Semua Berita

Bea Cukai Bekasi Lakukan Survei Penjualan Tembakau Iris Sekaligus Pantau Harga Transaksi Pasar Produk Hasil Tembakau

Bekasi (08/09) Bea Cukai Bekasi kembali melakukan pemantauan terhadap perkembangan Harga Transaksi Pasar (HTP) produk hasil tembakau berupa Rokok periode triwulan ke tiga tahun 2023. Tim Bea Cukai Bekasi yang merupakan kolaborasi dari beberapa unit terkait, melaksanakan kegiatan pemantauan di beberapa lokasi dan berlangsung sejak 5 September hingga 8 September 2023.

Kegiatan pemantauan dilakukan dengan mendata rokok yang berada pada etalase di Tempat Penjualan Eceran (TPE) yang meliputi toko modern dan toko tradisional pada bangunan permanen di wilayah kota dan kabupaten Bekasi. Pendataan dilakukan terhadap identitas kemasan hasil tembakau, pita cukai, harga jual dan lokasi TPE.

Andrie Kriesnawan, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai V Kantor Bea Cukai Bekasi menjelaskan bahwa tujuan kegiatan pemantauan ini adalah untuk mengetahui harga rokok yang terbentuk di pasar dan untuk mendapatkan gambaran respon konsumen terhadap kebijakan tarif cukai. Selain melakukan pemantauan harga rokok, Tim Bea Cukai Bekasi juga melakukan survei ke beberapa toko yang menjual tembakau iris.

“Dikarenakan cukai rokok yang terus naik, saat ini banyak toko yang mulai menjual tembakau iris karena harganya relatif murah dan cukainya yang masih rendah. Oleh karena itu kami juga melakukan survei ke beberapa toko yang menjual tembakau iris dengan tujuan untuk mendapat gambaran respon konsumen dan memudahkan Bea Cukai dalam menentukan kebijakan tarif cukai atas tembakau iris ke depannya”,  ungkap Andrie yang juga menjabat  Ketua Tim Pemantauan HTP Bea Cukai Bekasi.

Adapun masukan yang disampaikan oleh beberapa toko yang menjual tembakau iris bahwa mereka sangat dirugikan dengan beredarnya rokok ilegal yang harga jualnya cukup murah, mereka meminta Bea Cukai untuk menindak rokok ilegal yang beredar di masyarakat khususnya wilayah Bekasi.

Bea Cukai Bekasi selalu berkomitmen untuk memberantas peredaran rokok ilegal di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Jika masyarakat mengetahui adanya orang atau toko yang menjual atau memproduksi rokok ilegal, silakan untuk menghubungi kami melalui whatsapp 0811-9597-750.(*)

Bea Cukai Bekasi dan PPLBI Bersinergi Mendorong Kinerja Logistik Nasional

Bekasi (05/09/2023). Bea Cukai Bekasi dan Perkumpulan Pusat Logistik Berikat  Indonesia (PPLBI) bersepakat mendorong kinerja logistik Indonesia.  Hal tersebut dikemukakan pada saat Kepala Kantor Bea dan Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti menerima audiensi PPLBI pada Selasa 05 September 2023. Dipimpin langsung Ketua PPLBI Utami Prasetiawati yang selanjutnya tim PPLBI menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan.

Yanti menyambut baik rombongan PPLBI. Yanti menekankan agar PPLBI bisa mendorong anggotanya agar memberi multiflier effect bagi peningkatan perekonomian nasional salah satunya dengan efisiensi arus logistik.

Fakta bahwa capaian Logistics Perfomance Index (LPI) pada 2023 menempati skor sebesar 3,00 merupakan tantangan sendiri. Capaian LPI tahun 2023 tersebut menujukkan penurunan dari tahun 2018 yang sebesar 3,15. Penurunan LPI disebabkan oleh menurunnya indikator penilaian yang memerlukan partisipasi pihak swasta seperti kompetensi dan kualitas layanan logistik, 

Lebih lanjut Utami memaparkan sekilas tentang PPLBI yang beranggotakan 62 perusahaan penerima fasilitas PLB dan tersebar di seluruh Indonesia. Secara komposisi 95% adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri besar sedang 5% sisanya adalah  perusahaan yang mengelola logistik barang jadi, minuman beralkohol, super car, hub cargo dan e-commerce.

