Semua Berita

Sinergi Hebat untuk Logistik Unggul, Bea Cukai Bekasi Gelar Refreshment AEO di Pabrik Wuling Indonesia

Bekasi, (15/05/2025) – Dalam semangat memperkuat sinergi dan kolaborasi, Bea Cukai Bekasi menyelenggarakan kegiatan refreshment AEO (Authorized Economic Operator) bersama perusahaan mitra, PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Factory), yang berlokasi di kawasan industri Greenland International Industrial Center (GIIC), Deltamas, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat pada Rabu 15 Mei 2025.

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk program inovatif DIDIK (Diskusi Bareng Bea Cukai Bekasi di Pabrik) yang menjadi agenda rutin Bea Cukai Bekasi untuk memperkuat pemahaman dan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi kepabeanan dan cukai.

PT SGMW Motor Indonesia, dikenal sebagai Wuling Indonesia, berdiri kokoh di atas lahan seluas 60 hektar dengan nilai investasi mencapai 1 miliar USD. Fasilitas ini terdiri dari pabrik OEM (Original Equipment Manufacturer) serta supplier park, dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 120.000 unit. Perusahaan resmi memulai operasional pada Juli 2017, mengadopsi sistem manufaktur General Motors yang berpengalaman dan mengikuti standar mutu ISO 9001:2015 dengan model produksi “low cost, high value”.

Direktur HR Wuling Indonesia, Ivan Nuramdhani, menyampaikan apresiasi atas kunjungan serta kegiatan yang dilakukan oleh Bea Cukai Bekasi.

“Kegiatan seperti ini sangat penting dalam membangun komunikasi yang lebih kuat dan memahami lebih dalam peran masing-masing. Kami mengapresiasi dukungan Bea Cukai Bekasi dalam menjaga kelancaran logistik kami,” ujar Ivan.

Undani, selaku Client Manager AEO sekaligus Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Bekasi, menegaskan pentingnya kerja sama antara perusahaan AEO dan Bea Cukai sebagai mitra strategis.

“AEO bukan hanya sekadar status, melainkan bentuk nyata dari kemitraan antara pelaku usaha dan Bea Cukai. Ini adalah kunci keberlangsungan rantai logistik yang aman, cepat, dan efisien,” jelas Undani.

Sementara itu, Yuwono Sutiasmaji, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai V Bea Cukai Bekasi, hadir sebagai pemateri utama dalam sesi refreshment.

“Dengan adanya refreshment ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh elemen dalam perusahaan memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari sistem AEO. Ini adalah bentuk komitmen kita bersama dalam menciptakan ekosistem logistik nasional yang kompetitif,” tutur Yuwono.

Acara ini membuktikan komitmen Bea Cukai Bekasi untuk terus berinovasi dan memperkuat kerja sama strategis dengan para pelaku industri, demi kemajuan ekonomi nasional yang lebih kuat dan terintegrasi.(*)

Bea Cukai Bekasi Percepat Pelayanan  Jemaah Haji Lewat “One Stop Service”

Bekasi (19/05)  Bea Cukai Bekasi kembali ikut berpartipasi dalam mendukung kelancaran perjalanan ibadah Haji  1446 H. Sebanyak 61 kloter terdiri dari 26.667 orang Jemaah Haji dilayani lewat Embarkasi dan Asrama Haji Bekasi sejak  tanggal 1 Mei 2025 lalu. 

Sebanyak 244 petugas membantu Jemaah Haji  dari daerah  Jawa barat dilayani di tempat ini melalui One stop service. Program yang telah terbukti lebih efektif dalam melayani Jemaah Haji karena proses penyelesaian pemeriksaan kesehatan, keimigrasian hingga penyelesaiaan formalitas kepabeanan dilakukan di asrama haji. Lewat  One stop service proses keberangkatan menjadi lebih cepat dan akurat. Pemeriksaan atas barang bawaan Jemaah Haji dilakukan secara selektif dan professional dengan didukung oleh mesin X ray.

