Semua Berita
Bekasi (05/12/2024) Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti mendorong Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Bekasi untuk memanfaatkan insentif fiskal yang diberikan oleh pemerintah lewat fasilitas KITE-IKM. Hal tersebut disampaikan Yanti saat menjadi narasumber di acara “IKM Kota Bekasi Goes Export “ pada Kamis 5 Desember 2024 di Jatiwaringin Kota Bekasi.
Acara yang dibuka oleh PJ Walikota Bekasi tersebut merupakan kolaborasi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi bersama Bolekaka Dimsum (PT Foodina Reatil Indonesia). Menghadirkan narasumber lain seperti praktisi bisnis dan motivator Helmi Yahya, perwakilan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi dan Kantor Imigrasi Kota Bekasi, acara dihadiri ratusan pelaku UMKM-IKM di Kota dan Kabupaten Bekasi.
Yanti menyampaikan bahwa dengan memanfaatkan fasilitas KITE IKM, pengusaha akan mendapatkan insentif fiskal berupa pembebasan Bea Masuk, dan tidak dipungut PPN atas impor bahan baku, mesin dan /atau barang contoh. Yanti juga menyampaikan bahwa seluruh instansi vertikal di bawah Kemenkeu bersatu padu mendorong program UMKM-IKM.
“ Untuk melaksanakan amanah Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 396/KMK.01/2022 pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah mencanangkan kebijakan dan program UMKM Kemenkeu Satu agarUMKM IKM bisa tumbuh melaui digitalisasi dan globalisasi,” ujar Yanti.
Yanti juga menjelaskan bahwa insentif fiskal lain yang dapat dimanfaatkan para pengusaha UMKM-IKM adalah Pusat Logistik Berikat (PLB) untuk UMKM-IKM yang bertujuan untuk menimbun barang terutama untuk tujuan didistribusikan kepada perusahaan industri besar, kecil dan menengah.
Setelah menginisiasi program pengiriman sampel UMKM-IKM ke Selandia Baru bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi Yanti berharap ke depannya akan semakin banyak pelaku UMKM IKM yang dapat mengekspor produknya ke mancanegara. (*)
Bekasi (12/4) – Memasuki akhir triwulan IV, Bea Cukai Bekasi adakan Customs Visit Customer (CVC) ke perusahaan penerima Fasilitas Kawasan Berikat, PT Sunrise Bumi Textiles. Program Customs Visit Customer (CVC) kali ini mengunjungi salah satu pabrik penghasil benang di Kabupaten Bekasi pada hari Rabu tanggal 4 Desember 2024
PT Sunrise Bumi Textiles, merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produsen tekstil dan berlokasi di Jl Raya Bekasi Km 28 RT 001/04 Harapan Jaya Bekasi Utara, Bekasi. Produksi yang dihasilkan adalah mayoritas ekspor sebesar 66% dan local 34% dengan jumlah pekerja pada tahun 2024 sebesar 1.097 pekerja.
Latar belakang Customs Visit Customer (CVC) Bea Cukai Bekasi ke PT Sunrise Bumi Textiles sesuai penyampaian Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi Yanti Sarmuhidayanti adalah meningkatkan sinergi dan komunikasi antara Bea Cukai Bekasi dengan PT Sunrise Bumi Textiles.
“Bea Cukai Bekasi sebagai Institusi yang membawahi perusahaan-perusahaan penerima Fasilitas Kawasan Berikat, ingin mengetahui kondisi perusahaan saat ini dalam menghadapi fenomena banyak perusahaan Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) yang harus tutup dan melakukan banyak PHK ribuan pekerjanya, “ ujar Yanti.
Kunjungan KPPBC TMP A Bekasi disambut baik oleh Mr Amardeep Ojha selaku Director (Vice President) dan jajaran pengurus PT Sunrise Bumi Textiles. Mr Amardeep Ojha turut menjelaskan bahwa perusahaaan berupaya untuk bertahan dengan meningkatkan kinerja penjualan barang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi juga lebih di fokuskan pada penjualan keluar negeri.