Keberadaan PPLBI sangat penting karena memilik peran strategis. PPLBI menjadi jembatan bagi anggotanya agar penyampaian perbaikan regulasi kepada pembuat kebijakan. PPLBI juga melalui serangkaian kegiatan seperti penandatangan fakta integritas menjamin terpenuhinya kesadaran dan kepatuhan dalam melaksanakan peraturan dengan menjaga amanah dan kepercayaan yang diberikan.

Pada sesi penutupan acara Yanti tidak lupa mengingatkan peranan PPLBI dalam memberilkan masukan dan saran khususnya dalam proses penyempurnaan dan penyederhanaan proses bisni di PLB.

“Kami sangat terbuka untuk masukan dari teman-teman PPLBI, sebagai upaya kami merekontruksi dan melakukan penyesuaian aturan yang lebih bisa mendorong pada peningkatan iklim investasi, penyerapan tenaga kerja dan mendorong secara progresif pertumbuhan perkenomian nasional melalui peningkatan kinerja logistik’’, pungkas Yanti. (*)

Belajar Bersama Bea Cukai Bekasi dan Bea Cukai Pasuruan:  Langkah Strategis Pelaksanaan Anggaran 2023

Bekasi (01/09/2023)- Bertempat di ruang Tambun Kantor Bea Cukai Bekasi, Tim Bea Cukai Bekasi bersama Bea Cukai Pasuruan melaksanakan kegiatan belajar bersama pada hari Jumat 01 September 2023. Tim Pengelolaan Anggaran Bea Cukai Pasuruan bertindak sebagai narasumber dalam pengelolaan anggaran. Tim yang kerap mendapatkan prestasi sebagai pengelola anggaran terbaik di tingkat kota Pasuruan maupun Provinsi Jawa Timur datang atas undangan Bea Cukai Bekasi.

Dipimpin langsung Kepala Kantor Bea Cukai Pasuruan Hatta Wardhana Tim Pengeloaan  Anggaran memaparkan dengan gamblang langkah-langkah strategis dalam pelaksanaan anggaran 2023.

Hatta dan tim menjelaskan bahwa untuk mendapatkan nikai IKPA yang optimal perlu melaksanakan langkah strategis  berupa : peningkatkan kualitas perencanaan; peningkatan kedisiplinan dalam melaksanakan rencana kegiatan; melakukan akselerasi pelaksanaan  program;  percepatan pelaksanaan pengadaan barang; peningkatan monitirng dan evaluasi; solid kompak dan tanpa kepentingan pribadi dan yang terakhirnya komunikasi.

“ Kita harus senantiasa melakukan komunikasi jika terhadap keraguan atau permasalahan kepada KPPN setempat, atau Pengelola Keuangan di Kantor Pusat DJBC”, ungkap Hatta.(*)

Belajar Bersama Bea Cukai Bekasi dan Bea Cukai Pasuruan:  Cara Apik Mengelola Keuangan  dan Anggaran Responsif Gender (ARG)

Bekasi (01/09/2023)- Bea Cukai Bekasi bersama Bea Cukai Pasuruan melaksanakan kegiatan belajar bersama pada hari Jumat 01 September 2023. Bertempat di ruang Tambun Kantor Bea Cukai Bekasi tim pengelola anggaran Bea Cukai Bekasi berbagi pengalaman dan kemampuan tentang mengelola Keuangan  dan Anggaran Responsif Gender (ARG)

Radian Permana, Kepala Subbagian Umum sekaligus Ketua Tim menjelaskan bahwa Anggaran Responsif Gender (ARG) merupakan anggaran yang merespon kebutuhan, permasalahan, aspirasi, dan pengalaman laki-laki dan perempuan yang tujuannya mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender.

“ARG bukan untuk program dan anggaran yang terpisah antara laki-laki dan perempuan.  ARG untuk menjembatani akses, partisipasi, kesenjangan status, dan partisipasi dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan. ARG juga bukan sebagai alasan untuk meminta tambahan angggaran  dan juga tidak berarti alokasi dana untuk laki-laki dan Perempuan masing-masing sebesar 50%”, ungkap Radian.

Bea Cukai Pasuruan tertarik untuk belajar bersama dengan Bea Cukai Bekasi dengan pertimbangan dan fakta bahwa KemenPANRB telah  memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Bea Cukai  Bekasi sebagai role model dalam mewujudkan pelayanan publik ramah kelompok rentan/berkebutuhan khusus tahun 2020.

