Semua Berita
Bekasi, (16/08/2024) – Untuk menyambut dan memeriahkan gelaran HUT Republik Indonesia ke-79, Bea Cukai Bekasi menggelar kompetisi Sport Week 2024. Acara diikuti oleh para pegawai disetiap seksi dan perwakilan PPNPN. Bea Cukai Sport Week 2024 berlangsung dari 26 Juli s.d. 16 Agustus 2024 dengan venue berlokasi di Aula Bea Cukai Bekasi, Lapangan Voli dan Pelataran Halaman Belakang Kantor.
Dalam sambutannya Wakil Ketua Pelaksana Acara, Syaiful Alison Hakim mengatakan kegiatan ini adalah ajang kompetisi untuk menyatukan visi misi.
“Jadi saya harap tidak ada sekat sekat antar unit, tidak ada unit yang paling menonjol, kita berkompetisi untuk menyatukan visi misi dan tujuan kantor Bea Cukai Bekasi” ucap Syaiful.
Pada Sport Week 2024 banyak Cabor yang dipertandingkan seperti Bola Voli, Tenis Meja, Futsal 3on3. Dipertandingkan juga lomba e-sport Pro Evolution Soccer (PES) dan Mobile Legend Bang Bang selain bidang olahraga diperlombakan kegiatan seni yaitu lomba Make up Competiton, Lomba Tebak Lagu “Bea Cukai Bekasi Berdendang” dan ditutup dengan lomba permainan tradisional.
Unit Seksi Penindakan dan Penyidikan keluar sebagai juara umum dengan mengumpulkan 3 medali emas yaitu pada cabor Tenis Meja, Futsal 3on3 dan Lomba Tebak Lagu “Bea Cukai Bekasi Berdendang”.
Kegiatan Bea Cukai Bekasi Sport Week 2024 ditutup dengan senam bersama dan lomba tradisional serta penyerahan trophy kepada pemenang masing-masing lomba.
Sport Week 2024 ditutup langsung oleh Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi Yanti Sarmuhidayanti.
“Saya sangat senang luar biasa dan terharu dengan adanya diselenggarakan kegiatan Bea Cukai Bekasi Sport Week, kita dapat berkumpul mengikuti ajang lomba olahraga, lomba seni juga dan melihat para pegawai saling bahu membahu, mudah mudahan akan terus berlanjut dikemudian hari karena ini adalah keluarga Bea Cukai Bekasi” tutur Yanti.
Bekasi (16/08) Masih dalam program efektivitas UMKM berorientasi ekspor, tindak lanjut Webinar UMKM “Melihat Peluang Pasar di New Zealand dan Australia” yang dilaksanakan pada Jum’at 24 Juli 2024, Bea Cukai Bekasi menyelenggarakan business matching yang dihadiri oleh UMKM binaan terpilih di lingkungan Bea Cukai Bekasi. Kegiatan diselenggarakan secara daring melalui media teams.
Business matching kali ini dihadiri oleh sejumlah pelaku UMKM yang telah mendapatkan pembinaan dari Bea Cukai Bekasi, dengan tujuan utama untuk memperluas jangkauan pasar mereka, khususnya menuju pasar internasional yakni New Zealand. Melalui acara ini, masing-masing UMKM diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan kurator, Janti Gunawan selaku expert trade facilitator sebagai mitra bisnis dan mempresentasikan produk mereka, membuka peluang baru untuk ekspansi pasar global khususnya New Zealand.
Yanti Sarmuhidayanti selaku Kepala Kantor pada closing statement menyampaikan bahwa Bea Cukai Bekasi akan terus berupaya dalam memberikan fasilitas bagi UMKM untuk menemukan jalannya untuk berhasil ekspor.
“Kami tentu akan terus mengupayakan kegiatan yang menjadi wadah UMKM dalam mencari pangsa pasar terutama pasar internasional, dan kali ini kami dibantu oleh expert trade facilitator yakni Bu Janti,” ungkap Yanti.
Bea Cukai Bekasi berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi para pelaku UMKM, mempermudah mereka dalam memasuki pasar ekspor, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan sektor UMKM.
Bekasi, (14/08/2024) – Pemberian fasilitas kepabeanan merupakan komitmen Bea Cukai Bekasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui perannya sebagai trade facilitator dan industrial assistance. Hal ini dibuktikan dengan pemberian fasilitas kepabeanan berupa tempat penimbunan berikat (TPB) yang telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi perusahaan dan perekonomian secara keseluruhan.