Kepala Bidang Kepabeanan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)  2025, Undani menyampaikan bahwa Bea Cukai bersinergi dengan ZATCA (Zakat, Tax, and Customs Authority) Saudi Arabia. Bea Cukai Indonesia membantu untuk memastikan agar Jemaah Haji tidak terkendala akibat membawa barang yang dilarang atau dibatasi.

“Saya menghimbau agar Jemaah Haji bisa memahami dan mematuhi ketentuan pembawaan barang ke Saudi Arabia, hal ini menjadi penting agar pada saat Jemaah tiba di sana tidak perlu lagi menyelesaikan formalitas pabean, proses customs clearance telah selesai karena pemeriksaan atas  barang bawaan jamaah telah dilaksanakan di Embarkasi,” ungkap Undani.

Sebagai upaya preventif dan sekaligus  mengedukasi masyarakat, Bea Cukai Bekasi bekerja sama dengan Kemenag di Kota Bekasi juga telah menyampaikan aturan Kepabeanan dan Cukai pada saat Manasik Haji Akbar tempo hari di  Masjid Agung Al Barkah  pada 12 April 2025, lebih dari 2000 Jemaah Haji asal Kota Bekasi juga turut hadir menyimak pemaparan materi. (*)

Teguhkan Peran Pengguna Jasa dalam Pencegahan Korupsi, Bea Cukai Bekasi Sambangi Kyunghee Packing dan Hankook Tire

Bekasi, 9/5/2025 – Customs Visit Customer (CVC) yang tengah digencarkan Bea Cukai Bekasi kali ini mengangkat tema yang berbeda. Di samping sebagai upaya mitigasi isu terkini, CVC juga menjadi sarana Bea Cukai Bekasi dalam menyebarkan peran pengguna jasa dalam upaya pencegahan korupsi di lingkungan Kementerian Keuangan, khususnya di Bea Cukai Bekasi sendiri. Kamis, 8 Mei 2025, Bea Cukai Bekasi mengunjungi 2 perusahaan Kawasan Berikat yaitu PT Hankook Tire Indonesia dan PT Kyunghee Packing Material Indonesi.a

“Dengan menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), perusahaan dapat  berperan aktif dalam mendukung Island of Integrity, sehingga perusahaan dapat memperoleh kepercayaan tinggi dari konsumen atas kredibilitas yang dimiliki. Hal ini selaras dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 277/PMK.09/2021 tentang Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan Kementerian Keuangan” Ujar Asep Rulli selaku Kepala Seksi Kepatuhan Internal pada Bea Cukai Bekasi.

Kuasa Direksi PT Hankook Tire Indonesia, Jo Yong Seok, menyampaikan dukungan penuhnya atas upaya pencegahan korupsi yang dilakukan.

“Kami dari PT Hankook Tire Indonesia, menyambut baik ajakan Bea Cukai Bekasi dalam upaya pencegahan korupsi dengan menerapkan SMAP melalui Jaga.id. Hal ini merupakan aspek penting dalam menjaga ‘kesehatan’ lingkungan kerja.” Ujar Jo.

Jaga.id merupakan akronim dari Jaringan Pencegahan Korupsi Indonesia, aplikasi gratis yang dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi yang bertujuan untuk mendorong tranparansi penyelenggaraan pelayanan publik dan pengelolaan aset negara dan wadah untuk bertukar informasi serta aspirasi masyarakat. (*)

Menjaga Kepatuhan di Tengah Tantangan: Bea Cukai Bekasi Tinjau Epson & Vision Ease

Bekasi (30/04) Masih dalam rangkaian kegiatan Customs Visit Customer (CVC), Bea Cukai Bekasi kali ini berkesempatan untuk berkunjung ke PT Epson Indonesia, perusahaan printer dan peralatan kantor serta PT Vision Ease, produsen lensa pada hari Selasa, 29 April 2025. Di tengah fluktuasi situasi ekonomi global, Bea Cukai Bekasi memastikan perusahaan tersebut untuk tetap senantiasa menjaga kepatuhan kepabeanan dan cukai.

