan ,dalam pelatihan juga ini diadakan studi kasus dan simulasi penanganan masalah.
Selain itu Pelatihan juga diberikan kepada Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) yang juga merupakan perangkat penting Kantor Bea Cukai Bekasi. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pengaplikasian pelayanan yang baik dan prima, tidak hanya oleh pegawai Bea Cukai Bekasi namun juga seluruh lapisan perangkat Kantor.(*)