Semua Berita

Bea Cukai Bekasi kunjungi Perusahaan Bone China Terkemuka asal Indonesia

Bekasi, 30 April 2025 –  Masih dalam rangkaian program Customs Visit Customer (CVC), Tim Bea Cukai Bekasi yang dipimpin oleh Yanti Sarmuhidayanti kali ini melakukan lawatan ke produsen keramik terkemuka, PT Narumi Indonesia. Kunjungan tersebut dilaksanakan pada Senin, 28 April 2025 di EJIP Industrial Park.  

“Program CVC ini mampu memupuk sinergi baik yang sudah ada antara Bea Cukai Bekasi dengan Pengguna Jasa. Melalui hubungan baik yang konstruktif, bea cukai bekasi berupaya mencari serta menemukan solusi atas kendala yang mungkin terjadi.” ujar Yanti.

Tsutsui Hirotatsu selaku President Director, menerangkan bahwa PT Narumi Indonesia berkomitmen untuk menyediakan produk alat makan kualitas tinggi kepada customer. Dengan senantiasa menjaga kualitas produk PT Narumi Indonesia bercita-cita menjadi pabrik bone china nomor satu di dunia. Tsutsui juga menyampaikan ucapan terimakasihnya atas pelayanan yang baik oleh Bea Cukai Bekasi selama ini, semoga kerjasama yang terjalin makin baik kedepannya.

Berdiri sejak tahun 1995, PT Narumi Indonesia terus melebarkan sayapnya. Menjadi produsen bone china terkemuka, produk PT Narumi telah digunakan oleh berbagai sektor industri di berbagai belahan dunia. Mulai dari Qatar Airlines, Air China, Ritz Carlton Hotel Group, Four Seasons Hotel, GrandHyatt, Fairmont Jakarta, dan masih banyak lagi.

Bone berarti tulang, china berarti keramik. Terdiri dari 47% bone ash, menjadikan produk PT Narumi mewah serta mampu memunculkan bayangan tangan apabila kita memegangnya di bawah cahaya. Disamping kualitas yang bagus, produk PT Narumi memiliki desain yang menarik serta fungsional.

Kunjungi  Pabrikan Jepang, Bea Cukai Bekasi  Coba Identifikasikan Dampak Kebijakan Trump pada Kinerja Ekspor

Bekasi (25 April 2025) Berbagai upaya preventif terus digalakkan Bea Cukai Bekasi dalam merespons kondisi perdagangan dunia yang makin dinamis akhir-akhir ini.  Kebijakan tarif resiprokal tentu saja akan berdampak langsung pada perusahaan penerima fasilitas Tempat Penimbuan Berikat terutama yang mengekspor produknya ke Amerika.  Berkenaan dengan hal tersebut tim Bea Cukai Bekasi dipimpin oleh Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti mengunjungi pabrik PT Tenma Cikarang Indonesia pada Kamis 24 April 2025 di Kawasan Delta Silicon Industrial Park.

Program Customs Visits Customer (CVC) kali ini merupakan kunjungan yang kedua setelah 1 hari sebelumnya tim juga mengunjungi PT Framas Indonesia di Kawasan MM2100 Cikarang Bekasi. Melalui program CVC Bea Cukai Bekasi bisa membangun hubungan harmonis yang konstruktif sekaligus upaya mencari dan menemukan solusi atas kendala yang mungkin terjadi.

“Saya percaya lewat pola komunikasi yang mengedepankan solusi, apapun di depan kita yang  menjadi hambatan atau kendala baik di level mikro maupun makro dapat kita identifikasikan, bahas dan mudah-mudahan dapat menemukan solusi,” ujar Yanti.

Senior General Manager PT Tenma Cikarang Indonesia Hasanuddin Malewa, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim CVC.  Dukungan dari pemerintah di tengah situasi yang makin bergejolak akibat perang dagang Amerika dan China akan membuat pengusaha merasa lebih aman.  Hasan berharap pemerintah lewat DJBC bisa mendorong agar kebijakan yang diambil sebagai respons positif atas kebijakan tarif Amerika dapat membantu perusahaan bertahan dan mengambil keuntungan strategis.  

