Semua Berita
DIDIK Makin Cerdik, Makin Asik: Bea Cukai Bekasi Edukasi Kawasan Berikat di Jantung Industri Bekasi
15 Agt 2025
Bekasi, (13/08/2025) - Bea Cukai Bekasi kembali menggelar kegiatan DIDIK (Diskusi Bareng Bea Cukai Bekasi di Pabrik), kali ini bertempat di PT JST Indonesia yang berlokasi di Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat. Acara yang berlangsung pada Rabu pagi tanggal 13 Agustus 2025 mengangkat tema utama tentang Fasilitas Kepabeanan Kawasan Berikat, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kepatuhan perusahaan pengguna fasilitas.
Kegiatan diawali dengan sambutan hangat dari Managing Direktur PT JST Indonesia, Kosasih, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bea Cukai Bekasi.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan pembinaan yang dilakukan Bea Cukai Bekasi. Kegiatan ini membantu kami memahami regulasi dengan lebih jelas, sehingga operasional dapat berjalan lancar dan sesuai ketentuan,” ujar Kosasih.
Materi pertama dibawakan oleh Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, Undani, yang memaparkan secara komprehensif mengenai konsep dasar dan tanggung jawab Kawasan Berikat, sekaligus tujuan serta dampak ekonominya bagi industri dan negara.
“Fasilitas Kawasan Berikat dirancang untuk memberikan kemudahan bagi pelaku industri, sekaligus memastikan bahwa manfaatnya berdampak nyata pada perekonomian. Pemahaman yang baik adalah kunci agar fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal,” jelas Undani.
Selanjutnya, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai V, Yuwono Sutiasmaji, yang juga merupakan pejabat pengampu PT JST Indonesia, menyampaikan materi terkait Monitoring dan Evaluasi Kawasan Berikat.
“Monev bukan hanya kewajiban, tetapi juga sarana untuk memastikan perusahaan tetap berada di jalur yang benar. Dengan keterbukaan dan komunikasi yang baik, kami yakin sinergi antara Bea Cukai dan PT JST Indonesia akan memberikan hasil yang optimal,” ungkap Yuwono.
Sebagai informasi, PT JST Indonesia merupakan perusahaan modal asing asal Jepang yang berdiri sejak tahun 1994. Perusahaan ini memproduksi semi konduktor dan komponen elektronik dengan bahan baku seperti resin, housing, coil, contact, dan post, serta bahan penolong seperti kemasan kertas dan bahan kimia padat maupun cair. Bahan-bahan tersebut berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Jepang, Malaysia, Korea, Cina, Finlandia, dan Singapura.
Melalui kegiatan ini, Bea Cukai Bekasi berharap hubungan kemitraan dengan dunia industri dapat semakin erat, sejalan dengan semangat “DIDIK makin cerdik, makin asik” untuk membangun komunikasi, kolaborasi, dan kepatuhan bersama.(*)
Bekasi, Agustus 2025 — Kantor Bea Cukai Bekasi mencatat capaian signifikan dalam hal penerbitan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) selama periode Januari hingga Juli 2025. Tercatat sebanyak 19 izin NPPBKC telah diterbitkan bagi para pelaku usaha di sektor Barang Kena Cukai (BKC). Hal ini menunjukkan peningkatan drastis dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang hanya mencatat 3 izin.
Peningkatan ini tak hanya mencerminkan kesadaran hukum yang makin tinggi di kalangan pelaku usaha, tetapi juga menjadi bukti efektivitas pelayanan dan pengawasan yang dilakukan oleh Bea Cukai Bekasi.
Yuwono Sutiasmaji Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai V menyampaikan bahwa Kantor Bea Cukai Bekasi mencatat pertumbuhan penerbitan izin sebesar 533% (year-on-year growth). Pertumbuhan ini menjadi sinyal positif atas sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan upaya bersama dalam memberantas peredaran barang ilegal.
“Peningkatan jumlah penerbitan NPPBKC ini memiliki dampak yang luas, baik dari sisi penegakan hukum maupun kontribusi terhadap keuangan negara. Penerbitan izin NPPBKC juga diharapkan dapat mengurangi praktik peredaran barang ilegal atau tanpa cukai yang dapat merugikan negara dan masyarakat,” ungkap Yuwono.