Kegiatan CVC tentu menjadi jembatan bagi Bea Cukai Bekasi dan perusahaan untuk menjalin komunikasi terbuka dan diskusi interaktif terkait proses bisnis dan kondisi perusahaan terkini. Isu dan kendala yang dihadapi oleh Epson dan Vision Ease kurang lebih hampir sama yakni peningkatan IT inventory yang masih berjalan.

“Bea Cukai Bekasi akan memegang komitmen dalam membantu perusahaan meningkatkan kepatuhan dan memperbaiki sistem dimana perbaikan tersebut tentu demi kemajuan negara pada umumnya dan peningkatan efisiensi dan efektivitas operasional perusahaan pada khususnya, “ungkap Yanti.

Aily Chandra selaku Presiden Direktu PT Vision Ease, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan CVC yang dilakukan Bea Cukai Bekasi. “Tantangan kebijakan tarif resiprokal secara langsung cukup berpengaruh bagi Vision Ease, tetapi kami optimis, tantangan ini dapat dilalui dengan bersama kami selaku pengguna jasa dan Bea Cukai Bekasi” ujar Aily.

Tak lupa Emile Pattiwael, Presiden Direktur PT Indonesia Epson Industry turut menyampaikan apresiasi kepada Bea Cukai, pelaksanaan kunjungan kali ini menajdi bahan evaluasi dan perbaikan Epson kedepannya. “Terima kasih kami ucapkan untuk Bea Cukai Bekasi, kegiatan ini menjadi wadah kami untuk monitoring dan evaluasi kami terutama dalam kepatuhan kepabeanan dan cukai dan perbaikan IT inventory,”pungkas Emile.

Sebagai perusahaan yang secara langsung terkena imbas dari kebijakan Trump dalam kegiatan ekspornya, Bea Cukai Bekasi berharap kedua perusahaan tersebut untuk tetap berada pada garis optimisme, hal ini ditunjukkan dengan adanya kesadaran dan upaya kepatuhan perusahaan dalam peraturan kepabeanan dan cukai serta upaya perusahaaan dalam menghadapi tantangan ekonomi global dengan lebih baik. (*)

Bea Cukai Bekasi kunjungi Perusahaan Bone China Terkemuka asal Indonesia

Bekasi, 30 April 2025 –  Masih dalam rangkaian program Customs Visit Customer (CVC), Tim Bea Cukai Bekasi yang dipimpin oleh Yanti Sarmuhidayanti kali ini melakukan lawatan ke produsen keramik terkemuka, PT Narumi Indonesia. Kunjungan tersebut dilaksanakan pada Senin, 28 April 2025 di EJIP Industrial Park.  

“Program CVC ini mampu memupuk sinergi baik yang sudah ada antara Bea Cukai Bekasi dengan Pengguna Jasa. Melalui hubungan baik yang konstruktif, bea cukai bekasi berupaya mencari serta menemukan solusi atas kendala yang mungkin terjadi.” ujar Yanti.

Tsutsui Hirotatsu selaku President Director, menerangkan bahwa PT Narumi Indonesia berkomitmen untuk menyediakan produk alat makan kualitas tinggi kepada customer. Dengan senantiasa menjaga kualitas produk PT Narumi Indonesia bercita-cita menjadi pabrik bone china nomor satu di dunia. Tsutsui juga menyampaikan ucapan terimakasihnya atas pelayanan yang baik oleh Bea Cukai Bekasi selama ini, semoga kerjasama yang terjalin makin baik kedepannya.

