Semua Berita
Bekasi (22 April 2025) Berbagai kegiatan dan program dilaksanakan oleh masyarakat Indonesia dalam menyemarakkan semangat kemandirian perempuan Indonesia. Kegiatan serupa kerap diadakan bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Bea Cukai Bekasi memberi wadah bagi pengembangan potensi wanita melaui kelas make up dengan tema “Show Your Selflove Through Your Make Up” . Dilaksanakan di Aula Kantor Bea Cukai Bekasi pada 22 April 2025 dan dihadiri oleh dua puluhan pegawai perempuan.
Berkolaborasi dengan salah satu merk make up lokal Indonesia. “Wardah”. Pemilihan merk tersebut juga didorong oleh keinginan kuat agar industri make up Indonesia bisa tampil mendominasi dan menjadi pilihan utama produk kosmetika di Indonesia di tengah gempuran produk sejenis dari mancanegara. Keunggulan produk baik dari kualitas maupun corporate branding position yang kuat juga menjadi alasan lain pemilihan produk tersebut.
Yanti Sarmuhidayanti, Kepala Bea Cukai Bekasi menyambut baik prakarsa salah satu program PUG (Pengarusutamaan Gender) di Bea Cukai Bekasi. PUG sendiri merupakan pendekatan yang penting untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Yanti meyakini dengan mengintegrasikan perspektif gender dalam semua aspek program, diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara
Dalam Sambutannya di awal acara Yanti menekankan pentingnya kemandirian bagi seorang wanita dan meningkatkan perannya secara lebih nyata.
Yanti menyampaikan bahwa seorang perempuan harus bisa menunjukan kemandiriaannya, tidak hanya dalam hal penampilan tetapi jauh dari itu dimulai dari penguatan mindset. Perempuan diharapkan menjadi daya dorong tidak hanya bagi dirinya tetapi bagi anak dan keluarganya.
“Layaknya RA Kartini, seorang perempuan dengan segala potensinya harus menjadi pijar bagi terang dunia, memberi makna pada kehidupan dengan kebermanfaatan,” pungkas Yanti.
Bekasi (21/04) Kebijakakan Resiprocal tariff yang dicanangkan Pemerintah USA akan berpengaruh terhadap pola perdagangan luar negeri Indonesia. Banyak pengusaha di Indonesia termasuk para penerima fasilitas Tempat Penimbunan Berikat (TPB) yang juga akan terdampak terutama para pengusaha dengan pangsa pasar Amerika. Mengantisipasi hal tersebut Bea Cukai Bekasi mengumpulkan Sembilan puluh enam pengusaha TPB di Ruang Aula Lantai 3 Bea Cukai Bekasi pada Kamis 17 April 2025.
Yanti Sarmuhidayanti selaku penggagas acara “ Ngobras” ngobrol bareng dan Santai menyambut para undangan dalam acara bincang santai bertajuk “Mitigasi Dampak Kebijakan Tarif USA pada Kinerja Pengusaha TPB”.
Yanti menyampaikan bahwa lebih dari 51 persen pengusaha Kawasan Berikat di Bekasi mengeekspor produknya ke Amerika. Selama tiga tahun terkahir lebih dari 2600 dokumen ekspor dari Kawasan Berikat di Bekasi tertuju memenuhi pangsa pasar Amerika. Nilai barang yang diekspor pada periode tersebut mencapai USD 22,5 juta dengan tonase sebesar 3.722,8 Ton.
Berbagai produk dihasilkan dari para pengusaha di Bekasi dan dikirim ke Amerika mulai dari ban kendaraan, produk elektronik seperti printer, televisi dan barang kebutuhan lainnya.
“Meskipun kebijakan tarif tersebut akan berpengaruh secara signifikan terutama dalam rasio impor dan ekspor, namun Saya yakin kita bisa mencari bersama solusi dari permasalahan tersebut, Kami sangat concern akan hal ini. Karena itulah kita coba kumpulkan Bapak dan Ibu agar Saya bisa mendengar langsung langkah antisipatif yang perlu dilakukan”, ujar Yanti.
Kebijakan tarif baru dari Presiden AS Donald Trump yang menaikkan tarif hingga 47% untuk produk Indonesia masih menjadi sorotan media selama periode ini. Merespon hal tersebut Presiden Prabowo telah menginstruksikan penghapusan sistem kuota impor dan persetujuan teknis (pertek) yang dinilai menghambat bisnis dan membuka ruang praktik rente.
