Semua Berita

Bea Cukai Bekasi Lakukan Lawatan Pabrik, Guna Pemberian Fasilitas Yang Tepat Sasaran

Bekasi, (21/09/2023) – Selama kurun waktu dua minggu terakhir, Bea Cukai Bekasi gencar lakukan asistensi kepada para pelaku usaha penerima fasilitas Tempat Penimbunan Berikat melalui kegiatan Customs Visit Customer (CVC). Pada hari Kamis, 21 September 2023 menjadi titik akhir kunjungan Bea Cukai Bekasi dalam rangkaian CVC marathon yang dilakukan yaitu ke PT SBP Indonesia.

Dari rangkaian kegiatan CVC yang dilakukan secara marathon ini, sebelumnya Bea Cukai Bekasi telah mengunjungi beberapa perusahaan penerima fasilitas Tempat Penimbunan Berikat di antaranya melakukan kunjungan ke perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat yaitu PT Inko Prima Idaman Apparel yang memproduksi Pakaian Jadi, PT Oksha Teknologi Indonesia yang merakit komponen elektronik, PT Woo In yang bergerak di bidang industri suku cadang mobil, AC, kulkas, dan konektor premium presisi kecil, serta PT Yutu Leports Jaya dengan hasil produksi jaket, kemeja, celana, sarung tangan, dan pakaian jadi lainnya.

Sambutan hangat disampaikan kepada rombongan kunjungan Bea Cukai Bekasi oleh Direktur PT SBP Indonesia, Hidemi Fujisawa. Hidemi mengatakan bahwa PT SBP Indonesia dengan hasil produksi industri plastik lembaran (polycarbonate sheet) serta industri barang-barang peralatan teknik/industri dari plastik tersebut sangat mengutamakan kualitas terbaik dari barang yang diproduksinya.

Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti, mengungkapkan kegiatan CVC yang dilakukan merupakan langkah Bea Cukai Bekasi untuk terus memperkuat sinergi dengan para pelaku usaha guna mengetahui secara langsung kebutuhan stakeholder. Di samping itu, salah satu tujuan dari program CVC ini adalah untuk memberikan pelayanan prima kepada para pengguna jasa agar kendala yang dihadapi pengguna jasa dapat diselesaikan.

“Bea Cukai Bekasi senantiasa berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang maksimal, dengan kegiatan ini kami berharap perusahaan dapat mengoptimalkan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah sehingga mampu memaksimalkan penyerapan tenaga kerja lokal dan meningkatkan perekonomian melalui kegiatan promosi hasil produksi perusahaan ke konsumen yang belum terjamah,” pungkas Yanti.

Dalam upaya melaksanakan amanat sebagai industrial assistance, tentu Bea Cukai Bekasi secara konsisten melakukan CVC untuk mengasistensi serta mengawasi perkembangan kegiatan industri. Melalui kegiatan CVC pula Bea Cukai Bekasi senantiasa berkomitmen dalam membangun komunikasi yang baik dengan pengguna jasa agar terjalin kerja sama demi perkonomian Indonesia yang semakin baik.(*)

Bea Cukai Bekasi Gandeng Ombudsman Wujudkan Peningkatan Kualitas Layanan

Bekasi, (20/09/2023) – Melalui media Sharing Session, Bea Cukai Bekasi menggandeng Ombudsman Republik Indonesia  untuk memberikan pembekalan kepada para pegawai Bea Cukai Bekasi dengan mengangkat tema terkait “Peningkatan Pelayanan Publik: How To Be Excellent Customs Frontliner”. Kegiatan Sharing Session tersebut diselenggarakan pada Rabu, 20 September 2023 secara hybrid bertempat di Aula Kantor Bea Cukai Bekasi dan melalui Microsoft Teams dengan menghadirkan narasumber dari Ombudsman Repulik Indonesia.

Acara diawali dengan sambutan Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti menyampaikan bahwa Sharing Session kali ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan, pelatihan dan keterampilan soft skill kepada para pegawai di lingkungan Kantor Bea Cukai Bekasi agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengguna jasa sehingga memberikan dampak positif bagi organisasi.

“Kepuasan penerima layanan tentunya bisa dicapai apabila si penerima layanan memperoleh pelayanan sesuai dengan apa yang mereka butuhkan dan harapkan. Pelayanan dapat dikatakan baik dan berkualitas apabila seluruh penyelenggara layanan melakukan pelayanan prima kepada para penerima layanan, sehingga penerima layanan mendapatkan rasa puas,” tutur Yanti.