Sebagai pabrik manufacturing and Supplying Molding and Assembly, kinerja PT Tenma Cikarang Ind dipengaruhi juga oleh perusahaan lain yang memproduksi barang jadi. Dengan 606 tenaga kerja  perusahaan ini memproduksi berbagai spare part untk  printer,  safety camera, drone camera  hinngga barang-barang rumah tangga (house hold Necesseties)  (*)

Di tengah Turbulensi Ekonomi, Bea Cukai Bekasi Giat Dorong Investasi Pengusaha “Predator”

Bekasi (24 April 2025)  Di tengah memanasnya perdagangan  global akibat kebijakan tarif resiprokal Amerika, Pemerintah dalam hal ini Bea Cukai Bekasi terus mendorong pertumbuhan investasi khususnya di Kota dan Kabupaten Bekasi.  Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Bea dan Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti pada saat mengunjungi pabrikan sol sepatu di Kawasan MM2100 Cikarang Bekasi pada Rabu 23 April 2025.

Program kunjungan yang dikemas dalam bincang santai tersebut merupakan program rutin Customs Visit Customer (CVC) yang sudah terjadwal. Melalui program CVC diharapkan terjalin pola hubungan komunikasi yang konstruktif antara Bea Cukai Bekasi dan pengguna jasa.

“Keberadaan perusahaan penerima fasilitas Tempat Penimbunan Berikat harus dapat menjadi daya dorong atas peningkatan perekonomian di daerah, multiflier effect dari adanya investasi tersebut tidak hanya dalam bentuk penerimaan pajak pusat dan daerah, penyerapan tenaga kerja tetapi juga indirect economy  impact lainnya seperti berputarnya sektor ril di kawasan industri,” ujar Yanti.

General Director PT Framas Indonesia,  Humberto David menyampaikan bahwa di tengah dinamika perang dagang sekarang, perusahaannya terus melakukan berbagai upaya untuk bisa mengembangkan usahanya lewat berbagai inovasi produk. Sebagai produsen spare part sepatu olahraga salah satunya “Predator” yang telah melegenda, PT Framas terus berupaya menambah investasi dengan penambahan lini produksi dan pabrik baru di Bekasi.

PT Framas telah menunjukan kinerja yang luar biasa. Penambahan Kawasan Berikat Framas 3 misalnya telah menambah jumlah investasi  PT Framas Indonesia menjadi USD 98,8 juta.  Investasi dalam bentuk pengadaan mesin, mold, sarana fasilitas hingga infrastruktur di pabrik baru mencapai USD 15,4 juta . 

Dalam kunjungannya ke PT Framas Indonesia Yanti didampingi sejumlah Pejabat Pengawas Bea Cukai Bekasi. Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai Mujahidin dan Eko Edhi Mulyono,  Aji Supangkat dan Kepala Seksi PLI Undani. Yanti ingin memastikan bahwa setiap potensi hambatan yang mungkin muncul dapat diatasi sedini mungkin sehingga peran Bea Cukai sebagai industrial asistence nyata adanya. (*)

Bea Cukai Bekasi Semarakkan Hari Kartini  Lewat Program Beauty Make Up Class

Bekasi (22 April 2025) Berbagai kegiatan dan program dilaksanakan oleh masyarakat Indonesia dalam menyemarakkan semangat kemandirian perempuan Indonesia. Kegiatan serupa  kerap diadakan bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.  Bea Cukai Bekasi memberi wadah bagi pengembangan potensi wanita melaui kelas make up dengan tema  “Show Your Selflove Through Your Make Up” . Dilaksanakan di Aula  Kantor Bea Cukai Bekasi pada 22 April 2025 dan dihadiri oleh dua puluhan pegawai perempuan.