Apresiasi ini menjadikan Bea Cukai Bekasi terus berinovasi dalam rangka memberikan pelayanan publik yang memadai bagi kelompok rentan/berkebutuhan khusus di antaranya dengan program pelatihan kelas bahasa isyarat bersama Pusbisindo dan Ibu Canna Suprianova; penyediaan sarana dan prasarana  yang memadai. Hal ini terlihat dari kemampuan  Bea Cukai  Bekasi yang dapat melayani pengguna jasa tuna wicara untuk melakukan registrasi IMEI dengan menggunakan bahasa isyarat (*)

Bea Cukai  Bekasi Adakan Outdoor Trainning Camp Penguatan  Nilai dan Budaya Organisasi

Bekasi (29/08/2023), Bertempat di Kawasan Sentul Bogor, Bea Cukai Bekasi adakan Outdoor Training Camp untuk penguatan nilai dan budaya organisasi.  Kegiatan berlangsung selama dua hari dari tanggal 25 sampai dengan 26 Agustus 2023 dan diikuti kepala kantor, pejabat pengawas hingga pelaksana pemeriksa.

Bertema “Bersama Bisa Hebat’’ kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh Coach Abu Bakar. Dalam suasana santai Coach Abu Bakar mengulas tentang bagaimana membuat tim yang tangguh. Karakter yang harus dibangun untuk membentuk sebuah tim yang tangguh juga tidak luput diulas.

Pemateri juga menekankan pentingnya mengimplementasikan nilai budaya yang ada di Bea Cukai Bekasi. Nilai tersebut tercermin dalam akronim “BISA HEBAT“ yang merupakan singkatan dari Berkompeten, Integritas, Sinergi, Amanah, Humble, Educated, Brave, Agile dan Trust.

Acara yang dimoderatori oleh Undani, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi  Bea Cukai Bekasi berlangsung atraktif terutama pada saat sesi pembagiann door prize. Acara kemudian ditutup oleh sejumlah penampilan perwakilan dari masing-masing seksi

Kegiatan dilanjutkan dengan renungan malam di depan api unggun. Bertindak sebagai pembawa materi Andi Isyara, Pemeriksa Bea Cukai. Dalam pemaparannya Andi menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dan harmonis  dengan teman kantor, menjalin dan menguatkan persahabatan.  Andi juga menekankan pentingnya melakukan pekerjaan dengan berorientasi kepada keikhlasan sebagai bagian dari pengabdian kepada Tuhan.

Di hari kedua acara bertambah seru dan meriah, aneka lomba menguji kekompakan dilaksanakan. Melalui Building Capacity Games diharapkan agar tidak hanya terjalin kerja sama dan pengertian tetapi jauh dari itu dapat semakin mengakrabkan, menciptakan hubungan yang lebih harmonis sehingga produktivitas dan kinerja akan meningkat.(*)

Kolaborasi Bea Cukai Bekasi, APKB dan BESS Sosialisasikan CEISA 4.0

Bekasi (31/08/2023), Bea Cukai Bekasi berkolaborasi dengan Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat (APKB) Bekasi Cikarang dan Bekasi Eximer Society (BESS) selenggarakan sosialisasi CEISA 4.0. Bertempat di Hotel Ayola Lippo Cikarang pada Rabu 30 Agustus 2023. Antusiasme peserta pelatihan terlihat dari banyaknya peserta yang hadir. Lebih dari 200 orang Eximer dari Kota Bekasi dan Cikarang.

Sekretaris BES Achyadi membuka acara. Pada sambutannya Dede memberikan apresiasi atas kehadiran dan partisipasi semua pihak baik peserta, panitia terutama juga narasumber. Dede juga menyampaikan bahwa antusiasme peserta menjadikan event pelatihan CEISA ini menjadi ajang terbanyak yang diikuti oleh peserta pelatihan CEISA di Bekasi dan Cikarang.

Bertindak sebagai narasumber Tim Penyuluhan dan PDAD Bea Cukai Bekasi. Undani, Kepala Seksi Penyuluhan Bea Cukai Bekasi menjadi pembicara pertama. Undani memaparkan over view CEISA 4.0 meliputi: scope operasional; transformasi digital;  7 pilar CEISA;  Enterprises ArchirectureTransformation area;  digitizing core dan digitizing ecosystem CEISA 4.0.

