Semua Berita

Selenggarakan Pembinaan Mental Kejiwaan, Bea Cukai Bekasi Tunjang Kemampuan Komunikasi Pegawai dalam Berkeluarga

Bekasi, 8/8/2024 - Kegiatan Bimbingan Mental Kejiwaan telah diselenggarakan Bea Cukai Bekasi pada Kamis Pagi, 8 Agustus 2024. Dengan tema “Membangun keluarga yang penuh kasih, saling menghormati, dan penuh keterbukaan”, kegiatan ini diselenggarakan di Aula Cibitung Lantai 3 Kantor Bea Cukai Bekasi serta online melalui Microsoft Teams.

Yanti Sarmuhidayanti selaku Kepala Kantor mengharapkan dengan adanya pembinaan ini mampu menunjang kemampuan komunikasi pegawai.

 “Komunikasi merupakan pilar penting dalam membangun keluarga, sebab keluarga merupakan unit terkecil penunjang kehidupan. Tanpa komunikasi yang baik, maka akan timbul berbagai kesalahpahaman yang mampu memicu banyak masalah dalam keluarga, entah antarpasangan maupun hubungan orang tua dan anak. Saya harapkan dengan adanya pembinaan mental kali ini, dapat menunjang komunikasi pegawai dalam berkeluarga” ujar Yanti pada pembukaan acara.

Materi disampaikan oleh Nurlelita Sudrawati, S.Psi. pegawai pada Bagian Pengembangan Kepegawaian, Sekretariat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Lita juga merupakan Konselor Internal DJBC serta Kementerian Keuangan.

“Keluarga Tempat Bertumbuh” diangkat menjadi judul materi yang disampaikan Lita. Lita menyampaikan beberapa sub-materi seperti Tujuan Menikah, Perbedaan Pria dan Wanita, Long Distance Marriage, Couple Resilience, Love Language, serta Positive Discipline Parenting.

Para pegawai sangat antusias mengikuti pembinaan mental kali ini. Acara sesekali diselingi dengan gelak tawa saat pegawai menjawab beberapa pertanyaan yang Lita ajukan saat diskusi.

Proses pembinaan mental diharapkan mampu mewujudkan pegawai yang menerapkan sikap dan perilaku/kebiasaan yang mencerminkan 4 (empat) bidang bintal yakni bidang ideologi, bidang rohani, bidang kompetensi, bidang kejiwaan di lingkungan DJBC. Di samping itu, proses pembinaan mental juga merupakan salah satu aspek yang diukur dalam tingkat kualitas tata kelola unit kerja.

Oleh karena itu, dengan diselenggarakannya talkshow pembinaan mental ini, diharapkan mampu membentuk pegawai Kementerian Keuangan yang berjiwa nasionalisme, berintegritas, unggul, dan memiliki kesehatan fisik dan mental yang optimal.

 “Family is not an important thing. It’s everything” (*).

Tim Bekasi Peroleh Penghargaan Penyelenggara Ibadah Haji Terbaik 2024

Bekasi (6/8/2024) Bertempat di Grand Ball Room Hotel Santika Garut, tim PPIH Kota Bekasi dinobatkan sebagai Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Terbaik tahun 2024.  Pj Gubernur Jawa Barat yang diwakili Asisten Daerah 1 Jawa Barat Dr. dr.Dodo suhendar, MM menyerahkan langsung piagam apresiasi ke perwakilan Bea Cukai Bekasi sebagai bagian Tim PPIH JKS yang  membantu dan mendukung proses layanan keberangkatan dan kepulangan Jamaah haji dari Embarkasi  Bekasi.