Di tengah banyaknya perusahaan perusahaan tekstil yang tutup, Mr Amardeep Ojha menyampaikan
“PT Sunrise Bumi Tekstiles memiliki tim yang efisien, semua bekerja keras dan strategi melakukan pendekatan dengan customer lokal maupun ekspor dan memberikan kualitas yang baik dan benar serta layanan yang baik. Semua bekerja keras sehingga membuat PT Sunrise Bumi Textiles bisa bertahan diwaktu yang sulit”, ujar Ojha.
Ojha juga menyampaikan dengan kedatangan Bea Cukai Bekasi, berharap Bea Cukai berantas impor illegal dari China, karena hal tersebut mempengaruhi customer lokal, seperti customer lokal di Bandung dan Jawa Tengah banyak mengalami kompetisi yang sangat berat karena bahan dari China dijual murah, hal ini sangat berpengaruh dan mempersulit kondisi customer. Ojha berharap kepada Bea Cukai untuk menindak tegas impor illegal tekstil dari China,. Ojha menyampaikan kembali PT Sunrise Bumi Textiles ingin berkembang dan terus meningkat di Indonesia karena kami PT Sunrise Bumi Textiles bagian dari Indonesia, berharap dukungan dari Indonesia.
Bekasi, (03/12/2024) - Pada Selasa tanggal 03 Desember 2024, Bea Cukai Bekasi kembali melakukan program “Didik” melalui Sosialisasi/Refreshment Monitoring dan Evaluasi Authorized Economic Operator (AEO). Kali ini diskusi AEO Bea Cukai Bekasi mengunjungi perusahaan penerima fasilitas Authorized Economic Operator PT. Yusen Logistics Solutions Indonesia. Perusahaan ini merupakan perusahaan modal asing penyedia jasa freight forwarding yang bertindak sebagai perantara antara pengirim barang dan penerima barang.
Sosialisasi dibuka oleh Handayanti selaku Asisten Manager PT. Yusen Logistics Solutions Indonesia. Dalam sambutannya Handayanti menyampaikan apresiasi atas program “Didik” yang dilakukan oleh Bea Cukai Bekasi dalam meningkatkan pemahaman dan kompetensi karyawan perusahaan terkait fasilitas AEO.
Undani selaku client manager AEO Bea Cukai Bekasi menyampaikan dalam sambutannya bahwa program Didik merupakan program sosialisasi yang secara progresif dilaksanakan dengan menyesuaikan tema yang dibutuhkan oleh pengguna jasa.
“sebagai perusahaan penerima fasilitas AEO diharapkan melalui Didik dapat meningkatkan kompetensi dan kemampuan pengguna jasa dalam rangka mempertahankan kepatuhan dan sebagai upaya memenuhi semua persyaratan sebagai operator AEO”, ujar Undani
Bertindak sebagai narasumber Yuwono Sutiasmaji, Kepala Seksi PKC V Bea Cukai Bekasi mengingatkan kepada perusahaan penerima fasilitas AEO sejak 2018 lalu atas PT. Yusen Logistics Solutions Indonesia untuk benar-benar menjalankan komitmen mereka dalam memenuhi kewajiban yang telah ditetapkan.
Fasilitas AEO ini diberikan kepada perusahaan yang terbukti memiliki sistem manajemen yang baik, termasuk dalam rantai pasokan dan pengawasan terhadap kegiatan impor maupun ekspor. Melalui langkah ini, pemerintah terus berupaya menciptakan iklim bisnis yang kondusif serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
(Bekasi 02/12) - Hari Anti Korupsi Sedunia diperingati setiap tanggal 9 Desember. Seluruh Negara turut memeriahkan Hari Anti Korupsi atau yang biasa disebut dengan Hakordia sebagai wujud komitmen dunia untuk mengakarkan budaya anti korupsi.
Sama hal nya dengan Kementerian Keuangan khususnya Bea Cukai, turut serta dalam kegiatan Hakordia merupakan hal rutin yang dilakukan setiap tahun. Mengusung tema “Gerakan Anti Korupsi Menuju Indonesia Maju”, Bea Cukai Bekasi, Bea Cukai Cikarang dan Kanwil Bea Cukai Jakarta mengudara bersama di Elgangga Radio untuk meningkatkan budaya integritas pada 2 Desember 2024.
