Semua Berita
Join Analisis Bea Cukai Bekasi dan KPP Madya Bekasi Perkuat Sinergi Pengawasan Penerimaan Negara
22 Okt 2025
Bekasi (21/10/2025) - Upaya Bea Cukai Bekasi untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antarunit di lingkungan Kementerian Keuangan terus gencar dilakukan. Senin siang, 20 Oktober 2025, Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo bersama tim melakukan lawatan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Bekasi.
Winarko menyampaikan komitmen Bea Cukai Bekasi untuk menggali potensi penerimaan negara serta mencegah terjadinya pelanggaran melalui pertukaran data. Melalui kolaborasi dan integrasi data tersebut, diharapkan akurasi pelaporan dapat lebih terjamin dan pengawasan menjadi semakin efektif.
“Program join analisis antara Bea Cukai Bekasi dan Kantor Pajak Madya Bekasi yang akan kami laksanakan untuk memperkuat sinergi Kemenkeu Satu dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan pengguna jasa. Melalui pertukaran serta analisis data bersama, kami berupaya menggali potensi penerimaan negara secara optimal dan memastikan akurasi pelaporan. “ujar Winarko.
Kepala KPP Madya Bekasi, Pudi Riana mendukung program join analisis antara Kantor Pajak Madya Bekasi dengan Bea Cukai Bekasi. Pudi menyampaikan bahwa sinergi ini mampu menjadi langkah positif dalam kolaborasi Kemenkeu Satu Bekasi.
“Kami mendukung kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi Kemenkeu Satu. Kolaborasi ini juga menjadi langkah konkret dalam mewujudkan pengawasan yang lebih efektif dan transparan di wilayah Bekasi. Kami berharap dengan adanya sinergi ini penerimaan negara dapat dicapai lebih optimal” jar Pudi.
Pada kesempatan sebelumnya, Bea Cukai Bekasi telah berkunjung ke KPKNL Bekasi, KPP Bekasi Utara, serta KPP Madya Kota Bekasi. Diharapkan kunjungan ini mampu mempererat sinergi antar Kemenkeu Satu guna pelayanan publik yang lebih padu. (*)
Bekasi, (17/10/2025) - Dalam upaya memperkuat sinergi dan meningkatkan pemahaman perusahaan terhadap regulasi kepabeanan, Bea Cukai Bekasi menggelar kegiatan DIDIK (Diskusi Bareng Bea Cukai Bekasi di Pabrik) bersama PT Yusen Logistics Puninar Indonesia pada Jumat, 17 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi interaktif mengenai penerapan sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 137 Tahun 2023, yang bertujuan meningkatkan kepatuhan, efisiensi, dan daya saing pelaku usaha di sektor pergudangan dan logistik.
Sebelumnya, perusahaan ini telah memperoleh sertifikasi AEO dengan nama PT Yusen Logistics Solutions Indonesia. Namun, seiring dengan proses merger dan perubahan nama menjadi PT Yusen Logistics Puninar Indonesia, sertifikat AEO sebelumnya dicabut. Dalam kesempatan ini, perusahaan menyampaikan rencana untuk mengajukan kembali sertifikasi AEO, sehingga membutuhkan pemahaman mendalam mengenai tahapan pengajuan awal, benefit, serta aspek kepatuhan dalam program AEO.
Direktur PT Yusen Logistics Puninar Indonesia, Masahiro Takagi, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan yang diinisiasi oleh Bea Cukai Bekasi.
“Thank you for coming to our company. AEO is very important to our business. We fully understand about the regulation. This is a very good opportunity to increase our knowledge and compliance,” ujar Takagi.
Sementara itu, Undani, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi yang juga merupakan Client Manager AEO Bekasi, menegaskan pentingnya AEO bagi perusahaan yang berorientasi global.
“AEO Bekasi menjadi tempat yang spesial di tengah kawasan industri. Operator Ekonomi Bersertifikat berlaku secara internasional dan mendunia. Bea Cukai Bekasi sangat mendukung perusahaan untuk memperkuat kepercayaan dan jaminan dalam persaingan global,” jelas Undani.
