Semua Berita

Meriahkan HAKORDIA 2024, Bea Cukai Bekasi Nobatkan 5 Duta Sikap Dasar DJBC

Bekasi, 11/12/2024 – bertempat di Aula Cibitung lantai III, telah dinobatkan Duta Sikap Dasar DJBC (Direktorat Jenderal Bea dan Cukai) pada Bea Cukai Bekasi. Penobatan ini berlangsung pada Selasa, 10 Desember 2024 bertepatan dengan acara puncak peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA).

“Menyemarakkan dan memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2024, Bea Cukai Bekasi mengadakan pemilihan Duta Sikap Dasar DJBC. Hal ini sebagai upaya kampanye bersama untuk mengajak para pegawai terlibat aktif dan menjadi teladan dalam upaya pencegahan serta pemberantasan korupsi.” Ujar Yanti Sarmuhidayanti, selaku Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi pada saat penobatan.

Mekanisme penetapan Duta Sikap Dasar DJBC di lingkungan Bea Cukai Bekasi melalui beberapa tahapan. Pada awal proses, masing-masing unit diminta menyampaikan minimal 5 pegawai sebagai usulan duta. Kemudian dilakukan seleksi administrasi, serta penilaian oleh Tim Penilai. Atas pegawai yang lolos seleksi maka diadakan pemilihan secara terbuka. Hasil akhir dari pemilihan ini ditetapkan oleh Kepala Kantor menjadi Duta Sikap Dasar DJBC di lingkungan Bea Cukai Bekasi.

Sikap Dasar DJBC terdiri atas 5 sikap yaitu jujur, korsa, loyal, inisiatif, dan korektif. Sikap-sikap tersebut biasa disingkat menjadi “KLIK-Jujur”. Sikap dasar ini juga saling mendukung dan selaras dengan nilai-nilai Kementerian Keuangan yang ada. Diharapkan dengan adanya Duta Sikap Dasar mampu menjadi penggerak para pegawai dalam pencegahan serta pemberantasan korupsi sesuai dengan tugas dan wewenangnya.

UMKM Binaan Bea Cukai Bekasi  Kembali Mengekspor 1.8 Ton  Basreng Ke Negeri Sakura

Bekasi (10/12) Setelah sukses merealisasikan ekspor perdana pada bulan September 2024, UMKM Binaan Bea Cukai Bekasi, PT Elok Niaga Indonesia berhasil mendarat untuk kedua kalinya di pasar Jepang.  Produk unggulan berupa aneka produk jajanan seperti basreng, keripik tempe, keripik oncom dan keripik tahu kini bisa dinikmati masyarakat di sana.

PT Elok Niaga Indonesia dengan merek dagang Mama Yon telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas produk, inovasi, dan pengemasan.  Di awal Desember tahun ini 688 karton produk Mama Yon seberat lebih dari 1.8 Ton (GW) dengan nilai ekspor lebih dari 189 juta rupiah telah dikirim dalam 1 kontainer 20 feet.

Salah satu upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kualitasnya adalah dengan memberdayakan warga sekitar, hal ini tentu menjadi peluang dalam perluasan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.

Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan PT Elok Niaga Indonesia.

“Kami bangga atas capaian ini. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama yang erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya mampu mendorong UMKM untuk menembus pasar internasional. Semoga prestasi ini menginspirasi UMKM lain untuk terus berkembang,” ujar Yanti.

Dengan produk yang kini mulai dikenal di Jepang, Dadang Hermanto selaku owner PT Elok Niaga menargetkan peningkatan ekspor pada tahun mendatang. Selain itu, langkah strategis juga disiapkan untuk merambah pasar Asia lainnya, seperti Korea Selatan dan Hong Kong, guna memperluas pangsa pasar.

“Setelah sekali lagi trial ekspor, kami akan mencoba penetrasi ke modern market di Jepang, kemudian akan meluaskan produk ke negara lainnya, “ungkap Dadang.