Yuwono menambahkan, legalitas usaha di sektor BKC akan turut mendorong peningkatan penerimaan negara dari cukai, yang hasilnya dapat digunakan untuk membiayai pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Bea Cukai Bekasi terus aktif mengedukasi pelaku usaha mengenai pentingnya legalitas dan kemudahan prosedur pengajuan NPPBKC. Dengan memahami dan mengikuti ketentuan yang berlaku, pengusaha dapat mengantongi izin secara resmi dan menjalankan usahanya dengan aman serta patuh hukum.
Langkah ini turut menciptakan iklim usaha yang sehat, kompetitif, dan bebas dari praktik ilegal, sekaligus memperkuat sistem pengawasan dan pengendalian terhadap peredaran barang kena cukai di wilayah Bekasi.
Capaian ini menunjukkan bahwa Bea Cukai Bekasi tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga aktif memfasilitasi dunia usaha untuk berkembang secara legal. Dengan komitmen pelayanan prima dan integritas tinggi, Bea Cukai Bekasi siap menjadi mitra strategis pelaku usaha dalam membangun sektor BKC yang tertib dan berdaya saing. (*)
Bekasi (11/08) Bea Cukai Bekasi kembali kunjungi PT LG Electronics Indonesia dalam rangka Customs Visit Customer. Setelah meresmikan pusat penelitian dan pengembangan (Research and Development/ R&D) terbarunya di Kawasan MM2100 pada tahun 2023, menjadikan PT LG Electronics Indonesia Perusahaan raksasa elektronik asal korea yang menunjukan keseriusan Perusahaan dalam memperkuat posisi produk terutama TV di asia dan khususnya tingkat global.
Pemilihan Indonesia sebagai tempat R&D PT LG Electronics Indonesia tentunya melengkapi struktur industri elektronika juga meningkatkan investasi dalam negeri dan penyerapan tenaga kerja. Untuk mendukung kebijakan hilirisasi industri yang menjadi fokus pemerintah, Bea Cukai Bekasi turut memastikan kelancaran proses bisnis PT LG Electronics Indonesia.
Melalui fasilitas Kawasan Berikat Mandiri, PT LG Electronics Indonesia dipastikan mendapatkan kemudahan fiskal juga kemudahan prosedural selama proses bisnisnya berlangsung.
Dalam kunjungannya, Winarko Dian Subagyo, Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi juga memastikan PT LG Electronics Indonesia tetap dalam kondisi yang sehat baik secara finansial maupun produktivitas dan kesejahteraan karyawannya. Pada kesempatan tersebut tim Bea Cukai Bekasi juga meng-update rencana ke depannya khususnya dalam pemenuhan kewajiban PT LG Electronics Indonesia dalam menyumbang penerimaan negara.
President direktur PT. LG Electronics Indonesia Jun Woo Kim dan Direktur Whi Seong Park serta President Direktur PT. LG Electronics Indonesia R&D Lee So Yeoun dan Direktur R&D Planning Han Sang Hoon, menyambut baik kunjungan Bea Cukai Bekasi. Dalam sambutannya Perusahaan menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada Bea Cukai Bekasi, khususnya pada perlakuan tertentu yang diberikan Bea Cukai kepada PT LG Electronics Indonesia sejak tahun 2019 yang memberikan banyak kemudahan dan meningkatkan efektivitas Perusahaan.
“Kami mengharapkan dukungan dari Bea Cukai Bekasi terhadap rencana-rencana mendatang PT LG Electronics Indonesia, juga terhadap R&D yang baru berjalan. Kami mengucapkan terimakasih kepada Bea Cukai Bekasi yang selama ini selalu memberikan pelayanan optimal kepada kami. Harapannya kami akan terus mendorong industri Indonesia melalui investasi yang kami lakukan”, pungkas Han Sang Hoon.