Dalam kesempatan yang sama, Yuwono Sutiasmaji, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai V, menjelaskan manfaat serta proses pengajuan AEO yang perlu dipahami oleh perusahaan pascamerger.
“Pengajuan AEO menjadi penting untuk memastikan keberlanjutan status kepatuhan perusahaan meski terjadi perubahan legalitas atau struktur akibat merger, melalui kegiatan DIDIK kami ingin memastikan perusahaan memahami tahapan pengajuan kembali, manfaat yang diperoleh, dan pentingnya menjaga kepatuhan agar proses bisnis berjalan lancar dan efisien” terang Yuwono.
Adapun Sigit Purwoko, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai IX selaku pejabat pengampu PT Yusen Logistics Puninar Indonesia, menyampaikan bahwa
“PT Yusen Logistics Puninar Indonesia merupakan penerima fasilitas gudang berikat di wilayah Bea Cukai Bekasi. Kami mengimbau agar perusahaan senantiasa mematuhi seluruh ketentuan dan regulasi kepabeanan, termasuk melakukan pengecekan secara teliti terhadap penyampaian pemberitahuan pabean. Hal ini penting agar tidak terjadi pembetulan atau pembatalan dokumen, sehingga proses pengawasan dan pelayanan kepabeanan dapat berjalan lebih lancar,” ujar Sigit.
Sebagai informasi, PT Yusen Logistics Puninar Indonesia merupakan perusahaan logistik dan pergudangan yang menyediakan layanan rantai pasok, distribusi, serta solusi logistik terintegrasi dengan jaringan nasional dan global. Pasca merger pada tahun 2025, perusahaan ini terus memperkuat posisinya sebagai mitra logistik terpercaya yang berkomitmen terhadap kepatuhan dan pelayanan berstandar internasional.(*)
Menjalin Sinergi di Tengah Industri, Bea Cukai Bekasi Gelar DIDIK bersama Grup Sumitomo Corporation
17 Okt 2025
Bekasi, (16/10/2025) - Bea Cukai Bekasi kembali hadir di tengah pelaku industri dalam kegiatan DIDIK (Diskusi Bareng Bea Cukai Bekasi di Pabrik) yang kali ini menggandeng tiga perusahaan di bawah naungan Grup Sumitomo Corporation, yaitu PT Sumitomo Indonesia, PT Sumitronics Indonesia, dan PT Sumisho Global Logistics Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 16 Oktober 2025, ini menjadi wadah dialog dan pembaruan pengetahuan antara Bea Cukai dan pengguna fasilitas Authorized Economic Operator (AEO).
Direktur PT Sumitomo Indonesia, Kiyoharu Sakamoto, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Bea Cukai Bekasi dalam kegiatan yang berlangsung secara hybrid,
“Hari ini tiga perusahaan mengikuti kegiatan secara langsung maupun online. Saya yakin kegiatan ini dapat memperbaharui pengetahuan kami dan memperkuat pemahaman terhadap manfaat status AEO yang mendukung kelancaran operasional perusahaan,” ujar Sakamoto.
Client Manager AEO Bea Cukai Bekasi, Undani yang juga merupakan Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi menegaskan bahwa DIDIK merupakan bentuk nyata pelayanan Bea Cukai yang proaktif kepada para stakeholder untuk menjaga daya saing dan kepatuhan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan perusahaan tetap kompetitif dalam mempertahankan status AEO, dengan edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai V, Yuwono Sutiasmaji yang hadir sebagai narasumber selaku praktisi yang berpengalaman dalam bidang monitoring dan evaluasi AEO menyoroti pentingnya penguatan posisi krusial di perusahaan.
“Critical position di perusahaan adalah titik vital untuk menjaga kesehatan perdagangan sekaligus memenuhi kriteria utama sebagai AEO,” terang Yuwono.
Sebagai bagian dari Grup Sumitomo Corporation Jepang, ketiga perusahaan ini membentuk ekosistem industri yang saling terhubung dari perdagangan, manufaktur, hingga logistik.
