Semua Berita
Tingkatkan Kepedulian, Bea Cukai Bekasi Gelar Seminar Kesehatan tentang Penyakit Jantung
22 Mei 2025
Bekasi (20/5) Dalam upaya meningkatkan kesadaran pegawai akan pentingnya menjaga kesehatan jantung, KPPBC TMP A Bekasi menggelar Seminar Kesehatan bertema “Pencegahan dan Penanganan Penyakit Jantung” pada hari Selasa, 20 Mei 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yaitu tatap muka di Aula Cibitung dan daring melalui Microsoft Teams.
Seminar dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang sehat, dimulai dari kesadaran individu akan kondisi tubuhnya.
“Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat lebih peduli, mengenali gejala sejak dini, dan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat,” ujar Yanti.
Menghadirkan narasumber utama yang berkompeten di bidangnya, dr. Darali Noya Kireina Mahardhika dari Rumah Sakit Primaya Bekasi Timur, seminar ini memaparkan informasi penting seputar faktor risiko, pencegahan, serta penanganan awal penyakit jantung. Didampingi oleh tim medis Primaya, dr. Darali juga membagikan tips praktis dan menjawab berbagai pertanyaan dari peserta dengan lugas dan edukatif.
Tidak hanya pemaparan teori, sesi tanya jawab berlangsung aktif dan interaktif, memperlihatkan tingginya antusiasme peserta terhadap topik yang dibahas. Pegawai juga mendapatkan tips praktis mengenali gejala awal penyakit jantung serta penanganan darurat yang tepat sebelum mendapatkan bantuan medis.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Bea Cukai Bekasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang peduli terhadap kesehatan fisik dan mental pegawainya. Semoga melalui kegiatan ini, seluruh pegawai semakin sadar akan pentingnya menjaga jantung tetap sehat demi menunjang produktivitas kerja dan kualitas hidup yang lebih baik.
Kolaborasi untuk Negeri, Bea Cukai Bekasi Sambangi PT Mecoindo dalam Semangat Sinergi Industri
21 Mei 2025
Bekasi, (19/05/2025) - Dalam rangka memperkuat sinergi dan menjalin komunikasi yang konstruktif dengan para pelaku industri, Bea Cukai Bekasi melaksanakan kunjungan “Customs Visit Customer” ke PT Mecoindo, sebuah perusahaan joint venture antara Itron Inc. (USA) dan PT Berca (Indonesia), yang bergerak di bidang manufaktur meteran listrik, air, gas, serta perangkat terkait. Kunjungan ini dilaksanakan pada hari Senin, 19 Mei 2025.
Dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, rombongan Bea Cukai turut dihadiri oleh Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai IX, serta Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi.
Kunjungan disambut hangat oleh Presiden Direktur PT Mecoindo, Thomas Aquino, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin bersama Bea Cukai selama ini.
"Kami percaya bahwa kolaborasi antara dunia usaha dan institusi pemerintah seperti Bea Cukai merupakan kunci utama dalam menjaga kelancaran rantai pasok global serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi. Kunjungan ini menjadi bentuk nyata komitmen tersebut," ujar Thomas Aquino.
PT Mecoindo sendiri telah berdiri sejak tahun 1984 dan berpindah ke kawasan industri EJIP Cikarang pada tahun 1995. Perusahaan ini memperoleh status Kawasan Berikat sejak tahun 1999, dan aktif melakukan ekspor ke berbagai kawasan termasuk Asia, Eropa, Afrika, Timur Tengah, hingga Amerika.
Dalam kunjungan ini, turut dilaksanakan diskusi interaktif mengenai regulasi dan pengelolaan fasilitas Kawasan Berikat, sebagai sarana memperbarui pemahaman dan menyerap masukan dari pelaku industri.
Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti, menegaskan pentingnya keterbukaan dan kolaborasi dalam pelaksanaan fungsi pelayanan dan pengawasan.
"Kami ingin memastikan bahwa fasilitas yang diberikan oleh pemerintah, seperti Kawasan Berikat, dapat dimanfaatkan secara optimal namun tetap berada dalam koridor kepatuhan. Dialog seperti ini sangat penting agar kami dapat memahami tantangan di lapangan sekaligus memberikan pendampingan yang sesuai," ujar Yanti.