Berkolaborasi dengan salah satu merk make up lokal Indonesia. “Wardah”.  Pemilihan merk tersebut juga didorong oleh keinginan kuat agar industri make up Indonesia bisa tampil mendominasi dan menjadi pilihan utama produk kosmetika di Indonesia di tengah gempuran produk sejenis dari mancanegara. Keunggulan produk baik dari kualitas maupun corporate branding position yang kuat juga menjadi alasan lain pemilihan produk tersebut.

Yanti Sarmuhidayanti, Kepala Bea Cukai Bekasi  menyambut baik prakarsa salah satu program PUG (Pengarusutamaan Gender)  di Bea Cukai Bekasi. PUG sendiri merupakan pendekatan yang penting untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Yanti meyakini dengan mengintegrasikan perspektif gender dalam semua aspek  program, diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara

Dalam  Sambutannya di awal acara Yanti menekankan pentingnya kemandirian bagi seorang wanita  dan meningkatkan perannya secara lebih nyata.

Yanti menyampaikan bahwa seorang perempuan harus bisa menunjukan kemandiriaannya, tidak hanya dalam hal penampilan tetapi jauh dari itu dimulai dari penguatan mindset. Perempuan diharapkan menjadi daya dorong tidak hanya bagi dirinya tetapi bagi anak dan keluarganya.

“Layaknya RA Kartini, seorang perempuan dengan segala potensinya harus menjadi pijar bagi terang dunia, memberi makna pada kehidupan dengan kebermanfaatan,” pungkas Yanti.

Mitigasi Dampak Kebijakan Tarif USA : Bea Cukai Bekasi Kumpulkan Pengusaha TPB

Bekasi (21/04)   Kebijakakan Resiprocal tariff yang dicanangkan Pemerintah USA akan berpengaruh terhadap pola perdagangan luar negeri Indonesia.  Banyak pengusaha di Indonesia termasuk para penerima fasilitas Tempat Penimbunan Berikat (TPB) yang juga akan terdampak terutama para pengusaha dengan pangsa pasar Amerika.   Mengantisipasi hal tersebut Bea Cukai Bekasi mengumpulkan Sembilan puluh enam pengusaha TPB di Ruang Aula Lantai 3 Bea Cukai Bekasi pada Kamis 17 April  2025.

Yanti Sarmuhidayanti selaku penggagas acara “ Ngobras”  ngobrol bareng dan Santai menyambut para undangan dalam acara bincang santai bertajuk “Mitigasi Dampak Kebijakan Tarif USA pada Kinerja Pengusaha TPB”.

Yanti menyampaikan bahwa lebih dari 51 persen pengusaha Kawasan Berikat di Bekasi  mengeekspor produknya ke Amerika.  Selama tiga tahun terkahir lebih dari 2600 dokumen ekspor dari Kawasan Berikat di Bekasi tertuju memenuhi pangsa pasar Amerika. Nilai barang yang  diekspor pada periode tersebut mencapai USD 22,5 juta dengan tonase sebesar 3.722,8 Ton.

Berbagai produk dihasilkan dari para pengusaha di Bekasi dan dikirim ke Amerika  mulai dari ban kendaraan, produk elektronik seperti printer, televisi dan barang kebutuhan lainnya.

“Meskipun kebijakan tarif tersebut akan berpengaruh secara signifikan terutama dalam rasio impor dan ekspor, namun Saya yakin kita bisa mencari bersama solusi dari permasalahan tersebut, Kami sangat concern akan hal ini. Karena itulah kita coba kumpulkan Bapak dan Ibu agar Saya bisa mendengar langsung langkah antisipatif yang perlu dilakukan”, ujar  Yanti.

Kebijakan tarif baru dari Presiden AS Donald Trump yang menaikkan tarif hingga 47% untuk produk Indonesia masih menjadi sorotan media selama periode ini.  Merespon hal tersebut Presiden Prabowo telah menginstruksikan penghapusan sistem kuota impor dan persetujuan teknis (pertek) yang dinilai menghambat bisnis dan membuka ruang praktik rente.

