Semua Berita
Bekasi (30/10) Bea Cukai Bekasi kembali mencanangkan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Deklarasi oleh pegawai tersebut dilaksanakan selepas upacara peringatan Hari Oeang RI ke-79 pada Kamis 30 Oktober 2025. Bertempat di Lapangan Parkir Kantor Bea Cukai Bekasi pencanangan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Bea dan Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo.
Winarko menekankan pentingnya dukungan dan partisipasi dari seluruh pegawai Bea Cukai Bekasi di semua level baik di tingkat manajerial, structural hingga pemeriksa dan fungsional.
“Pada hari ini kita bertekad untuk melanjutkan kembali pembangunan Zona Integritas dengan terus melakukan reformasi birokrasi, termasuk pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik, sebagai upaya berkelanjutan dari program Zona Integritas (ZI) menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang telah kita raih sebelumnya,” ujar Winarko.
Deklarasi dibacakan oleh perwakilan pegawai dan kemudian diikuti oleh seluruh pegawai. Deklarasi berisi komitmen mewujudkan budaya kerja yang berintegritas sebagai bagian dari Manajemen Perubahan; Fokus pada efektivitas dan efisiensi proses bisnis serta digitalisasi layanan untuk Penataan Tata Laksana; Meningkatkan profesionalisme aparatur yang terwujud dalam pengelolaan pegawai yang transparan, adil, dan berbasis kinerja untuk Penataan Sistem Manajemen SDM; Bersinergi melakukan perencanaan dan pelaporan yang terukur sebagai dasar tata kelola yang akuntabel untuk Penguatan Akuntabilitas Kinerja; Bersungguh-sungguh hati melaksanakan sepenuh diri untuk mencegah korupsi, kolusi, dan nepotisme melalui pengawasan yang ketat, baik internal maupun eksternal untuk Penguatan Pengawasan; serta Mendorong inovasi dan kualitas layanan yang langsung dirasakan masyarakat untuk Penguatan kualitas pelayanan publik.
Acara ditutup dengan penandatangan dukungan pembangunan Zona Integritas WBBM dalam spanduk yang telah disediakan sebagai tanda dukungan nyata atas langkah besar mewujudkannya.
Bekasi, (30/10/2025) – Di bawah langit pagi yang cerah, semangat merah putih berkibar gagah di halaman Kantor Bea Cukai Bekasi. Dentingan tiang bendera berpadu dengan langkah tegap para peserta upacara, menggambarkan tekad dan dedikasi insan pengawal keuangan negara. Dalam suasana penuh khidmat, Bea Cukai Bekasi menyelenggarakan Upacara Bendera dalam rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 dan Hari Oeang Republik Indonesia ke-79 Tahun 2025 pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh unit vertikal dan kantor pusat Kementerian Keuangan Republik Indonesia, dengan mengusung tema “Kemenkeu Satu Kawal Asta Cita.” Tema tersebut menjadi pengingat akan pentingnya sinergi dan komitmen bersama dalam mengawal cita-cita pembangunan nasional melalui pengelolaan keuangan negara yang transparan, berintegritas, dan berkeadilan.
Pelaksanaan upacara dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo, yang bertindak sebagai pembina upacara sekaligus menyampaikan amanat Menteri Keuangan Republik Indonesia. Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8% sebagai pondasi menuju Indonesia Maju. “Pertumbuhan ekonomi yang kita cari bukan sekadar angka, melainkan kemajuan yang benar-benar dirasakan rakyat,” demikian salah satu pesan Menteri Keuangan yang dikutip dalam upacara tersebut.
Amanat tersebut juga menegaskan pentingnya pengelolaan penerimaan negara secara optimal dan penggunaan belanja negara secara efektif untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Kementerian Keuangan, sebagai pengelola keuangan negara, memiliki peran sentral dalam memastikan setiap kebijakan fiskal memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat fondasi kedaulatan ekonomi nasional.