Prestasi ini membuktikan bahwa UMKM Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah global. Bea Cukai Bekasi berkomitmen untuk terus memberikan dukungan, baik dalam bentuk pembinaan, fasilitasi, maupun penguatan jaringan usaha.

Masyarakat diharapkan dapat mendukung produk lokal dengan menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif, sehingga lebih banyak UMKM yang dapat mencatatkan cerita sukses seperti PT Elok Niaga Indonesia. Bea Cukai Bekasi, Bersama Mendorong UMKM untuk Mendunia!

Jelang Akhir Tahun, Bea Cukai Bekasi dan Satpol PP Kab Bekasi  Galakkan Gempur Rokok Ilegal Bersama Pedagang

Bekasi (10/12/2024) Menjelang penghujung tahun, Bea Cukai Bekasi bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kab Bekasi semakin gencar adakan sosialisasi peredaran dan identifikasi rokok illegal. Kali ini acara diadakan di Ballroom Hotel Ibis Style di Jababeka Cikarang pada Selasa 10 Desember 2024. 

Sosialisasi ini menyasar pedagang kelontong yang berhubungan langsung dengan konsumsi dan peredaran rokok.  Diharapkan sosialisasi ini dapat memberi dampak langsung bagi peningkatan pemahaman para pedagang.

Kepala Satpol PP Kab Bekasi, Surya Wijaya membuka acara sosialisasi dan memberikan sambutannya,  Surya menekankan pentingnya tindakan preventif dalam pemberantasan peredaran rokok ilegal.

“Dengan adanya tindakan preventif atau kegiatan sosialisasi, agar masyarakat paham dan mengerti setelah itu sadar akan aturan dan hukum, berjualan itu baik namun jangan berjualan barang yang dilarang seperti rokok illegal, rokok illegal tersebut tidak membayar cukai yang artinya tidak ada kontribusinya terhadap negara kita, Saya harap kita sanggup menyatakan monolak rokok ilegal,” ucap Surya.

Benny Benyst, Pemeriksa Bea dan Cukai Ahli Pertama Bea Cukai Bekasi bertindak sebagai narasumber. Benny menjelaskan tentang peranan, kewenangan dan pengawasan Bea dan Cukai khususnya terkait dengan penegakan hukum aturan tentang Undang-Undang Cukai.

Sosialisasi ini mengajak para pedagang praktek secara langsung cara mengenali ciri rokok illegal serta mengidentifikasi  pita cukai.

Sebagai bagian dari langakah preventif operasi “Gempur Rokok Ilegal”  di bidang pengawasan, Bea Cukai melibatkan diri secara aktif dengan para pengampu program seperti Satpol PP dan organisasi pemerintah daerah lainnya. Diharapkan sinergi, kerja sama dan kolaborasi dapat meciptakan dampak positif.

Perteguh Komitmen Antikorupsi, Bea Cukai Bekasi Undang Akademisi

Bekasi (10/12/2024) Puncak acara peringatan Hakordia 2024 di Bea Cukai Bekasi diselenggarakan dalam bentuk talkshow yang menghadirkan akademisi.  Prof Dr. Ali Muktiyanto, S.E M.Si,  Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya dan Umum Universitas Terbuka tampil sebagai narasumber utama.  Dengan tema  “Teguhkan Komitmen   Berantas Korupsi Untuk Indonesia Maju,  Pemberantasan  & Pengendalian Korupsi:  Model Governansi dari Perspektif  Indonesia”.

Diselenggarakan secara hybrid acara talkshow dilaksanakan di Ruang Aula Lantai 3 Bea Cukai Bekasi dihadiri puluhan orang secara offline. Sementara ratusan lainnya hadir secara online.  Para pengusaha Tempat Penimbunan Berikat dan Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat turut hadir di antara pejabat dan pegawai Bea Cukai Bekasi.