Berdiri sejak tahun 1995, PT Narumi Indonesia terus melebarkan sayapnya. Menjadi produsen bone china terkemuka, produk PT Narumi telah digunakan oleh berbagai sektor industri di berbagai belahan dunia. Mulai dari Qatar Airlines, Air China, Ritz Carlton Hotel Group, Four Seasons Hotel, GrandHyatt, Fairmont Jakarta, dan masih banyak lagi.

Bone berarti tulang, china berarti keramik. Terdiri dari 47% bone ash, menjadikan produk PT Narumi mewah serta mampu memunculkan bayangan tangan apabila kita memegangnya di bawah cahaya. Disamping kualitas yang bagus, produk PT Narumi memiliki desain yang menarik serta fungsional.

Kunjungi  Pabrikan Jepang, Bea Cukai Bekasi  Coba Identifikasikan Dampak Kebijakan Trump pada Kinerja Ekspor

Bekasi (25 April 2025) Berbagai upaya preventif terus digalakkan Bea Cukai Bekasi dalam merespons kondisi perdagangan dunia yang makin dinamis akhir-akhir ini.  Kebijakan tarif resiprokal tentu saja akan berdampak langsung pada perusahaan penerima fasilitas Tempat Penimbuan Berikat terutama yang mengekspor produknya ke Amerika.  Berkenaan dengan hal tersebut tim Bea Cukai Bekasi dipimpin oleh Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti mengunjungi pabrik PT Tenma Cikarang Indonesia pada Kamis 24 April 2025 di Kawasan Delta Silicon Industrial Park.

Program Customs Visits Customer (CVC) kali ini merupakan kunjungan yang kedua setelah 1 hari sebelumnya tim juga mengunjungi PT Framas Indonesia di Kawasan MM2100 Cikarang Bekasi. Melalui program CVC Bea Cukai Bekasi bisa membangun hubungan harmonis yang konstruktif sekaligus upaya mencari dan menemukan solusi atas kendala yang mungkin terjadi.

“Saya percaya lewat pola komunikasi yang mengedepankan solusi, apapun di depan kita yang  menjadi hambatan atau kendala baik di level mikro maupun makro dapat kita identifikasikan, bahas dan mudah-mudahan dapat menemukan solusi,” ujar Yanti.

Senior General Manager PT Tenma Cikarang Indonesia Hasanuddin Malewa, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim CVC.  Dukungan dari pemerintah di tengah situasi yang makin bergejolak akibat perang dagang Amerika dan China akan membuat pengusaha merasa lebih aman.  Hasan berharap pemerintah lewat DJBC bisa mendorong agar kebijakan yang diambil sebagai respons positif atas kebijakan tarif Amerika dapat membantu perusahaan bertahan dan mengambil keuntungan strategis.  

Sebagai pabrik manufacturing and Supplying Molding and Assembly, kinerja PT Tenma Cikarang Ind dipengaruhi juga oleh perusahaan lain yang memproduksi barang jadi. Dengan 606 tenaga kerja  perusahaan ini memproduksi berbagai spare part untk  printer,  safety camera, drone camera  hinngga barang-barang rumah tangga (house hold Necesseties)  (*)

Di tengah Turbulensi Ekonomi, Bea Cukai Bekasi Giat Dorong Investasi Pengusaha “Predator”

Bekasi (24 April 2025)  Di tengah memanasnya perdagangan  global akibat kebijakan tarif resiprokal Amerika, Pemerintah dalam hal ini Bea Cukai Bekasi terus mendorong pertumbuhan investasi khususnya di Kota dan Kabupaten Bekasi.  Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Bea dan Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti pada saat mengunjungi pabrikan sol sepatu di Kawasan MM2100 Cikarang Bekasi pada Rabu 23 April 2025.

Program kunjungan yang dikemas dalam bincang santai tersebut merupakan program rutin Customs Visit Customer (CVC) yang sudah terjadwal. Melalui program CVC diharapkan terjalin pola hubungan komunikasi yang konstruktif antara Bea Cukai Bekasi dan pengguna jasa.