Prabowo menilai prosedur tersebut kerap dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan pribadi. Presiden juga memperingatkan Bea Cukai agar tidak memperlambat arus barang dengan prosedur yang rumit, serta menegaskan akan memberi perhatian khusus terhadap upaya pemberantasan penyelundupan.

Menanggapi hal tersebut, Sri Mulyani menilai penghapusan kuota impor dapat berdampak langsung pada peningkatan penerimaan negara serta mendorong efisiensi dan transparansi dalam perdagangan. Ia memaparkan empat strategi fiskal untuk meredam dampak tarif tinggi dari AS, yakni: penyederhanaan administrasi pajak dan Bea Cukai, pemangkasan PPh impor dari 2,5% menjadi 0,5%, penyesuaian tarif bea masuk produk AS, dan penurunan bea keluar untuk CPO—yang secara total bisa menurunkan beban hingga 14%. Selain itu, pemerintah mempercepat digitalisasi proses logistik melalui National Logistic Ecosystem dan penguatan pengawasan melalui teknologi hyco x-ray untuk mempercepat dan mengefisiensikan pemeriksaan barang impor-ekspor. (*)

Dukung Kelancaran Ibadah ke Tanah Suci, Bea Cukai Bekasi Berikan Edukasi pada Pembinaan Manasik Haji Massal Tingkat Kota Bekasi Tahun 1446 H/2025 M

Bekasi, (12/04/2025) – Dalam rangka memberikan pembekalan kepada calon jamaah haji Kota Bekasi, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi menggelar kegiatan Pembinaan Manasik Haji Massal Tingkat Kota Bekasi Tahun 1446 H/2025 M, yang berlangsung pada Sabtu, 12 April 2025, di Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi. Ribuan calon Jemaah Haji turut hadir dalam giat sosialisasi tersebut.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat penting, termasuk Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia K.H. Bunyamin Yafid, Wali Kota Bekasi Dr. Tri Adhianto Tjahyono, Kepala Kantor Kemenag Kota Bekasi Ali Mashur, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Kantor Imigrasi, Kepala Bagian Kesra, Ketua DPRD, Ketua MUI, Ketua PCNU, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bekasi, serta IPHI Bekasi.

Dalam sambutannya, K.H. Bunyamin Yafid menekankan pentingnya penyelenggaraan ibadah haji yang tertib dan sesuai regulasi.

"Ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang memerlukan persiapan matang, baik dari aspek administrasi, kesehatan, maupun mental. Semua pihak harus bersinergi demi kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini," ujar K.H. Bunyamin.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi Dr. Tri Adhianto Tjahyono menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pendampingan maksimal bagi calon jamaah haji.

"Pemerintah Kota Bekasi akan terus mendampingi jamaah mulai dari proses awal di tanah air, selama berada di tanah suci, hingga kembali ke tanah air. Penting bagi para jamaah untuk mempersiapkan ilmu dan mental yang kuat, agar jika ada hambatan selama perjalanan, mereka dapat menemukan solusi terbaik," tutur Tri.

Pada kesempatan tersebut, Bea Cukai Bekasi turut memberikan pembekalan mengenai ketentuan Kepabeanan dan Cukai terkait barang bawaan jamaah haji, baik saat keberangkatan maupun saat kepulangan. Materi ini disampaikan guna meningkatkan pemahaman jamaah terhadap aturan yang berlaku, baik di Indonesia maupun di Arab Saudi, sehingga perjalanan ibadah haji dapat berlangsung aman dan lancar.

Dalam sesi pembekalan, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Bekasi, Undani, menyampaikan pentingnya pemahaman jamaah haji terhadap ketentuan Kepabeanan dan Cukai.

“Kami ingin memastikan para jamaah memahami aturan mengenai barang bawaan penumpang, baik saat keberangkatan maupun saat kepulangan. Patuhi batasan barang bawaan yang diperbolehkan, dan jangan membawa barang-barang yang dilarang atau melebihi ketentuan, agar proses perjalanan berjalan lancar tanpa kendala di bandara,” ujar Undani.