Bertindak sebagai narasumber Novryansyah , Kepala Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Kanwil Bea Cukai Jakarta; Ogy Febri Adla , Kepala Seksi Kepatuhan Internal Bea Cukai Cikarang dan Asep Rulli, Kepala Seksi Kepatuhan Internal Bea Cukai Bekasi. ketiganya membahas tentang budaya integritas yang tentunya masih terus ditanamkan dan kuatkan di kemenkeu khususnya Bea Cukai terutama terkait gratifikasi.
“Gratifikasi itu memilik artian yang luas, bisa berupa materi seperti uang, barang, potongan harga pun bisa. Konflik kepentingan yang akan menentukan apakah pemberian itu gratifikasi atau bukan” pungkas Novryansyah sebagai topik pembuka.
Tidak hanya itu, ketiga narasumber menjabarkan apa saja jenis-jenis korupsi, penyebab korupsi, dampak, juga menyampaikan tools dan usaha yang telah diupayakan oleh Bea Cukai untuk memerangi korupsi itu sendiri.
Ogy Febri menegaskan “Tentunya kita ingin Indonesia maju. Korupsi adalah Tindakan yang merugikan negara. Kami menghimbau kepada masyarakat yang mengetahui adanya Tindakan korupsi atau gratifikasi, segera laporkan. Karena budaya lah yang akan membentuk suatu lingkungan yang positif.”
Dalam penutupannya, ketiga narasumber kompak menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk turut serta membantu dan menanamkan budaya integritas untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas korupsi demi Bea Cukai yang, Makin Baik
Bekasi, 29/11/2024 – bertempat di halaman belakang, Bea Cukai Bekasi selenggarakan Friendly Match Bola Voli dan Bola Basket Road to Hakordia 2024. Pertandingan kali ini dimeriahkan oleh kehadiran tim Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat (APKB) Bekasi-Cikarang.
“Kami harapkan kegiatan ini mampu mempererat silaturrahmi pegawai dengan para pengguna jasa. Mari rapatkan barisan, perkuat sinergi maka semua akan bisa diatasi bersama-sama” ujar Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti.
Marsudi selaku perwakilan APKB menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara. “Kegiatan ini merupakan hal positif bagi kita. Dengan berolahraga badan menjadi sehat, sehingga dapat memberikan semangat positif, pikiran positif untuk membuat kita semua lebih maju”.
Acara diawali dengan pemanasan bersama, dilanjutkan dengan serve voli pertama oleh Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi. Pertandingan bola voli diadakan secara 2 set. Sedangkan pertandingan bola basket diadakan 4 kuarter masing-masing 10 menit.
Pada akhir sesi, diberikan apresiasi kepada Most Valuable Player (MVP) pada tiap kategori pertandingan. Hariyanto, dari bagian maintenance PT. Yamaha Music Manufacturing Asia memperoleh MVP Bola Voli. Sedangkan MVP Bola Basket diberikan kepada Intan Aenunnisa, yang juga pegawai PT. Yamaha Music Manufacturing Asia. Semoga manfaat kegiatan ini bisa dirasakan oleh banyak pihak serta silaturrahmi terjalin lebih erat.
Bekasi (28/11) Bea Cukai Bekasi telah menyelenggarakan acara internalisasi dengan tema "Aspek Pertanggungjawaban Hukum dalam Keputusan/Tindakan/Diskresi Pejabat BC". Kegiatan ini berlangsung secara hybrid, yang dihadiri secara luring di Aula Cibitung Lantai 3 Bea Cukai Bekasi, maupun melalui mediai Teams oleh pegawai di lingkungan Bea Cukai Bekasi.
Acara dibuka oleh Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti. Yanti menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam mengenai aspek hukum dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Bea Cukai. Hal ini sejalan dengan upaya menjaga profesionalisme dan akuntabilitas instansi dalam memberikan pelayanan serta pengawasan.
