Semua Berita
Bea Cukai Bekasi Resmikan Pembangunan PT Hogy Indonesia, Negara Siap Terima Investasi Besar!
06 Nov 2023
Bekasi (02/11/2023) – Menjelang akhir tahun 2023, Indonesia bersiap terima investasi besar melalui perluasan pabrik PT Hogy Indonesia yang berlokasi di Kawasan Industri MM2100 seluas 67 ribu meter persegi. Pembangunan yang direncanakan selesai pada akhir tahun 2024 ini akan menyerap hingga 3000 tenaga hingga 1 dasawarsa ke depan. Investasi yang ditanamkan di Indonesia sebesar 5 juta dollar atau setara dengan 66 milliar rupiah yang terdiri atas pengembangan mesin (machinery plan) dan peningkatan lini produksi (production plan).
PT Hogy Indonesia akan memulai pembangunan proyek fase 5 dengan 3 lantai selama 14 bulan. Semoga pembangunan dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang sudah di targetkan ucap Mr. Go Ohashi-Shacou, President Director PT Hogy Indonesia pada saat memberikan sambutan di lokasi peletakkan batu pertama (groundbreaking) pada hari Rabu, 01 November 2023.
Yanti Sarmuhidayanti, Kepala Kantor Bea Cukai dalam sambutannya mengatakan bahwa perluasan pabrik PT Hogy Indonesia menunjukkan kesuksesan fasilitas kawasan berikat dari Bea Cukai Bekasi bagi perusahaan serta sinergi yang baik antara perusahaan dan pemerintah hingga bisa sukses hari ini. Yanti juga mengharapkan adanya multiplier effect berupa penyerapan tenaga kerja dan peningkatan investasi serta memberi dampak positif bagi laju pertumbuhan perekonomian di Bekasi.
PT Hogy Indonesia merupakan perusahaan salah satu perusahaan penerima fasilitas Kawasan berikat. Perusahaan bergerak di bidang industri bukan kain tenunan untuk keperluan medis. Diharapkan perluasan pabrik ini selesai di akhir tahun 2024 dan dapat menarik para investor asing lainnya untuk menanamkan modal di Indonesia sehingga penyerapan tenaga kerja optimal, teknologi semakin canggih, dan penerimaan negara bertumbuh.
Bekasi (31/10/2023) – Totalitas dalam upaya menurunkan angka peredaran rokok ilegal terus digencarkan oleh Bea Cukai Bekasi. Melalui operasi pengawasan barang kena cukai dengan call sign ‘Gempur’ periode 20 September sampai 10 Oktober 2023, Tim Operasi Pengawasan Bea Cukai Bekasi telah menangani 13 kasus pengedaran rokok ilegal dengan total nilai barang Rp467 juta dengan potensi kerugian negara di sektor cukai sebesar Rp249 juta.
Operasi Gempur ini dilakukan dengan menyasar toko-toko dan warung di beberapa titik di Kota Bekasi yang meliputi wilayah Kecamatan Bantar Gebang, Mustika Jaya, Jatiasih, Pondok Gede, dan Rawalumbu. Rokok yang berhasil ditegah dengan total sebanyak 373.242 batang yang tidak dilekati pita cukai yang dikemas dalam berbagai merek. Seluruh rokok ilegal yang ditegah ini selanjutnya akan ditetapkan sebagai Barang Milik Negara dan kemudian seluruhnya akan dimusnahkan oleh Bea Cukai Bekasi.
Dari 13 kasus penindakan rokok ilegal yang dilakukan oleh Bea Cukai Bekasi , sebanyak 3 kasus yang diduga melakukan pelanggaran pidana cukai Pasal 54 dan/atau Pasal 56 Undang-Undang Nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai yang ditindaklanjuti dengan membayar denda adiministratif berdasarkan Undang Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Hal ini merupakan alternatif baru dalam upaya penyelesaian perkara di bidang cukai. Dengan menggunakan prinsip ultimum remedium pelanggar cukai akan dikenakan denda sebesar tiga kali nilai cukai dari yang seharusnya dibayar.