Ali menjelaskan bahwa integritas dan komitmen pejabat publik berperan sentral  dalam mendorong governansi dalam bentuk suksesi pemerintahan yang memperhatikan public voice and accountability, political stability and absence of violence.  Dimensi kedua berupa government effectiveness dan regulatory quality juga diperlukan.  Dimensi ke-3 dari governansi  yaitu respek warga negara dalam bentuk rule of law dan corruption control.

Dengan kata lain tata kelola yang baik berperan efektif dalam mengendalikan korupsi. Semakin baik tata kelola yang diterapkan melalui penegakan regulasi, kondisi politik yang stabil, dan penghormatan pada suara publik, maka korupsi dapat diberantas secara menyeluruh. Tata kelola yang baik memastikan agen tidak mengikuti agenda pribadi, tetapi mengikuti amanah masyarakat, dan sukarela memberikan pelayanan terbaik.

“Kebijakan, transparansi, dan struktur governansi merupakan bagian inti dari tata kelola pemerintahan yang baik (good government governance), yang menjadi elemen penting dalam penanggulangan korupsi. Jika tata kelola pemerintahan buruk, potensi korupsi akan semakin besar.  Korupsi terjadi karena lemahnya tata kelola, terutama dalam birokrasi dan penegakan hukum”, pungkas Ali.

Yanti Sarmuhidayanti, Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi dalam sambutannya menekankan pentingnya untuk memperkuat komitmen dalam memerangi korupsi.

“berbagai program berupa edukasi, internalisasi hingga penyusunan komitmen bersama dengan pengguna jasa tidak lain sebagai upaya kita mencegah perilaku koruptif. Untuk itu saya mengajak kepada seluruh elemen baik pegawai maupun pengguna jasa agar selalu menjaga dan memperteguh komitmen untuk bersama mencegah dan memerangi korupsi, pungkas Yanti.

Sambut Hakordia, Bea Cukai Bekasi Sukses  Gelar “Industrial Run 2024”

Bekasi (06 /12/2024) Sambut Hari Anti Korupsi Sedunia yang  diperingati setiap tanggal 9 Desember, Bea Cukai Bekasi  selenggarakan event “ Industrial Run 2024” pada Jumat 06 Desember 2024.  Berlokasi di Area Industri MM 2100 Cibitung  Bekasi,  acara tersebut sukses menghadirkan ratusan peserta dari berbagai kalangan.

Yanti Sarmuhidayanti, Kepala Bea dan Cukai Bekasi  melepas para peserta dan menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan dukungan dari berbagai pihak.

“ Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh berbagai pihak sehingga event ini mendapat respons yang luar biasa, kostum berwarma putih dari peserta juga menggambarkan niat baik untuk terus menjaga sikap anti korupsi dan gratifikasi.  Event ini juga diselenggarakan  untuk menyemarakkan Hakordia di tingkat Kanwil DJBC Jakarta dengan mengusung tema “ Teguhkan Komitmen Berantas Korupsi untuk Indonesia Maju, “ ujar Yanti.

Tidak saja dihadiri oleh pegawai Bea Cukai di seluruh Kanwil DJBC Jakarta termasuk kantor vertikal Bea Cukai lainnya, event ini juga menarik perhatian pegawai Kemenkeu Satu lainnya seperti Pejabat dan Pegawai dari KPP Pratama Cikarang Utara,  KPP Madya  Kota Bekasi,  KPP Pratama Bekasi Barat,  KPP Pratama Bekasi Utara, KPP Pratama  Cikarang Selatan, KPP Pratama Pondok gede dan  KPP Cibitung.

Perwakilan dari Aparat Penegak Hukum lainnya juga turut berpartisipasi.  Kejaksaaan Negeri Kota Bekasi, Polres Metro Bekasi,  Kodim 0509 Kab Bekasi, Koramil Cibitung, Satpol PP Kab Bekasi mengirimkan sejumlah Pejabat dan Pegawainya.  Perwakilan Pemda Kota Bekasi juga turut hadir menyemarakkan acara. 