‘’Bea Cukai sedang membangun smart customs dan excise sehingga diharapkan dapat mengoptimalkan kegiatan pengawasan  dan cukai dengan pemanfaatn teknologi melalui CEISA  search, profiling, smart targeting, passenger risk management termasuk juga pemanfaatan e seal dan CCTV’’, ungkap Undani.

Undani juga menyampaikan bahwa dengan CEISA 4.0 dapat tercipta Single Core System. Hal ini dilakukan melalui penyatuan  beberapa sistem  utama CEISA yang selama ini terpisah, simplifikasi, integrasi, personalisasi  serta menggunakan  big data platform untuk memenuhi kebutuhan analisis.

Coaching clinic juga dilakukan di bagian akhir acara dengan mendatangkan pembicara sekaligus eximer dari Surabaya  dan asistensi dari Tim PDAD Bea Cukai Bekasi.

Melaui kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi sekaligus kesiapan para eximer di wilayah Bekasi dan Cikarang jika nanti pada saatnya program CEISA 4.0 dilakukan mandatory  penerapan di wilayah tersebut. (*)

Dirjen Bea dan Cukai dan Anggota Komisi XI Hadiri Dialog Publik Kebijakan Fiskal Tempat Penimbunan Berikat yang diselenggarakan Bea Cukai Bekasi

Bekasi (29/8/2023) Bertempat di Gedung Serbaguna PT LG Electronics Indonesia, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani bersama Anggota Komisi XI DPR RI, Vera Febyanthy bertemu dengan seluruh pengguna Fasilitas Tempat Penimbunan Berikat yang ada di wilayah Bekasi pada Senin 28 Agustus 2023.   Acara Dialog Publik tersebut bertema ‘’Kebijakan Fiskal Tempat Penimbunan Berikat dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional Memenangkan Persaingan Global’’.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Rusman Hadi membuka acara Dialog Publik dengan menyambut baik serta menyampaikan apresiasi atas kerja sama anggota Komisi XI DPR RI dengan Bea Cukai selama ini dalam mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional. Rusman Hadi juga menjelaskan sekilas demografi Tempat Penimbunan Berikat yang berada di wilayah Bekasi.

Selanjutnya Yanti Sarmuhidayanti, Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, mengulas tentang kondisi terkini industri di Bekasi terkait kinerja ekspor KB KITE 2022 – 2023 hingga penurunan produksi perusahaan Kawasan Berikat yang menyebabkan pengurangan tenaga kerja sebagai dampak dari beberapa isu. “Kami berharap dengan adanya acara Dialog Publik ini, aspirasi dan masukan dari pelaku usaha dapat tersampaikan langsung kepada pemerintah selaku pembuat kebijakan dan menghasilkan output yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Yanti.

Sesi Dialog Interaktif yang moderatori oleh Undani, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Bekasi, berjalan dengan menarik. Terdapat beberapa masukan dari pelaku usaha yang langsung mendapat tanggapan baik dari Vera Febyanthy dan Askolani.

Pada kesempatan tersebut Vera Febyanthy menyampaikan apresiasinya kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai karena selalu berhasil mengumpulkan penerimaan melampaui target dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, Vera juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Keuangan atas kerja sama yang baik sehingga menghasilkan kurang lebih 5 (lima) Undang-Undang selama masa COVID.

“Saya berterima kasih kepada Bea Cukai karena telah diundang dalam acara ini, ini kali pertama saya berdiskusi langsung dengan pak Askolani bersama dengan pelaku usaha di wilayah bekasi. Saya juga akan membawa aspirasi dan masukan yang disampaikan oleh para pelaku usaha ke dalam Gedung DPR.” Ujar Vera.

“Saya berharap kegiatan diskusi langsung antara pemerintah dengan pelaku usaha lebih sering dilakukan sehingga pemerintah dapat memberikan keputusan yang tepat sasaran sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan oleh pelaku usaha. Dan acara Dialog Publik ini merupakan awal dari pertemuan-pertemuan selanjutnya”, tutup Askolani.(*)

Lakukan Kunjungan Kerja, Direktur Jenderal Bea Cukai Berikan Penguatan Kepada Pegawai Bea Cukai Bekasi

 

Bekasi, (28/08/2023) – Direktur Jenderal Bea Cukai, Askolani, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Bea Cukai Bekasi pada Senin 28 Agustus 2023. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka penguatan pelaksanaan tugas dan fungsi Bea dan Cukai sebagai barometer trade facilitator khususnya di bidang fasilitas Kepabeanan dan Cukai.