Melalui kunjungan ini, Bea Cukai Bekasi berharap dapat terus memperkuat sinergi dan mendukung kelancaran berusaha bagi para pemangku kepentingan. (*)
Program Pentahelix Bea Cukai Bekasi, LPEI, DPR dan Akademisi Tingkatkan Kompetensi Pelaku UMKM di Bekasi
11 Agt 2025
Bekasi (07/08) Semangat kolaborasi pentahelix kembali diwujudkan dalam program Coaching Program for New Exporter (CPNE) 2025 yang digelar oleh Bea Cukai Cikarang dan Bea Cukai Bekasi bekerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Mengangkat tema “Digital Marketing dan Keuangan untuk Ekspor Juara!”, kegiatan ini dilaksanakan di Aula Candra Bagha Bea Cukai Cikarang pada Rabu, 06 Agustus 2025. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesiapan UMKM dalam menembus pasar ekspor.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Bea Cukai Cikarang, I Wayan Sapta Dharma dan Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem ekspor yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya bagi pelaku UMKM di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi.
“Terima kasih kami ucapkan terutama kepada para UMKM, yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam acara ini, kami berharap kolaborasi antar instansi semacam ini dapat membawa dampak baik, khususnya dalam kegiatan ekspor UMKM,” ungkap Winarko menambahkan.
Sebagai keynote speaker, Nilla Meidhita selaku Kepala Jasa Konsultasi LPEI, menyampaikan strategi LPEI dalam mendukung ekspor nasional melalui fasilitas pembiayaan, penjaminan, serta pendampingan yang ditujukan bagi pelaku usaha yang memiliki potensi untuk go international. LPEI juga mendorong keberlanjutan program ekspor melalui penguatan kapasitas dan literasi keuangan UMKM.
Sementara itu, dari kalangan akademisi, hadir Irfa Ampri dan Siska Purnama Manurung dari President University yang memberikan paparan menyeluruh tentang pentingnya digital marketing dan penyusunan laporan keuangan yang baik sebagai fondasi bagi UMKM untuk dapat bersaing di pasar global. Keduanya menekankan bahwa kemampuan manajerial dan penguasaan teknologi digital menjadi kebutuhan mendasar di era perdagangan internasional saat ini.
Dari Bea Cukai Cikarang, Yose Rizal Akmal turut memberikan pemahaman terkait aspek kepabeanan dan cukai yang harus diketahui oleh pelaku UMKM dalam proses ekspor. Ia menjelaskan berbagai prosedur ekspor, fasilitas kepabeanan, serta peran Bea Cukai dalam memberikan asistensi teknis melalui program Klinik Ekspor DJBC.
Menutup rangkaian sesi pemaparan, Puteri Anetta Komarudin, anggota Komisi XI DPR RI, memberikan gambaran menyeluruh tentang kebijakan legislatif yang mendukung pengembangan UMKM, khususnya dari sisi pembiayaan dan penguatan ekosistem ekspor nasional. Dalam paparannya, Puteri menegaskan bahwa kolaborasi multipihak merupakan kunci untuk meningkatkan kapasitas ekspor UMKM Indonesia.
“Kita harus menjalin berkolaborasi untuk mendorong peningkatan kapasitas UMKM supaya bisa menembus pasar ekspor yang lebih luas,” ujar Puteri.
Program CPNE 2025 ini menjadi wujud nyata kolaborasi pentahelix antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas dalam mendorong UMKM naik kelas dan siap bersaing di pasar ekspor global. (*)
Mengawal Barang, Menjaga Dunia: Sinergi AEO dan Bea Cukai Bekasi dalam Alur Logistik Global
09 Agt 2025
Bekasi, (07/08/2025) – Dalam upaya menjaga kesinambungan kepatuhan dan memperkuat keamanan rantai pasok global, Bea Cukai Bekasi melaksanakan kegiatan refreshment Authorized Economic Operator (AEO) di PT Denso Manufacturing Indonesia (DMIA) pada hari Kamis tanggal 7 Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Diskusi Bareng Bea Cukai Bekasi (DIDIK) yang rutin diselenggarakan untuk memperkuat sinergi dan asistensi berkelanjutan kepada perusahaan yang mendapat pengakuan sebagai AEO.
