Semua Berita

BERAKSI#3 : Dukung Gaya Hidup Sehat, Bea Cukai Bekasi Sosialisasikan  “Healthy Living Without Cancer”

Bekasi, 12/09/2024 – Program Belajar Aktualisasi Penuh Inspirasi (BERAKSI) Bea Cukai Bekasi kini hadir kembali. Pada seri ke-3 kali ini, BERAKSI hadir dengan tema “Healthy Living Without Cancer”. Diselenggarakan di Aula Cibitung Lantai 3 pada Kamis 12 September 2024, BERAKSI diikuti langsung oleh tak kurang dari 60 pegawai. Disamping terselenggara secara luring, BERAKSI disiarkan pula melalui Microsoft Teams bagi para pegawai yang bertugas di luar kantor induk.

Pada pembukaan acara, Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti menyampaikan sambutannya.

“Seperti yang kita ketahui bersama, pada masa kini jumlah penderita kanker di Indonesia makin meningkat. Padahal pada zaman dahulu hanya segelintir orang yang mengalami Kanker ataupun Tumor. Kira-kira apa saja penyebabnya? Kami mengadakan Sosialisasi Tumor dan Kanker dalam program BERAKSI sebagai upaya preventif, agar pegawai di lingkungan Bea Cukai Bekasi memiliki informasi dan ilmu yang cukup sebagai bekal menjaga kesehatan diri dan keluarga”.

Materi disampaikan oleh Ikhsan Afif Harmedi, Kepala Cabang Yayasan Binaan Kanker Nusantara Jawa Barat. Materi terfokus pada kanker prostat, kanker serviks serta kanker payudara. Serba serbi penyebab, gejala awal hingga cara pencegahan disampaikan dengan interaktif. Para pegawai juga turut diajarkan cara deteksi dini kanker payudara yang bisa dipraktikkan di rumah.

“Pemicu kanker bisa berasal dari internal maupun eksternal tubuh. Beberapa di antaranya adalah karena gaya hidup yang kurang baik, makanan yang banyak mengandung pengawet dan pewarna buatan, atau karena tingkat stres yang tinggi” ujar Ikshan.

Program BERAKSI juga merupakan upaya Bea Cukai Bekasi dalam mengoptimalisasi work life balance pegawai. Work life balance menurut para peneliti dinilai sebagai kondisi seimbang antara peran dalam pekerjaan dan peran dalam kehidupan pribadi yang dimiliki oleh individu tanpa mengorbankan salah satu peran yang dimilikinya, serta minimalnya konflik yang terjadi antara kedua peran tersebut. (*).

Tingkatkan Koordinasi dan  Strategi Komunikasi,  Bea Cukai Bekasi  Sambangi TVRI Jawa Barat

Bandung (12/09/2024), Pada Kamis 12 September 2024, Bea Cukai Bekasi mengunjungi Kantor Stasiun TVRI Jawa Barat yang beralamat di Jl. Raya Cibaduyut Raya No.269, Bandung Jawa Barat. Kunjungan ini bertujuan untuk mengoptimalisasi pengelolaan komunikasi dan koordinasi strategi komunikasi presisi pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Bekasi dengan cara menjalin kerja sama dengan Stasiun TVRI Jawa Barat.

Kunjungan ini disambut langsung oleh Kepala Kantor Stasiun TVRI Jawa Barat,   Akhbar Sahidi. Bertempat di Ruangan Kepala Kantor Stasiun TVRI Jawa Barat, Sahidi menerima rombongan sekaligus mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Bea Cukai Bekasi.

Pada kunjungan ini, Yanti Sarmuhidayanti selaku Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi menyampaikan niatnya untuk menjalin hubungan kerjasama dengan dengan Stasiun TVRI Jawa Barat.  Khususnya menyiarkan program – program Kantor Bea Cukai Bekasi, yaitu melalui program Talkshow maupun program lainnya, karena seperti yang kita ketahui selama ini, program Bea Cukai Bekasi lebih sering di sampaikan lewat media audio sperti radio.