“Saya harap kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi pegawai Bea Cukai Bekasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya, perkuat aspek hukum menjadi hal yang penting perlu dilakukan agar akuntabilitas kita terjaga,” ungkap Yanti.
Acara ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang hukum, yaitu Kepala Seksi Bantuan Hukum pada Kantor Wilayah DJBC, Arindra Yudha Oktoberry. Dalam materi yang disampaikan, Arindra membahas secara mendalam mengenai pentingnya aspek pertanggungjawaban hukum dalam setiap keputusan, tindakan, dan diskresi yang diambil oleh pejabat di lingkungan Bea Cukai. Diskusi ini sangat relevan untuk meningkatkan pemahaman seluruh pegawai Bea Cukai Bekasi terkait dengan tanggung jawab hukum yang melekat pada setiap tindakan yang dilakukan dalam menjalankan tugas di institusi ini.
Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi dan bertanya seputar topik yang telah disampaikan, sehingga dapat memperkaya pengetahuan dan wawasan terkait dengan peran hukum dalam operasional Bea Cukai.
Dengan adanya kegiatan internalisasi ini, diharapkan seluruh pegawai Bea Cukai Bekasi dapat lebih memahami dan menerapkan prinsip-prinsip pertanggungjawaban hukum dalam setiap keputusan dan tindakan yang diambil, guna memastikan integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas di instansi ini.
Bekasi, 28/11/2024 - Asistensi Bea Cukai Bekasi kepada UMKM berorientasi ekspor masih terus berlanjut. Kali ini, Undani selaku Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi bersama tim mengunjungi UMKM binaan yang terletak di Kalibaru, Kota Bekasi, CV. Citra Prima Jaya. Kunjungan dilakukan pada hari Selasa, 26 November 2024.
Membawa masakan padang mendunia, produk CV. Citra Prima Jaya telah merambah pasar Belanda, Australia, dan Selandia Baru. Berbagai produk yang diminati pasar mancanegara seperti rendang jengkol, rendang ikan tuna, rendang jamur, serta rendang telur. Bumbu pasta rendang pun tak sepi peminat. Ada juga produk cumi sambalado hijau, jengkol balado, serta jajanan singkong kotak sebagai pelengkap.
Berdiri sejak 2017, CV. Citra Prima Jaya telah mengembangkan berbagai varian rendang dengan merk "Rendang Oma Keenan". Helmiati selaku pemilik, menuturkan bahwa telah banyak perjalanan dilalui. Helmiati mengungkapkan,
"Mengembangkan UMKM ini bukan hanya membutuhkan niat, tapi juga keinginan yang kuat serta tekad untuk terus belajar hal hal baru. Saya berterima kasih kepada Bea Cukai Bekasi yang telah membimbing dan membersamai perjalanan kami"
"Bea Cukai Bekasi hadir melalui program Asistensi dengan mendatangi langsung pelaku UMKM untuk membantu tidak hanya menjelaskan tentang berbagai kemudahan dan fasilitas yang diberikan oleh Bea Cukai kepada UMKM, namun jauh lebih dari itu juga mencoba memberikan masukan terkait berbagai hal termasuk pemasaran dengan melibatkan atase perdagangan di luar negeri" ujar Undani dalam sesi diskusi.
Mampu memproduksi hingga 5000 pcs per bulan, Rendang Oma Keenan telah memiliki 3 pegawai. Tak hanya itu, Rendang Oma Keenan telah ikut serta di berbagai event baik di dalam maupun luar negeri. Produk- produk Rendang Oma Keenan dapat dipesan melalui website www.omakeenan.com serta di berbagai toko daring yang ada.
[22/11] – Bea Cukai Bekasi terus upayakan sinergi dan kolaborasi berkelanjutan dengan Kemenkeu -Satu di lingkungan Kota dan Kabupaten Bekasi. Kali ini sinergi tersebut dilaksanakan dalam bentuk latihan menembak bersama yang dilaksanakan di lapangan tembak Batalyon Infanteri Mekanis 202 Tajimalela Bekasi pada Jumat 22 November 2025. Latihan Menembak Bersama ini merupakan kali kedua yang telah diselenggarakan oleh KPPBC TMP A Bekasi.