Melalui kunjungan ini, Bea Cukai Bekasi berharap dapat terus memperkuat kemitraan strategis dengan dunia usaha, mendorong ekspor, dan mendukung iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.(*)
Sinergi Hebat untuk Logistik Unggul, Bea Cukai Bekasi Gelar Refreshment AEO di Pabrik Wuling Indonesia
16 Mei 2025
Bekasi, (15/05/2025) – Dalam semangat memperkuat sinergi dan kolaborasi, Bea Cukai Bekasi menyelenggarakan kegiatan refreshment AEO (Authorized Economic Operator) bersama perusahaan mitra, PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Factory), yang berlokasi di kawasan industri Greenland International Industrial Center (GIIC), Deltamas, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat pada Rabu 15 Mei 2025.
Kegiatan ini dikemas dalam bentuk program inovatif DIDIK (Diskusi Bareng Bea Cukai Bekasi di Pabrik) yang menjadi agenda rutin Bea Cukai Bekasi untuk memperkuat pemahaman dan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi kepabeanan dan cukai.
PT SGMW Motor Indonesia, dikenal sebagai Wuling Indonesia, berdiri kokoh di atas lahan seluas 60 hektar dengan nilai investasi mencapai 1 miliar USD. Fasilitas ini terdiri dari pabrik OEM (Original Equipment Manufacturer) serta supplier park, dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 120.000 unit. Perusahaan resmi memulai operasional pada Juli 2017, mengadopsi sistem manufaktur General Motors yang berpengalaman dan mengikuti standar mutu ISO 9001:2015 dengan model produksi “low cost, high value”.
Direktur HR Wuling Indonesia, Ivan Nuramdhani, menyampaikan apresiasi atas kunjungan serta kegiatan yang dilakukan oleh Bea Cukai Bekasi.
“Kegiatan seperti ini sangat penting dalam membangun komunikasi yang lebih kuat dan memahami lebih dalam peran masing-masing. Kami mengapresiasi dukungan Bea Cukai Bekasi dalam menjaga kelancaran logistik kami,” ujar Ivan.
Undani, selaku Client Manager AEO sekaligus Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Bekasi, menegaskan pentingnya kerja sama antara perusahaan AEO dan Bea Cukai sebagai mitra strategis.
“AEO bukan hanya sekadar status, melainkan bentuk nyata dari kemitraan antara pelaku usaha dan Bea Cukai. Ini adalah kunci keberlangsungan rantai logistik yang aman, cepat, dan efisien,” jelas Undani.
Sementara itu, Yuwono Sutiasmaji, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai V Bea Cukai Bekasi, hadir sebagai pemateri utama dalam sesi refreshment.
“Dengan adanya refreshment ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh elemen dalam perusahaan memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari sistem AEO. Ini adalah bentuk komitmen kita bersama dalam menciptakan ekosistem logistik nasional yang kompetitif,” tutur Yuwono.
Acara ini membuktikan komitmen Bea Cukai Bekasi untuk terus berinovasi dan memperkuat kerja sama strategis dengan para pelaku industri, demi kemajuan ekonomi nasional yang lebih kuat dan terintegrasi.(*)
Bekasi (19/05) Bea Cukai Bekasi kembali ikut berpartipasi dalam mendukung kelancaran perjalanan ibadah Haji 1446 H. Sebanyak 61 kloter terdiri dari 26.667 orang Jemaah Haji dilayani lewat Embarkasi dan Asrama Haji Bekasi sejak tanggal 1 Mei 2025 lalu.
Sebanyak 244 petugas membantu Jemaah Haji dari daerah Jawa barat dilayani di tempat ini melalui One stop service. Program yang telah terbukti lebih efektif dalam melayani Jemaah Haji karena proses penyelesaian pemeriksaan kesehatan, keimigrasian hingga penyelesaiaan formalitas kepabeanan dilakukan di asrama haji. Lewat One stop service proses keberangkatan menjadi lebih cepat dan akurat. Pemeriksaan atas barang bawaan Jemaah Haji dilakukan secara selektif dan professional dengan didukung oleh mesin X ray.