PT Sumitomo Indonesia berperan sebagai importir dan distributor berbagai bahan baku industri serta telah menyandang status AEO sejak 2018. Kemudian PT Sumitronics Indonesia, yang bergerak di bidang manufaktur komponen elektronik, memperkuat rantai pasok industri nasional dan meraih pengakuan AEO pada 2022.
Melengkapi keduanya, PT Sumisho Global Logistics Indonesia menghadirkan layanan logistik dan pergudangan terpadu dengan sertifikasi AEO sejak 2016, memastikan distribusi barang yang aman dan efisien. Sinergi ketiganya mencerminkan komitmen kuat Grup Sumitomo dalam membangun sistem perdagangan yang patuh, terintegrasi, dan berkelanjutan di Indonesia.
Melalui DIDIK (Diskusi Bareng Bea Cukai Bekasi di Pabrik), Bea Cukai Bekasi menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis dunia usaha. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi dalam memperkuat pemahaman kepabeanan, menjaga integritas, dan mewujudkan arus perdagangan yang lancar dan terpercaya.(*)
Kolaborasi Bea Cukai Bekasi dan KPP Madya Kota Bekasi, Dorong Optimalisasi Penerimaan Negara.
17 Okt 2025
Bekasi (16/10/2025) — Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo, beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Kota Bekasi dalam rangka memperkuat sinergi dan koordinasi antarunit Kementerian Keuangan guna mengoptimalkan penerimaan negara pada Rabu 15 Oktober 2025.
Kunjungan kali ini disambut langsung oleh Kepala KPP Madya Kota Bekasi, Sri Sutitiningsih, beserta jajaran pejabat struktural. Dalam pertemuan tersebut, kedua instansi membahas langkah-langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pengawasan dan penggalian potensi penerimaan, baik dari sektor Kepabeanan maupun Perpajakan.
Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi menyampaikan bahwa kerja sama lintas unit eselon I Kementerian Keuangan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas fiskal dan mendukung program prioritas pemerintah.
“Sinergi antara Bea Cukai dan Pajak sangat penting, terutama dalam hal pertukaran data, pengawasan bersama, serta peningkatan pelayanan kepada para pelaku usaha,” ujar Winarko.
Sementara itu, Kepala KPP Madya Bekasi menyambut baik kolaborasi ini dan menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan untuk memastikan potensi penerimaan negara dapat tergali secara optimal.
“Kami berharap pertemuan ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih konkret, baik dalam aspek pengawasan maupun pelayanan,” tutur Sri.
Dalam dua pekan terakhir kolaborasi dan koordinasi terus dilakukan Bea dan Cukai Bekasi dengan unit Kemenkeu One lainnya. Sepekan sebelumnya kunjungan kerja juga dilaksanakan ke KPKNL Bekasi dan KPP Bekasi Utara. Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan kerja antarunit Kementerian Keuangan di wilayah Bekasi semakin solid, sehingga upaya bersama dalam mendukung target penerimaan negara tahun 2025 dapat tercapai secara optimal.
Bekasi (08/10) – Untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antarunit di lingkungan Kementerian Keuangan, Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bekasi dan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Bekasi Utara, pada Rabu, 08 Oktober 2025.
Kunjungan ini merupakan wujud nyata implementasi semangat “Kemenkeu Satu”, yang menekankan kolaborasi lintas unit eselon I Kementerian Keuangan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing instansi secara terpadu.
Kegiatan pertama dilaksanakan di KPKNL Bekasi. Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo beserta jajaran disambut langsung oleh Kepala KPKNL Bekasi, Harmaji beserta jajaran. Pertemuan ini membahas sinergi dalam pengelolaan barang milik negara (BMN), mekanisme lelang, serta peluang kerja sama dalam peningkatan pemahaman pegawai terkait tata kelola kekayaan negara.
Dalam kesempatan tersebut, Winarko menyampaikan pentingnya koordinasi lintas unit untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Keuangan secara terpadu.
