Bea Cukai Bekasi Perkuat Kepatuhan Pengusaha Melalui Program "DIDIK" di PT YKK Zipco Indonesia

Bea Cukai Bekasi Perkuat Kepatuhan Pengusaha Melalui Program "DIDIK" di PT YKK Zipco Indonesia

Rabu 11 Februari 2026 11:50

Bekasi (10/2) – Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pengguna jasa terhadap aturan kepabeanan, Bea Cukai Bekasi kembali menggelar program DIDIK (Diskusi Bareng Bea Cukai di Pabrik). Kali ini, kegiatan asistensi dan refreshment fasilitas kepabeanan tersebut dilaksanakan di kawasan pabrik PT YKK Zipco Indonesia yang berlokasi di kawasan industri GIIC, pada 10 Februari 2026.


Acara yang berlangsung interaktif ini bertujuan untuk memberikan penyegaran materi terkait fasilitas Kawasan Berikat, guna memastikan operasional perusahaan tetap sejalan dengan regulasi terbaru yang berlaku di bidang Kepabeanan dan Cukai.


Kegiatan dibuka secara resmi dengan sambutan dari Kazunobu Maeda, Advisor BS Slider Department PT YKK Zipco Indonesia. Dalam penyampaiannya, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif jemput bola yang dilakukan oleh otoritas kepabeanan.


"Sinergi antara pihak industri dan regulator sangatlah penting. Kami sangat mengapresiasi kehadiran tim Bea Cukai Bekasi secara langsung ke pabrik (on-site) untuk memberikan bimbingan teknis. Hal ini sangat kami butuhkan dalam mendukung kelancaran rantai pasok perusahaan agar tetap efektif dan sesuai aturan," ujar Kazunobu dalam sambutannya.


Senada dengan hal tersebut, Muhammad Emil Fuad, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI), dalam sambutannya menegaskan komitmen Bea Cukai untuk terus berperan sebagai industrial assistance. Beliau menyatakan bahwa program DIDIK merupakan wadah edukasi agar komunikasi antara petugas dan pengusaha berjalan lebih efektif, sehingga kendala di lapangan dapat diminimalisir melalui pemahaman aturan yang komprehensif.


Pada sesi inti, Rita Monica, Pelaksana Pemeriksa sekaligus narasumber dari Bea Cukai Bekasi memaparkan materi mendalam Tata Laksana Kawasan Berikat. Dalam sesinya, narasumber menekankan pentingnya pemenuhan kriteria dasar agar fasilitas dapat terus dimanfaatkan secara optimal.


"Pembahasan kita mulai dari Syarat Pembentukan Kawasan Berikat. Penting bagi perusahaan untuk meninjau kembali kriteria-kriteria administratif dan fisik yang harus dipenuhi. Hal ini bukan sekadar formalitas, melainkan syarat mutlak yang harus dijaga untuk dapat mempertahankan status fasilitas tersebut," jelas Rita.


Sepanjang acara, para peserta dari berbagai departemen di PT YKK Zipco Indonesia menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan teknis yang diajukan selama sesi diskusi, mulai dari penanganan barang rusak hingga prosedur pemusnahan sisa hasil produksi.


Program DIDIK ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi PT YKK Zipco Indonesia dalam mengoptimalkan fasilitas negara yang diterima, sekaligus memperkecil risiko kesalahan administratif dalam proses bisnisnya. (*)