Pada rapat Evaluasi yang diinisiasi Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat dan  berlangsung selama 3 hari dari hari Minggu  sampai Selasa 4-6 Agustus 2024 Dodo menyampaikan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini yang berjalan sukses dan lancar  tanpa gangguan yang berarti.  Indikasi kesuksesan di antaranya menurunnya tingkat kematian Jamaah selama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

“Evaluasi kita lakukan sebagai respons untuk mengumpulkan informasi baik dari internal maupun dari seluruh stake holder guna perbaikan di masa depan.  Ada 5 aspek yang harus diperhatikan yaitu:  aspek kebijakan, kelembagaaan, sumber daya manusia, manajemen dan yang tak kalah penting aspek teknis operasional,” ujar Dodo.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Prov Jawa Barat,  Drs.  H Ajam Mustajam Msi menekankan pentingnya pelayanan yang berintegritas sesuai dengan motto “SEHATI”,

“Pelayanan yang berintegritas dengan berfokus kepada Jamaah dan dilakukan dengan penuh keikhlasan akan menghasilkan layanan yang berkualitas dan prima.  Untuk itu diperlukan evaluasi dan peningkatan di 3 sektor penting yaitu optimalisasi sistem, perbaikan kualitas dan kuantitas sarana dan infrastruktur serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang tercermin dari perbaikan perilaku”, ungkap Ajam.

Pj Bupati Garut Barnas Adjidin yang turut hadir juga menyampaikan hal yang serupa. Dodo mengatakan bahwa evaluasi  merupakan kegiatan yang sangat penting untuk menilai apa yang sudah dilakukan dan mengindentifikasikan masalah yang harus diperbaiki. Barnas juga meminta agar pemerintah daerah lebih banyak dillibatkan  sehingga partisipasi masyarakat dapat ditingkatkan, begitu juga optimalisasi anggaran bisa dilakukan dengan perencanaan dan pelaksanaan yang antispatif dan tepat sasaran.

Pada hari kedua, bertindak sebagai panelis, Undani Kepala Seksi PLI Bea Cukai Bekasi  yang dipercaya sebagai Kepala Bidang Kepabeanan PPIH JKS menyampaikan review dan usulan untuk perbaikan layanan kepada Jamaah Haji tahun depan.

Undani menggarisbawahi hal yang sudah disampaikan oleh Pj Bupati Garut tentang pentingnya partisipasi aktif dari masyarakat dan dunia usaha.

“Diperlukan informasi yang masif kepada calon Jamaah haji tentang segala kegiatan perhajian, tidak terbatas hanya pada materi manasik saja. Pengetahuan tentang barang penumpang dan barang yang diperbolehkan, dilarang atau dibatasi juga penting disampaikan sebelum proses keberangkatan agar layanan semakin cepat dan nyaman tanpa gangguan, kegiatan sosialisasi dan edukasi bisa dilaksanakan secara kolaboratif ” ujar Undani.

Bea Cukai Bekasi dan Cirebon siap berkolaborasi dengan berbagai pihak baik Kemendag di tingkat daerah maupun dengan Forum Komunikasi Badan Penyelenggaraan Ibadah Haji  (FK BPIH) dan Lembaga BPIH lainnya di daerah.  

Bea Cukai Bekasi dan Cirebon pada tahun ini melayani 40.594 Jamaah haji yang terbagi menjadi 93 kloter.  Embarkasi Bekasi melayani 27.526 orang  jamaah asal daerah Bekasi, Bogor, Sukabumi Cianjur, Cikarang dan daerah sekitar  yang berangkat dan pulang melalui Bandara Soekarno Hatta  dan terbagi menjadi 63 kloter sedangkan  Embarkasi Indramayu  melayani 13.068 jamaah haji atau 30 kloter asal daerah Tasik, Cirebon, Indramayu Kuningan dan sekitarnya. (*)

“Unlock Your Beauty”; Ekspresikan Diri Lewat Lomba Makeup PUG Bea Cukai Bekasi

Bekasi (02/08) Masih dalam rangkaian acara SPORT WEEKS, Bea Cukai Bekasi menyelenggarakan lomba make up khusus pegawai wanita bertajuk “Unlock Your Potential Beauty”. Bertempat di selasar halaman belakang Bea Cukai Bekasi, acara berlangsung meriah dan antusiasme peserta perwakilan masing-masing seksi.