Dalam semangat Kedaulatan Ekonomi yang menjadi pesan kunci Menteri Keuangan tahun ini, seluruh jajaran Kementerian Keuangan diimbau untuk bekerja bersama lintas sektor dan dengan seluruh stakeholders. Tujuannya adalah memastikan kebijakan fiskal mampu menjadi penggerak ekonomi nasional yang membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Peringatan ini menjadi momentum bagi seluruh jajaran Bea Cukai Bekasi untuk memperkuat semangat kebersamaan, integritas, serta dedikasi dalam menjaga kedaulatan ekonomi bangsa. Melalui semangat “Kemenkeu Satu Kawal Asta Cita,” seluruh insan Kementerian Keuangan diharapkan terus berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia yang kuat, adil, dan sejahtera.(*)
Bekasi (30/10) Bea Cukai Bekasi raih Penghargaan Layanan Terbaik dari International Certification Service Management (ICSM) pada Rabu, 29 OKtober 2025. Penghargaan pertama di Indonesia yang diberikan kepada institusi yang secara berkelanjutan menunjukan kesungguhan dan telah memenuhi semua persyaratan yang diwajibkan,serta berkomitmen dalam layanan minimal 3 periode penilaian secara terus menerus. Bea Cukai Bekasi telah mendapatkan sertifikasi SNI ISO 9001: 2015 sejak Desember 2013 atau selama 4 periode penilaian.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh perwakilan ICSM Nosa P Kurniawan, kepada Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, WInarko Dian Subagyo. Nosa menyampaikan bahwa penghargaan tersebut diberikan dengan berbagai pertimbangan dan pemenuhan kriteria yang ditetapkan. Di antara 1400 an unit dan organisasi yang telah disertifikasi ISO 9001: 2015, Bea Cukai Bekasi menjadi yang pertama mendapatkan penghargaan tersebut.
“Dalam kurun waktu 12 tahun Bea Cukai Bekasi telah memenuhi tiga kriteria dalam penjaminan mutu layanan kepada pengguna jasa. Bea Cukai Bekasi juga telah menunjukan komitmen dan kesungguhan, selain itu Bea Cukai Bekasi juga selalu mengupayakan keberlanjutan dalam memenuhi standar serta menunjukan dedikasi dalam meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa’’, jelas Nosa.
Winarko dalam sambutannya selepas menerima penghargaan menyampaikan bahwa di tengah berbagai kendala seperti adanya refocussing pascacovid 19 dan kebijakan efisiensi di awal tahun 2025, Bea Cukai Bekasi terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dengan memenuhi standar yang ditetapkan.
“Raihan Quality Service Award ini kami dapatkan sebagai apresiasi atas kerja keras kami dalam memenuhi ekspektasi pelanggan akan 28 layanan yang telah disertifikasikan serta sebagai upaya terus menerus meningkatkan kualitas layanan agar tetap optimal,” ujar Winarko.
Proses audit eksternal atas layanan Bea Cukai Bekasi dilakukan dalam rangka renewal dan surveillance atas standar SNI ISO 9001: 2015/ Amd 1: 2024 dan ISO 37001: 2025. Proses ini merupakan bagian dari upaya untuk mengkonfirmasi efektivitas sistem manajemen secara keseluruhan sehubungan dengan perubahan internal dan eksternal dan relevansinya yang berkelanjutan dan penerapannya dalam ruang lingkup sertifikasi. (*)
Pertajam Pengawasan, Bea Cukai Bekasi Gelar Pelatihan Keaslian Obat dan Minuman Beralkohol
29 Okt 2025
Bekasi, (28/10/2025) – Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan ketelitian pegawai pada sektor pengawasan barang larangan dan pembatasan, Bea Cukai Bekasi menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Keaslian Obat dan Minuman Beralkohol pada Selasa, 28 Oktober 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yaitu bertempat di Aula Kantor Bea Cukai Bekasi dan diikuti pula oleh pegawai melalui platform Microsoft Teams.
Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai V, Yuwono Sutiasmaji, membuka kegiatan dengan menyampaikan pentingnya peningkatan pengetahuan terkait karakteristik obat dan minuman beralkohol asli. Ia menegaskan bahwa kemampuan ini menjadi bagian krusial dalam tugas Bea Cukai. “Sebagai garda terdepan dalam pengawasan, kita harus mampu memastikan bahwa obat dan minuman beralkohol yang masuk ke Indonesia aman, legal, dan tidak membahayakan masyarakat,” ujar Yuwono dalam sambutannya.