Untuk ke depannya, TVRI Jawa Barat dengan slogan Sobat Urang Sararea (Sahabat Kita Semua), akan menjalin MoU atau Hubungan Kerja Sama dengan Kantor Bea Cukai Bekasi. Selain ikut menyiarkan program – program Kantor Bea Cukai Bekasi, Kantor Stasiun TVRI Jawa Barat juga akan memberikan pelatihan kepada Pegawai Kantor Bea Cukai Bekasi untuk meningkatkan kemampuan dalam penyiaran maupun jurnalistik (*)

Kawal Penerimaan Cukai, Bea Cukai Bekasi kunjungi PT Delta Djakarta, Tbk.

Bekasi (11/9) – Memasuki akhir triwulan III, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Tipe Madya Pabean A Bekasi lakukan Customs Visit Customer ke perusahaan penerima fasilitas cukai, PT Delta Djakarta,Tbk. Customs Visit Customer (CVC) merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Bea Cukai dengan melakukan kunjungan kepada pengguna jasa guna menjalin komunikasi dan mengetahui lebih dalam proses bisnis pengguna jasa.

PT Delta Djakarta,Tbk. Sendiri merupakan pengusaha barang kena cukai yang sampai bulan Agustus tahun 2024 ini sudah menyumbang Rp. 305.382.579.000 atau sebesar 37,52% persen dari target penerimaan cukai KPPBC TMP A Bekasi di tahun 2024.

“merupakan salah satu concern kami tentunya untuk terus mengasistensi perusahaan penerima fasilitas fiskal dalam menjalankan proses bisnisnya, karena proses bisnis yang berjalan dengan baik pasti akan menghasilkan kontribusi yang besar pula pada negara. Efeknya kita turut berperan pada pergerakan ekonomi bangsa Indonesia. Maka dari itu hari ini kami melakukan kunjungan ke PT Delta Djakarta,Tbk.” Pungkas Yanti Sarmuhidayanti selaku kepala KPPBC TMP A Bekasi.

Tentunya kunjungan KPPBC TMP A Bekasi disambut baik oleh PT Delta Djakarta. Mereka turut menjelaskan tantangan ekonomi yang terjadi di pasar pada konsumsi Minuman mengandung Etil alcohol (MMEA) terutama golongan A. Kontraksi pasar yang terjadi di awal 2023 atau pasca pandemic Covid masih terus berlangsung sampai detik ini. Namun PT Delta Djakarta menjelaskan strategi pasar yang telah mereka canangkan untuk tetap terus menjaga kontribusi kepada pergerakan ekonomi Indonesia melalui kontribusi penerimaan cukai.

Pemanfataan Fasilitas Fiskal di Indonesia, Agen Fasilitas TPB dan KITE Bea Cukai Bekasi Dampingi Perusahaan Potensial Berorientasi Ekspor

Bekasi, (09/09/2024) – Agen Fasilitas TPB dan KITE Bea Cukai Bekasi melakukan peranannya dengan mendampingi perusahaan industri pembuatan Mata Pisau Cutter dan Mata Pisau Pemotong Rumput yaitu PT Iljin New Technology Steel. Pendampingan dilakukan pada hari Senin tanggal 09 September 2024 saat proses pemaparan proses bisnis perusahaan dalam rangka pemberian fasilitas kepabeanan berupa KB ke Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Rusman Hadi mengatakan pemberian fasilitas kepabeanan yang dilakukan merupakan langkah nyata dukungan pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional melalui program peningkatan ekspor, penyerapan tenaga kerja, dan investasi yang yang diharapkan bisa memberikan efek multiplier bagi ekonomi Indonesia

“Fasilitas TPB dan KITE yang diberikan sebagai bentuk kemudahan berusaha di Indonesia dapat dimanfaatkan oleh perusahaan dengan tetap menjunjung tinggi integritas dan senantiasa taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Rusman.

Beralamat di Kawasan Industri Delta Silicon 8 di wilayah pengawasan Bea Cukai Bekasi, PT Iljin New Technology Steel telah memenuhi persyaratan lokasi sebagaimana tercantum dalam ketentuan Pasal 4 ayat (1) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.04/2018 jo. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK.04/2021 tentang Kawasan Berikat yaitu “Kawasan Berikat harus berlokasi di Kawasan industri atau kawasan budidaya sesuai dengan rencana tata ruang wilayah yang ditetapkan”.