Kepala Bidang Kepabeanan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2025, Undani menyampaikan bahwa Bea Cukai bersinergi dengan ZATCA (Zakat, Tax, and Customs Authority) Saudi Arabia. Bea Cukai Indonesia membantu untuk memastikan agar Jemaah Haji tidak terkendala akibat membawa barang yang dilarang atau dibatasi.
“Saya menghimbau agar Jemaah Haji bisa memahami dan mematuhi ketentuan pembawaan barang ke Saudi Arabia, hal ini menjadi penting agar pada saat Jemaah tiba di sana tidak perlu lagi menyelesaikan formalitas pabean, proses customs clearance telah selesai karena pemeriksaan atas barang bawaan jamaah telah dilaksanakan di Embarkasi,” ungkap Undani.
Sebagai upaya preventif dan sekaligus mengedukasi masyarakat, Bea Cukai Bekasi bekerja sama dengan Kemenag di Kota Bekasi juga telah menyampaikan aturan Kepabeanan dan Cukai pada saat Manasik Haji Akbar tempo hari di Masjid Agung Al Barkah pada 12 April 2025, lebih dari 2000 Jemaah Haji asal Kota Bekasi juga turut hadir menyimak pemaparan materi. (*)
Bekasi, 9/5/2025 – Customs Visit Customer (CVC) yang tengah digencarkan Bea Cukai Bekasi kali ini mengangkat tema yang berbeda. Di samping sebagai upaya mitigasi isu terkini, CVC juga menjadi sarana Bea Cukai Bekasi dalam menyebarkan peran pengguna jasa dalam upaya pencegahan korupsi di lingkungan Kementerian Keuangan, khususnya di Bea Cukai Bekasi sendiri. Kamis, 8 Mei 2025, Bea Cukai Bekasi mengunjungi 2 perusahaan Kawasan Berikat yaitu PT Hankook Tire Indonesia dan PT Kyunghee Packing Material Indonesi.a
“Dengan menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), perusahaan dapat berperan aktif dalam mendukung Island of Integrity, sehingga perusahaan dapat memperoleh kepercayaan tinggi dari konsumen atas kredibilitas yang dimiliki. Hal ini selaras dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 277/PMK.09/2021 tentang Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan Kementerian Keuangan” Ujar Asep Rulli selaku Kepala Seksi Kepatuhan Internal pada Bea Cukai Bekasi.
Kuasa Direksi PT Hankook Tire Indonesia, Jo Yong Seok, menyampaikan dukungan penuhnya atas upaya pencegahan korupsi yang dilakukan.
“Kami dari PT Hankook Tire Indonesia, menyambut baik ajakan Bea Cukai Bekasi dalam upaya pencegahan korupsi dengan menerapkan SMAP melalui Jaga.id. Hal ini merupakan aspek penting dalam menjaga ‘kesehatan’ lingkungan kerja.” Ujar Jo.
Jaga.id merupakan akronim dari Jaringan Pencegahan Korupsi Indonesia, aplikasi gratis yang dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi yang bertujuan untuk mendorong tranparansi penyelenggaraan pelayanan publik dan pengelolaan aset negara dan wadah untuk bertukar informasi serta aspirasi masyarakat. (*)
Bekasi (30/04) Masih dalam rangkaian kegiatan Customs Visit Customer (CVC), Bea Cukai Bekasi kali ini berkesempatan untuk berkunjung ke PT Epson Indonesia, perusahaan printer dan peralatan kantor serta PT Vision Ease, produsen lensa pada hari Selasa, 29 April 2025. Di tengah fluktuasi situasi ekonomi global, Bea Cukai Bekasi memastikan perusahaan tersebut untuk tetap senantiasa menjaga kepatuhan kepabeanan dan cukai.
Kegiatan CVC tentu menjadi jembatan bagi Bea Cukai Bekasi dan perusahaan untuk menjalin komunikasi terbuka dan diskusi interaktif terkait proses bisnis dan kondisi perusahaan terkini. Isu dan kendala yang dihadapi oleh Epson dan Vision Ease kurang lebih hampir sama yakni peningkatan IT inventory yang masih berjalan.
“Bea Cukai Bekasi akan memegang komitmen dalam membantu perusahaan meningkatkan kepatuhan dan memperbaiki sistem dimana perbaikan tersebut tentu demi kemajuan negara pada umumnya dan peningkatan efisiensi dan efektivitas operasional perusahaan pada khususnya, “ungkap Yanti.
