Semua Berita

Bea Cukai Bekasi Lakukan Kunjungan ke PT Framas Indonesia; Produsesn Sol Sepatu Bola untuk Piala Dunia

Dalam rangka memperkuat sinergi dengan pelaku industri dan memastikan kelancaran kegiatan ekspor, Bea Cukai melakukan kunjungan ke PT Framas Indonesia pada Rabu 11 Maret 2026, kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung proses produksi serta mendukung industri berorientasi ekspor yang berkontribusi pada perekonomian nasional.

PT Framas Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi komponen sepatu, khususnya outsole sepatu olahraga. Salah satu produk unggulannya adalah sol sepatu bola yang diproduksi untuk mendukung kebutuhan sepatu yang digunakan pada ajang Piala Dunia.

Dalam kunjungan tersebut, tim Bea Cukai berkesempatan meninjau fasilitas produksi dan berdialog langsung dengan manajemen perusahaan diskusi juga mencakup berbagai upaya peningkatan pelayanan kepabeanan dan kemudahan fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh PT Framas Indonesia dalam mendukung kegiatan ekspor.

“Ini pertama kali saya berada di Indonesia, satu kebanggan bagi kami Bea Cukai Bekasi dapat hadir disini, prinsip kami adalah kami ingin berkolaborasi dengan baik dengan instansi pemerintah terutama dengan Bea Cukai. Kami harap Bea Cukai juga akan memberikan feedback yang baik kepada kami, terutama jika ada yang perlu kami improve.” Ucap Tran Trang - General Director PT Framas Indonesia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Kerjasama antara Bea Cukai dan dunia usaha dapat semakin kuat, sehingga dapat mendorong peningkatan ekspor serta memperkuat daya saing industry nasional di pasar internasional. (*)

Perkuat Sinergi dan Kepatuhan, Bea Cukai Bekasi Laksanakan Customs Visit Customer ke PT CFU Indonesia

Bekasi (04/03), dalam rangka memperkuat komunikasi serta meningkatkan kepatuhan di bidang kepabeanan dan cukai, Bea Cukai Bekasi melaksanakan kegiatan Customs Visit Customer (CVC) ke PT CFU Indonesia pada Rabu, 4 Maret 2025

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan dan pengawasan berbasis komunikasi aktif antara otoritas kepabeanan dengan pelaku usaha. Melalui program ini, Bea Cukai hadir secara langsung untuk berdialog, menyerap aspirasi, serta memastikan implementasi ketentuan kepabeanan dan cukai berjalan sesuai regulasi.

Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo, menegaskan bahwa kegiatan Customs Visit Customer merupakan bentuk komitmen institusi dalam membangun hubungan yang konstruktif dengan dunia usaha.

“Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan formal, tetapi wujud nyata komitmen kami untuk hadir, mendengar, dan memberikan solusi. Bea Cukai ingin menjadi mitra strategis yang mendukung kelancaran proses bisnis perusahaan tanpa mengesampingkan prinsip kepatuhan terhadap peraturan,” ujar Winarko.

Ia juga menambahkan bahwa komunikasi yang terbuka akan meminimalkan potensi kesalahan administratif serta memperkuat kepercayaan antara pemerintah dan pelaku usaha.

Sementara itu, Direktur PT CFU Indonesia, Frank Wang, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan pendampingan yang diberikan oleh Bea Cukai Bekasi.

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan ruang diskusi yang terbuka dan solutif. Dukungan serta arahan dari Bea Cukai Bekasi sangat membantu kami dalam memastikan kegiatan ekspor dan impor berjalan lancar dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkap Frank Wang.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak turut membahas proses bisnis perusahaan, pemanfaatan fasilitas kepabeanan dan cukai, serta langkah-langkah mitigasi terhadap potensi kendala operasional.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Bea Cukai dan pelaku usaha semakin kuat, sehingga mampu mendorong iklim investasi yang sehat, meningkatkan daya saing industri, serta tetap menjaga optimalisasi penerimaan negara. (*)

Perkuat Sinergi Melalui CVC, Bea Cukai Bekasi Pastikan Kepatuhan Fasilitas PLB di PT Panca Kusuma Raya

BEKASI (25/02) – Dalam upaya menjalankan fungsi Industrial Assistance sekaligus pengawasan yang efektif, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Bekasi melaksanakan kegiatan Customs Visit Customer (CVC) ke PT Panca Kusuma Raya (PKR). Perusahaan ini merupakan salah satu Pengusaha di Pusat Logistik Berikat (PLB) yang beroperasi di Kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC), Deltamas, Bekasi, pada Rabu (25/02/2026).