Selanjutnya pemaparan materi dibawakan oleh Heru Cahyono, Plt. Kepala Biro Humas dan Teknologi Informasi Ombudsman Republik Indonesia. Heru mengatakan bahwa sebagai salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat, sudah tentu suatu pelayanan publik yang diselenggarakan pemerintah harus mencakup seluruh masyarakat yang membutuhkannya. Jangan ada tindakan maladministrasi pelayanan yang merupakan perilaku penyelenggara atau pelaksana pelayanan publik yang melawan hukum, penyalahgunaan wewenang, kelalaian atau pengabaian kewajiban hukum serta tindakan yang menimbulkan kerugian bagi orang lain.

Pada pelaksanaan kegiatan Sharing Session kali ini diharapkan para peserta bisa mengaplikasikan pengetahuan yang telah didapatkannya, dan mampu menjadi petugas frontliner yang handal. Di samping itu, dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang paling penting adalah bagaimana stakeholder dapat merasakan kepuasan dari layanan yang diberikan kepada mereka.

Sebagai pelaksana pelayanan publik, ukuran keberhasilan penyelenggaraan pelayanan ditentukan oleh tingkat kepuasan penerima layanan yang dalam hal ini merupakan para pemangku kepentingan. Tentu saja hal ini mendorong Bea Cukai Bekasi untuk selalu berkomitmen dalam memberikan pelayanan publik yang baik dan berkualitas. (*)

Melalui Customs Visit Customer, Bea Cukai Bekasi Dorong Kepatuhan Perusahaan Kawasan Berikat

Bekasi (20/09/23). Melalui kegiatan  Customs Visit Customer (CVC), Bea Cukai Bekasi memberikan asistensi kepada  Pengusaha  Kawasan berikat agar meningkatkan kepatuhan. Pada  Senin 26 September  2023 rombongan mengunjungi  PT Yutu Leports Jaya. Rangkaian kegiatan CVC ini merupakan agenda yang dilaksanakan secara marathon. Tidak kurang dari 7 perusahaan dikunjungi oleh tim dalam kurun waktu 1 minggu terakhir.

Yanti Sarmuhidayanti, Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi bersama dengan tim ingin memastikan terlaksananya peraturan dan terpenuhinya kewajiban perusahaan penerima fasilitas tempat penimbunan berikat tersebut. Dalam kunjungan tersebut  Yanti memantau langsung keberlangsungan usaha serta melaksanakan audiensi terkait tantangan yang sedang dihadapi oleh perusahaan.

Son Do Heon, President Director PT Yutu Leports menyambut baik kunjungan tersebut dan mengatakan bahwa perusahaan sangat terbantu dengan fasilitas ini sehingga perlambatan ekonomi yang terjadi tidak secara signifikan mempengaruhi kinerja perusahaan.

Kawasan Berikat adalah instrument fiskal dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di mana atas barang yang masuk diberikan penangguhan Bea Masuk dan tidak dipungut Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI).Tujuan fasilitas untuk memberikan kemudahan berusaha di Indonesia. Ada persyaratan yang wajib dipatuhi oleh perusahaan. kepatuhan dan komitmen perusahaan diperlukan agar terjalin sinergi baik antara Bea Cukai dan Pengusaha. Bea Cukai mendukung perusahaan dan perusahaan mendukung ekonomi negara. Demi Indonesia yang semakin maju

Monitoring dan Evaluasi IT Inventory, Bea Cukai Bekasi Laksanakan Customs Visit Customer ke PT Woo In

Bekasi (18/09) Masih dalam rangkaian CVC Marathon Day, Bea Cukai Bekasi kali ini melaksanakan Customs Visit Customer ke salah satu perusahaan Kawasan Berikat (KB) yang bergerak  di bidang industri suku cadang mobil, AC, kulkas, dan konektor premium presisi kecil, yakni PT Starion Woo In di Kawasan MM2100 pada Senin 18 September  2023. Dalam kesempatan tersebut, Yanti Sarmuhidayanti selaku Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi menyampaikan apresiasi kepada Woo In yang menerima dengan baik kedatangan tim Bea Cukai Bekasi.

“Kami berharap, PT Woo In senantiasa menjaga kepatuhan terhadap peraturan kepabeanan yang berlaku serta memastikan untuk memonitoring dan evaluasi IT Inventory pada perusahaan,” ungkap Yanti.