Sebagai narasumber, Bea Cukai Bekasi menghadirkan Loementa Gultom dari PT Integrity Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang investigasi dan pemantauan pasar terkait keaslian produk. PT Integrity Indonesia merupakan mitra kepercayaan berbagai perusahaan farmasi terkemuka serta asosiasi internasional AACS (Alliance Against Counterfeit Spirits) yang fokus memerangi peredaran produk palsu, khususnya obat dan minuman beralkohol.
Dalam sesi pemaparan materi, Loementa menggarisbawahi bahwa peredaran obat dan minuman beralkohol palsu harus menjadi perhatian serius para petugas pengawasan. “Produk yang tidak terjamin keasliannya berisiko tinggi membahayakan keselamatan konsumen dan merugikan perekonomian negara. Karena itu, kemampuan mengenali fitur keamanan produk harus menjadi kompetensi dasar setiap petugas di lapangan,” jelas Loementa.
Acara berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman dari peserta mengenai praktik pengawasan di lapangan. Para pegawai berkesempatan mempelajari ciri fisik obat serta kemasan minuman beralkohol yang terindikasi palsu guna meningkatkan kesiapsiagaan dalam tugas operasional.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan seluruh pegawai Bea Cukai Bekasi mampu memperkuat kapasitas pengawasan terhadap barang impor berupa obat dan minuman beralkohol, serta terus menjaga keamanan masyarakat dari peredaran produk ilegal. Pelatihan ini juga menjadi bentuk komitmen Bea Cukai Bekasi dalam memberikan pelayanan dan pengawasan terbaik bagi negara.(*)
Sasar Tiga Kecamatan, Bea Cukai Bekasi dan Satpol PP Kota Bekasi Ajak Pedagang Pahami Rokok Ilegal
24 Okt 2025
Bekasi (23/10) Bea Cukai Bekasi berkolaborasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi sosialisasikan peraturan Cukai dengan fokus utama pada Identifikasi Pita Cukai dan Pencegahan Peredaran Rokok Ilegal. Acara dilaksanakan secara maraton di 3 kecamatan pada rentang tanggal 20 sampai 23 Oktober 2025. Diawali di Kecamatan Jati Asih kemudian dilanjutkan di Kecamatan Bantar Gebang dan Kecamatan Rawa Lumbu pada keesokan harinya.
Dihadiri puluhan pedagang, pengecer hingga pelaku UMKM di Kota Bekasi acara sosialisasi tersebut merupakan bagian program bidang penegakan hukum DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau).
Sinergi pelaksanaan program terlihat dari respons positif pimpinan Aparat Pemerintah Daerah dalam menunjang dan mendukung pelaksanaan program. Ashari selaku Camat Jati Asih pada saat sambutan menyampaikan pentingnya acara tersebut sebagai upaya preventif dalam memerangi peredaran Rokok Ilegal di masyarakat Bekasi.
“Pemberian edukasi tentang peraturan Cukai, pengenalan jenis dan ragam modus rokok ilegal hingga mengetahui konsekuensi hukum pelanggaran peraturan Cukai menjadi hal penting yang harus dipahami oleh masyarakat utamanya para penjual, reseller hingga pelaku UMKM. Jangan sampai mereka menjadi bagian dari distribusi peredaran rokok ilegal di Kota Bekasi,” ujar Ashari.
Senada dengan Ashari Kepala Satpol PP Kota Bekasi yang diwakili Sekretaris Satpol PP Amsiyah menekankan peran serta masyarakat dalam menunjang kegiatan penegakan hukum peraturan Cukai di Kota Bekasi.
‘’Berbagai program dan kegiatan yang bersifat represif berupa penindakan, operasi bersama hingga pengumpulan informasi terkait rokok ilegal akan lebh efektif jika masyarakat mengambil peran dan mendukung. Untuk itu pencegahan sebagai upaya preventif melalui sosialisasi dan edukasi dilakukan sejalan agar kedua sisi program tersebut bisa saling melengkapi,’’ ungkap Amsiyah.
Undani, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi bertindak sebagai narasumber pada giat tersebut. Pada pemaparannya Undani menjelaskan pengetahuan dasar Cukai dilanjutkan dengan membahas secara lebih detil objek cukai, cara pelunasan hingga desain pita cukai 2025 dan cara mengidenfitikasikannya.
Di bagian akhir, tim narasumber juga menjelaskan berbagai modus pelangggaran cukai dan ragam upaya yang telah dilakukan untuk menekan peredaran rokok ilegal di Kota Bekasi.