Turut hadir perwakilan dari perusahaan-perusahaan penerima fasilitas Tempat Penimbunan Berikat di Bekasi. Harmoni kerja sama terlihat dan dibuktikan dengan adanya dukungan keterlibatan APKB (Asosiasi Penerima Kawasan Berikat) Bekasi Cikarang.

Bazaar UMKM juga hadir di lokasi dan menjadi perhatian para peserta kegiatan.  Upaya ini dimaksudkan agar kegiatan juga memberi dampak bagi berjalannya roda perekonomian di Kota dan Kab Bekasi terutama dalam memajukan para pelaku UMKM- IKM.

Diharapkan event ini akan menjadi agenda tahunan dan bisa menjadi ajang partisipatif dan dukungan masyarakat  terhadap upaya pemberantasan korupsi khususnya di wilayah kerja Bea dan Cukai Bekasi (*)

Bea Cukai Bekasi Dorong IKM Manfaatkan Insentif  Fiskal Lewat Fasilitas  KITE-IKM

Bekasi (05/12/2024) Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti mendorong Industri Kecil Menengah (IKM)  di Kota Bekasi untuk memanfaatkan insentif fiskal yang diberikan oleh pemerintah lewat fasilitas KITE-IKM. Hal tersebut disampaikan Yanti saat menjadi narasumber di acara “IKM  Kota Bekasi Goes Export “ pada Kamis 5 Desember  2024 di Jatiwaringin Kota Bekasi.

Acara yang dibuka oleh PJ Walikota Bekasi tersebut merupakan kolaborasi Dinas Perdagangan dan Perindustrian  Kota Bekasi bersama  Bolekaka  Dimsum (PT Foodina Reatil Indonesia).   Menghadirkan narasumber lain seperti praktisi bisnis dan motivator Helmi Yahya, perwakilan  Dinas Perdagangan dan Perindustrian  Kota Bekasi dan Kantor Imigrasi Kota Bekasi, acara dihadiri ratusan pelaku UMKM-IKM di Kota dan Kabupaten Bekasi.

Yanti menyampaikan bahwa dengan memanfaatkan fasilitas KITE IKM, pengusaha akan mendapatkan insentif fiskal berupa pembebasan  Bea Masuk,  dan tidak dipungut PPN atas impor bahan baku, mesin dan /atau  barang contoh. Yanti juga menyampaikan bahwa seluruh instansi vertikal di bawah Kemenkeu bersatu padu mendorong program UMKM-IKM.

“ Untuk melaksanakan amanah  Keputusan  Menteri Keuangan Nomor : 396/KMK.01/2022 pemerintah melalui  Kementerian Keuangan  telah mencanangkan  kebijakan dan program  UMKM Kemenkeu Satu  agarUMKM IKM bisa  tumbuh melaui digitalisasi dan globalisasi,” ujar Yanti.

Yanti juga menjelaskan  bahwa  insentif fiskal lain yang dapat dimanfaatkan para pengusaha UMKM-IKM adalah  Pusat Logistik Berikat (PLB) untuk UMKM-IKM yang bertujuan untuk menimbun barang terutama  untuk tujuan didistribusikan kepada perusahaan industri besar, kecil dan menengah.

Setelah menginisiasi program pengiriman sampel UMKM-IKM ke Selandia Baru bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian  Kota Bekasi Yanti berharap ke depannya akan semakin banyak pelaku UMKM IKM yang dapat mengekspor produknya ke mancanegara. (*)

Lewat Program CVC Bea Cukai Bekasi Menjaga Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Bertahan di Tengah Persaingan yang Semakin Ketat

Bekasi (12/4) – Memasuki akhir triwulan IV, Bea Cukai Bekasi adakan Customs Visit Customer (CVC) ke perusahaan penerima Fasilitas Kawasan Berikat, PT Sunrise Bumi Textiles. Program Customs Visit Customer (CVC) kali ini mengunjungi salah satu pabrik penghasil benang di Kabupaten Bekasi pada hari Rabu tanggal 4 Desember 2024

PT Sunrise Bumi Textiles, merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produsen tekstil dan berlokasi di Jl Raya Bekasi Km 28 RT 001/04 Harapan Jaya Bekasi Utara, Bekasi. Produksi yang dihasilkan adalah mayoritas ekspor sebesar 66% dan local 34% dengan jumlah pekerja pada tahun 2024 sebesar 1.097 pekerja.