Direktur PT Denso Manufacturing Indonesia, Choensul Jaqin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan pembinaan dari Bea Cukai Bekasi. Beliau mengungkapkan bahwa DMIA telah mendapatkan pengakuan sebagai AEO sejak 17 Desember 2024, dan selama delapan bulan ini, perusahaan terus mengimplementasikan panduan audit internal serta memperkuat komitmen untuk menjaga status tersebut.
“Sejak mendapat sertifikat AEO, kami merasakan banyak manfaat, seperti proses customs clearance yang jauh lebih cepat, penggunaan corporate guarantee yang membuat cash flow perusahaan lebih sehat, dan tentunya pendampingan dari Client Manager Bea Cukai yang sangat membantu kami dalam setiap proses,” ujar Choensul.
Dalam sesi diskusi, Client Manager AEO sekaligus Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Bekasi, menegaskan bahwa program AEO bukan hanya tentang kepatuhan, tetapi juga bagian dari strategi besar memperkuat posisi perusahaan dalam rantai pasok global.
“AEO adalah jembatan antara otoritas kepabeanan dan pelaku usaha untuk menciptakan sistem logistik yang cepat, efisien, dan aman. Sebagai operator ekonomi yang diakui, perusahaan AEO memiliki peran penting dalam memastikan keamanan dan kelancaran rantai pasok lintas negara,” ungkap Undani.
Menambahkan penjelasan teknis, Yuwono Sutiasmaji, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai V, yang dikenal sebagai salah satu expert dalam monitoring dan evaluasi AEO, turut menyampaikan materi mengenai evaluasi kinerja AEO serta pentingnya pelaporan berkala.
“Monitoring berkelanjutan bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk nyata dari upaya menjaga integritas dan keandalan perusahaan dalam sistem perdagangan global yang terhubung,” jelas Yuwono.
Sebagai produsen Motor DC untuk kendaraan roda empat, PT Denso Manufacturing Indonesia (DMIA) memproduksi berbagai komponen penting seperti Power Window Motor, Power Steering, Radiator Cooling Fan Motor, dan Wiper Motor Assy. Dengan 66% dari penjualan untuk ekspor ke 21 car makers di Jepang, ASEAN, Amerika, Eropa, dan Afrika Selatan, DMIA telah menunjukkan kiprahnya sebagai pemain global dalam industri otomotif, didukung oleh komitmen kuat terhadap kepatuhan dan keberlanjutan rantai pasok. Dengan filosofi “Berkontribusi untuk Dunia yang Lebih Baik”, DMIA terus menumbuhkan kepercayaan global melalui kepatuhan, inovasi, dan komitmen terhadap lingkungan dan masyarakat.(*)
Bekasi (31/07/2025) - Bea Cukai Bekasi kembali teguhkan komitmen pemberantasan korupsi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bertempat di Aula Cibitung Lantai III, acara Penandatanganan Komitmen Pengendalian Gratifikasi telah diikuti oleh 25 perwakilan pengguna jasa. Acara tersebut juga diikuti secara daring oleh seluruh pengguna jasa pada Rabu, 30 Juli 2025.
“Penandatanganan Komitmen Pengendalian Gratifikasi merupakan upaya kami melakukan public campaign sebagai wujud upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di lingkungan KPPBC TMP A Bekasi. Kami berharap seluruh pengguna jasa turut serta mengambil peran agar tercipta lingkungan kerja bebas gratifikasi” ujar Winarko Dian Subagyo, selaku Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi pada saat pembukaan acara.
Roro Wide Sulistyowati, Kepala Satgas II Direktorat Antikorupsi Badan Usaha KPK hadir sebagai pembicara. Roro menjelaskan instrument self-assessment dari KPK yang dapat digunakan perusahaan. “PANCEK - Panduan Pencegahan Korupsi Untuk Dunia Usaha, dapat membantu perusahaan dalam mengidentifikasi kecukupan prosedur antikorupsi. Selain tanpa biaya, PANCEK juga dapat diadaptasi sesuai ukuran dan kapasitas dari korporasi”
Turut hadir Novryansyah, Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Kantor Wilayah DJBC Jakarta menyampaikan dukungan serta komitmen Kantor Wilayah dalam pengendalian gratifikasi. “Di samping sebagai upaya pencegahan konflik kepentingan. Semoga dengan penandatanganan komitmen anti gratifikasi ini dapat meningkatkan integritas pegawai maupun pengguna jasa guna menciptakan bersihnya lingkungan kerja dari gratifikasi.” ujar Novry.