‘’Dari total Barang Hasil Penindakan (BHP) Tembakau ilegal nasional sebanyak 792,29 juta batang pada tahun 2024, dapat diketahui bahwa penindakan dengan jumlah BHP terbanyak berada di lokasi jalan raya, PJT/Cargo/Ekspedisi dan toko/warung. Untuk itu perlu upaya preventif dan represif yang sejalan agar upaya menurunkan peredaran rokok ilegal berhasil optimal,’’ pungkas Undani.
Self-Love Sejati, Wujud Nyata Kepedulian Bea Cukai Bekasi terhadap Kesehatan dan Kesetaraan
24 Okt 2025
Bekasi, (22/10/2025) – Dalam rangka mendukung implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) serta meningkatkan kesadaran dan pengetahuan pegawai akan pentingnya kesehatan, Bea Cukai Bekasi menyelenggarakan Seminar Kesehatan dengan tema “Self-Love Sejati: Yuk, Stay Alert dari Kanker dengan PAP SMEAR!”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 22 Oktober 2025, dengan menghadirkan narasumber dari Yayasan Pemerhati Kanker Indonesia dan Kimia Farma, serta diikuti dengan kegiatan pemeriksaan PAP SMEAR bagi peserta.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari agenda rutin Ikatan Keluarga Besar Dharma Wanita Persatuan (IKB DWP) di wilayah kerja Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, dengan dihadiri seluruh anggota DWP dari berbagai satuan kerja di bawahnya. Melalui kegiatan ini, Bea Cukai Bekasi berkomitmen untuk memperluas akses kesehatan yang setara dan menumbuhkan kesadaran pentingnya deteksi dini terhadap penyakit kanker.
Acara dibuka oleh Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bentuk nyata cinta terhadap diri sendiri.
“Kesehatan adalah investasi jangka panjang, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk keluarga dan lingkungan kerja. Melalui kegiatan seperti ini, kita belajar mencintai diri sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama,” ujar Winarko.
Sementara itu, Ketua Pengarusutamaan Gender (PUG) Bea Cukai Bekasi, Supriyadi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi positif antara Bea Cukai, Yayasan Pemerhati Kanker Indonesia, Kimia Farma, dan Dharma Wanita Persatuan. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kanker dan menjaga pola hidup sehat sejak dini.
Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil Bea Cukai Jakarta, Noor Jannah, menyampaikan apresiasi kepada Bea Cukai Bekasi atas inisiatif kegiatan ini.
“Semoga ke depan Dharma Wanita Persatuan dapat terus berperan aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan mempererat semangat kekeluargaan di lingkungan kerja Bea Cukai,” tuturnya.
Sementara Ketua DWP Bea Cukai Bekasi, Hanik Sulistiani, juga melaporkan beragam kegiatan positif DWP Bekasi seperti Family Day, peringatan Hari Kemerdekaan, dan pembinaan mental keputrian sebagai wujud kontribusi nyata dalam memperkuat solidaritas internal.
Sebagai narasumber, Dian Prapti dari Yayasan Pemerhati Kanker Indonesia memberikan edukasi mengenai faktor risiko, gejala awal, serta langkah pencegahan kanker. Ia mengajak seluruh peserta untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri melalui deteksi dini dan pemeriksaan rutin. Semangat “Self-Love Sejati” menjadi pesan utama kegiatan ini bahwa mencintai diri berarti menjaga kesehatan demi masa depan yang lebih baik.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun budaya kerja yang sehat, inklusif, dan peduli terhadap kesejahteraan seluruh pegawai. Melalui sinergi antara Bea Cukai Bekasi, Dharma Wanita Persatuan, dan mitra kesehatan, diharapkan semangat kepedulian dan cinta diri dapat terus tumbuh, menjadi fondasi kuat bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Bea Cukai. (*)
Join Analisis Bea Cukai Bekasi dan KPP Madya Bekasi Perkuat Sinergi Pengawasan Penerimaan Negara
22 Okt 2025
Bekasi (21/10/2025) - Upaya Bea Cukai Bekasi untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antarunit di lingkungan Kementerian Keuangan terus gencar dilakukan. Senin siang, 20 Oktober 2025, Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo bersama tim melakukan lawatan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Bekasi.