Prabowo menilai prosedur tersebut kerap dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan pribadi. Presiden juga memperingatkan Bea Cukai agar tidak memperlambat arus barang dengan prosedur yang rumit, serta menegaskan akan memberi perhatian khusus terhadap upaya pemberantasan penyelundupan.
Menanggapi hal tersebut, Sri Mulyani menilai penghapusan kuota impor dapat berdampak langsung pada peningkatan penerimaan negara serta mendorong efisiensi dan transparansi dalam perdagangan. Ia memaparkan empat strategi fiskal untuk meredam dampak tarif tinggi dari AS, yakni: penyederhanaan administrasi pajak dan Bea Cukai, pemangkasan PPh impor dari 2,5% menjadi 0,5%, penyesuaian tarif bea masuk produk AS, dan penurunan bea keluar untuk CPO—yang secara total bisa menurunkan beban hingga 14%. Selain itu, pemerintah mempercepat digitalisasi proses logistik melalui National Logistic Ecosystem dan penguatan pengawasan melalui teknologi hyco x-ray untuk mempercepat dan mengefisiensikan pemeriksaan barang impor-ekspor. (*)
Bekasi, (12/04/2025) – Dalam rangka memberikan pembekalan kepada calon jamaah haji Kota Bekasi, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi menggelar kegiatan Pembinaan Manasik Haji Massal Tingkat Kota Bekasi Tahun 1446 H/2025 M, yang berlangsung pada Sabtu, 12 April 2025, di Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi. Ribuan calon Jemaah Haji turut hadir dalam giat sosialisasi tersebut.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat penting, termasuk Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia K.H. Bunyamin Yafid, Wali Kota Bekasi Dr. Tri Adhianto Tjahyono, Kepala Kantor Kemenag Kota Bekasi Ali Mashur, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Kantor Imigrasi, Kepala Bagian Kesra, Ketua DPRD, Ketua MUI, Ketua PCNU, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bekasi, serta IPHI Bekasi.
Dalam sambutannya, K.H. Bunyamin Yafid menekankan pentingnya penyelenggaraan ibadah haji yang tertib dan sesuai regulasi.
"Ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang memerlukan persiapan matang, baik dari aspek administrasi, kesehatan, maupun mental. Semua pihak harus bersinergi demi kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini," ujar K.H. Bunyamin.
Sementara itu, Wali Kota Bekasi Dr. Tri Adhianto Tjahyono menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pendampingan maksimal bagi calon jamaah haji.
"Pemerintah Kota Bekasi akan terus mendampingi jamaah mulai dari proses awal di tanah air, selama berada di tanah suci, hingga kembali ke tanah air. Penting bagi para jamaah untuk mempersiapkan ilmu dan mental yang kuat, agar jika ada hambatan selama perjalanan, mereka dapat menemukan solusi terbaik," tutur Tri.
Pada kesempatan tersebut, Bea Cukai Bekasi turut memberikan pembekalan mengenai ketentuan Kepabeanan dan Cukai terkait barang bawaan jamaah haji, baik saat keberangkatan maupun saat kepulangan. Materi ini disampaikan guna meningkatkan pemahaman jamaah terhadap aturan yang berlaku, baik di Indonesia maupun di Arab Saudi, sehingga perjalanan ibadah haji dapat berlangsung aman dan lancar.
Dalam sesi pembekalan, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Bekasi, Undani, menyampaikan pentingnya pemahaman jamaah haji terhadap ketentuan Kepabeanan dan Cukai.
“Kami ingin memastikan para jamaah memahami aturan mengenai barang bawaan penumpang, baik saat keberangkatan maupun saat kepulangan. Patuhi batasan barang bawaan yang diperbolehkan, dan jangan membawa barang-barang yang dilarang atau melebihi ketentuan, agar proses perjalanan berjalan lancar tanpa kendala di bandara,” ujar Undani.
Antusiasme para calon jamaah haji sangat tinggi dalam mengikuti setiap sesi pembekalan. Mereka tampak serius menyimak penjelasan agar dapat mematuhi semua ketentuan yang berlaku, sebagai upaya untuk menghindari kendala selama perjalanan ibadah haji.
Sebagai informasi, jumlah calon jamaah haji Kota Bekasi yang akan diberangkatkan tahun ini sebanyak 2.349 orang dari total kuota 2.699 orang. Selain manasik haji massal yang diselenggarakan sebanyak dua kali di tingkat kota, pembinaan juga akan dilaksanakan enam kali di tingkat kecamatan guna memastikan kesiapan optimal para jamaah.