“Kita adalah bagian dari satu kesatuan besar, Kementerian Keuangan. Melalui kunjungan ini, kami ingin memperkuat komunikasi dan memastikan setiap unit saling memahami peran masing-masing dalam mendukung pengelolaan keuangan negara yang efektif,” ujar Winarko.
Selanjutnya, Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi beserta jajaran melanjutkan kunjungan ke KPP Bekasi Utara. Kunjungan ini disambut oleh Kepala KPP Bekasi Utara, Agustinus Dicky Haryadi beserta pejabat struktural lainnya. Fokus pembahasan diarahkan pada upaya bersama dalam meningkatkan penerimaan negara, pertukaran data, serta edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha. Dalam pertemuan tersebut, para pimpinan unit menyampaikan komitmen untuk memperkuat koordinasi dan berbagi informasi dalam pelaksanaan tugas yang berkaitan dengan Kepabeanan, Cukai dan Perpajakan.
Dicky menyatakan, “Sinergi antara Bea Cukai dan Pajak sangat penting dalam menjaga penerimaan negara serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Semangat Kemenkeu Satu harus terus kita hidupkan di setiap lini.”
Melalui dua kunjungan ini, semangat Kemenkeu Satu diharapkan semakin mengakar dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga seluruh unit Kementerian Keuangan dapat bergerak selaras untuk mencapai tujuan bersama: pengelolaan keuangan negara yang profesional, transparan, dan berintegritas. (*)
Langkah Nyata Wujudkan Ekosistem Industri Tepercaya, Bea Cukai Bekasi Tinjau MITA Kepabeanan PT Mangul Jaya
08 Okt 2025
Bekasi, (07/10/2025) – Dalam rangka memastikan penerapan ketentuan dan kewajiban bagi perusahaan yang telah ditetapkan sebagai Mitra Utama Kepabeanan (MITA Kepabeanan), Bea Cukai Bekasi melaksanakan kegiatan peninjauan lapangan ke PT Mangul Jaya pada hari Selasa, 7 Oktober 2025.. Perusahaan produsen sepatu tersebut merupakan salah satu perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat yang berlokasi di wilayah Bekasi,
Direktur PT Mangul Jaya, Ivan Alexander Tedjo, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Bea Cukai Bekasi.
“Kami berterima kasih atas dukungan dan arahan dari Bea Cukai Bekasi. Kegiatan monitoring ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus melakukan pembenahan dan memastikan seluruh proses produksi serta kepabeanan berjalan sesuai ketentuan. Kami berkomitmen untuk terus tumbuh sebagai industri padat karya yang patuh dan berdaya saing,” ujar Ivan.
Sementara itu, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Bekasi, Undani, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara otoritas kepabeanan dan dunia industri.
“Peninjauan lapangan ini tidak semata evaluasi kepatuhan, tetapi juga bagian dari upaya membentuk ekosistem industri yang terpercaya, transparan, dan memenuhi standar pelayanan publik,” ungkap Undani.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 128 Tahun 2023 tentang Mitra Utama Kepabeanan serta Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-21/BC/2024 tentang Petunjuk Pelaksanaan Ketentuan Mitra Utama Kepabeanan. Monitoring dilakukan untuk memastikan bahwa Importir dan/atau Eksportir yang berstatus MITA Kepabeanan tetap memenuhi seluruh kewajiban serta mematuhi standar kepatuhan yang berlaku.
PT Mangul Jaya sendiri telah ditetapkan sebagai MITA Kepabeanan sejak November 2019, dan sebelumnya telah memperoleh fasilitas Kawasan Berikat sejak tahun 2013. Perusahaan ini dikenal sebagai produsen alas kaki terkemuka yang memproduksi berbagai jenis sepatu kerja, sepatu olahraga, serta komponen sepatu, dompet, tas, dan gantungan kunci. Berdiri sejak tahun 1991, PT Mangul Jaya kini mempekerjakan lebih dari 1.600 karyawan dan menjadi salah satu pelaku ekspor sepatu keselamatan yang kompetitif di pasar global.