Merujuk pada Pasal 40B dalam beleid tersebut diketahui bahwa pelaku pelanggaran dugaan pidana cukai bisa untuk tidak dinaikkan statusnya menjadi tersangka dan tidak dilakukan penyidikan dalam hal pelaku membayar sanksi administrasi berupa denda sebesar tiga kali nilai cukai yang seharusnya dibayar. Berdasarkan pengenaan sanksi admistratif itu, Bea Cukai Bekasi berhasil mengumpulkan penerimaan denda sebesar Rp124 juta.
Selain berkomitmen untuk tetap menggencarkan kegiatan pengawasan terkait perederan rokok ilegal, Bea Cukai Bekasi juga berharap melalui Operasi Gempur ini dapat turut membantu pemulihan perekonomian nasional dengan peningkatan penerimaan dari denda di bidang cukai dengan tetap mengupayakan sanksi pidana sebagai upaya terakhir dalam penegakan hukum. (*)
Bentuk Peduli Lingkungan, Bea Cukai Bekasi Lakukan Penanaman Bibit Pohon Dalam Rangka Peringatan HORI Ke-77
27 Okt 2023
Bekasi, (26/10/2023) – Dengan tagline “Kemenkeu Peduli Bumi, Rawat dengan Sepenuh Hati” Bea Cukai Bekasi menyelenggarakan seremonial penanaman pohon yang merupakan salah satu rangkaian dari peringatan Hari Oeang Republik Indonesia ke-77. Pelaksanaan seremonial tersebut dilakukan pada hari Kamis tanggal 26 Oktober 2023 bertempat di Kantor Bea Cukai Bekasi.
Pada seremonial kali ini, menjadi momen khusus karena dihadiri langsung oleh Tim Satgas Saber Pungli Kabupaten Bekasi yang sebelumnya telah mensosialisasikan tugas, peranan, dan pengetahuan tentang Tim Satgas Saber Pungli dalam rangka pencegahan pungutan liar pada wilayah Kabupaten Bekasi dengan peserta sosialisasi yang merupakan para Pegawai pada Kantor Bea Cukai Bekasi.
Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti menyampaikan bahwa terdapat sejumlah 40 bibit pohon siap tanaman yang didistribukan kepada Kantor Bea Cukai Bekasi oleh Panitia Pusat Kemenkeu Peduli Bumi yang telah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengenai penyediaan bibit pohon siap tanam.
Setelah seremonial penyerahan bibit pohon siap tanam dilakukan, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis yang dilakukan bertempat di halaman belakang Kantor Bea Cukai Bekasi. Penanaman pohon pertama dilakukan oleh Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi dan didampingi Tim Satgas Saber Pungli beserta para Pejabat dan Pegawai Kantor Bea Cukai Bekasi yang turut serta hadir pada kegiatan.
“Selain penanaman bibit pohon yang dilaksanakan di halaman belakang Kantor Bea Cukai Bekasi, penanaman bibit pohon juga dilakukan oleh masing-masing pegawai di lingkungan tempat tinggal sekitar maupun ditanam di wilayah kerja Hanggar Pabean dan Cukai,” tutur Yanti.
Sebagai bentuk dukungan dalam upaya pelestarian lingkungan dan penghijauan, Kemenkeu perlu memberikan kegiatan serta edukasi yang menitikberatkan pada habituasi kebiasaan pegawai agar lebih peduli dan berperan aktif secara umum dalam upaya pelestarian lingkungan, terkhusus sadar dan bertanggung jawab terhadap lingkungan kerja sebagaimana tertuang dalam SE-6/MK.1/2019 tentang implementasi kantor ramah lingkungan.(*)
Bekasi (25/10/2023) - Memperingati Hari Oeang Republik Bepublik Indonesia (HORI) yang ke-77, Bea Cukai Bekasi gelar aksi Donor Darah yang bertempat di Poliklinik Bea Cukai Bekasi pada Selasa, 24 Oktober 2023.
Peserta donor darah kali ini tidak hanya dari pegawai Bea Cukai Bekasi tetapi juga dihadiri para stakeholder di lingkungan Bea Cukai Bekasi.
Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia Kabupaten Bekasi, dr Eva Dini selaku Ketua Tim dibantu 6 tenaga kesehatan memberikan pelayanan kepada para pendonor. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07:30 sampai pukul 11:30 siang itu berhasil menarik minat banyak peserta. Dari total 67 kantong darah yang terkumpul, terdapat 54 kantong darah yang dinyatakan lolos dan 13 kantong darah yang tertolak.