Supriyadi selaku Ketua Pengarusutamaan Gender (PUG) Bea Cukai Bekasi menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu realisasi program PUG pada tahun 2024. Melalui pelaksanaan lomba merias ini, diharapkan mampu meningkatkan semangat implementasi PUG di Bea Cukai Bekasi. Melalui kegiatan ini perempuan diberi ruang untuk berkreasi dan mengekspresikan diri dan kemampuannya.

“Saya mengucapkan apresiasi kepada panitia yang telah menginisiasi pelaksanaan kegiatan ini, semoga hal ini dapat meningkatkan semangat kantor BC Bekasi dalam implementasi PUG. PUG merupakan strategi untuk meyakinkan kita semua  bahwa isu gender diperhatikan dan diimplementasikan dalam program dan perencanaan,” ungkap Supriyadi.

Pegawai menyambut baik kegiatan ini, para peserta bebas mengekspresikan bakatnya dalam merias wajah perwakilan pada seksinya. Alat makeup telah disediakan oleh panitia sehingga para peserta harus menunjukkan kemampuannya dengan alat yang ada.  Keunikan dari lomba ini adalah peserta terdiri dari kelompok dan melakukan secara estafet dengan dibatasi waktu.

Setelah melalui proses penilaian juri, Subbagian Umum meraih juara I, Seksi Perbendaharaan, PKC, PLI dan PDAD meraih juara 2, juara 3 diraih oleh perwakilan Hanggar Pabean dan Cukai, sedangkan juara 4 diraih oleh seksi KI dan P2.

Pada akhirnya, lomba bukan hanya soal kompetisi, tetapi dapat menginspirasi banyak kita semua untuk mengeksplor dan mengekpresikan keindahan di sekitar kita.

Bea Cukai Bekasi dan Satpol PP Kab Bekasi Bersinergi Tingkatkan Optimalisasi DBHCHT

Bekasi (01/08) Bea Cukai Bekasi kembali bersinergi dengan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) untuk tingkatkan optimalisasi penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Kali ini kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti  berkesempatan mengunjungi Mako Satpol PP Kabupaten Bekasi pada Rabu 31 Juli  2024. Muhibah diterima langsung Kepala Satuan Pamong Praja Kab Bekasi Drs. Surya Wijaya  MM.   di ruang kerjanya.

Yanti dan Surya bersepakat perlunya peningkatan optimalisasi penggunaan DBCHT agar berdaya guna dan berhasil guna. Indikasi dari keberhasilan program kegiatan   ditandai dengan  adanya dampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan, peningkatan kesadaran kepatuhan masyarakat dan berkurangnya ekses negatif pemakaian BKC khususnya Hasil Tembakau.

“Kita perlu melakukan review dan monitoring pelaksanaan program kegiatan yang selama ini telah dilakukan. Kita tidak hanya terpaku pada besaran poin positif yang dihasilkan, tetapi lebih jauh lagi harus mengukur dampak langsung  pelaksanaan serangkaain program DBHCHT”, ujar Yanti.

Senada dengan Yanti, Kasatpol PP, Surya juga menambahkan perlunya sinergi antarinstansi yang melibatkan tidak hanya di OPD Kabupaten Bekasi tetapi juga dengan aparat penegak hukum lainnya  termasuk juga  instansi vertikal seperti  Kementerian Keuangan.

“Kolaborasi, koordinasi harus dimulai tidak hanya pada saat pelaksanaan program dan kegiatan tetapi bahkan bisa dimulai pada saat perencanaan pengusulan hingga penetapan program kegiatan yang dilaksanakan. Daya dukung dari masing-masing instansi akan semakin meningkatkan efisiensi anggaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Surya.