President PT Starion Woo In, Jung Young Seop yang menyambut kehadiran Bea Cukai Bekasi tak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bea Cukai Bekasi yang telah bersinergi dan mendukung PT Woo In dalam hal ini terkait proses bisnis kepabeanan.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas dari Bea Cukai Bekasi untuk memastikan kepatuhan dan transparansi dalam mematuhi peraturan Kepabeanan Cukai dan Perpajakan, khususnya dalam pengelolaan inventarisasi IT perusahaan. Ini juga mencerminkan komitmen Bea Cukai dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan legalitas dalam aktivitas perdagangan.

Dengan berjalannya kunjungan ini, diharapkan bahwa PT Woo In akan terus menjaga kualitas dan akurasi dalam manajemen IT inventory mereka, dan kerjasama positif antara pihak perusahaan dan Bea Cukai Bekasi akan terus berlanjut.

 

Bea Cukai Bekasi Tekankan Pentingnya Stock Opname Tempat Penimbunan Berikat

Bekasi (15/09/2023) Kelancaran Program Customs Visit Customer (CVC) pada hari pertama ke Gudang Berikat PT Yusen Logistics Solutions Indonesia serta hari kedua ke PT Inko Prima Idaman Apparel tak membuat Bea Cukai Bekasi puas. Pada hari ketiga, Jumat 15 September 2023, Bea Cukai Bekasi mengunjungi PT. Oksha Teknologi Indonesia, sebuah perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat yang merakit komponen elektronik.

Yanti Sarmuhidayanti selaku Kepala Bea Cukai Bekasi menyampaikan bahwa Tempat Penimbunan Berikat berkewajiban membuat laporan terkini stok barang di Gudang.

“Aktivitas ini harus dilakukan dengan teliti dan cermat agar tidak terjadi salah pencatatan kegiatan Stock Opname ini akan membantu perusahaan atau Bea Cukai dalam mengawasi lalu lintas barang yang masuk dan keluar Kawasan Berikat,” ujar Yanti.

Selain itu, Yanti berserta tim melakukan pengecekan secara langsung implementasi tata laksana Kawasan Berikat (KB) termasuk pengelolaan IT Inventory, CCTV, dan kondisi sarana dan prasarana.

Pada kesempatan tersebut, Willy selaku Direktur PT. Oksha Teknologi Indonesia menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan dan juga apresiasi atas pelayanan yang selama ini telah diberikan oleh Bea Cukai Bekasi. Hal tersebut membantu perusahaan untuk bertahan.

Bea Cukai Bekasi Tilik Kawasan Berikat Produsen Pakaian Brand Internasional

Bekasi (14/09/2023) Program Customs Visit Customer (CVC) kembali digalakkan Bea dan Cukai Bekasi secara maraton.  Setelah di hari pertama mengunjungi Gudang Berikat PT Yusen Logistics Solutions Indonesia, kali ini  di hari kedua rombongan menilik produksi pakaian bermerk internasional, PT Inko Prima Idaman Apparel.   Kegiatan yang berlangsung pada 14 September  2023 tersebut dipimpin langsung Kepala Kantor Bea dan Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti.

Perusahaan yang didirikan sejak September 2004 tersebut telah dipercaya memproduksi pakaian pria dan wanita dengan merk-merk ternama seperti Tommy Hilfiger, Docker, Live’s, Zara, Massimo Dutti, Lotto dan brand lainnya. Ekspor barang-barang tersebut ditujukan ke Asia, Eropa, Amerika dan Amerika Latin.

Di awal kunjungan Yanti menyampaikan bahwa tujuan program Customs Visit Customer (CVC) agar Bea dan Cukai dapat melihat secara langsung implementasi tata laksana Kawasan Berikat (KB) termasuk pengelolaan IT Inventory, CCTV, dan kondisi sarana dan prasarana ruangan hanggar serta mengetahui kondisi perusahaan.

Di tengah situasi perekomonian global yang dinamis berpengaruh secara langsung terhadap penurunan order terutama dari pangsa pasar Eropa. Hal tersebut disampaikan Eko  Sriwinarno, Manajer Ekspor Impor saat mendampingi  Nasrudin, Presiden Direktur PT Inko Prima Idaman Apparel.