Aily Chandra selaku Presiden Direktu PT Vision Ease, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan CVC yang dilakukan Bea Cukai Bekasi. “Tantangan kebijakan tarif resiprokal secara langsung cukup berpengaruh bagi Vision Ease, tetapi kami optimis, tantangan ini dapat dilalui dengan bersama kami selaku pengguna jasa dan Bea Cukai Bekasi” ujar Aily.
Tak lupa Emile Pattiwael, Presiden Direktur PT Indonesia Epson Industry turut menyampaikan apresiasi kepada Bea Cukai, pelaksanaan kunjungan kali ini menajdi bahan evaluasi dan perbaikan Epson kedepannya. “Terima kasih kami ucapkan untuk Bea Cukai Bekasi, kegiatan ini menjadi wadah kami untuk monitoring dan evaluasi kami terutama dalam kepatuhan kepabeanan dan cukai dan perbaikan IT inventory,”pungkas Emile.
Sebagai perusahaan yang secara langsung terkena imbas dari kebijakan Trump dalam kegiatan ekspornya, Bea Cukai Bekasi berharap kedua perusahaan tersebut untuk tetap berada pada garis optimisme, hal ini ditunjukkan dengan adanya kesadaran dan upaya kepatuhan perusahaan dalam peraturan kepabeanan dan cukai serta upaya perusahaaan dalam menghadapi tantangan ekonomi global dengan lebih baik. (*)
Bekasi, 30 April 2025 – Masih dalam rangkaian program Customs Visit Customer (CVC), Tim Bea Cukai Bekasi yang dipimpin oleh Yanti Sarmuhidayanti kali ini melakukan lawatan ke produsen keramik terkemuka, PT Narumi Indonesia. Kunjungan tersebut dilaksanakan pada Senin, 28 April 2025 di EJIP Industrial Park.
“Program CVC ini mampu memupuk sinergi baik yang sudah ada antara Bea Cukai Bekasi dengan Pengguna Jasa. Melalui hubungan baik yang konstruktif, bea cukai bekasi berupaya mencari serta menemukan solusi atas kendala yang mungkin terjadi.” ujar Yanti.
Tsutsui Hirotatsu selaku President Director, menerangkan bahwa PT Narumi Indonesia berkomitmen untuk menyediakan produk alat makan kualitas tinggi kepada customer. Dengan senantiasa menjaga kualitas produk PT Narumi Indonesia bercita-cita menjadi pabrik bone china nomor satu di dunia. Tsutsui juga menyampaikan ucapan terimakasihnya atas pelayanan yang baik oleh Bea Cukai Bekasi selama ini, semoga kerjasama yang terjalin makin baik kedepannya.
Berdiri sejak tahun 1995, PT Narumi Indonesia terus melebarkan sayapnya. Menjadi produsen bone china terkemuka, produk PT Narumi telah digunakan oleh berbagai sektor industri di berbagai belahan dunia. Mulai dari Qatar Airlines, Air China, Ritz Carlton Hotel Group, Four Seasons Hotel, GrandHyatt, Fairmont Jakarta, dan masih banyak lagi.
Bone berarti tulang, china berarti keramik. Terdiri dari 47% bone ash, menjadikan produk PT Narumi mewah serta mampu memunculkan bayangan tangan apabila kita memegangnya di bawah cahaya. Disamping kualitas yang bagus, produk PT Narumi memiliki desain yang menarik serta fungsional.
Kunjungi Pabrikan Jepang, Bea Cukai Bekasi Coba Identifikasikan Dampak Kebijakan Trump pada Kinerja Ekspor
02 Mei 2025
Bekasi (25 April 2025) Berbagai upaya preventif terus digalakkan Bea Cukai Bekasi dalam merespons kondisi perdagangan dunia yang makin dinamis akhir-akhir ini. Kebijakan tarif resiprokal tentu saja akan berdampak langsung pada perusahaan penerima fasilitas Tempat Penimbuan Berikat terutama yang mengekspor produknya ke Amerika. Berkenaan dengan hal tersebut tim Bea Cukai Bekasi dipimpin oleh Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti mengunjungi pabrik PT Tenma Cikarang Indonesia pada Kamis 24 April 2025 di Kawasan Delta Silicon Industrial Park.