Latar belakang Customs Visit Customer (CVC) Bea Cukai Bekasi ke PT Sunrise Bumi Textiles sesuai penyampaian Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi Yanti Sarmuhidayanti adalah meningkatkan sinergi dan komunikasi antara Bea Cukai Bekasi dengan PT Sunrise Bumi Textiles.

“Bea Cukai Bekasi sebagai Institusi yang membawahi perusahaan-perusahaan penerima Fasilitas Kawasan Berikat, ingin mengetahui kondisi perusahaan saat ini dalam menghadapi fenomena banyak perusahaan Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) yang harus tutup dan melakukan banyak PHK ribuan pekerjanya, “ ujar Yanti.

Kunjungan KPPBC TMP A Bekasi disambut baik oleh Mr Amardeep Ojha selaku Director (Vice President) dan jajaran pengurus PT Sunrise Bumi Textiles. Mr Amardeep Ojha turut menjelaskan bahwa perusahaaan berupaya untuk bertahan dengan meningkatkan kinerja penjualan barang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi juga lebih di fokuskan pada penjualan keluar negeri.

 

Di tengah banyaknya perusahaan perusahaan tekstil yang tutup, Mr Amardeep Ojha menyampaikan

“PT Sunrise Bumi Tekstiles memiliki tim yang efisien, semua bekerja keras dan strategi melakukan pendekatan dengan customer lokal maupun ekspor dan memberikan kualitas yang baik dan benar serta layanan yang baik. Semua bekerja keras sehingga membuat PT Sunrise Bumi Textiles bisa bertahan diwaktu yang sulit”, ujar Ojha.

Ojha juga menyampaikan dengan kedatangan Bea Cukai Bekasi, berharap Bea Cukai berantas impor illegal dari China, karena hal tersebut mempengaruhi customer lokal, seperti customer lokal di Bandung dan Jawa Tengah banyak mengalami kompetisi yang sangat berat karena bahan dari China dijual murah, hal ini sangat berpengaruh dan mempersulit kondisi customer. Ojha berharap kepada Bea Cukai untuk menindak tegas impor illegal tekstil dari China,. Ojha menyampaikan kembali PT Sunrise Bumi Textiles ingin berkembang dan terus meningkat di Indonesia karena kami PT Sunrise Bumi Textiles bagian dari Indonesia, berharap dukungan dari Indonesia.

Dorong Efisiensi dan Kepatuhan Dunia Perdagangan, Bea Cukai Bekasi Lakukan Didik AEO

Bekasi, (03/12/2024) - Pada Selasa tanggal 03 Desember 2024, Bea Cukai Bekasi kembali melakukan program “Didik” melalui Sosialisasi/Refreshment Monitoring dan Evaluasi Authorized Economic Operator (AEO). Kali ini diskusi AEO Bea Cukai Bekasi mengunjungi perusahaan penerima fasilitas Authorized Economic Operator PT. Yusen Logistics Solutions Indonesia. Perusahaan ini merupakan perusahaan modal asing penyedia jasa freight forwarding yang bertindak sebagai perantara antara pengirim barang dan penerima barang.

Sosialisasi dibuka oleh Handayanti selaku Asisten Manager PT. Yusen Logistics Solutions Indonesia. Dalam sambutannya Handayanti menyampaikan apresiasi atas program “Didik” yang dilakukan oleh Bea Cukai Bekasi dalam meningkatkan pemahaman dan kompetensi karyawan perusahaan terkait fasilitas AEO.