Kegiatan CVC ini menjadi wadah diskusi interaktif antara otoritas kepabeanan dan pihak perusahaan. Perwakilan Bea Cukai Bekasi menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar pengawasan formal, melainkan bentuk dukungan nyata untuk memastikan setiap permasalahan yang dialami oleh PT Panca Kusuma Raya dalam proses kepabeanan dapat segera dicarikan jalan keluarnya.

Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo, menyampaikan pentingnya kolaborasi ini. "Program CVC adalah instrumen kami untuk memastikan bahwa fasilitas fiskal yang diberikan pemerintah benar-benar tepat sasaran dan mampu mendorong daya saing industri. Kami ingin memastikan kehadiran Bea Cukai Bekasi memberikan solusi nyata bagi hambatan prosedural maupun teknis yang mungkin dihadapi perusahaan di lapangan," tegas Winarko.

Selain diskusi solutif, kunjungan kali ini memberikan perhatian khusus pada pemenuhan persyaratan dan kewajiban sebagai penerima fasilitas PLB. Bea Cukai Bekasi melakukan peninjauan mendalam terhadap beberapa aspek krusial, di antaranya:

  1. IT Inventory: Memastikan sistem pencatatan barang yang masuk dan keluar telah terintegrasi secara real-time dan dapat diakses oleh DJBC.
  2. Sistem Pengendalian Internal (SPI): Meninjau efektivitas prosedur internal perusahaan dalam menjaga akurasi data dan keamanan barang.
  3. Sarana Pendukung (CCTV): Memastikan cakupan kamera pengawas berfungsi optimal untuk memantau seluruh area penimbunan barang.
  4. Masa Timbun Barang: Melakukan verifikasi untuk memastikan tidak ada barang yang ditimbun melebihi batas waktu maksimal 3 (tiga) tahun sesuai dengan regulasi yang berlaku bagi Pusat Logistik Berikat.

Pihak manajemen PT Panca Kusuma Raya menyambut baik asistensi yang diberikan. Cicilia Santoso, selaku Logistics & Infrastructure Development PT PKR, menyatakan komitmennya terhadap kepatuhan regulasi. "Kami sangat mengapresiasi kunjungan CVC dari Bea Cukai Bekasi. Hal ini memberikan keyakinan bagi kami bahwa infrastruktur dan sistem logistik yang kami kembangkan di GIIC sudah sejalan dengan standar kepabeanan. Kami terus berkomitmen menjaga transparansi, terutama pada performa IT Inventory dan manajemen masa timbun barang agar operasional PLB kami tetap efisien dan akuntabel," pungkas Cicilia.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan kegiatan plant tour. Tim Bea Cukai Bekasi didampingi oleh manajemen PT Panca Kusuma Raya meninjau langsung gudang-gudang penyimpanan serta fasilitas infrastruktur di Kawasan GIIC.

Dalam plant tour tersebut, tim melihat secara langsung bagaimana tata kelola barang dilakukan, mulai dari proses unloading, penyimpanan, hingga kesiapan sistem keamanan di lapangan. Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjaga kepatuhan dan transparansi demi mendukung efisiensi logistik di wilayah Bekasi.(*)

Sinergi Layanan Publik di Mal Pelayanan Publik Kota Bekasi Diperkuat melalui PKS Bea Cukai Bekasi dan DPMPTSP

Bekasi, (25/02/2026) - Penandatanganan Perjanjian Dalam Negeri berupa Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Penyelenggaraan Pelayanan Publik Bersama di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bekasi dilakukan pada Rabu, 25 Februari 2026, bertempat di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bekasi. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta bersama Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bekasi.

Kepala DPMPTSP Kota Bekasi, Priadi Santoso, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang serta apresiasi atas keberlanjutan kerja sama pelayanan kepabeanan dan cukai di MPP Kota Bekasi. Priadi menegaskan pentingnya sinergi lintas instansi untuk memberikan kemudahan layanan kepada masyarakat dan pelaku usaha di Kota Bekasi.