Dokter Eva Dini mengungkapkan bahwa calon pendonor harus mengetahui beberapa persyaratan khusus antara lain mengisi formulir biodata dan catatan kesehatan. Selanjutnya Tim dari PMI Kabupaten Bekasi akan memeriksa dengan teliti seputar kadar hemoglobin, golongan darah, tekanan darah, tinggi dan berat badan pendonor.
Kegiatan donor darah ini merupakan salah satu bentuk kegiatan sosial Bea Cukai Bekasi dengan tujuan selain untuk menambah ketersediaan stok darah juga mengajak untuk lebih sadar dan peduli dengan kesehatan sendiri dan juga orang lain
Jakarta, (24-10-2023) – Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Bea dan Cukai menggelar acara Seminar Kemenkeu Corporate University Open Class bertajuk “Kolaborasi untuk UMKM Sukses Ekspor”. Acara open class seminar tersebut merupakan wujud kolaborasi antarinstansi. Bea Cukai Bekasi hadir sebagai salah satu narasumber mendampingi narasumber lain dari Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi dan dari Universitas Ciputra, mewakili kalangan akedemisi.
Oentarto Wibowo selaku Kepala Pusdiklat Bea dan Cukai dalam opening speech menerangkan peran penting sinergi Bea Cukai dengan Kementerian/Lembaga lain dalam mempersiapkan UMKM siap go global.
“Kita semua harus bersatu, tidak bisa kerja sendiri-sendiri untuk memajukan UMKM. Jangan lupa selama pandemi ini ekonomi bisa tetap survive karena ditopang UMKM” ujar Oentarto. Pada kesempatan tersebut Pusdiklat Bea dan Cukai juga me-launching E-Learning Ekspor Untuk UMKM yang bersifat terbuka sehingga dapat diikuti oleh seluruh UMKM di Indonesia.
Dalam seminar ini, Kepala Seaksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Bekasi, Undani, membawakan materi serba serbi ekspor serta fasilitas yang bisa digunakan UMKM agar mempermudah jalannya proses bisnis yang ada. Dalam pemaparannya Undani menjelaskan peran dan dukungan Bea dan Cukai dalam mendukung UMKM siap ekspor.
“Bea dan Cukai terus berkolaborasi mendukung agar UMKM bisa maju melaui digitalisasi dan globalisasi untuk Indonesia maju. Dukungan tersebut tidaka hanya dalam bentuk pemberian fasilitas berupa insentif fiskal berupa kemudahan ekspor melalui KITE IKM, dukungan Pusat Logistik Berikat (PLB) namun juga pemberian fasilitas non fiskal berupa kemudahan prosedur serta berbagai program kolaboratif, edukatif untuk mendukung UMKM’, ujar Undani.
Dibawakan juga materi mengenai prosedur ekspor oleh Agus Burhan, Analis Perdagangan Ahli Muda Dinas Perdagangan Kota Bekasi. Di bagian akhir Prof. Dr. Murpin Josua Sembiring, Ketua Prodi Doktor Ilmu Manajemen (S3) Universitas Ciputra sebagai perwakilan akademisi yang telah lama aktif dalam pembinaan UMKM di daerah.
Seminar diselenggarakan secara tatap muka di Aula Padang Soedirjo Pusdiklat. Disiarkan juga pada kanal Youtube Pusdiklat BC serta melalui aplikasi Zoom dari pukul 09.00 hingga pukul 12.00 siang. Para pengusaha UMKM juga anggota sekolah ekspor menghadiri seminar ini dengan penuh antusias. (*)
Kawal Pengelolaan Arsip Bea Cukai Bekasi, Bea Cukai Ngurah Rai Kunjungi Bea Cukai Bekasi
24 Okt 2023
Bekasi, (19-10-2023) – Dalam mengoptimalisasikan pelaksanaan tugas dan fungsi serta mendukung sistem pemerintahan berbasis elektronik, Bea Cukai Bekasi memulai langkah untuk membenahi pengelolaan arsip yang ada di Bea Cukai Bekasi. Mengawali perubahan dengan melakukan studi banding pada bulan Agustus lalu ke Bea Cukai Ngurah Rai sebagai peraih predikat Kantor Pengelola Arsip Terbaik level Direktorat Jenderal Bea Cukai tahun 2022. Untuk mengawal upaya perubahan Bea Cukai Ngurah Rai mengunjungi kantor Bea Cukai Bekasi untuk mengasistensi secara langsung dan melihat juga mengoreksi langkah-langkah awal yang telah dilakukan oleh Bea Cukai Bekasi pada kamis 19 Oktober 2023
“Perjalanan Bea Cukai Ngurah Rai dalam mengelola arsip sampai akhirnya berhasil meraih predikat Kantor Pengelolaan Arsip Terbaik dilevel DJBC pada tahun 2022 tentunya bukan perjalanan yang singkat. Kami membenahi dan melakukan perubahan dari hal yang kecil dan bertahap sampai akhirnya kami memiliki ruangan dan aplikasi yang memadai untuk mengelola arsip” Ucap Mira Puspita Dewi, Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai dalam sambutannya.