Undani selaku client manager AEO Bea Cukai Bekasi menyampaikan dalam sambutannya bahwa program Didik merupakan program sosialisasi yang secara progresif dilaksanakan dengan menyesuaikan tema yang dibutuhkan oleh pengguna jasa.

“sebagai perusahaan penerima fasilitas AEO diharapkan melalui Didik dapat meningkatkan kompetensi dan kemampuan pengguna jasa dalam rangka mempertahankan kepatuhan dan sebagai upaya memenuhi semua persyaratan sebagai operator AEO”, ujar Undani

Bertindak sebagai narasumber Yuwono Sutiasmaji, Kepala Seksi PKC V Bea Cukai Bekasi mengingatkan kepada perusahaan penerima fasilitas AEO sejak 2018 lalu atas PT. Yusen Logistics Solutions Indonesia untuk benar-benar menjalankan komitmen mereka dalam memenuhi kewajiban yang telah ditetapkan.

Fasilitas AEO ini diberikan kepada perusahaan yang terbukti memiliki sistem manajemen yang baik, termasuk dalam rantai pasokan dan pengawasan terhadap kegiatan impor maupun ekspor. Melalui langkah ini, pemerintah terus berupaya menciptakan iklim bisnis yang kondusif serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

“Road To Hari Anti Korupsi Sedunia 2024, Bea Cukai Bekasi bersama dengan Bea Cukai Cikarang dan Kanwil Bea Cukai Jakarta Mengudara Bersama Suarakan Budaya Anti Korupsi”

(Bekasi 02/12) - Hari Anti Korupsi Sedunia diperingati setiap tanggal 9 Desember. Seluruh Negara turut memeriahkan Hari Anti Korupsi atau yang biasa disebut dengan Hakordia sebagai wujud komitmen dunia untuk mengakarkan budaya anti korupsi.

Sama hal nya dengan Kementerian Keuangan khususnya Bea Cukai, turut serta dalam kegiatan Hakordia merupakan hal rutin yang dilakukan setiap tahun. Mengusung tema “Gerakan Anti Korupsi Menuju Indonesia Maju”, Bea Cukai Bekasi, Bea Cukai Cikarang dan Kanwil Bea Cukai Jakarta mengudara bersama di Elgangga Radio untuk meningkatkan budaya integritas pada 2 Desember 2024.

Bertindak sebagai narasumber  Novryansyah , Kepala Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Kanwil Bea Cukai Jakarta; Ogy Febri Adla , Kepala Seksi Kepatuhan Internal Bea Cukai Cikarang dan Asep Rulli, Kepala Seksi Kepatuhan Internal Bea Cukai Bekasi. ketiganya  membahas tentang budaya integritas yang tentunya masih terus ditanamkan dan kuatkan di kemenkeu khususnya Bea Cukai terutama terkait gratifikasi.

“Gratifikasi itu memilik artian yang luas, bisa berupa materi seperti uang, barang, potongan harga pun bisa. Konflik kepentingan yang akan menentukan apakah pemberian itu gratifikasi atau bukan” pungkas Novryansyah sebagai topik pembuka.

Tidak hanya itu, ketiga narasumber menjabarkan apa saja jenis-jenis korupsi, penyebab korupsi, dampak, juga menyampaikan tools dan usaha yang telah diupayakan oleh Bea Cukai untuk memerangi korupsi itu sendiri.

Ogy Febri menegaskan “Tentunya kita ingin Indonesia maju. Korupsi adalah Tindakan yang merugikan negara. Kami menghimbau kepada masyarakat yang mengetahui adanya Tindakan korupsi atau gratifikasi, segera laporkan. Karena budaya lah yang akan membentuk suatu lingkungan yang positif.”

Dalam penutupannya, ketiga narasumber kompak menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk turut serta membantu dan menanamkan budaya integritas untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas korupsi demi Bea Cukai yang, Makin Baik