Selama tahun 2024 Bea Cukai Bekasi telah memberikan fasilitas TPB dan KITE kepada perusahaan industri yang berorientasi ekspor sejumlah 9 perusahaan. Dimulai pada awal tahun 2024 di tanggal 08 Januari 2024 Bea Cukai Bekasi melalui Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta melakukan pemberian fasilitas GB Pendukung Kegiatan Industri PT Daejin Advanced Materials sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 13/KM.4/WBC.08/2024.

Pada bulan yang sama dengan pemberian fasilitas kepada PT Daejin Advanced Materials, di bulan Januari 2024 terdapat 2 perusahaan yang ditetapkan sebagai penerima fasilitas kepabeanan di antaranya penerima fasilitas KITE pembebasan yaitu PT Pahala Bahari Nusantara dimana 94% tujuan penjualan hasil produksinya diekspor dan penerima fasilitas PLB Industri Besar yang menimbun komponen elektronik untuk televisi dan komputer PT LX Pantos Jakarta.

Menyusul di bulan berikutnya yaitu Februari 2024, ada 2 perusahaan pendukung kegiatan industri juga telah diberikan fasilitas kepabeanan oleh Bea Cukai Bekasi yaitu PT International Leather Works yang ditetapkan sebagai penerima fasilitas GB Pendukung Kegiatan Industri dengan jenis barang yang ditimbun meliputi Kulit, Kimia Penyamak, Kimia Pewarna dan PT Kaga Electronics Indonesia yang ditetapkan sebagai penerima fasilitas PLB Pendukung Kegiatan Industri dengan jenis barang yang ditimbun yaitu Printed Circuit Board.

Pada tanggal 27 Maret 2024 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 189/KM.4/WBC.08/2024, perusahaan yang bergerak di industri Barang Plastik Lembaran yaitu PT Jiwon Venix Indonesia juga telah ditetapkan sebagai penerima fasilitas KB. Kemudian pada bulan Mei 2024, PT Framas Indonesia diberikan fasilitas kepabeanan berupa fasilitas PLB Pendukung Kegiatan Industri (PLB Industri Besar) dengan jenis barang yang ditimbun meliputi Pendukung Industri Alas Kaki Lainnya, Industri Alas Kaki untuk Keperluan Sehari-Hari, Industri Sepatu Olahraga.

Disusul pada bulan selanjutnya Juni 2024, PT Buwon Vina Indonesia ditetapkan sebagai penerima fasilitas GB Pendukung Kegiatan Industri dengan jenis barang yang ditimbun meliputi Masterbatch dan Compound. Dan pada bulan September 2024 ini, PT Iljin New Technology Steel diberikan fasilitas KB sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 607/KM.4/WBC.08/2024.

Pemberian informasi tentang pemanfaatan jenis fasilitas fiskal di bidang kepabeanan khususnya fasilitas TPB dan KITE terus gencar dilakukan oleh Agen Fasilitas TPB dan KITE Bea Cukai Bekasi. Asistensi yang dilakukan berupa pemberian konsultasi, bimbingan pelaksanaan proses, dan permohonan perizinan, serta edukasi ketentuan peraturan perundang-undangan untuk memperoleh fasilitas TPB dan KITE sehubungan dengan penggalian potensi perusahaan industri untuk pemanfaatan fasilitas fiskal yang disediakan oleh Pemerintah.(*)

UMKM Gathering; Bea Cukai Bekasi Tindak Lanjuti Business Matching ke New Zealand

Bekasi, 06/09/2024 - Program efektivitas UMKM berorientasi ekspor masih terus berlanjut. Kali ini Bea Cukai Bekasi mengadakan UMKM Gathering pada Kamis, 5 September 2024 di Aula Cibitung lantai III Kantor Bea Cukai Bekasi. Gathering mengundang 39 UMKM terpilih dari berbagai UMKM binaan Bea Cukai Bekasi.