Melalui kegiatan Customs Visit Customer pemberian fasilitas kepabeanan yang tepat sasaran dapat terselenggara. Kali ini pada hari Rabu tanggal 14 Agustus 2024, Bea Cukai Bekasi berkesempatan mengunjungi pabrik yang bergerak di industri paku, mur dan baut dan industri mesin penambangan, penggalian dan konstruksi yaitu PT Komoda Indonesia.
Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti menyatakan apresiasinya kepada PT Komoda Indonesia yang telah memanfaatkan fasilitas kepabeanan berupa Kawasan Berikat. “Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PT Komoda Indonesia yang telah memanfaatkan fasilitas tempat penimbunan berikat (TPB) berupa Kawasan Berikat dengan optimal.
Di lain pihak, Presiden Direktur PT Komoda Indonesia, Hiroshi Nagano mengungkapkan rasa terima kasih kepada Bea Cukai Bekasi yang senantiasa mendukung proses bisnis yang telah berjalan di PT Komoda Indonesia selama ini. “Kunjungan ini tentu sangat membantu kami dalam mengevaluasi regulasi yang selama ini telah berjalan dan dilaksanakan oleh PT Komoda Indonesia. Terima kasih atas perhatian dan kerja sama Bea Cukai Bekasi selama ini, sehingga aktivitas industri dapat terus berjalan dengan baik dan lancar.
Bea Cukai terus berupaya meningkatkan penggunaan fasilitas kepabeanan dengan mendorong para pelaku usaha dalam negeri yang berorientasi ekspor untuk memanfaatkan fasilitas kepabeanan. Melalui pemberian fasilitas kepabeanan, diharapkan para pelaku usaha di dalam negeri dapat mengatur cashflow perusahaan sehingga dapat digunakan untuk pengembangan dan peningkatan kinerja.(*)
Bekasi (13/08/2024) Dewi Nurul Kusuma Wardhani selaku pemilik PT Chipsii Mahkota Indonesia mendapat penghargaan dari Pj Bupati Bekasi pada 12 Agustus 2024. Penghargaan untuk kategori UMKM berhasil ekspor tersebut diserahkan dalam rangkaian acara peringatan Hari UMKM Nasional (Harnas) tingkat Kabupaten Bekasi yang diselenggarakan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kab Bekasi di AEON Mall Delta Cikarang.
Dedy Supriyadi, Sekretaris Daerah Kab Bekasi mewakili PJ Bupati Bekasi menyampaikan apresiasi atas konsistensi semua pihak yang telah berupaya maksimal mengembangkan usaha UMKM,
“kita tidak harus berpuas diri dan berhenti sampai di sini, kita harus terus berinovasi meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar dan jaringan dan memanfaatkan teknologi untuk memperkuat meningkatkan daya saing UMKM di pentas global. Saya berharap melalui kegiatan ini bisa memotivasi kita semua untuk mendukung perkembangan UMKM, mari kita jadikan momentum ini sebagai awal untuk menuju masyarakat yang lebih cerah, di mana UMKM bisa menjadi pilar ekonomi dan potensi yang kuat dan berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Mustafa, Ketua Forum UMKM Kab Bekasi menyampaikan pesannya terkait peranan dan keterlibatan aktif Ditjen Bea dan Cukai dalam mendorong pertumbuhan UMKM melalui digitalisasi dan globalisasi.
“Kami berharap kepada Bea Cukai untuk membantu dan memfasilitasi produk-produk unggulan Kab Bekasi supaya bisa ekspor dan persayaratannya dipermudah agar produk UMKM Bekasi bisa go Internasional, “ungkap Mustafa.
Menanggapi hal tersebut, Undani, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Bekasi yang turut hadir di acara tersebut menyampaikan bahwa Bea Cukai terus berkomitmen untuk mendukung UMKM melalui berbagai program termasuk di antaranya penyelenggaraan UMKM Week yang telah dilaksanakan.
“Kami terus melaksanakan program yang kolaboratif dengan unit Kemenkeu lainnya guna mendorong tumbuh dan kembang UMKM melalui digitalisasi dan globalisasi. Berbagai program edukasi dan sosialisasi ketentuan ekspor bagi UMKM termasuk utilisasi Klinik Ekspor terus digencarkan. Pendampingan pun dilakukan melalui perluasan jaringan dan pangsa pasar melalui business matching dan penyelenggaraan pameran dan bazar,” pungkas Undani.