Kami sangat berharap sinergi ini dapat semakin memfasilitasi pelaku usaha di Kota Bekasi, khususnya dalam mengedepankan pelayanan publik yang prima. Ke depan, kami juga membuka peluang kolaborasi penyebaran informasi, termasuk melalui konten-konten layanan Bea Cukai di Mal Pelayanan Publik Kota Bekasi yang dapat disinergikan melalui media sosial,” ujar Priadi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Hendri Darnadi, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dan harapannya terhadap penguatan kolaborasi ke depan

Kami berharap ke depan dapat menggali lebih banyak potensi pelayanan publik kepada masyarakat melalui kesepakatan dan kerja sama ini. Apabila diperlukan penyesuaian atau adendum terkait minimum service yang diberikan oleh Bea Cukai, hal tersebut tentu dapat kita lakukan bersama,” ungkap Hendri.

Sementara itu, Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo, menyampaikan dukungan penuh terhadap implementasi kerja sama tersebut. Winarko menegaskan bahwa pelayanan kepabeanan dan cukai di MPP Kota Bekasi akan dilaksanakan langsung oleh Bea Cukai Bekasi sebagai satuan kerja vertikal yang berinteraksi langsung dengan pengguna jasa.

Kami siap mendukung penuh kolaborasi ini, mengingat pelayanan publik kepabeanan dan cukai di Mal Pelayanan Publik Kota Bekasi akan dilaksanakan oleh Bea Cukai Bekasi sebagai unit yang memberikan layanan langsung kepada masyarakat dan pelaku usaha,” jelas Winarko.

Kerja sama ini diresmikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh kedua belah pihak dan menjadi landasan pelaksanaan Layanan Informasi Kepabeanan dan Cukai di Mal Pelayanan Publik Kota Bekasi. Melalui kerja sama ini, masyarakat dan pelaku usaha dapat memperoleh informasi terkait pendaftaran IMEI, kegiatan impor dan ekspor, pemberdayaan UMKM yang berorientasi ekspor, pemanfaatan fasilitas kepabeanan seperti TPB dan KITE, perbendaharaan serta jaminan kepabeanan, permohonan NPPBKC dan NPPP, akses Portal Pengguna Jasa, hingga berbagai layanan informasi kepabeanan dan cukai lainnya secara terintegrasi dan mudah diakses.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah semakin kuat dalam menghadirkan pelayanan publik yang terpadu, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kehadiran layanan informasi kepabeanan dan cukai di Mal Pelayanan Publik Kota Bekasi menjadi wujud komitmen bersama untuk memberikan kemudahan, kepastian, serta peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat dan pelaku usaha, sekaligus mendukung iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi di Kota Bekasi.(*)

Bea Cukai Bekasi Kunjungan ke PT KDS Indonesia: Perkuat Keberlangsungan Industri Crystal Resonator

Bekasi (20/02) Dalam rangka mempererat sinergi dan memastikan kepatuhan pengguna jasa, Bea Cukai Bekasi melaksanakan kegiatan Customs Visit Customer (CVC) ke PT KDS Indonesia, perusahaan manufaktur komponen elektronik presisi tinggi asal Jepang yang beroperasi di Kawasan Industri MM2100, Cikarang.

PT KDS Indonesia merupakan bagian dari Daishinku Corporation (KDS), produsen global perangkat kristal kuarsa. Perusahaan ini dikenal memproduksi crystal resonator, crystal blank, serta berbagai komponen frekuensi presisi yang menjadi bagian penting dalam perangkat elektronik modern, mulai dari smartphone, elektronik otomotif, hingga sistem komunikasi.

Dalam kunjungan tersebut, tim Bea Cukai Bekasi berdialog dengan manajemen perusahaan mengenai proses bisnis, pemanfaatan fasilitas kepabeanan, serta dukungan yang diperlukan untuk menjaga kelancaran arus logistik bahan baku dan produk jadi.

President Director PT KDS Indonesia, Y. Sumitomo, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan yang dilakukan.

“Kami menyambut baik kegiatan CVC ini sebagai bentuk komunikasi yang konstruktif antara Bea Cukai dan dunia usaha. Dukungan serta pendampingan yang diberikan sangat membantu kami dalam menjaga kepatuhan sekaligus memastikan kelancaran kegiatan ekspor dan impor perusahaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo, menegaskan bahwa kegiatan CVC merupakan wujud komitmen Bea Cukai dalam memberikan pelayanan yang solutif dan proaktif.