Winarko menyampaikan komitmen Bea Cukai Bekasi untuk menggali potensi penerimaan negara serta mencegah terjadinya pelanggaran melalui pertukaran data. Melalui kolaborasi dan integrasi data tersebut, diharapkan akurasi pelaporan dapat lebih terjamin dan pengawasan menjadi semakin efektif.
“Program join analisis antara Bea Cukai Bekasi dan Kantor Pajak Madya Bekasi yang akan kami laksanakan untuk memperkuat sinergi Kemenkeu Satu dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan pengguna jasa. Melalui pertukaran serta analisis data bersama, kami berupaya menggali potensi penerimaan negara secara optimal dan memastikan akurasi pelaporan. “ujar Winarko.
Kepala KPP Madya Bekasi, Pudi Riana mendukung program join analisis antara Kantor Pajak Madya Bekasi dengan Bea Cukai Bekasi. Pudi menyampaikan bahwa sinergi ini mampu menjadi langkah positif dalam kolaborasi Kemenkeu Satu Bekasi.
“Kami mendukung kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi Kemenkeu Satu. Kolaborasi ini juga menjadi langkah konkret dalam mewujudkan pengawasan yang lebih efektif dan transparan di wilayah Bekasi. Kami berharap dengan adanya sinergi ini penerimaan negara dapat dicapai lebih optimal” jar Pudi.
Pada kesempatan sebelumnya, Bea Cukai Bekasi telah berkunjung ke KPKNL Bekasi, KPP Bekasi Utara, serta KPP Madya Kota Bekasi. Diharapkan kunjungan ini mampu mempererat sinergi antar Kemenkeu Satu guna pelayanan publik yang lebih padu. (*)
Bekasi, (17/10/2025) - Dalam upaya memperkuat sinergi dan meningkatkan pemahaman perusahaan terhadap regulasi kepabeanan, Bea Cukai Bekasi menggelar kegiatan DIDIK (Diskusi Bareng Bea Cukai Bekasi di Pabrik) bersama PT Yusen Logistics Puninar Indonesia pada Jumat, 17 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi interaktif mengenai penerapan sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 137 Tahun 2023, yang bertujuan meningkatkan kepatuhan, efisiensi, dan daya saing pelaku usaha di sektor pergudangan dan logistik.
Sebelumnya, perusahaan ini telah memperoleh sertifikasi AEO dengan nama PT Yusen Logistics Solutions Indonesia. Namun, seiring dengan proses merger dan perubahan nama menjadi PT Yusen Logistics Puninar Indonesia, sertifikat AEO sebelumnya dicabut. Dalam kesempatan ini, perusahaan menyampaikan rencana untuk mengajukan kembali sertifikasi AEO, sehingga membutuhkan pemahaman mendalam mengenai tahapan pengajuan awal, benefit, serta aspek kepatuhan dalam program AEO.
Direktur PT Yusen Logistics Puninar Indonesia, Masahiro Takagi, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan yang diinisiasi oleh Bea Cukai Bekasi.
“Thank you for coming to our company. AEO is very important to our business. We fully understand about the regulation. This is a very good opportunity to increase our knowledge and compliance,” ujar Takagi.
Sementara itu, Undani, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi yang juga merupakan Client Manager AEO Bekasi, menegaskan pentingnya AEO bagi perusahaan yang berorientasi global.
“AEO Bekasi menjadi tempat yang spesial di tengah kawasan industri. Operator Ekonomi Bersertifikat berlaku secara internasional dan mendunia. Bea Cukai Bekasi sangat mendukung perusahaan untuk memperkuat kepercayaan dan jaminan dalam persaingan global,” jelas Undani.
Dalam kesempatan yang sama, Yuwono Sutiasmaji, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai V, menjelaskan manfaat serta proses pengajuan AEO yang perlu dipahami oleh perusahaan pascamerger.
“Pengajuan AEO menjadi penting untuk memastikan keberlanjutan status kepatuhan perusahaan meski terjadi perubahan legalitas atau struktur akibat merger, melalui kegiatan DIDIK kami ingin memastikan perusahaan memahami tahapan pengajuan kembali, manfaat yang diperoleh, dan pentingnya menjaga kepatuhan agar proses bisnis berjalan lancar dan efisien” terang Yuwono.