Penyampaian informasi ketentuan peraturan perundang-undangan  di  bidang Cukai kepada masyarakat dan pemangku kepentingan yang tepat sasaran menjadi hal penting yang harus diperhatikan dalam  program  bidang penegakan hukum dari tiga prioritas penggunaaan DBH CHT. Dua  bidang lainnya adalah bidang  kesejahteraan masyarakat dan bidang kesehatan.  Program represif seperti joint operation, operasi gabungan hingga program pengumpulan  informasi yang selama ini telah berkinerja baik harus ditingkatkan namun dimbangi dengan upaya preventif berupa sosialisasi dan edukasi yang tepat sasaran. (*)

Bea Cukai Bekasi Berkolaborasi dengan Dinas Perdagangan Kab Bekasi, Ajak Pengusaha Minol Penuhi Legalitas Usaha

Bekasi (30/07/2024) “Legal itu mudah”, jargon tersebut terus didengungkan  tim sosialisasi Bea Cukai Bekasi pada saat menjadi narasumber di Hotel Zuri Cikarang Jawa Barat pada Selasa, 30 Juli 2024. Acara bertema  pengendalian, pengawasan peredaran dan penjualan  Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) diselenggarakan oleh Dinas  Perdagangan Kabupaten Bekasi dan dihadiri 80 pengusaha, pemilik bisnis, manajer  restoran,  hotel dan tempat wisata di Kabupatem Bekasi, termasuk anggota Perhimpunan  Hotel dan Restoran  Indonesia (PHRI).

Taufik Hidayat, Sekretaris Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakan kegiatan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan  dan kemampuan  pelaku usaha di Kabupaten Bekasi terutama pengusaha  yang bergerak di sektor jasa makanan dan minuman.

“Kami mengharapkan agar para pengusaha di Kabupaten  Bekasi  dapat memahami dan mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat, akurat dan transparan  dalam mengurus surat izin  usaha perdagangan  minuman beralkohol  khususnya golongan B dan C  termasuk juga para pengecer  dan penjual langsung  minum di tempat’’ , ujar Taufik.

Bertindak sebagai narasumber,  Yuwono Sutiasmaji, kepala Seksi  Pelayanan Kepabeanan dan Cukai  V Bea Cukai Bekasi. Yuwono menjelaskan konsep dasar, pengertian,  saat pelunasan dan terutang  Cukai. Pada sesi akhir Yuwono juga menjelaskan Nomor Pokok Pengusaha Bea dan Cukai (NPPBKC) meliputi prosedur, syarat formal  hingga proses pengajuan.

Narasumber kedua, Undani, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Bekasi menjelaskan tentang pita cukai 2024. Selain menjelaskan fungsi, peranan, bentuk warna dan desain baru pita cukai 2024, Undani juga menjelaskan teknik identiikasi pita cukai. Praktik pengidentifikasian dengan cara kasat mata, menggunakan alat kaca pembesar dan senter UV pun tak luput mendapat perhatian dari peserta sosialisasi.

Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman dan meningkatkan pengetahuan tentang cukai, namun lebih jauh diharapkan tumbuh kesadaran dan kepatuhan untuk selalu memenuhi ketentuan umum cukai. (*)

Gandeng KPK, Bea Cukai Bekasi Jadi Pilot Project Sistem Manajemen Anti Penyuapan Badan Usaha

Bekasi (30/07/2024)  Bea Cukai Bekasi menjadi pilot project penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) Badan Usaha pada tahun 2024 ini.  Inisiatif strategis tersebut dilakukan sebagai upaya mendukung terbentuknya Island of Integrity di Bea Cukai Bekasi. Untuk mewujudkan hal tersebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pelatihan verifikator aplikasi Jaga.Id bagi pegawai yang ditunjuk  di Gedung Pusat Edukasi  Antikorupsi  KPK pada Senin 29 Juli 2024.

Direktur Antikorupsi Badan Usaha KPK, Aminudin membuka acara dan menyampaikan sambutan.  Aminuddin mengapresiasi inisiatif strategis Kanwil DJBC Jakarta yang telah menggandeng KPK dalam mewujudkan lingkungan birokrasi yang bersih dan transparan.