Acara berlangsung dengan penyampaian materi dari KPK serta diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama. Di akhir acara KPK membagikan buku PANCEK pada perwakilan perusahaan. Buku PANCEK juga dapat diunduh melalui https://bit.ly/BukuKPKCEK .
Bea Cukai Bekasi Dukung Rantai Pasok Industri Nasional Lewat Re Branding Kawasan Berikat
01 Agt 2025
Bekasi (31/07/2025) – Sebagai Leading Office pemberi fasilitas Tempat Penimbunan Berikat di Indonesia, Bea Cukai Bekasi terus berupa menegaskan perannya sebagai trade facilitator dan industrial assistance. Lewat program CVC (Customs Visit Customers) pada Kamis (31/7) tim Bea Cukai Bekasi mengunjungi PT Nippisun Indonesia untuk memantau secara langsung kondisi kesehatan perusahaan di tengah upaya pemulihan ekonomi nasional. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kinerja operasional, kondisi finansial, serta keberlanjutan tenaga kerja di perusahaan tersebut.
Kepala Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo menyampaikan bahwa DJBC terus mendorong pemenuhan rantai pasok industri nasional lewat re-branding Kawasan Berikat. Selain tujuan utama berupa ekspor, barang produksi Kawasan Berikat juga dapat memenuhi permintaan pasokan dalam negeri dengan persyaratan yang harus dipenuhi antara lain membayar Bea masuk dan Pajak dalam rangka impor serta memperhatikan kuota penjualan ke dalam negeri yang dipersyaratkan.
“Kami ingin memastikan bahwa PT Nippisun Indonesia tetap dalam kondisi yang sehat, baik secara finansial maupun dalam menjaga produktivitas dan kesejahteraan karyawannya," ujar Winarko.
General Manager PT Nippisun Indonesia, Isobe Noriyuki, menyambut baik kedatangan Kepala Kantor dan menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja perusahaan secara berkelanjutan.
“Terimakasih atas kunjungan hari ini, kami berkomitmen akan selalu meningkatkan kualitas dan menjaga hubungan baik dengan segala pihak” ujar Isobe
Selama kunjungan, Winarko beserta jajaran meninjau langsung proses produksi serta melakukan dialog terbuka dengan jajaran direksi PT Nippisun Indonesia. Senior Manager PT Nippisun Indonesia, Sugiri menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan, termasuk kondisi ketersediaan bahan baku dan kebutuhan stimulus dari pemerintah khususnya Bea Cukai Bekasi.
PT Nippisun Indonesia merupakan perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat yang memproduksi biji plastik untuk di ekspor ke sejumlah negara dan juga memenuhi permintaan industri besar di Indonesia. Varian produk berupa color compound, color masterbatch hingga dry coor (micropowder) berkualitas dihasilkan pabrik ini sejak April 1993.
Bea Cukai Bekasi menegaskan bahwa kunjungan semacam ini akan terus dilakukan ke berbagai perusahaan guna memastikan bahwa proses pelayanan dan pengawasan telah tepat sasaran dan memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Bekasi (29/07) Bea Cukai Bekasi selenggarakan seminar literasi keuangan dan investasi syari’ah pada tanggal 27 Juli 2025 secara hybrid di Aula Cibitung lantai 3 Bea Cukai Bekasi dan daring melalui media teams. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Pengarusutamaan Gender, bertujuan memberikan akses pengetahuan, partisipasi, dan manfaat dari layanan serta produk keuangan kepada seluruh pegawai.
Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo, menekankan akan pentingnya pemahaman literasi keuangan yang berimbang antara perencanaan keuangan, tabungan, dan investasi, khususnya investasi berbasis syari’ah.
“Kegiatan ini tentu memberi manfaat yang cukup luas bagi kita semua, khususnya dalam hal mengelola keuangan dan mengetahui produk-produk yang cocok untuk kita berinvestasi,” ungkap Winarko.