Adapun Sigit Purwoko, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai IX selaku pejabat pengampu PT Yusen Logistics Puninar Indonesia, menyampaikan bahwa
“PT Yusen Logistics Puninar Indonesia merupakan penerima fasilitas gudang berikat di wilayah Bea Cukai Bekasi. Kami mengimbau agar perusahaan senantiasa mematuhi seluruh ketentuan dan regulasi kepabeanan, termasuk melakukan pengecekan secara teliti terhadap penyampaian pemberitahuan pabean. Hal ini penting agar tidak terjadi pembetulan atau pembatalan dokumen, sehingga proses pengawasan dan pelayanan kepabeanan dapat berjalan lebih lancar,” ujar Sigit.
Sebagai informasi, PT Yusen Logistics Puninar Indonesia merupakan perusahaan logistik dan pergudangan yang menyediakan layanan rantai pasok, distribusi, serta solusi logistik terintegrasi dengan jaringan nasional dan global. Pasca merger pada tahun 2025, perusahaan ini terus memperkuat posisinya sebagai mitra logistik terpercaya yang berkomitmen terhadap kepatuhan dan pelayanan berstandar internasional.(*)
Menjalin Sinergi di Tengah Industri, Bea Cukai Bekasi Gelar DIDIK bersama Grup Sumitomo Corporation
17 Okt 2025
Bekasi, (16/10/2025) - Bea Cukai Bekasi kembali hadir di tengah pelaku industri dalam kegiatan DIDIK (Diskusi Bareng Bea Cukai Bekasi di Pabrik) yang kali ini menggandeng tiga perusahaan di bawah naungan Grup Sumitomo Corporation, yaitu PT Sumitomo Indonesia, PT Sumitronics Indonesia, dan PT Sumisho Global Logistics Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 16 Oktober 2025, ini menjadi wadah dialog dan pembaruan pengetahuan antara Bea Cukai dan pengguna fasilitas Authorized Economic Operator (AEO).
Direktur PT Sumitomo Indonesia, Kiyoharu Sakamoto, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Bea Cukai Bekasi dalam kegiatan yang berlangsung secara hybrid,
“Hari ini tiga perusahaan mengikuti kegiatan secara langsung maupun online. Saya yakin kegiatan ini dapat memperbaharui pengetahuan kami dan memperkuat pemahaman terhadap manfaat status AEO yang mendukung kelancaran operasional perusahaan,” ujar Sakamoto.
Client Manager AEO Bea Cukai Bekasi, Undani yang juga merupakan Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi menegaskan bahwa DIDIK merupakan bentuk nyata pelayanan Bea Cukai yang proaktif kepada para stakeholder untuk menjaga daya saing dan kepatuhan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan perusahaan tetap kompetitif dalam mempertahankan status AEO, dengan edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai V, Yuwono Sutiasmaji yang hadir sebagai narasumber selaku praktisi yang berpengalaman dalam bidang monitoring dan evaluasi AEO menyoroti pentingnya penguatan posisi krusial di perusahaan.
“Critical position di perusahaan adalah titik vital untuk menjaga kesehatan perdagangan sekaligus memenuhi kriteria utama sebagai AEO,” terang Yuwono.
Sebagai bagian dari Grup Sumitomo Corporation Jepang, ketiga perusahaan ini membentuk ekosistem industri yang saling terhubung dari perdagangan, manufaktur, hingga logistik.
PT Sumitomo Indonesia berperan sebagai importir dan distributor berbagai bahan baku industri serta telah menyandang status AEO sejak 2018. Kemudian PT Sumitronics Indonesia, yang bergerak di bidang manufaktur komponen elektronik, memperkuat rantai pasok industri nasional dan meraih pengakuan AEO pada 2022.
Melengkapi keduanya, PT Sumisho Global Logistics Indonesia menghadirkan layanan logistik dan pergudangan terpadu dengan sertifikasi AEO sejak 2016, memastikan distribusi barang yang aman dan efisien. Sinergi ketiganya mencerminkan komitmen kuat Grup Sumitomo dalam membangun sistem perdagangan yang patuh, terintegrasi, dan berkelanjutan di Indonesia.
Melalui DIDIK (Diskusi Bareng Bea Cukai Bekasi di Pabrik), Bea Cukai Bekasi menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis dunia usaha. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi dalam memperkuat pemahaman kepabeanan, menjaga integritas, dan mewujudkan arus perdagangan yang lancar dan terpercaya.(*)