Dalam asistensi Pengelolaan Arsip ini, Bea Cukai Ngurah Rai memberikan materi secara intensif dan melihat secara langsung alur pengelolaan arsip di Bea Cukai Bekasi.
“Saya berharap Bea Cukai Bekasi dapat mengaplikasikan pengelolaan arsip yang baik yang telah dilakukan oleh Bea Cukai Ngurah Rai. Saya juga sangat berterima kasih atas kesediaan Bea Cukai Ngurah Rai untuk mengasistensi secara langsung. Semoga asistensi ini dapat berjalan dengan efektif” pungkas Yanti Sarmuhidayanti, Kepala Bea Cukai Bekasi.
Asistensi diikuti oleh seluruh Tim Pengelolaan Arsip Bea Cukai Bekasi yang telah dibentuk dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Kantor yang tentunya terdiri dari perwakilan seluruh Seksi di Bea Cukai Bekasi.
Selenggarakan Campus Visit Custom; Cara Bea Cukai Bekasi Mengenalkan Peran dan Fungsinya.
24 Okt 2023
Bekasi, (19-10-2023) – Yanti Sarmuhidayanti beserta tim menyambut kedatangan mahasiswa Institut STIAMI dalam acara Campus Visit Custom (CVC) pada Kamis pagi 19 OKtober . Tidak kurang dari 5 dosen serta 60 mahasiswa mengikuti acara ini. Yanti Sarmuhidayanti, Kepala Bea Cukai Bekasi mengucapkan terimakasih atas kunjungan Institut STIAMI, Yanti berharap semoga acara ini mampu mempererat hubungan yang telah terjalin dan memberikan kemajuan untuk semuanya.
Drs. Dwikora Harjo., M.Si., MM selaku Kepala Pusat Kajian FIA menyampaikan harapan agar mahasiswa mampu menyerap ilmu dalam acara CVC mengenai pelayanan Kepabeanan dan Cukai.
Materi dibawakan oleh 3 ahli di bidangnya. Pelayanan impor dan ekspor disampaikan oleh Undani selaku Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi. Andrie Kriesniawan, Kepala Seksi PKC menyampaikan materi terkait Fasilitas Kepabeanan dan Cukai. Sedangkan materi pengawasan DJBC disampaikan oleh pemeriksa bea cukai ahli pertama, Benny Benyst. Para mahasiswa pun amat antusias dan penuh rasa ingin tau dalam mengikuti serangkaian acara yang ada.
Tak hanya itu, acara juga dimeriahkan oleh unit anjing pelacak DJBC atau yang biasa disebut K-9. Siera dan Willem, anjing labrador retriever yang hadir memperagakan bagaimana biasanya proses menemukan obat terlarang. Dalam penampilannya digunakan barang contoh yang dimasukkan ke dalam tas dan koper yang dibawa peraga. (*)
Bekasi (18/10) Bea Cukai Bekasi menyelenggarakan sosialisasi dengan tema “Persiapan Business Matching UMKM ke Saudi Arabia” pada hari Rabu, 18 Oktober 2023 yang dihadiri oleh UMKM Binaan Bea Cukai Bekasi yang tersebar di Kota dan Kabupaten Bekasi. Acara tersebut untuk menindaklanjuti program Bea Cukai Bekasi terkait efektivitas asistensi UMKM berorientasi ekspor,
Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan asistensi dan panduan kepada para pelaku UMKM di wilayah Bekasi terkait peluang ekspor ke pasar Saudi Arabia. Saudi Arabia adalah salah satu negara yang menjadi tujuan ekspor yang menjanjikan, terutama dalam sektor UMKM. Bea Cukai Bekasi berupaya untuk membantu para pelaku UMKM memahami persyaratan, regulasi, dan proses ekspor ke Saudi Arabia.