“Kami berharap program pencegahan korupsi dan pembentukan komunitas antikorupsi melalui penerapan Jaga.Id oleh entitas perusahaan di bawah Kanwil DJBC Jakarta  ini bisa berhasil dan selanjutnya dapat diduplikasi di Kementerian lain di Indonesia”, ujar Aminudin

Firman Sane hanafiah  Kepala Bidang Kepatuhan Internal yang turut hadir dan memberikan pesan penting kepada verifikator dari 3 kantor vertikal di bawah Kanwil DJBC Jakarta. Firman mengharapkan agar moment penting menjaga integritas ini bisa menghasilkan dampak signifikan bagi upaya menjaga integritas tidak hanya bagi pegawai Bea Cukai tetapi juga bagi badan usaha yang berada di bawah pelayanan dan pengawasan Bea Cukai di Kanwil DJBC Jakarta.

“Inisiatif strategis penerapan SMAP Badan Usaha merupakan inisiatif strategis yang harus diwujudkan demi membentuk komunitas antikorupsi. Tentu saja hal ini memerlukan kolaborasi tidak hanya dari sektor pemerintah tetapi juga  sektor swasta dengan pendampingan langsung dari KPK”, ungkap Firman.

Melalui berbagai program antikorupsi Bea Cukai Bekasi melakukan upaya preventif melalui sosialisasi dan edukasi antikorupsi bagi pegawai dan pengguna jasa. Dampak langsung yang diharapkan dengan  berbagai kegiatan tersebut tidak lain tumbuhnya kesadaran baik personal maupun kolektif akan budaya anti gratifikasi sehingga komunitas antikorupsi yang diharapkan dapat terwujud. (*)

Berikan Pelayanan Optimal Kepada Penerima Fasilitas Kawasan Berikat, Bea Cukai Bekasi Lakukan Customs Visit Customer

Bekasi, (25/07/2024) – Sebagai bentuk asistensi kepada pengguna jasa serta upaya pengawasan untuk meningkatkan kepatuhan pengguna jasa, Bea Cukai Bekasi kembali melakukan kegiatan rutin berupa Customs Visit Customer (CVC). Kunjungan tersebut dilakukan pada hari Kamis tanggal 25 Juli 2024 ke PT Sanken Indonesia yaitu pabrik manufaktur dengan hasil produksinya Power Transformer dan Switching Power Supply Unit.

Sebelumnya kunjungan serupa kepada para pelaku usaha penerima fasilitas Tempat Penimbunan Berikat juga dilakukan oleh Bea Cukai Bekasi untuk melihat secara langsung implementasi tata laksana Kawasan Berikat termasuk pengelolaan IT Inventory dan CCTV pada hari Selasa tanggal 17 Juli 2024 ke PT Nagai Plastic Indonesia.

Pimpinan PT Sanken Indonesia, Yoshiyuki Sone mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang diberikan oleh Bea Cukai Bekasi. “Terima kasih atas kunjungan istimewa dari Bea Cukai Bekasi. Kami senang dapat berbagi proses bisnis kami agar dapat mengatasi kendala yang dihadapi. Semoga kita bisa menjaga integritas sebagai komitmen dalam melayani industri,” ujarnya.

Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti mengatakan bahwa Komitmen Bea Cukai Bekasi untuk mendukung dan memfasilitasi pelaku usaha dalam melakukan kegiatan ekspor dengan efektif dan efisien terus dilakukan agar proses bisnis kepabeanan dan cukai dapat terlaksana sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Bea Cukai Bekasi berharap dapat mendorong semangat kompetisi yang sehat di antara pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ekspor mereka. Langkah ini diharapkan dapat membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui peningkatan penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai,” pungkas Yanti.(*)

Bea Cukai Bekasi Selenggarakan Webinar UMKM Go Global : “Melihat Peluang Pasar di New Zealand dan Australia”

Bekasi (29/07) Dalam rangka optimalisasi program efektivitas asistensi UMKM berorientasi ekspor, Bea Cukai Bekasi menyelenggarakan webinar UMKM Go Global dengan tema “Melihat Peluang Pasar UMKM di New Zealand dan Australia” pada hari Jum’at, 24 Juli 2024. Webinar UMKM Go Global kali ini dihadiri oleh tak kurang dari 100 orang perwakilan UMKM binaan di lingkungan Bea Cukai seluruh Indonesia dan beberapa perwakilan dinas terkait.