Program Customs Visits Customer (CVC) kali ini merupakan kunjungan yang kedua setelah 1 hari sebelumnya tim juga mengunjungi PT Framas Indonesia di Kawasan MM2100 Cikarang Bekasi. Melalui program CVC Bea Cukai Bekasi bisa membangun hubungan harmonis yang konstruktif sekaligus upaya mencari dan menemukan solusi atas kendala yang mungkin terjadi.
“Saya percaya lewat pola komunikasi yang mengedepankan solusi, apapun di depan kita yang menjadi hambatan atau kendala baik di level mikro maupun makro dapat kita identifikasikan, bahas dan mudah-mudahan dapat menemukan solusi,” ujar Yanti.
Senior General Manager PT Tenma Cikarang Indonesia Hasanuddin Malewa, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim CVC. Dukungan dari pemerintah di tengah situasi yang makin bergejolak akibat perang dagang Amerika dan China akan membuat pengusaha merasa lebih aman. Hasan berharap pemerintah lewat DJBC bisa mendorong agar kebijakan yang diambil sebagai respons positif atas kebijakan tarif Amerika dapat membantu perusahaan bertahan dan mengambil keuntungan strategis.
Sebagai pabrik manufacturing and Supplying Molding and Assembly, kinerja PT Tenma Cikarang Ind dipengaruhi juga oleh perusahaan lain yang memproduksi barang jadi. Dengan 606 tenaga kerja perusahaan ini memproduksi berbagai spare part untk printer, safety camera, drone camera hinngga barang-barang rumah tangga (house hold Necesseties) (*)
Di tengah Turbulensi Ekonomi, Bea Cukai Bekasi Giat Dorong Investasi Pengusaha “Predator”
25 Apr 2025
Bekasi (24 April 2025) Di tengah memanasnya perdagangan global akibat kebijakan tarif resiprokal Amerika, Pemerintah dalam hal ini Bea Cukai Bekasi terus mendorong pertumbuhan investasi khususnya di Kota dan Kabupaten Bekasi. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Bea dan Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti pada saat mengunjungi pabrikan sol sepatu di Kawasan MM2100 Cikarang Bekasi pada Rabu 23 April 2025.
Program kunjungan yang dikemas dalam bincang santai tersebut merupakan program rutin Customs Visit Customer (CVC) yang sudah terjadwal. Melalui program CVC diharapkan terjalin pola hubungan komunikasi yang konstruktif antara Bea Cukai Bekasi dan pengguna jasa.
“Keberadaan perusahaan penerima fasilitas Tempat Penimbunan Berikat harus dapat menjadi daya dorong atas peningkatan perekonomian di daerah, multiflier effect dari adanya investasi tersebut tidak hanya dalam bentuk penerimaan pajak pusat dan daerah, penyerapan tenaga kerja tetapi juga indirect economy impact lainnya seperti berputarnya sektor ril di kawasan industri,” ujar Yanti.
General Director PT Framas Indonesia, Humberto David menyampaikan bahwa di tengah dinamika perang dagang sekarang, perusahaannya terus melakukan berbagai upaya untuk bisa mengembangkan usahanya lewat berbagai inovasi produk. Sebagai produsen spare part sepatu olahraga salah satunya “Predator” yang telah melegenda, PT Framas terus berupaya menambah investasi dengan penambahan lini produksi dan pabrik baru di Bekasi.
PT Framas telah menunjukan kinerja yang luar biasa. Penambahan Kawasan Berikat Framas 3 misalnya telah menambah jumlah investasi PT Framas Indonesia menjadi USD 98,8 juta. Investasi dalam bentuk pengadaan mesin, mold, sarana fasilitas hingga infrastruktur di pabrik baru mencapai USD 15,4 juta .
Dalam kunjungannya ke PT Framas Indonesia Yanti didampingi sejumlah Pejabat Pengawas Bea Cukai Bekasi. Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai Mujahidin dan Eko Edhi Mulyono, Aji Supangkat dan Kepala Seksi PLI Undani. Yanti ingin memastikan bahwa setiap potensi hambatan yang mungkin muncul dapat diatasi sedini mungkin sehingga peran Bea Cukai sebagai industrial asistence nyata adanya. (*)