Dengan penyelenggaraan manasik haji yang komprehensif ini, diharapkan seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk, serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan membawa predikat haji yang mabrur.(*)
Bekasi (26/03), PT Asha Nouva International, salah satu Industri Kecil Menengah (IKM) binaan Bea Cukai Bekasi kembali berhasil mengekspor aneka produk pertanian ke Jepang. Selain lengkuas komoditas pertanian lainnya seperti daun kunyit, jengkol, kelapa parut hingga daun salam,. Dengan nilai ekspor USD 13.622 dan berat 4.7 ton komoditas pertanian tersebut dikemas dalam 350 karton dan dikirim dalam 1x 20 feet kontainer.
Di tengah situasi ketatnya peraturan ekspor di negeri Sakura memang tidak mudah bisa menembus pasar Jepang, namun dengan kolaborasi dan dukungan berbagai pihak, tantangan tersebut bisa ditangani.
Pemilik PT Asha Nouva International Moh Zubhan Mone, sekaligus pengusaha yang telah berhasil mengirimkan tiga kali pengiriman komoditas pertanian ke Jepang mengatakan bahwa diperlukan dukungan pihak pemerintah lintas instansi agar hambatan tersebut bisa diatasi.
“Kami mengharapkan agar sinergi antarlini pemerintah kepada para pelaku IKM dan UMKM dalam bentuk dukungan berbagai program yang dijalankan memudahkan kami menembus pasar mancanegara, termasuk Jepang,” ujar Zubhan.
Bea Cukai Bekasi melakukan pendekatan yang berbeda dalam mendorong UMKM lokal mengglobal. Pendekatan bersifat pentahelix yang melibatkan kolaborasi berbagai unsur antar bidang dan pihak mulai dari pihak academic, business, community, government, dan media
Yanti Sarmuhidayanti Kepala Kantor Bea dan Cukai Bekasi menyampaikan bahwa untuk meningkatkan kinerja ekspor IKM dan UMKM diperlukan program kolaboratif antara Kementerian Keuangan dalam hal ini dimotori oleh Bea Cukai Bekasi, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan dari unsur pemerintah serta LPEM FEB UI dari unsur akademisi. Sinergi antar pihak telah berhasil mendukung pemberdayaan IKM dan UMKM menuju globalisasi. (*)
Bekasi (24/03) Duta Besar Indonesia untuk Negara Jepang H.E Heri Akhmadi didampingi Leni Nurlaeni, Atase Keuangan KBRI mengunjungi PT Mitsubishi Motor Kramayuda Indonesia (MMKI) pada Jumat 21 Maret 2025 di lokasi pabrik Pasirranji Cikarang Pusaat Jawa Barat. Kunjungan tersebut diadakan dalam upaya meninjau secara langsung salah satu pabrik kendaraan asal Jepang di Indonesia. Bea Cukai Bekasi berkesempatan mendampingi rombongan.
Akhmadi menyampaikan bahwa kegiatan dialog diperlukan untuk menjamin terpenuhinya rantai suplai kebutuhan dan permintaan kedua negara dan memastikan tidak adanya hambatan baik bersifat fiskal maupun hambatan perdagangan.
Akhmadi juga mendorong agar PT MMKI dapat meningkatkan kandungan produksi dalam negeri sebagai upaya untuk mendorong peningkatan produktivitas sektor industri. Lebih jauh lagi dapat keberadaan PT MMKI diharapkan dapat meningkatan lapangan kerja sekaligus mengurangi angka pengangguran, penambahan devisa dan investasi dari sektor industri khususnya di Kabupaten dan Kota Bekasi, serta lebiha jauh lagi berdampak pada peningkatkan perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.
“Baru-baru ini kami telah berdiskusi dengan sejumlah pihak termasuk di antaranya pihak akademi seperti ITB, hal ini kami lakukan sebagai upaya kami untuk mengoptimalkan komponen lokalnya dari produk yang dibuat”, ujar Akhmadi
Akhmadi juga berharap agar langkah ini dapat mendorong tumbuhnya industri komponen di dalam negeri sehingga struktur manufaktur bersifat integrative dan dapat memberi dampak positif pada peningkatan daya saing.