“Keberadaan perusahaan penerima fasilitas Tempat Penimbunan Berikat harus dapat menjadi daya dorong atas peningkatan perekonomian di daerah, multiflier effect dari adanya investasi tersebut tidak hanya dalam bentuk penerimaan pajak pusat dan daerah, penyerapan tenaga kerja tetapi juga indirect economy  impact lainnya seperti berputarnya sektor ril di kawasan industri,” ujar Yanti.

General Director PT Framas Indonesia,  Humberto David menyampaikan bahwa di tengah dinamika perang dagang sekarang, perusahaannya terus melakukan berbagai upaya untuk bisa mengembangkan usahanya lewat berbagai inovasi produk. Sebagai produsen spare part sepatu olahraga salah satunya “Predator” yang telah melegenda, PT Framas terus berupaya menambah investasi dengan penambahan lini produksi dan pabrik baru di Bekasi.

PT Framas telah menunjukan kinerja yang luar biasa. Penambahan Kawasan Berikat Framas 3 misalnya telah menambah jumlah investasi  PT Framas Indonesia menjadi USD 98,8 juta.  Investasi dalam bentuk pengadaan mesin, mold, sarana fasilitas hingga infrastruktur di pabrik baru mencapai USD 15,4 juta . 

Dalam kunjungannya ke PT Framas Indonesia Yanti didampingi sejumlah Pejabat Pengawas Bea Cukai Bekasi. Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai Mujahidin dan Eko Edhi Mulyono,  Aji Supangkat dan Kepala Seksi PLI Undani. Yanti ingin memastikan bahwa setiap potensi hambatan yang mungkin muncul dapat diatasi sedini mungkin sehingga peran Bea Cukai sebagai industrial asistence nyata adanya. (*)

Bea Cukai Bekasi Semarakkan Hari Kartini  Lewat Program Beauty Make Up Class

Bekasi (22 April 2025) Berbagai kegiatan dan program dilaksanakan oleh masyarakat Indonesia dalam menyemarakkan semangat kemandirian perempuan Indonesia. Kegiatan serupa  kerap diadakan bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.  Bea Cukai Bekasi memberi wadah bagi pengembangan potensi wanita melaui kelas make up dengan tema  “Show Your Selflove Through Your Make Up” . Dilaksanakan di Aula  Kantor Bea Cukai Bekasi pada 22 April 2025 dan dihadiri oleh dua puluhan pegawai perempuan.

Berkolaborasi dengan salah satu merk make up lokal Indonesia. “Wardah”.  Pemilihan merk tersebut juga didorong oleh keinginan kuat agar industri make up Indonesia bisa tampil mendominasi dan menjadi pilihan utama produk kosmetika di Indonesia di tengah gempuran produk sejenis dari mancanegara. Keunggulan produk baik dari kualitas maupun corporate branding position yang kuat juga menjadi alasan lain pemilihan produk tersebut.

Yanti Sarmuhidayanti, Kepala Bea Cukai Bekasi  menyambut baik prakarsa salah satu program PUG (Pengarusutamaan Gender)  di Bea Cukai Bekasi. PUG sendiri merupakan pendekatan yang penting untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Yanti meyakini dengan mengintegrasikan perspektif gender dalam semua aspek  program, diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara

Dalam  Sambutannya di awal acara Yanti menekankan pentingnya kemandirian bagi seorang wanita  dan meningkatkan perannya secara lebih nyata.

Yanti menyampaikan bahwa seorang perempuan harus bisa menunjukan kemandiriaannya, tidak hanya dalam hal penampilan tetapi jauh dari itu dimulai dari penguatan mindset. Perempuan diharapkan menjadi daya dorong tidak hanya bagi dirinya tetapi bagi anak dan keluarganya.