Kedatangan Direktur Jenderal Bea Cukai disambut hangat oleh Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi beserta jajaran. Sebelumnya Direktur Jenderal Bea Cukai didampingi oleh Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa, Nirwala Dwi Heryanto dan Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Rusman Hadi, menghadiri agenda Dialog Publik dengan mengangkat tema “Kebijakan Fiskal Tempat Penimbunan Berikat”. Kegiatan dialog publik tersebut  bertempat di Gedung Serbaguna PT LG Electronics Indonesia, yang merupakan perusahaan TPB di bawah pengawasan Bea Cukai Bekasi.

Dalam kunjungan tersebut, Askolani memberikan penguatan dan arahan atas pelaksanaan tugas dan fungsi Bea Cukai. Dalam arahannya, Askolani mengingatkan peran penting Bea Cukai dalam perekonomian nasional khususnya pada fungsi logistik sebagaimana tercermin dalam misi Direktorat Jenderal Bea Cukai yakni memfasilitasi perdagangan dan industri.

Dalam arahannya juga, Askolani meminta seluruh jajaran untuk terus membantu mengembangkan dan mengasistensi pengusaha UMKM sehingga mampu mandiri dan bisa berkegiatan ekspor ke depannya agar dapat menghasilkan devisa bagi negara. Sebagai penguatan dalam rangkaian kunjungan kerja kali ini, Askolani juga menyampaikan agar seluruh jajaran dapat mengatur dan membagi antara tanggung jawab pekerjaan, kehidupan keluarga dan tanggung jawab lainnya sehubungan dengan penerapan work life balance di lingkungan Kementerian Keuangan.

Pada sesi terakhir Askolani mengharapkan agar seluruh jajaran Direktorat Jenderal Bea Cukai dapat senantiasa berusaha untuk mencapai sasaran kinerja sesuai dengan perencanaan organisasi. Disamping itu, kunjungan Direktur Jenderal Bea Cukai kali ini juga menjadi semangat dan motivasi seluruh pegawai untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pegawai Bea Cukai, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.(*)

“Go Fast Super App” Bea Cukai Bekasi Kembali Menjadi Objek Studi Tiru

Bekasi (24/08/23). Bea Cukai Bekasi menerima tim studi tiru Bea Cukai Marunda  pada hari Rabu 16 Agustus 2023. Kedatangan tim dalam rangka studi banding dan studi tiru pada KPPBC TMP A Bekasi,  terkait aplikasi persuratan, monitoring subkontrak, dan jaminan yang berkaitan dengan kegiatan subkontrak.

Ketua Tim Bea Cukai Marunda mengharapkan bimbingan dan kerja sama  dalam memberikan akses kepada tim  untuk melihat langsung proses implementasi aplikasi tersebut, sehingga dapat diterapkan di Bea Cukai Marunda

Rombongan diterima langsung oleh tim pengembangan IT Bea Cukai Bekasi, Muparrih.  Pada kesempatan tersebut Muparih  menjelaskan tentang proses perancangan, penerapan, sosialisasi hingga pengembangan aplikasi.

Gofast Super Aplication sendiri merupakan aplikasi  dengan memanfaatan teknologi informasi dan komunikasi guna   mempercepat konvergensi dan integrasi proses bisnis, baik di back end maupun di front end. Penyatuan berbagai data dalam proses bisnis terintegrasi memungkinkan penggunaan aplikasi berbasis teknologi semakin mempercepat pelayanan internal maupun pelayanan kepada pengguna jasa.

Go Fast Super app mengintegrasikan 10 aplikasi yang telah dikembangkan dan digunakan selama ini. Dengan metode single entry, pengguna jasa bisa langsung memanfaatkan  sesuai kebutuhan

Hal ini sejalan dengan transformasi digital yang menjadi ciri dari periode V program reformasi Kemenkeu. Enterprise Architecture (EA) menjadi alat utama menuju Kemenkeu modern yang berbasis digital.

“Tren digital jelas menuntut kita untuk terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan, terstruktur, dan optimal sebagai bagian dari rencana strategis organisasi.” Pungkas Muparrih. (*)