Presiden Direktur PT. MMKI, Minoru Saito, dalam diskusi menyampaikan profil perusahaan dan capaian selama berinvestasi di Indonesia. Sebagai salah satu pabrikan kendaraan terkemuka di Indonesia, PT MMKI telah menunjukan kinerja yang luar biasa. Dengan kapasitas produksi 250 ribu unit kendaraan per tahun dan ditunjang oleh 3.600 tenaga kerja, PT MMKI telah menginvestasikan 7.5 trilium rupiah.
Berlokasi di lahan selua 30 ha, PT MMKI telah menerapkan environmental friendly plant dan hight quality and reliable product. Sejumlah inovasi terkait produksi juga telah diterapkan dan menghasilkan efisiensi di berbagai lini produksi (*)
Semarakkan Festival “SPIRIT Ramadan 1446 H” Bea Cukai Bekasi Kembali Selenggarakan Ranking 1 Spesial Ramadan
24 Mar 2025
Bekasi [18/03] – Bea Cukai Bekasi melalui DKM Masjid Baitutazkir turut memeriahkan bulan suci Ramadan 1446 H tahun ini, salah satu program dari rangkaian festival SPIRIT (Semangat Peningkatan Ibadah, Raih Iman dan Takwa) Ramadan tersebut adalah “Lomba Ranking 1 Spesial Ramadan 1446 H” yang diadakan pada hari Selasa, 18 Maret 2025.
Lomba yang diadakan di selasar belakang kantor Bea Cukai Bekasi diikuti perwakilan tiap seksi, PPNPN , juga siswa dan siswi PKL. Dengan materi seputar fiqih Ramadan, sejarah islam, dan pengetahuan umum islami lainnya dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang. Soal dibagi menjadi 3 bagian yaitu benar/salah, multiple choice, dan isian singkat dengan 3 tingkatan kesulitan yang berbeda.
Yuwono Sutiasmaji, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai V yang sekaligus bertindak sebagai Kepala Bidang Acara Festival Ramadan 1446 H menjelaskan bahwa acara tersebut tidak hanya untuk menyemarakan suasana Ramadan, tetapi dapat mengukur sekaligus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan pegawai serta keilmuan pegawai di bidang agama Islam.
“ Ini merupakan salah satu kegiatan dari festival Ramadan SPIRIT 1446 H yang dikemas dengan cara yang menyenangkan sehingga tidak hanya berfokus menjadi tontonan tetapi sekaligus bisa menjadi tuntunan’’, pungkas Yuwono. (*)
Bekasi (20/03) Bea Cukai Bekasi melalui Dewan Kemakmuran Masjid Baitut Tadzkir Bea dan Cukai Bekasi berusaha untuk mengambil peran dalam mengisi bulan suci Ramadan dengan aktifitas kegiatan dakwah dan sosial. Tiga Panti Asuhan Yatim Piatu menerima sejumlah donasi dari para penderma di Bea Cukai Bekasi. Pada acara peringatan Nuzulul Quran 1446 H penyerahan donasi dilakukan oleh Kepala Kantor Bea dan Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidyanti, Rabu 19 Maret 2025.
Yanti menyampaikan bahwa kegiatan bertajuk Festival SPIRIT (Semangat Peningkatan Ibadah, Raih Iman dan Taqwa) 1446 H ini bertujuan untuk menyemarakkan bulan Ramadan dengan memperbanyak amal sholeh, meningkatkan pemahaman agama serta keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dan juga meningkatkan akhlak dan integritas pegawai dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
“Untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah sesama pegawai muslim/muslimah di lingkungan Bea Cukai Bekasi dan masyarakat sekitar, kami juga mengundang anak yatim baik dari lingkungan sekitar Bea dan CUkai Bekasi maupun yang diasuh oleh beberapa panti asuhan dengan cara memberikan donasi dan buka bersama”, ungkap Yanti
Tidak hanya kepada anak yatim, donasi juga diberikan kepada Badan Wakaf Al Quran (BWA). Selama lebih dari 18 tahun BWA mempunyai program penyebaran Alquran hingga ke pelosok-pelosok Indonesia dan telah menghimpun lebih dari 2 juta Al Quran dan mendistribusikannya secara tepat ke daerah-daerah rawan aqidah dan rawan pendidikan di berbagai daerah.