“Melalui Customs Visit Customer, Bea Cukai Bekasi berupaya hadir lebih dekat dengan pengguna jasa. Kami ingin memastikan perusahaan mendapatkan asistensi yang tepat, sehingga kegiatan usaha dapat berjalan lancar, patuh, dan berdaya saing,” jelasnya.

Pihak PT KDS Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga standar kualitas produksi berkelas global serta memperkuat koordinasi dengan Bea Cukai Bekasi. Ke depan, perusahaan akan terus berinovasi, termasuk pengembangan SMD crystal resonator berukuran lebih kecil dan efisien untuk mendukung kebutuhan industri elektronik modern.

Melalui kegiatan ini, Bea Cukai Bekasi berharap sinergi dengan PT KDS Indonesia semakin solid dan mampu mendukung terciptanya ekosistem industri elektronik nasional yang kompetitif, patuh, dan berorientasi ekspor.(*)

Tarhib Ramadan 1447H, Bea Cukai Bekasi Ajak Pegawai Hadirkan Spirit Ibadah dalam Kinerja

Bekasi (12/02/2026) Bertempat di Masjid Baituttadzkir, Bea Cukai Bekasi menyelenggarakan Tarhib Ramadan pada Rabu, 11 Februari 2026. Terselenggara secara luring dan daring, kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai muslim di lingkungan Bea Cukai Bekasi.

Winarko Dian Subagyo selaku Kepala Bea dan Cukai Bekasi dalam sambutannya menghimbau agar seluruh pegawai mempersiapkan hati dalam menyambut datangnya bulan Ramadan. Disamping itu, Winarko juga berharap agar selama Ramadan ibadah dilaksanakan lebih optimal.

“Kita semua berharap untuk bisa menguatkan hati menyambut bulan Ramadan. Sehingga keistimewaan Ramadan bisa diraih serta ibadah dapat dijalankan lebih optimal. Dengan ibadah yang maksimal, diharapkan bisa selaras dengan semangat menjalankan kinerja”, ujar Winarko.

Dengan tema “Hadirkan Semangat Ramadan dalam Hati, Sikap, dan Kinerja” kajian islami kali ini disampaikan oleh Ustad Muslim Al Fatih, CH., CHT., CHS., CSF. Muslim tidak hanya dikenal sebagai penceramah tetapi juga praktisi psikologi islam dan hypnotherapy.

Direktur One Quran Institute ini membahas bagaimana menata hati dan niat dalam menjalankan ibadah puasa. Dengan hati yang baik, maka ibadah bisa dijalankan dengan nyaman dan maksimal.

“Allah tidak melihat pakaian apa yang kita gunakan saat kita beribadah, tapi yang Allah lihat pertama adalah kualitas hati saat beribadah. Maka hati adalah penentu, bila ia baik maka yang lain akan baik. Begitupun sebaliknya. Allah Maha Mengetahui hati manusia, maka mari niat kita betulkan, ridho kita teguhkan, sehingga kerja kita bisa menjadi pemberat amal”, ujar Muslim.(*)

Cerdas Digital Bareng Bea Cukai: Kupas IMEI di Radio Elgangga 100.3 FM

Bekasi (12/2)– Dalam upaya meningkatkan literasi masyarakat di bidang kepabeanan dan cukai, Bea Cukai Bekasi berkolaborasi dengan Bea Cukai Cikarang menggelar kegiatan siaran edukatif di Radio Elgangga 100.3 FM Bekasi. Mengusung tema “Cerdas Digital: IMEI Aman, Transaksi Nyaman”, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya registrasi IMEI serta keamanan dalam transaksi digital.

Kegiatan siaran yang berlangsung secara interaktif ini menghadirkan narasumber Bima Satriya (Pelaksana Pemeriksa Bea Cukai Cikarang), Aryadhana N. P. (Pelaksana Pemeriksa Bea Cukai Cikarang), dan Lintang Pramesti Sari (Pelaksana Pemeriksa Bea Cukai Bekasi). Ketiganya memaparkan secara komprehensif mengenai ketentuan registrasi IMEI untuk perangkat telekomunikasi yang dibeli dari luar negeri.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa registrasi IMEI merupakan langkah penting untuk memastikan perangkat handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT) dapat digunakan secara legal di Indonesia serta terlindungi dari potensi pemblokiran jaringan. Masyarakat juga diberikan edukasi mengenai prosedur pendaftaran IMEI bagi penumpang yang membawa perangkat dari luar negeri, termasuk batasan nilai pembebasan bea masuk serta tata cara pelaporan melalui aplikasi resmi Bea Cukai.

