Bea Cukai Bekasi dan Satpol PP Kab Bekasi Bersinergi Tingkatkan Optimalisasi DBHCHT
Bekasi (01/08) Bea Cukai Bekasi kembali bersinergi dengan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) untuk tingkatkan optimalisasi penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Kali ini kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti berkesempatan mengunjungi Mako Satpol PP Kabupaten Bekasi pada Rabu 31 Juli 2024. Muhibah diterima langsung Kepala Satuan Pamong Praja Kab Bekasi Drs. Surya Wijaya MM. di ruang kerjanya.
Yanti dan Surya bersepakat perlunya peningkatan optimalisasi penggunaan DBCHT agar berdaya guna dan berhasil guna. Indikasi dari keberhasilan program kegiatan ditandai dengan adanya dampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan, peningkatan kesadaran kepatuhan masyarakat dan berkurangnya ekses negatif pemakaian BKC khususnya Hasil Tembakau.
“Kita perlu melakukan review dan monitoring pelaksanaan program kegiatan yang selama ini telah dilakukan. Kita tidak hanya terpaku pada besaran poin positif yang dihasilkan, tetapi lebih jauh lagi harus mengukur dampak langsung pelaksanaan serangkaain program DBHCHT”, ujar Yanti.
Senada dengan Yanti, Kasatpol PP, Surya juga menambahkan perlunya sinergi antarinstansi yang melibatkan tidak hanya di OPD Kabupaten Bekasi tetapi juga dengan aparat penegak hukum lainnya termasuk juga instansi vertikal seperti Kementerian Keuangan.
“Kolaborasi, koordinasi harus dimulai tidak hanya pada saat pelaksanaan program dan kegiatan tetapi bahkan bisa dimulai pada saat perencanaan pengusulan hingga penetapan program kegiatan yang dilaksanakan. Daya dukung dari masing-masing instansi akan semakin meningkatkan efisiensi anggaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Surya.
Penyampaian informasi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Cukai kepada masyarakat dan pemangku kepentingan yang tepat sasaran menjadi hal penting yang harus diperhatikan dalam program bidang penegakan hukum dari tiga prioritas penggunaaan DBH CHT. Dua bidang lainnya adalah bidang kesejahteraan masyarakat dan bidang kesehatan. Program represif seperti joint operation, operasi gabungan hingga program pengumpulan informasi yang selama ini telah berkinerja baik harus ditingkatkan namun dimbangi dengan upaya preventif berupa sosialisasi dan edukasi yang tepat sasaran. (*)
Tags