Bekasi (09/08) Masih dalam rangkaian kegiatan Sports Week menyambut HUT RI ke 79, Bea Cukai Bekasi menyelenggarakan fun games dengan tajuk “Bea Cukai Bekasi Berdendang”pada hari Jum’at, 09 Agustus 2024.
Berlangsung di halaman belakang Bea Cukai Bekasi, kegiatan ini dihadiri oleh pegawai dan PPNPN di lingkungan Bea Cukai Bekasi. Bea Cukai Bekasi berdendang merupakan inisiatif lomba yang menyelaraskan semangat Bea Cukai Bekasi melalui lomba menjelang HUT RI.
Yuwono Sutiasmaji selaku Kepala Seksi PKC V menyampaikan “Acara ini tidak hanya sebagai bentuk perayaan HUT RI ke-79, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi di antara kita semua. Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat meningkatkan semangat kebersamaan dan memperkuat rasa nasionalisme di lingkungan Bea Cukai Bekasi,” ungkap Yuwono.
Lomba berjalan meriah dengan adanya partisipasi peserta lomba perwakilan pada masing-masing seksi. Lomba dibagi menjadi 3 sesi, yakni tebak judul lagu melalui intro, tebak judul melalui cerita, dan terakhir sambung lagu. Loma dimenangkan oleh tim P2, juara 2 oleh tim PLI-Umum serta juara 3 oleh tim KI.
Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi dan memupuk patriotisme dan kekeluargaan Bea Cukai Bekasi.
Bekasi, 8/8/2024 - Kegiatan Bimbingan Mental Kejiwaan telah diselenggarakan Bea Cukai Bekasi pada Kamis Pagi, 8 Agustus 2024. Dengan tema “Membangun keluarga yang penuh kasih, saling menghormati, dan penuh keterbukaan”, kegiatan ini diselenggarakan di Aula Cibitung Lantai 3 Kantor Bea Cukai Bekasi serta online melalui Microsoft Teams.
Yanti Sarmuhidayanti selaku Kepala Kantor mengharapkan dengan adanya pembinaan ini mampu menunjang kemampuan komunikasi pegawai.
“Komunikasi merupakan pilar penting dalam membangun keluarga, sebab keluarga merupakan unit terkecil penunjang kehidupan. Tanpa komunikasi yang baik, maka akan timbul berbagai kesalahpahaman yang mampu memicu banyak masalah dalam keluarga, entah antarpasangan maupun hubungan orang tua dan anak. Saya harapkan dengan adanya pembinaan mental kali ini, dapat menunjang komunikasi pegawai dalam berkeluarga” ujar Yanti pada pembukaan acara.
Materi disampaikan oleh Nurlelita Sudrawati, S.Psi. pegawai pada Bagian Pengembangan Kepegawaian, Sekretariat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Lita juga merupakan Konselor Internal DJBC serta Kementerian Keuangan.
“Keluarga Tempat Bertumbuh” diangkat menjadi judul materi yang disampaikan Lita. Lita menyampaikan beberapa sub-materi seperti Tujuan Menikah, Perbedaan Pria dan Wanita, Long Distance Marriage, Couple Resilience, Love Language, serta Positive Discipline Parenting.
Para pegawai sangat antusias mengikuti pembinaan mental kali ini. Acara sesekali diselingi dengan gelak tawa saat pegawai menjawab beberapa pertanyaan yang Lita ajukan saat diskusi.
Proses pembinaan mental diharapkan mampu mewujudkan pegawai yang menerapkan sikap dan perilaku/kebiasaan yang mencerminkan 4 (empat) bidang bintal yakni bidang ideologi, bidang rohani, bidang kompetensi, bidang kejiwaan di lingkungan DJBC. Di samping itu, proses pembinaan mental juga merupakan salah satu aspek yang diukur dalam tingkat kualitas tata kelola unit kerja.
Oleh karena itu, dengan diselenggarakannya talkshow pembinaan mental ini, diharapkan mampu membentuk pegawai Kementerian Keuangan yang berjiwa nasionalisme, berintegritas, unggul, dan memiliki kesehatan fisik dan mental yang optimal.
“Family is not an important thing. It’s everything” (*).