Acara menghadirkan narasumber dari Bank Syariah Indonesia (BSI) yaitu Ahmad Yani, Danu Suatmaji, dan Rahmat Wahyudi. Materi yang dibawakan mencakup pentingnya kesadaran finansial, pengelolaan dana darurat, pengelolaan utang yang sehat, perencanaan tujuan keuangan dengan prinsip SMART, serta pemilihan instrumen investasi sesuai profil risiko.
Ahmad Yani selaku Manager BSI Area Bekasi sekaligus narasumber menyampaikan fakta bahwa bahwa indeks literasi keuangan syariah di Indonesia pada tahun 2024 baru mencapai 39,11%, dengan indeks inklusi keuangan syariah sebesar 12,88%. Hal ini menjadi tantangan bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan syariah.
“Kami berharap, kedatangan kami dapat memberi gambaran untuk Bapak/Ibu sekalian dalam mengelola keuangan dan memilih instrument investasi yang tepat dan tentu sesuai syari’ah,” ujar Ahmad.
Semoga dengan adanya kegiatan ini, dapat memotivasi pegawai untuk berinvestasi dan tentu pandai dalam mengelola keuangan dengan baik. (*)
Menjaga Amanah Negeri dalam Bingkai Pelayanan, Kepala Kanwil Bea Cukai Jakarta Kunjungi Bea Cukai Bekasi
24 Jul 2025
Bekasi, (22/07/2025) – Suasana hangat dan penuh semangat tampak di Aula Cibitung Lantai 3 Kantor Bea Cukai Bekasi pada hari Selasa, 22 Juli 2025 ketika jajaran pegawai Bea Cukai Bekasi menerima kunjungan kerja dari Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta. Kegiatan ini turut dilaksanakan secara hybrid dan disiarkan langsung melalui Microsoft Teams, memungkinkan partisipasi luas dari seluruh pegawai yang sedang menjalankan tugas dinas di lapangan.
Kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momen penting untuk memperkuat arah dan semangat pelaksanaan tugas, khususnya bagi Bea Cukai Bekasi sebagai kantor yang tercatat mengampu perusahaan penerima fasilitas Tempat Penimbunan Berikat terbanyak se-Indonesia, serta mengawasi berbagai entitas strategis seperti pabrik, importir, tempat penyimpanan, penyalur, dan tempat penjualan eceran barang kena cukai.
Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo, yang memaparkan profil dan tipelogi unik kantor Bea Cukai Bekasi, termasuk tantangan dan peluang yang dihadapi dalam wilayah pengawasan yang sangat dinamis.
“Kami bukan hanya penyedia layanan, tetapi penjaga keseimbangan antara fasilitasi dan pengawasan. Semangat kami adalah melayani dengan sigap, mengawasi dengan tegas, dan bekerja dengan tulus,” ungkap Winarko.
Selanjutnya, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Akhmad Rofiq memberikan pengarahan dalam suasana diskusi yang hangat namun sarat nilai. Dalam kesempatan tersebut, Akhmad mengajak seluruh pegawai untuk kembali meneguhkan integritas dan profesionalisme sebagai fondasi utama dalam menjalankan setiap amanah negara.
“Integritas adalah cahaya dalam setiap langkah kita. Profesionalisme adalah cara kita menjaga kepercayaan negara dan masyarakat. Jangan hanya menjadi pengawas, tapi jadilah teladan,” tegas Rofiq.
Dengan gaya penyampaian yang inspiratif dan penuh refleksi, pengarahan ini tidak hanya memberikan arahan teknis dan kebijakan, tetapi juga memperkuat semangat pengabdian. Diskusi pun berjalan interaktif, mencerminkan keterbukaan dan semangat kolaboratif di lingkungan Bea Cukai Bekasi.
Kunjungan kerja ini menjadi penanda bahwa peran strategis Bea Cukai Bekasi mendapat perhatian penuh dari Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, sekaligus menjadi momentum mempererat sinergi dalam menjalankan tugas pengawasan dan pelayanan, demi mewujudkan kepabeanan dan cukai yang makin baik, modern, dan berintegritas.(*)