Eko juga menyampaikan apresiasinya atas persetujuan pengerjaan barang dari daerah pabean Indonesia lainnya yang telah diberikan oleh Bea Cukai Bekasi. Kegiatan tersebut dapat membantu perusahaan untukl bertahan di saat permintaan dari buyer luar negeri menurun.

Yanti merespons hal  tersebut dengan menyampaikan agar perusahaan tetap menjaga performa dan kepatuhannya kepada peraturan yang berlaku dan menyampaikan komitmennya untuk membantu melalui peningkatan kualitas dan kecepatan layanan dan pengawasan yang efektif.

 

Tingkatkan Konektivitas Logistik Melalui Gudang Berikat,  Bea Cukai Bekasi Kunjungi PT Yusen Logistics Solutions Indonesia

Bekasi (14/09/2023) Bea Cukai Bekasi melakukan program Customs Visits Customers (CVC) ke PT Yusen Logistics Solutions Indonesia, salah satu perusahaan penerima fasilitas  Gudang Berikat di  Bekasi pada  Rabu  13 September  2023.   Rombongan dipimpin langsung Kepala Kantor Bea dan Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti. Bea Cukai Bekasi secara periodik melaksanakan kegiatan Customs Visit Customer (CVC) yang merupakan salah satu bentuk asistensi kepada pengguna jasa serta upaya pengawasan untuk meningkatkan kepatuhan pengguna jasa

Yanti mengungkapkan bahwa  kedatangan tim dalam rangka menjalin komunikasi yang baik antara KPPBC Tipe Madya Pabean A Bekasi dengan pengguna jasa serta menekankan peran penting Gudang Berikat sebagai prime mover peningkatan konektivitas logistik di Indonesia,

“Keberadaan perusahaan ini harus bisa mendorong terciptanya rantai pasok yang cepat bagi penyediaan bahan baku untuk industri di Indonesia sehingga  diharapkan dapat mendorong kinerja logistik Indonesia,’’ ungkap Yanti.

Melaui program CVC Bea dan Cukai dapat melihat secara langsung implementasi tata laksana Gudang Berikat (GB) termasuk pengelolaan IT Inventory, CCTV, dan kondisi sarana dan prasarana ruangan hanggar serta mengetahui kondisi perusahaan.

Pihak perusahaan diwakili Alex, selaku Sales Manager menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan dan juga pelayanan yang selama ini telah diberikan oleh Bea Cukai Bekasi secara optimal. Pada kesempatan yang sama Alex juga menjelaskan profil perusahaan dan kesamaan dengan visi dan misi perusahaan dalam mendorong logistik di Indonesia.

“Dengan visi  Connecting people, businesses & communities to a better future – through logistics dan misi To become the world’s preferred supply chain logistics company – applying insight, service quality and innovation to create sustainable growth for business and society kami telah tumbuh menjadi salah satu perusahaan penerima fasilitas Gudang Berikat dengan kinerja yang menggembirakan.” ungkap Alex.

PT Yusen Logistics Solutions Indonesia, merupakan penyelenggara Gudang Berikat  yang menawarkan  complete portfolio untuk jasa  yang didesain untuk mengatur complex and ever-changing supply chains.  Perusahaan menawarkan solusi atas supply produk-produk seperti produkl retail,  automotive,   food,   healthcare,   aerospace dan  technology.

Bea Cukai Bekasi dan  Satpol PP Kabupaten Bekasi Sosialisasikan Aturan Cukai Secara Maraton

Bekasi, (14/09/2023) Bea Cukai Bekasi bersama Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi  kembali bersinergi dalam program sosialisasi DBHCHT.  Kegiatan dengan cara mengunjungi setiap kecamatan secara maraton di Kabupaten Bekasi ini merupakan bagian dari program kolaboratif sosialisasi dan edukasi di bidang penegakan hukum DBHCHT.

Bertempat di Aula Desa Pasir Sari Kecamatan  Cikarang Selatan acara dihadiri puluhan pamong desa dan dusun serta aparat kecamatan, perwakilan Polsek Cikarang Selatan, Kepala Puskesmas Cikarang Selatan dan tokoh masyarakat pada Rabu 13 September 2023.

Acara dibuka oleh  Camat Cikarang Selatan. Muhammad Said.  Dalam sambutannya Said mengapresiasi kegiatan penyuluhan yang langsung diberikan kepada para pemuka masyarakat di Kecamatan Cikarang Selatan.  Said mengharapkan partisipasi dari pemuka masyarakat yang hadir untuk menyampaikan kembali materi yang didapatkan kepada masyarakat sekitarnya. 