Antusiasme para calon jamaah haji sangat tinggi dalam mengikuti setiap sesi pembekalan. Mereka tampak serius menyimak penjelasan agar dapat mematuhi semua ketentuan yang berlaku, sebagai upaya untuk menghindari kendala selama perjalanan ibadah haji.

Sebagai informasi, jumlah calon jamaah haji Kota Bekasi yang akan diberangkatkan tahun ini sebanyak 2.349 orang dari total kuota 2.699 orang. Selain manasik haji massal yang diselenggarakan sebanyak dua kali di tingkat kota, pembinaan juga akan dilaksanakan enam kali di tingkat kecamatan guna memastikan kesiapan optimal para jamaah.

Dengan penyelenggaraan manasik haji yang komprehensif ini, diharapkan seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk, serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan membawa predikat haji yang mabrur.(*)

IKM Kota Bekasi Kembali Berhasil Ekspor Lengkuas Hingga Jengkol ke Jepang

Bekasi (26/03), PT Asha Nouva International,  salah satu Industri Kecil Menengah (IKM) binaan Bea Cukai Bekasi kembali berhasil  mengekspor aneka produk pertanian  ke Jepang. Selain lengkuas  komoditas pertanian lainnya seperti daun kunyit, jengkol, kelapa parut  hingga daun salam,.  Dengan nilai ekspor USD 13.622  dan berat 4.7 ton komoditas pertanian tersebut dikemas dalam 350 karton dan dikirim dalam 1x 20 feet kontainer.

Di tengah situasi ketatnya peraturan ekspor di negeri Sakura memang  tidak mudah bisa menembus pasar Jepang, namun dengan kolaborasi dan dukungan berbagai pihak, tantangan tersebut bisa ditangani.

Pemilik PT Asha Nouva International Moh Zubhan Mone, sekaligus pengusaha yang telah berhasil mengirimkan tiga kali pengiriman komoditas pertanian ke Jepang mengatakan bahwa  diperlukan dukungan pihak pemerintah lintas instansi agar hambatan tersebut bisa diatasi.

“Kami mengharapkan agar sinergi antarlini  pemerintah kepada para pelaku IKM dan UMKM dalam bentuk dukungan berbagai program yang dijalankan memudahkan kami menembus pasar mancanegara, termasuk Jepang,” ujar Zubhan.

Bea Cukai Bekasi melakukan pendekatan yang berbeda dalam mendorong UMKM lokal  mengglobal. Pendekatan bersifat pentahelix yang melibatkan kolaborasi berbagai unsur antar bidang dan pihak mulai dari pihak academicbusinesscommunity, government, dan media   

Yanti Sarmuhidayanti Kepala Kantor Bea dan Cukai Bekasi menyampaikan bahwa  untuk meningkatkan kinerja ekspor IKM dan UMKM diperlukan program kolaboratif antara Kementerian Keuangan dalam hal ini dimotori oleh Bea Cukai Bekasi, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan dari unsur pemerintah serta LPEM FEB UI dari unsur akademisi.  Sinergi antar pihak telah berhasil  mendukung pemberdayaan IKM dan UMKM  menuju globalisasi. (*)

Kunjungi Pabrik Xpander di Bekasi: Duta Besar Indonesia untuk Jepang Dorong Peningkatan Konten Lokal di Industri Kendaraan

Bekasi (24/03)  Duta Besar Indonesia untuk Negara Jepang H.E  Heri Akhmadi didampingi Leni Nurlaeni,  Atase Keuangan  KBRI mengunjungi PT  Mitsubishi Motor Kramayuda Indonesia (MMKI) pada Jumat 21 Maret 2025 di lokasi pabrik Pasirranji Cikarang Pusaat Jawa Barat. Kunjungan tersebut diadakan dalam upaya meninjau secara langsung salah satu pabrik kendaraan asal Jepang di Indonesia.  Bea Cukai Bekasi berkesempatan mendampingi rombongan.