“Acara hari ini kami adakan sebagai tindak lanjut dari kegiatan business matching dan kurasi yang sudah dilakukan sebelumnya. Kami merasa tertantang untuk membantu UMKM dengan cara memfasilitasi agar bisa memgembangkan produknya sehingga bisa melebarkan pemasarannya hingga ke pasar global” ujar Yanti Sarmuhidayanti selaku Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi pada pembukaan acara.

Acara berjalan dengan diskusi terbuka bersama para penggiat UMKM yang didominasi oleh srikandi keluarga. Mereka mengikuti dengan penuh antusias. Hal ini mencerminkan bahwa para srikandi juga berupaya untuk meningkatkan perputaran ekonomi di masyarakat.

Sebelumnya, pada Jum’at 24 Juli 2024, webinar UMKM Go Global dengan tema “Melihat Peluang Pasar UMKM di New Zealand dan Australia” telah diikuti berbagai UMKM melalui Microsoft Teams. Tak hanya itu, Bea Cukai Bekasi juga telah menyelenggarakan business matching yang dihadiri oleh UMKM binaan terpilih di lingkungan Bea Cukai Bekasi pada bulan sebelumnya.

Bea Cukai Bekasi berkomitmen untuk mendukung sepenuhnya UMKM dalam negeri agar bisa naik kelas. Diharapkan asistensi, webinar, serta upaya lain yang telah diadakan dapat menebar kebermanfaatan bagi banyak pihak.

Melalui Customs Visit Customer, Bea Cukai Bekasi Jelaskan Manfaat Fasilitas Kepabeanan

Bekasi, (03/09/2024) – Pada hari Selasa tanggal 03 September 2024, Bea Cukai Bekasi lakukan kegiatan edukasi  bertajuk “Customs Visit Customer (CVC)”, sebuah metode asistensi kepada pengguna jasa melalui kunjungan langsung ke lapangan. Kegiatan ini dilakukan sebagai implementasi atas peranan Bea Cukai Bekasi sebagai industrial assistance yang memiliki fungsi meningkatkan pertumbuhan industri dalam negeri melalui pemberian fasilitas di bidang kepabeanan dan cukai yang tepat sasaran.

Kali ini, dalam rangka mengasistensi dan berdiskusi terkait pemberian fasilitas kepabeanan berupa Tempat Penimbunan Berikat, Bea Cukai Bekasi mengunjungi perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat PT Epiterma Mas Indonesia yang hasil produksinya telah masuk pangsa pasar global di wilayah Afrika, Australia, Amerika, dan Kanada. PT Epiterma Mas Indonesia sudah berdiri sejak tahun 1987 dan bergelut di bidang usaha Fabrikasi Baja dan Jasa Konstruksi.

“PT Epiterma Mas Indonesia pertama kali menjadi perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat pada tahun 2006,“ ujar Suhartono, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai IV selaku pejabat pengampu PT Epiterma Mas Indonesia.

Rangkaian kegiatan CVC yang dilakukan ke PT Epiterma Mas Indonesia di antaranya kegiatan sharing session, dilanjutkan dengan pelaksanaan factory tour atau lawatan pabrik untuk memeriksa proses bisnis perusahaan. Melalui kegiatan lawatan pabrik, tim Bea Cukai Bekasi melihat area gudang bahan baku dan menyaksikan langsung proses produksi perlengkapan konstruksi, jembatan, bangunan, menara transmisi/telekomunikasi, rak pipa, tangki, trestler conveyor, box/chute, karet pelapis, dan perlengkapannya.

Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti, mengungkapkan bahwa pemberian fasilitas Kawasan Berikat ini terdapat banyak manfaatnya, berupa percepatan proses dokumen, kelancaran bongkar muat, dan meningkatnya daya jual terhadap buyer. Perusahaan dapat mengoptimalkan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah sehingga mampu memaksimalkan penyerapan tenaga kerja lokal dan meningkatkan perekonomian daerah.