            Yanti Sarmuhidayanti selaku Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta webinar yang telah menyempatkan waktunya untuk mengikuti kegiatan tersebut. Yanti berharap kegiatan ini dapat menjadi media UMKM dalam menemukan peluang ekspor, memberikan pemahaman tentang prosedur dan regulasi yang terlibat dalam ekspor, dan mendorong UMKM untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk mereka.

“Tak lupa saya sampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ibu Janti Gunawan yang telah meluangkan waktunya untuk menjadi narasumber pada acara kali ini,” ungkap Yanti.

     Janti Gunawan sebagai expert trade facilitator berkesempatan menjadi narasumber. Sesuai dengan tema kali ini “Melihat Peluang Pasar UMKM di New Zealand dan Australia” memberikan pemahaman kepada UMKM tentang potensi pasar ekspor yang ada di dua negara tersebut.Janti berharap UMKM dapat memperoleh informasi strategis mengenai permintaan pasar, regulasi perdagangan, dan peluang bisnis yang dapat diambil untuk memperluas jangkauan produk dan layanan mereka ke pasar internasional yang menjanjikan.

Acara berlangsung interaktif dengan adanya diskusi dan tanya jawab oleh UMKM yang antusias dalam mengikuti acara. Bea Cukai Bekasi berharap kegiatan ini dapat memberi manfaat bagi UMKM sehingga UMKM dapat mewujudkan targetnya untuk ekspor ke penjuru dunia.

 

JuniKolaborasi Apik! Bea Cukai Bekasi Siap Gandeng Dinas Koperasi dan UKM Kota Bekasi Jembatani UMKM Go Internasional

Bekasi (19/07) Bertempat di Kantor Dinas Koperasi dan UKM pad Jumat 19 Juli 2024, Bea Cukai Bekasi dalam hal ini diwakili oleh Yanti Sarmuhidayanti selaku Kepala Kantor berkesempatan untuk melakukan kunjungan. Program kunjungan  kali ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan  kolaborasi Bea Cukai Bekasi dan Dinas Koperasi dan UKM Kota Bekasi khususnya dalam optimalisasi perannya bagi UMKM di wilayah Kota Bekasi.

Dalam pertemuan tersebut, Yanti Sarmuhidayanti menyampaikan komitmen Bea Cukai Bekasi untuk terus mendukung program pemerintah dalam memajukan UMKM sejalan dengan inisiatif strategis Kementerian Keuangan. Hal ini diharapkan dapat mempermudah akses UMKM untuk melakukan ekspor ke pasar luar negeri.

"Kami berkomitmen untuk mendukung UMKM dalam mengoptimalkan potensinya di pasar global. Kolaborasi ini akan membantu UMKM memperluas jangkauan bisnisnya dan meningkatkan daya saing produk local untuk go internasional," ungkap Yanti.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bekasi, Dra Rita Hartati, MM menyambut baik kunjungan dari Bea Cukai Bekasi dan menegaskan kesiapannya untuk bekerja sama dalam mendukung UMKM lokal. Rita berharap kolaborasi ini akan memberikan manfaat besar bagi perkembangan UMKM di Kota Bekasi dan membuka peluang lebih luas di pasar internasional.

Dengan adanya kunjungan ini, ke depannya diharapkan sinergi antara Bea Cukai Bekasi dan Dinas Koperasi dan UKM Kota Bekasi semakin kuat dan mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan UMKM serta ekonomi lokal semakin mengglobal melalui masing-masing perannya. (*)