Melalui kegiatan monitoring MITA Kepabeanan ini, Bea Cukai Bekasi menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pelayanan publik yang unggul, memperkuat kepercayaan mitra usaha, dan mendukung pertumbuhan industri nasional yang berintegritas.(*)
Bekasi (03/10), Bea Cukai Bekasi kembali melaksanakan program Pembinaan Keputrian yang tergabung dalam wadah Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Darma Wanita Persatuan (DWP). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan mental (bintal) yang mengangkat tema Work Life Harmony bersama Life Coach Dhey Siregar, LCACC, STHT, CHT, bertempat di Ruang Rapat Tambun, Jumat (3/10/2025).
Kegiatan berlangsung interaktif, diikuti oleh seluruh pegawai dan PPNPM perempuan Bea Cukai Bekasi serta DWP. Melalui forum ini, narasumber membagikan perspektif mengenai peran penting perempuan dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional. Diskusi yang hangat dan terbuka membuat para peserta aktif bertanya dan berbagi pengalaman terkait tantangan sehari-hari.
Kepala DWP Bea Cukai Bekasi, Hanik Subagyo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Pembinaan keputrian tidak hanya memperkuat silaturahmi antarpegawai perempuan, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama untuk meningkatkan kapasitas diri.
“Perempuan memiliki peran ganda yang sangat penting, sehingga perlu wadah pembinaan agar tercipta harmoni antara pekerjaan dan kehidupan keluarga,” ujar Hanik.
Sementara itu, narasumber Dhey Siregar menekankan bahwa work life harmony bukan sekadar membagi waktu secara seimbang, tetapi bagaimana menciptakan keselarasan sehingga setiap peran dapat dijalankan dengan bahagia dan produktif. Dengan bekal pemahaman ini, diharapkan pegawai Bea Cukai Bekasi dapat semakin tangguh dalam mendukung kinerja organisasi sekaligus menjalankan peran di tengah keluarga dan masyarakat.
Melalui kegiatan keputrian ini, Bea Cukai Bekasi berkomitmen terus menghadirkan program yang mendukung pengembangan diri dan kesejahteraan pegawai, sejalan dengan semangat mewujudkan lingkungan kerja yang harmonis dan berkelanjutan. (*)
Perkuat Kemitraan Strategis, Bea Cukai Bekasi dan APJP Jalin Harmoni untuk Dukungan Jalur Prioritas
03 Okt 2025
Bekasi, (02/10/2025) – Bea Cukai Bekasi menerima kunjungan kerja dari Asosiasi Pengusaha Jalur Prioritas (APJP) pada hari Kamis tanggal 2 Oktober 2025. Pertemuan ini berlangsung dalam suasana hangat sebagai ajang silaturahmi sekaligus penguatan sinergi antara Bea Cukai dan perusahaan pengguna fasilitas jalur prioritas.
Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo, menyambut langsung kehadiran pengurus inti APJP periode 2025–2028. Dalam sambutannya, Winarko menegaskan bahwa Bea Cukai Bekasi senantiasa terbuka untuk membangun komunikasi dengan seluruh stakeholder, khususnya perusahaan jalur prioritas yang berperan penting dalam mendukung kelancaran dan keamanan rantai pasok logistik nasional.
“Kami menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini. Bea Cukai Bekasi terbuka untuk komunikasi dan kolaborasi, karena bersama-sama kita memiliki tujuan yang sama, yaitu mendukung kelancaran serta keamanan rantai pasok logistik nasional,” ungkap Winarko.
Sementara itu, Client Manager AEO yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, Undani, turut menyampaikan perkembangan jumlah perusahaan jalur prioritas di wilayah kerja Bea Cukai Bekasi.
“Hingga saat ini, terdapat 66 perusahaan berstatus Authorized Economic Operator (AEO) dan 13 perusahaan dengan status MITA Kepabeanan. Jumlah ini menunjukkan besarnya peran perusahaan jalur prioritas di wilayah kerja Bea Cukai Bekasi. Sinergi dan kepatuhan yang terus ditingkatkan akan semakin memperkuat ekosistem logistik nasional,” ujar Undani.