Pada acara tersebut turut hadir Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Barat II, R. Dasto Ledyanto, dan jajaran pejabat administrator juga pejabat pengawas di lingkungan DJP dan DJPB Kota & Kabupaten Bekasi. Selain itu juga turut hadir pimpinan dan jajaran Kantor Pos Cabang Cibitung MM2100.
Sebelum memulai Latihan menembak Bersama, seluruh peserta dan tamu undangan terlebih dahulu diberi pembekalan terkait instruksi,safety induction, dan tknik dalam menembak guna menjaga keamanan dan kelancaran latihan.
Masing-masing peserta dan tamu undangan latihan menembak mendapat kesempatan untuk mengoperasikan senjata api laras pendek dan laras panjang dengan jarak 10 meter dan 50 meter.
Kepala KPPBC TMP A Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti berharap selain untuk meningkatkan sinergi latihan menembak bersama ini diharapkan dapat melatih konsentrasi, ketepatan, kecepatan, melatih mental dan keberanian untuk dapat mengambil keputusan dengan cepat yang berguna untuk menjaga berjalannya institusi tercinta, Kementerian Keuangan.
Langkah Proaktif Optimalkan Fasilitas Fiskal, Bea Cukai Bekasi Lakukan Forum Konsultasi Publik
26 Nov 2024
Bekasi, (21/11/2024) – Program rutin bulanan yaitu Customs Visit Customer (CVC) acap kali dilakukan oleh Bea Cukai Bekasi sebagai upaya peninjauan proses bisnis pengguna jasa dari Bea Cukai Bekasi. Pada hari Kamis tanggal 21 November 2024, PT Neo Platech Indonesia berkesempatan menjadi perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat yang dikunjungi oleh tim dari Bea Cukai Bekasi.
Didirikan sejak tahun 2008, saat ini PT Neo Platech Indonesia telah menyerap tenaga kerja sebanyak 848 orang Karyawan. Melalui penyerapan tenaga kerja ini membuktikan bahwa fasilitas fiskal yang selama ini digadang-gadang dapat membantu para pengusaha untuk mengembangkan usahanya berjalan dengan optimal dan memberikan efek positif bagi negara.
Sebagai salah satu penggerak roda perekonomian, PT Neo Platech Indonesia memiliki pengaruh dalam perkembangan industri dalam negeri. Dari segi jumlah dokumen Tempat Penimbunan Berikat yang diajukan di Bea Cukai Bekasi, PT Neo Platech Indonesia berperan menyumbang kontribusi sejumlah 31.795 dokumen selama kurun waktu tahun 2024. Hal ini membuat PT Neo Platech Indonesia masuk dalam 5 teratas perusahaan penerima fasilitas dengan jumlah dokumen terbanyak.
Pimpinan PT Neo Platech Indonesia, Lee Jumesik menyampaikan bahwa bisnis utama dari PT Neo Platech Indonesia adalah Injection Molding & Assembly dan main products yaitu TV Back Cover, Bottom Bracket, Stand Base, Guide Panel, dan Case Top. Dengan mengoptimalisasi fasilitas Kawasan Berikat yang diberikan oleh Bea Cukai Bekasi sangat penting untuk menunjang kelancaran operasional perusahaan.
“Melalui pemberian fasilitas Kawasan Berikat yang diberikan pemerintah, tentu banyak keuntungan yang didapat oleh perusahaan kami, seperti pembebasan bea masuk dan pajak impor atas barang modal, bahan baku, dan barang penunjang yang digunakan dalam proses produksi,” ujar Lee.
Kunjungan oleh Bea Cukai Bekasi ke PT Neo Platech Indonesia ini memiliki tujuan untuk memastikan bahwa perusahaan tersebut memanfaatkan fasilitas Kawasan Berikat sesuai dengan peraturan yang berlaku, serta memberikan pembinaan kepada pihak perusahaan mengenai kewajiban-kewajiban yang harus dipatuhi. Hal ini bertujuan agar proses produksi dan administrasi yang dilakukan di dalam Kawasan Berikat dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang ada.(*)