Melalui serangkaian program dan kegiatan khususnya di bidang sosial berupa pemberian donasi, Bea Cukai Bekasi menghendaki agar keberadaaannya bermanfaat tidak saja bagi lingkungan sekitar tetapi lebih jauh lagi sampai ke masyarakat di pelosok negeri. (*)
Bekasi (19/03/2025) Bea Cukai Bekasi bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) bersepakat untuk memajukan kinerja UMKM dan IKM di Kota dan Kabupaten Bekasi. Suharyanto, Executive Vice president Bussiness Ecosystem LPEI menyepakati hal tersebut ketika menemui Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi pada 18 Maret 2025 di Kantor Bea Cukai Bekasi Kawasan MM 2100 Cibitung Bekasi.
Sebagai salah satu Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan, Suharyanto menjelaskan fungsi dan peranan LPEI dalam mendukung perekonomian khususnya ekosistem ekspor di Indonesia.
“LPEI diamanati 4 fungsi penting dalam mendorong eksistem ekspor di Indonesia yaitu melalui, pembiayaan, penjaminan, asuransi dan pembinaan atau advisory”, ungkap Suharyanto.
Terkait dengan pemberian asuransi, LPEI juga sudah menjalin kerja sama dengan DItjen Bea dan Cukai . Sebagai salah satu badan penyedia asuransi bagi pengguna jasa yang melakukan proses customs clearance di Bea dan Cukai, LPEI merupakan badan eligible yang dapat mendukung pemenuhan persyaratan bagi perusahaan yang memerlukan asuransi dalam proses kepabeanan.
Yanti Sarmuhidayanti, Kepala Bea Cukai Bekasi menyambut baik kerja sama dan kolaborasi dengan LPEI yang selama ini sudah dilakukan
“Kolaborasi khususnya terkait pembinaan dan peningkatan kinerja UMKM telah dilakukan bersama, mulai dari keterlibatan LPEI sebagai narasumber di berbagai event sosialisasi dan edukasi kepada UMKM dan IKM termasuk keterlibatan LPEI dalam event UMKM Week tahun kemarin”, ujar Yanti.
Sebelumnya di awal tahun 2025, Bea Cukai Bekasi bersama LPEI berhasil menyelenggarakan Coaching Program for New Exporter (CPNE). Program kolaboratif ini berhasil mengundang 33 UMKM di Kota dan Kabupaten Bekasi. Keberlanjutan program ini akan diselenggarakan kembali di semester 2 tahun ini.
Kerja sama program antara Bea Cukai dan LPEI diharapkan dapat berdampak secara nyata pada peningkatan kinerja UMKM dan IKM di Indonesia, dalam bentuk peningkatan kompetensi dan pengetahuan pelaku UMKM dan IKM, membantu membuka akses pasar dan pembiayaan. (*)
Bekasi, (04/03/2025) – PT Indonesia Chemi-con, salah satu Perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat, menerima kunjungan dari Bea Cukai Bekasi dalam agenda Customs Visit Customer (CVC). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran proses kepabeanan yang berlangsung di Perusahaan penerima fasilitas.
Dalam diskusi, Yanti Sarmuhidayanti selaku Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi menjelaskan bahwa sebagai Perusahaan yang berasal dari Jepang, PT Chemi-con dapat berupaya memanfaatkan situasi perang dagang antara Amerika Serikat dan China untuk mengambil keuntungan strategis. Dengan ketegangan perdagangan yang meningkat antara kedua negara besar ini, Perusahaan melihat adanya peluang untuk memperluas jangkauan pasar di Amerika Serikat, yang dapat mendorong permintaan terhadap produk kapasitor mereka.
“Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan volume penjualan, tetapi juga untuk memperkuat posisi Perusahaan di pasar global dengan menyesuaikan strategi pemasaran dan distribusi guna merespons dinamika ekonomi yang terus berubah,” ujar Yanti.(*)
PT Indonesia Chemi-con adalah perusahaan penerima fasilitas kepabeanan berupa Kawasan Berikat yang merupakan produsen kapasitor dan seal rubber dan telah mengekspor produknya ke Amerka, Eropa dan Asia timur.
Direktur PT Indonesia Chemi-con, Masahito Kanamaya, mengungkapkan bahwa agenda “Customs Visit Customer (CVC)” ini sangat berguna bagi Perusahaan karena di tengah dinamika perubahan aturan yang sering terjadi, perusahaan terus berkomitmen untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan yang ada.
“peraturan dalam administrasi kepabeanan ini selalu ada perubahan aturan dan PT Indonesia Chemi-con akan selalu mengikuti aturan dan akan selalu belajar,” ucap Masahito. (*)