Dalam sambutannya, Kepala Bea Cukai Bekasi diwakili oleh Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, Undani mengungkapkan komitmen mereka dalam mendukung UMKM dalam mengembangkan potensi ekspor.
"UMKM memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi, dan kami ingin memastikan bahwa pelaku UMKM di Bekasi memiliki akses yang mudah dan pemahaman yang cukup terkait dengan peluang ekspor ke Saudi Arabia," pungkas Undani.
Sosialisasi disampaikan oleh narasumber yakni Mikael Wawoh selaku Exim and Legal Manager pada PT Framas Indonesia. Sosialisasi ini mencakup berbagai topik, termasuk peraturan ekspor ke Saudi Arabia, persyaratan dokumentasi, perizinan, serta peluang kerja sama dan business matching dengan mitra bisnis di Saudi Arabia. Para peserta juga mendapatkan informasi tentang dukungan dan layanan yang bisa diberikan oleh Bea Cukai Bekasi dalam proses ekspor mereka.
Para peserta juga berkesempatan untuk bertanya dan berdiskusi langsung dengan narasumber, sehingga mereka dapat memahami dengan lebih baik langkah-langkah yang perlu diambil untuk memasuki pasar Saudi Arabia.
Dengan adanya sosialisasi ini, Bea Cukai Bekasi berharap dapat meningkatkan efektivitas asistensi kepada UMKM berorientasi ekspor di wilayahnya. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menggerakkan sektor UMKM dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan ekspansi ke pasar internasional.
Bea Cukai Bekasi Dorong Pembangunan “Island of Integrity” Lewat Sistem Manajemen Anti Penyuapan
18 Okt 2023
Bekasi (17/10/2023), Bea Cukai Bekasi menginisiasi terbentuknya “Island of Integrity” Lewat Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). Gagasan tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Bea dan Cukai Bekasi pada acara dialog publik di Ruang Aula Kantor Bea Cukai Bekasi pada Selasa 17 Oktober 2023. Bertindak sebagai narasumber utama Kepala Kantor wilayah DJBC Jakarta, Rusman Hadi.
Acara dialog publik tersebut mengundang para pimpinan perusahaan penerima fasilitas Tempat Penimbunan Berikat (TPB). Tidak kurang dari 200 peserta turut hadir menyemarakkan acara. tema yang diangkat “ Mendukung Lewat Sistem Manajemen Anti Penyuapan dan Membangun “Island of Integrity”
Rusman Hadi menyampaikan pentingnya membangun komunikasi yang baik dan efektif. Seluruh jajaran Ditjen Bea dan Cukai baik di tingkat kantor wilayah maupun di kantor pelayanan selalu membuka diri bagi dialog dan komunikasi dengan pengguna jasa. Hubungan yang harmonis dapat tercipta jika di antara pengguna jasa dan aparat bersifat terbuka dan menemukan solusi jika dalam pelayanan ataupun pengawasan adal hal yang harus didiskusikan.
Rusman hadi juga menekankan bahwa dalam pemberiaan layanan tidak ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan oleh pengguna jasa untuk mendapatkan layanan yang berkualitas.
Kepala Kepatuhan Internal Kanwil DJBC Jakarta, Firman Sane juga menyampaikan materi tentang pentingnya Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Berbagai program dan kegiatan dalam upaya mendorong pembangunan Island of Integrity telah dilaksanakan antara lain : pengelolaan pengaduan masyarakat, pembinaan mental pegawai, penguatan pelayanan, monitoring activity oleh atasan langsung, penguatan pelaksanaan tugas kepatuhan internal, pemantauan gaya hidup pegawai, penguatan integritas dan program pengendalian gratifikasi.
Firman juga mengajak untuk meningkatkan peran aktif dan kontribusi para pimpinan perusahaan penerima fasilitas Tempat Penimbunan Berikat dalam kegiatan membangun Island of Integrity dengan cara mendorong agar perusahaan juga menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan. (*)