“Layaknya RA Kartini, seorang perempuan dengan segala potensinya harus menjadi pijar bagi terang dunia, memberi makna pada kehidupan dengan kebermanfaatan,” pungkas Yanti.

Mitigasi Dampak Kebijakan Tarif USA : Bea Cukai Bekasi Kumpulkan Pengusaha TPB

Bekasi (21/04)   Kebijakakan Resiprocal tariff yang dicanangkan Pemerintah USA akan berpengaruh terhadap pola perdagangan luar negeri Indonesia.  Banyak pengusaha di Indonesia termasuk para penerima fasilitas Tempat Penimbunan Berikat (TPB) yang juga akan terdampak terutama para pengusaha dengan pangsa pasar Amerika.   Mengantisipasi hal tersebut Bea Cukai Bekasi mengumpulkan Sembilan puluh enam pengusaha TPB di Ruang Aula Lantai 3 Bea Cukai Bekasi pada Kamis 17 April  2025.

Yanti Sarmuhidayanti selaku penggagas acara “ Ngobras”  ngobrol bareng dan Santai menyambut para undangan dalam acara bincang santai bertajuk “Mitigasi Dampak Kebijakan Tarif USA pada Kinerja Pengusaha TPB”.

Yanti menyampaikan bahwa lebih dari 51 persen pengusaha Kawasan Berikat di Bekasi  mengeekspor produknya ke Amerika.  Selama tiga tahun terkahir lebih dari 2600 dokumen ekspor dari Kawasan Berikat di Bekasi tertuju memenuhi pangsa pasar Amerika. Nilai barang yang  diekspor pada periode tersebut mencapai USD 22,5 juta dengan tonase sebesar 3.722,8 Ton.

Berbagai produk dihasilkan dari para pengusaha di Bekasi dan dikirim ke Amerika  mulai dari ban kendaraan, produk elektronik seperti printer, televisi dan barang kebutuhan lainnya.

“Meskipun kebijakan tarif tersebut akan berpengaruh secara signifikan terutama dalam rasio impor dan ekspor, namun Saya yakin kita bisa mencari bersama solusi dari permasalahan tersebut, Kami sangat concern akan hal ini. Karena itulah kita coba kumpulkan Bapak dan Ibu agar Saya bisa mendengar langsung langkah antisipatif yang perlu dilakukan”, ujar  Yanti.

Kebijakan tarif baru dari Presiden AS Donald Trump yang menaikkan tarif hingga 47% untuk produk Indonesia masih menjadi sorotan media selama periode ini.  Merespon hal tersebut Presiden Prabowo telah menginstruksikan penghapusan sistem kuota impor dan persetujuan teknis (pertek) yang dinilai menghambat bisnis dan membuka ruang praktik rente.

Prabowo menilai prosedur tersebut kerap dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan pribadi. Presiden juga memperingatkan Bea Cukai agar tidak memperlambat arus barang dengan prosedur yang rumit, serta menegaskan akan memberi perhatian khusus terhadap upaya pemberantasan penyelundupan.

Menanggapi hal tersebut, Sri Mulyani menilai penghapusan kuota impor dapat berdampak langsung pada peningkatan penerimaan negara serta mendorong efisiensi dan transparansi dalam perdagangan. Ia memaparkan empat strategi fiskal untuk meredam dampak tarif tinggi dari AS, yakni: penyederhanaan administrasi pajak dan Bea Cukai, pemangkasan PPh impor dari 2,5% menjadi 0,5%, penyesuaian tarif bea masuk produk AS, dan penurunan bea keluar untuk CPO—yang secara total bisa menurunkan beban hingga 14%. Selain itu, pemerintah mempercepat digitalisasi proses logistik melalui National Logistic Ecosystem dan penguatan pengawasan melalui teknologi hyco x-ray untuk mempercepat dan mengefisiensikan pemeriksaan barang impor-ekspor. (*)