“Lewat program CVC, Bea Cukai Bekasi tidak hanya melakukan asistensi, tetapi juga berupaya mengetahui proses bisnis dari para pengguna jasa lebih dalam, sehingga jika ada kendala bisa dibantu solusinya. Selain itu kegiatan CVC dilakukan untuk memantau kepatuhan para pengguna jasa terkait kepabeanan dan hal regulasi terkait lainnya,” pungkas Yanti.(*)

Bentuk Karakter Leadership Unggul Bersama Bea Cukai Bekasi

Bekasi (04/09) Bertempat di Aula Cibitung Lantai 3, Bea Cukai Bekasi kembali menyelenggarakan pembinaan mental kompetensi bertajuk "Pembentukan Karakter Leadership Unggul"  pada hari Rabu, 04 September 2024.

Yanti Sarmuhidayanti selaku Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi dalam sambutannya menyampaikan bahwa karakter Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan hal yang penting dalam organisasi mencapai tujuan kinerja. Yanti mengapresiasi atas kesediaan narasumber untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman hebatnya dalam meningkatkan karakter leadership yang unggul.

“Kita sedang melakukan pembentukan karakter, budaya organisasi yg lebih baik, dimulai dari SDM yang unggul, berintegritas dengan kompetensi yang unggul. Prioritas pembentukan SDM yang unggul tentu nantinya dapat menunjang capaian kinerja,” ungkap Yanti

Yan Inderayana selaku Tenaga Pengkaji Bidang Pengelolaan Kekayaan Negara Sekretariat Jenderal Kemenkeu berkesempatan menjadi narasumber dalam bintal kali ini. Yan menyampaikan bahwa karakter yang unggul harus terus diasah dari pemikiran-pemikiran perbaikan dan terus mau belajar. Berkaca dari transformasi kelembagaan Kementerian Keuangan, strategi pengembangan SDM yang dilakukan tentu memiliki tantangan yang cukup besar. Namun, dengan banyaknya SDM yang mau belajar dan kuat dalam kolaborasi serta sinergi, tentu transformasi dapat berjalan dengan baik.

“Melihat situasi dan keadaan yang dinamis, kita harus terus bergerak dan berubah termasuk dengan belajar sepanjang hayat. Nilai yang baru akan membantuk karakter kita dari masa ke masa dan membentuk karakter kepemimpinan yang unggul,” ujar Yan.

Kegiatan bintal berjalan sangat interaktif dengan adanya tanya jawab peserta dan narasumber. Dengan adanya kegiatan ini, tentu diharapkan mampu menjadi wadah bagi pegawai Bea Cukai Bekasi dalam meningkatkan karakter leadership yang unggul.

Semakin Diminati, Duplikasi “Go Fast Super App.” Bea Cukai Bekasi Sampai ke Kota Bahari

Bekasi (02/09) Pada Jumat 30 Agustus 2024, Bea Cukai Bekasi menyambangi Kantor Bea Cukai Tegal. Kali ini Bea Cukai Tegal menyatakan ketertarikan untuk menduplikasi aplikasi mandiri Gofast Superapps milik Bea Cukai Bekasi. Permintaan duplikasi aplikasi Gofast Superapps oleh kantor Bea Cukai Tegal  telah ditindaklanjuti dengan kegiatan asistensi dari pemaparan aplikasi Gofast Superapp dan  pembentukan Tim Pengembangan Aplikasi Mandiri.

Kepala Bea Cukai Tegal Yudiyarto sangat senang dengan lawatan Bea Cukai Bekasi.

“Saya yakin untuk kepetingan bersama, untuk pelayanan Bea dan Cukai pada umumnya kami sangat senang dan sangat ingin meniru apa yang sudah dimiliki Bea Cukai Bekasi, Saya kira mungkin sedikit yang punya aplikasi pelayanan kawasan berikat, semoga dengan ini Kami bisa mempermudah pelayanan disini”. tutur Yudiyarto

Pengembangan aplikasi mandiri Gofast Superapps  pada awalnya bertujuan memberikan kemudahan, percepatan, serta pelayanan Kepabeanan dan Cukai yang optimal terhadap pengguna jasa Bea Cukai Bekasi. Belakangan, sejumlah kantor Bea Cukai lainnya tertarik untuk menduplikasi Gofast Superapps .