Dari pihak APJP, Harianto selaku Wakil Ketua I, menekankan pentingnya keberadaan asosiasi dalam meningkatkan semangat kepatuhan (compliance) perusahaan jalur prioritas. Menurutnya, APJP berfungsi sebagai wadah komunikasi, penyampaian informasi regulasi, hingga isu terkini yang relevan bagi seluruh anggota.
“Eksistensi APJP hadir untuk menjaga standar kepatuhan perusahaan jalur prioritas. Kami juga siap menjadi jembatan dalam menyampaikan regulasi dan isu-isu aktual agar dapat diteruskan kepada seluruh anggota secara tepat,” jelas Harianto.
Sebagai informasi, Asosiasi Pengusaha Jalur Prioritas (APJP) didirikan pada 26 Januari 2006 berdasarkan Perdirjen Bea dan Cukai Nomor 11/BC/2005 tentang Jalur Prioritas. Anggota APJP merupakan perusahaan MITA Kepabeanan dan AEO yang memiliki tingkat kepatuhan tinggi, reputasi baik, serta memenuhi kriteria tertentu sebagaimana diatur dalam PMK Nomor 128 Tahun 2023 dan PMK Nomor 137 Tahun 2023.
Saat ini, APJP beranggotakan 144 perusahaan atau sekitar 22% dari total MITA dan AEO di Indonesia, dengan 13 perusahaan di antaranya (9,5%) melakukan kegiatan langsung di wilayah pengawasan Bea Cukai Bekasi. Kunjungan ini sekaligus membawa usulan sinergi antara APJP dan Bea Cukai Bekasi guna meningkatkan kemitraan strategis, mengingat kontribusi perusahaan jalur prioritas terus menunjukkan tren positif dalam mendukung arus barang dan logistik nasional.(*)
Bekasi, (02/10/2025) – Bea Cukai Bekasi melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan DKI Jakarta pada Kamis, 2 Oktober 2025. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung uji coba (piloting) layanan Single Submission Quarantine Customs (SSmQC) pada perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat (KB) dan Pusat Logistik Berikat (PLB) di wilayah pengawasan Bea Cukai Bekasi.
Kunjungan dipimpin oleh Kepala Seksi Pengolahan Data dan Administrasi Dokumen, Ichlas Maradona. Dalam kesempatan tersebut, Ichlas menyampaikan bahwa terdapat lima perusahaan yang telah ditetapkan sebagai peserta piloting, terdiri dari dua perusahaan PLB dan tiga perusahaan KB.
“Maksud kedatangan kami adalah untuk berkoordinasi terkait kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan uji coba SSmQC serta menjalin komunikasi yang baik dengan Karantina agar pelaksanaan ke depan dapat selaras dengan regulasi yang berlaku,” ungkap Ichlas.
Kedatangan Bea Cukai Bekasi mendapat sambutan positif dari Ketua Tim Kerja Karantina Tumbuhan, Mustamin M, SP, M.Si. Ia menekankan pentingnya sinergi antara Bea Cukai dan Karantina dalam mendukung kelancaran pelayanan kepada pengguna jasa.
“Penyelesaian pemberitahuan pabean impor pada perusahaan penerima fasilitas KB dan PLB tentu berbeda dengan penyelesaian impor biasa. Oleh karena itu, kerja sama erat antara Karantina dan Bea Cukai sangat dibutuhkan agar pelaksanaan piloting hingga penerapan wajib (mandatory) sistem SSmQC dapat berjalan dengan lancar,” jelas Mustamin.
Melalui kunjungan ini, diharapkan koordinasi dan kerja sama antara Bea Cukai dan Karantina semakin solid sehingga implementasi layanan SSmQC mampu memberikan kemudahan, kepastian, dan efisiensi bagi para pengguna fasilitas kepabeanan.(*)