Bekasi (6/8/2024) Bertempat di Grand Ball Room Hotel Santika Garut, tim PPIH Kota Bekasi dinobatkan sebagai Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Terbaik tahun 2024. Pj Gubernur Jawa Barat yang diwakili Asisten Daerah 1 Jawa Barat Dr. dr.Dodo suhendar, MM menyerahkan langsung piagam apresiasi ke perwakilan Bea Cukai Bekasi sebagai bagian Tim PPIH JKS yang membantu dan mendukung proses layanan keberangkatan dan kepulangan Jamaah haji dari Embarkasi Bekasi.
Pada rapat Evaluasi yang diinisiasi Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat dan berlangsung selama 3 hari dari hari Minggu sampai Selasa 4-6 Agustus 2024 Dodo menyampaikan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini yang berjalan sukses dan lancar tanpa gangguan yang berarti. Indikasi kesuksesan di antaranya menurunnya tingkat kematian Jamaah selama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
“Evaluasi kita lakukan sebagai respons untuk mengumpulkan informasi baik dari internal maupun dari seluruh stake holder guna perbaikan di masa depan. Ada 5 aspek yang harus diperhatikan yaitu: aspek kebijakan, kelembagaaan, sumber daya manusia, manajemen dan yang tak kalah penting aspek teknis operasional,” ujar Dodo.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Prov Jawa Barat, Drs. H Ajam Mustajam Msi menekankan pentingnya pelayanan yang berintegritas sesuai dengan motto “SEHATI”,
“Pelayanan yang berintegritas dengan berfokus kepada Jamaah dan dilakukan dengan penuh keikhlasan akan menghasilkan layanan yang berkualitas dan prima. Untuk itu diperlukan evaluasi dan peningkatan di 3 sektor penting yaitu optimalisasi sistem, perbaikan kualitas dan kuantitas sarana dan infrastruktur serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang tercermin dari perbaikan perilaku”, ungkap Ajam.
Pj Bupati Garut Barnas Adjidin yang turut hadir juga menyampaikan hal yang serupa. Dodo mengatakan bahwa evaluasi merupakan kegiatan yang sangat penting untuk menilai apa yang sudah dilakukan dan mengindentifikasikan masalah yang harus diperbaiki. Barnas juga meminta agar pemerintah daerah lebih banyak dillibatkan sehingga partisipasi masyarakat dapat ditingkatkan, begitu juga optimalisasi anggaran bisa dilakukan dengan perencanaan dan pelaksanaan yang antispatif dan tepat sasaran.
Pada hari kedua, bertindak sebagai panelis, Undani Kepala Seksi PLI Bea Cukai Bekasi yang dipercaya sebagai Kepala Bidang Kepabeanan PPIH JKS menyampaikan review dan usulan untuk perbaikan layanan kepada Jamaah Haji tahun depan.
Undani menggarisbawahi hal yang sudah disampaikan oleh Pj Bupati Garut tentang pentingnya partisipasi aktif dari masyarakat dan dunia usaha.
“Diperlukan informasi yang masif kepada calon Jamaah haji tentang segala kegiatan perhajian, tidak terbatas hanya pada materi manasik saja. Pengetahuan tentang barang penumpang dan barang yang diperbolehkan, dilarang atau dibatasi juga penting disampaikan sebelum proses keberangkatan agar layanan semakin cepat dan nyaman tanpa gangguan, kegiatan sosialisasi dan edukasi bisa dilaksanakan secara kolaboratif ” ujar Undani.
Bea Cukai Bekasi dan Cirebon siap berkolaborasi dengan berbagai pihak baik Kemendag di tingkat daerah maupun dengan Forum Komunikasi Badan Penyelenggaraan Ibadah Haji (FK BPIH) dan Lembaga BPIH lainnya di daerah.
Bea Cukai Bekasi dan Cirebon pada tahun ini melayani 40.594 Jamaah haji yang terbagi menjadi 93 kloter. Embarkasi Bekasi melayani 27.526 orang jamaah asal daerah Bekasi, Bogor, Sukabumi Cianjur, Cikarang dan daerah sekitar yang berangkat dan pulang melalui Bandara Soekarno Hatta dan terbagi menjadi 63 kloter sedangkan Embarkasi Indramayu melayani 13.068 jamaah haji atau 30 kloter asal daerah Tasik, Cirebon, Indramayu Kuningan dan sekitarnya. (*)
Bekasi (02/08) Masih dalam rangkaian acara SPORT WEEKS, Bea Cukai Bekasi menyelenggarakan lomba make up khusus pegawai wanita bertajuk “Unlock Your Potential Beauty”. Bertempat di selasar halaman belakang Bea Cukai Bekasi, acara berlangsung meriah dan antusiasme peserta perwakilan masing-masing seksi.