Ketertarikan itu disebabkan fakta bahwa sejak diluncurkan pada Februari tahun  2023, Go Fast Super App. telah  mampu mewujudkan perbaikan layanan yang berfokus pada masyarakat dan stakeholder, efisien dalam proses bisnis dan operasional, peningkatan kualitas layanan, dan mendorong budaya kerja yang kolaboratif serta terdigitalisasi.

Yanti Sarmuhidayanti selaku Kepala Kantor Bea Cukai menyampaikan apresiasi dengan banyak kantor yang suka dan berminat untuk menduplikasi aplikasi Gofast.

“Pada kesempatan sharing session ini, kita mau berbagi ilmu berbagi feedback dari teman-teman kantor Bea Cukai Tegal dan saya menantikan sebuah perubahan yang lebih baik dari Kami. Nama aplikasi juga merupakan rebranding kita, Alhamdulliah Saya senang banyak ketertarikan untuk menduplikasi Gofast dan itu nantinya kan menjadi amal kita bersama”, ucap Yanti

Inovasi dalam bentuk aplikasi ini  sebagai bentuk continuous improvement untuk meningkatkan efektifitas dan efesiensi sekaligus upaya meningkatkan kualitas layanan melalui pembentukan ekosistem yang terdigitalisasi. Sebagai salah satu inovasi terbaik DJBC tahun 2023 GO fast super app.  merupakan sistem kolaborasi, sinergi, dan integrasi aplikasi di lingkungan Kantor  Bea dan Cukai Bekasi (*)

Optimalkan Pemberian Fasilitas Kepabeanan, Bea Cukai Bekasi Jalankan Customs Visit Customer

Bekasi, (29/08/2024) – Program rutin Customs Visit Customer (CVC) kembali dilakukan oleh Bea Cukai Bekasi pada hari Kamis tanggal 29 Agustus 2024. Pada CVC kali ini, Bea Cukai Bekasi berkesempatan melakukan kunjungan ke salah satu pabrik penerima fasilitas Kawasan Berikat yang ada di wilayah Kawasan Industri wilayah kerja Bea Cukai Bekasi yaitu PT Edmi Manufacturing Indonesia.

Sesuai dengan tugas dan fungsi Bea Cukai Bekasi sebagai Industrial Assistance, yaitu asistensi serta mengawasi perkembangan kegiatan industri. CVC ini dilakukan untuk menjalin komunikasi serta mengetahui lebih dalam mengenai proses bisnis. Disamping itu, pada kegiatan CVC ini juga diharapkan menjadi langkah Bea Cukai Bekasi untuk terus memperkuat sinergi dengan stakeholder guna memberikan pelayanan yang makin baik.

Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti, mengungkapkan bahwa pemberian fasilitas kepabeanan oleh pemerintah dalam hal ini Bea Cukai Bekasi kepada produsen yang berorientasi ekspor dilakukan agar para pelaku usaha terdorong semangatnya dalam berkompetisi yang sehat di antara pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ekspor mereka. Langkah ini diharapkan dapat membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui peningkatan penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai.

“Pemerintah memberikan kepercayaan kepada perusahaan untuk mengembangkan industri dalam negeri dengan memanfaatkan fasilitas Kawasan Berikat dengan optimal dan maksimal, sehingga mampu memaksimalkan penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian melalui kegiatan promosi hasil produksi perusahaan ke konsumen yang belum terjamah,” ucap Yanti.

PT Edmi Manufacturing Indonesia adalah perusahaan penerima fasilitas kepabeanan berupa Kawasan Berikat yang merupakan produsen KWH Meter dan aksesorisnya. Factory General Manager PT Edmi Manufacturing Indonesia, Suhardi menyatakan bahwa PT Edmi Manufacturing Indonesia menyediakan produk berkualitas tinggi kepada pelanggannya di seluruh dunia.

“Komitmen kami untuk mendorong pertumbuhan dalam desain produk, standar kualitas, pengembangan profesional tim kami yang berdedikasi, dan kemajuan teknologi. Dengan adanya pemberian fasilitas Kawasan Berikat ini kami merasa sangat terbantu karena manfaat yang diberikan terhadap kemajuan perusahaan kami sangat terasa.” ungkap Suhardi.(*)