H Rohadi, SE S.IP MM Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kab Bekasi turut hadir dalam acara. Rohadi juga menyampaikan bahwa acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian 12 acara sosialisasi ke seluruh kecamatan di Kab Bekasi tahun 2023. “Kami lakukan secara maraton bersama Bea Cukai memfasilitasi untuk memberikan dan berbagi pengetahuan terkait dengan aturan Cukai utamanya cara mengidentifikasikan pita cukai ilegal. “  Ungkap Rohadi

Bertindak sebagai narasumber Undani kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi. Dalam paparannya Undani menjelaskan pengetahuan dasar Cukai meliputi pengertian , dasar hukum dan peranan cukai sebagai  sumber penerimaan dan alat bantu pengawasan. Di bagian akhir Undani juga menjelaskan pengetahuan tentang identifikasi pita cukai, desain pita cukai baru dan metode  yang dipakai mengidentifikasikan pita cukai.

Penyampaian informasi ketentuan peraturan perundang-undangan  di  bidang cukai kepada masyarakat dan pemangku kepentingan merupakan salah satu program  bidang penegakan hukum.  Ada  tiga prioritas penggunaaan DBH CHT yaitu bidang  kesejahteraan masyarakat dan bidang kesehatan serta penegakan hukum.

Pelaksanaan sosialisasi  tersebut diharapkan menjadi program yang tepat sasaran, berdampak luas bagi masyarakat sesuai Rancangan Kegiatan dan Penganggaran (RKP) DBH CHT. Program yang dilaksanakan  memperhatikan capaian keluaran, kebutuhan dan anggaran yang telah ditetapkan.(*)

 

Sinergi Bea Cukai Bekasi dan Pemda Kota Bekasi dalam Optimalisasi DBHCHT dan Pemberdayaan UMKM

Bekasi (11/09), Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti, berkesempatan untuk melakukan koordinasi serta perkuat sinergi bersama Walikota Bekasi, Tri Adhianto C, pada hari Senin, 11 September 2023. Pertemuan ini membahas dua agenda penting terkait perkembangan ekonomi dan dukungan pemerintah kota terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta optimalisasi pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT)

Salah satu topik yang mendominasi diskusi terkait DBHCHT. Kepala Bea Cukai Bekasi dan Walikota Bekasi membahas penggunaan DBHCHT untuk mendukung pembangunan dan program-program di kota Bekasi. Yanti mengusulkan optimalisasi DBHCHT melalui serangkaian program kegiatan sosialisasi yang memberi dampak langsung dalam peningkatan kesadaran masyarakat tentang peraturan Cukai.

Walikota Bekasi, Tri Adhianto C menyambut baik gagasan yang disampaikan dan menekankan perlunya kolaborasi dengan melibatkan semua satuan kerja. Selain itu,  Tri juga mengusulkan agar bisa diadakan acara sosialisasi baik yang bersifat mandiri atau pun dalam bentuk kolaborasi dan sinergi dengan OPD lainnya.

Selain  membahas tentang DBHCHT perbincangan juga mencakup dukungan Pemerintah Kota Bekasi terhadap program Bea Cukai Bekasi yang berfokus pada UMKM. Ini adalah langkah penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memberikan peluang kepada UMKM untuk berkembang.

"Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kota Bekasi yang telah menerima dengan baik program Bea Cukai Bekasi, semoga kolaborasi ini dapat terus memajukan Kota Bekasi, terutama bagi UMKM," ungkap Yanti.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Drs. Dinar Faizal Badar, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), yang memberikan pandangan dan rekomendasi terkait pengembangan ekonomi di Bekasi.

Selain pertemuan dengan Walikota Bekasi, dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bekasi, Dr. Dicky Irawan, juga berkoordinasi langsung dengan pihak Bea Cukai terkait rencana penyelenggaraan klinik ekspor khusus bagi UMKM. Ini diharapkan akan membantu UMKM Bekasi memasuki pasar internasional dan meningkatkan daya saing mereka.

Kunjungan ini mencerminkan komitmen bersama antara Kantor Bea Cukai Bekasi, Pemerintah Kota Bekasi, dan berbagai instansi terkait untuk memajukan ekonomi daerah dan mendukung pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi kota Bekasi.