Supriyadi selaku Ketua Pengarusutamaan Gender (PUG) Bea Cukai Bekasi menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu realisasi program PUG pada tahun 2024. Melalui pelaksanaan lomba merias ini, diharapkan mampu meningkatkan semangat implementasi PUG di Bea Cukai Bekasi. Melalui kegiatan ini perempuan diberi ruang untuk berkreasi dan mengekspresikan diri dan kemampuannya.
“Saya mengucapkan apresiasi kepada panitia yang telah menginisiasi pelaksanaan kegiatan ini, semoga hal ini dapat meningkatkan semangat kantor BC Bekasi dalam implementasi PUG. PUG merupakan strategi untuk meyakinkan kita semua bahwa isu gender diperhatikan dan diimplementasikan dalam program dan perencanaan,” ungkap Supriyadi.
Pegawai menyambut baik kegiatan ini, para peserta bebas mengekspresikan bakatnya dalam merias wajah perwakilan pada seksinya. Alat makeup telah disediakan oleh panitia sehingga para peserta harus menunjukkan kemampuannya dengan alat yang ada. Keunikan dari lomba ini adalah peserta terdiri dari kelompok dan melakukan secara estafet dengan dibatasi waktu.
Setelah melalui proses penilaian juri, Subbagian Umum meraih juara I, Seksi Perbendaharaan, PKC, PLI dan PDAD meraih juara 2, juara 3 diraih oleh perwakilan Hanggar Pabean dan Cukai, sedangkan juara 4 diraih oleh seksi KI dan P2.
Pada akhirnya, lomba bukan hanya soal kompetisi, tetapi dapat menginspirasi banyak kita semua untuk mengeksplor dan mengekpresikan keindahan di sekitar kita.
Bekasi (01/08) Bea Cukai Bekasi kembali bersinergi dengan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) untuk tingkatkan optimalisasi penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Kali ini kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti berkesempatan mengunjungi Mako Satpol PP Kabupaten Bekasi pada Rabu 31 Juli 2024. Muhibah diterima langsung Kepala Satuan Pamong Praja Kab Bekasi Drs. Surya Wijaya MM. di ruang kerjanya.
Yanti dan Surya bersepakat perlunya peningkatan optimalisasi penggunaan DBCHT agar berdaya guna dan berhasil guna. Indikasi dari keberhasilan program kegiatan ditandai dengan adanya dampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan, peningkatan kesadaran kepatuhan masyarakat dan berkurangnya ekses negatif pemakaian BKC khususnya Hasil Tembakau.
“Kita perlu melakukan review dan monitoring pelaksanaan program kegiatan yang selama ini telah dilakukan. Kita tidak hanya terpaku pada besaran poin positif yang dihasilkan, tetapi lebih jauh lagi harus mengukur dampak langsung pelaksanaan serangkaain program DBHCHT”, ujar Yanti.
Senada dengan Yanti, Kasatpol PP, Surya juga menambahkan perlunya sinergi antarinstansi yang melibatkan tidak hanya di OPD Kabupaten Bekasi tetapi juga dengan aparat penegak hukum lainnya termasuk juga instansi vertikal seperti Kementerian Keuangan.
“Kolaborasi, koordinasi harus dimulai tidak hanya pada saat pelaksanaan program dan kegiatan tetapi bahkan bisa dimulai pada saat perencanaan pengusulan hingga penetapan program kegiatan yang dilaksanakan. Daya dukung dari masing-masing instansi akan semakin meningkatkan efisiensi anggaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Surya.
Penyampaian informasi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Cukai kepada masyarakat dan pemangku kepentingan yang tepat sasaran menjadi hal penting yang harus diperhatikan dalam program bidang penegakan hukum dari tiga prioritas penggunaaan DBH CHT. Dua bidang lainnya adalah bidang kesejahteraan masyarakat dan bidang kesehatan. Program represif seperti joint operation, operasi gabungan hingga program pengumpulan informasi yang selama ini telah berkinerja baik harus ditingkatkan namun dimbangi dengan upaya preventif berupa sosialisasi dan edukasi yang tepat sasaran. (*)