Akhmadi menyampaikan bahwa kegiatan dialog diperlukan  untuk menjamin  terpenuhinya rantai suplai kebutuhan dan permintaan kedua negara dan memastikan tidak adanya hambatan baik bersifat fiskal maupun hambatan perdagangan.

Akhmadi juga mendorong agar PT MMKI dapat meningkatkan kandungan produksi dalam negeri sebagai upaya untuk mendorong peningkatan produktivitas sektor industri. Lebih jauh lagi dapat keberadaan PT MMKI diharapkan dapat meningkatan lapangan kerja sekaligus mengurangi angka pengangguran, penambahan devisa dan investasi dari sektor industri khususnya di Kabupaten dan Kota Bekasi, serta lebiha jauh lagi berdampak pada  peningkatkan perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.

“Baru-baru ini kami telah berdiskusi  dengan sejumlah pihak termasuk di antaranya pihak akademi seperti ITB, hal ini kami lakukan sebagai upaya kami untuk mengoptimalkan komponen lokalnya dari produk yang dibuat”, ujar Akhmadi

Akhmadi juga berharap agar langkah ini dapat mendorong tumbuhnya industri komponen di dalam negeri sehingga struktur manufaktur bersifat integrative  dan dapat memberi dampak positif pada peningkatan daya saing.

Presiden Direktur PT. MMKI, Minoru Saito, dalam diskusi menyampaikan  profil perusahaan dan capaian  selama berinvestasi di Indonesia. Sebagai salah satu pabrikan kendaraan terkemuka di Indonesia, PT MMKI telah menunjukan kinerja yang luar biasa. Dengan kapasitas produksi 250 ribu unit kendaraan per tahun dan ditunjang oleh 3.600 tenaga kerja, PT MMKI telah menginvestasikan 7.5 trilium rupiah.

Berlokasi di lahan selua 30 ha, PT MMKI telah menerapkan environmental friendly plant dan hight quality and reliable product. Sejumlah inovasi terkait produksi juga telah diterapkan dan menghasilkan efisiensi di berbagai lini produksi (*)

Semarakkan Festival “SPIRIT Ramadan 1446 H” Bea Cukai Bekasi Kembali Selenggarakan Ranking 1 Spesial Ramadan

Bekasi [18/03] – Bea Cukai Bekasi melalui DKM Masjid Baitutazkir turut memeriahkan bulan suci Ramadan 1446 H tahun ini, salah satu program dari rangkaian festival SPIRIT (Semangat Peningkatan Ibadah, Raih Iman dan Takwa) Ramadan tersebut adalah “Lomba Ranking 1 Spesial Ramadan 1446 H” yang diadakan pada hari Selasa, 18 Maret 2025.

Lomba yang diadakan di selasar belakang kantor Bea Cukai Bekasi diikuti perwakilan tiap seksi, PPNPN , juga siswa dan siswi PKL. Dengan materi seputar fiqih Ramadan, sejarah islam, dan pengetahuan umum islami lainnya dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang. Soal dibagi menjadi 3 bagian yaitu benar/salah, multiple choice, dan isian singkat dengan 3 tingkatan kesulitan yang berbeda.

Yuwono Sutiasmaji,  Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai V yang sekaligus bertindak sebagai Kepala Bidang Acara Festival Ramadan 1446 H menjelaskan bahwa acara tersebut tidak hanya untuk menyemarakan suasana Ramadan, tetapi dapat mengukur sekaligus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan pegawai serta keilmuan pegawai di bidang agama Islam.

“ Ini merupakan salah satu kegiatan dari festival Ramadan SPIRIT 1446 H yang dikemas dengan cara yang menyenangkan sehingga tidak hanya berfokus menjadi tontonan tetapi sekaligus bisa menjadi tuntunan’’, pungkas Yuwono. (*)