Selain membahas aspek teknis registrasi, tema “Transaksi Nyaman” turut menekankan pentingnya kehati-hatian dalam melakukan transaksi digital, khususnya pembelian gawai dari luar negeri melalui platform e-commerce. Bea Cukai mengimbau masyarakat untuk memastikan legalitas barang dan memahami ketentuan perpajakan yang berlaku agar terhindar dari kerugian maupun kendala administrasi.

Melalui kolaborasi ini, Bea Cukai Bekasi dan Bea Cukai Cikarang menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan layanan serta informasi kepada masyarakat dengan memanfaatkan media radio sebagai sarana komunikasi publik. Siaran di Radio Elgangga 100.3 FM ini juga menjadi wadah dialog dua arah, di mana pendengar dapat mengajukan pertanyaan secara langsung terkait permasalahan yang dihadapi.

Diharapkan, kegiatan edukasi seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap peran Bea Cukai dalam mendukung ekosistem perdagangan yang aman, tertib, dan transparan di era digital.(*)

Perkuat Sinergi, Bea Cukai Bekasi Kembali Lakukan Customs Visit Customer Ke PT Yusen Logistics Interlink Indonesia

Bekasi (10/02) - Bea Cukai Bekasi sebagai kantor dengan pengelola fasilitas Tempat Penimbunan Berikat terbanyak di Indonesia terus memastikan pelayanan terbaik yang diberikan. Kembali melakukan kunjungan ,melalui Customs Visit Customer (CVC) kali ini Bea Cukai Bekasi sambangi PT Yusen Logistics Interlink Indonesia.

Perusahaan yang bergerak di bidang logistics dan transportation telah berdiri di Indonesia sejak tahun 1996 lalu. Sampai saat ini PT Yusen Logistics Interlink Indonesia memiliki 15 cabang di seluruh Indonesia, dengan memiliki sertifikasi AEO hingga ISO.

Winarko Dian Subagyo dalam sambutannya menekankan bahwa setiap perusahan harus menjungjung tinggi tingkat kepatuhan, karena itu merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh tiap perusahaan yang selanjutnya akan mendapatkan hak berupa pelayanan dan fasilitas dari negara melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

dengan membawahi 19 PDGB, PT Yusen Logistics Interlink Indonesia juga memastikan it inventory yang mereka miliki memenuhi seluruh standard yang telah ditetapkan aturan. Lebih lanjut, Untuk menghindari melebihi masa timbun, PT Yusen Logistics Interlink Indoesia terus melalukan aging report  terhadap seluruh PDGB nya, ini dilakukan sebagai bentuk komitmennya dalam menjaga kepatuhan.

“kami berharap akan menjalinan kerjasama yang selalu baik dengan beacukai bekasi. Kami sangat terbuka kepada sosialisasi dan penyuluhan terkait update aturan yang ada.” Pungkas Felix selaku perwakilan BOD PT Yusen Logistics Interlink Indoesia.

CVC ditutup dengan plant tour untuk meninjau secara langsung PT Yusen Interlink Indonesia. Diharapkan jalinan komunikasi yang baik akan terus terjalin antara stake holder dan Bea Cukai Bekasi untuk Bersama-sama menyamakan visi, menggerakan roda perekonomian Indonesia.(*)

Bea Cukai Bekasi Perkuat Kepatuhan Pengusaha Melalui Program "DIDIK" di PT YKK Zipco Indonesia

Bekasi (10/2) – Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pengguna jasa terhadap aturan kepabeanan, Bea Cukai Bekasi kembali menggelar program DIDIK (Diskusi Bareng Bea Cukai di Pabrik). Kali ini, kegiatan asistensi dan refreshment fasilitas kepabeanan tersebut dilaksanakan di kawasan pabrik PT YKK Zipco Indonesia yang berlokasi di kawasan industri GIIC, pada 10 Februari 2026.

Acara yang berlangsung interaktif ini bertujuan untuk memberikan penyegaran materi terkait fasilitas Kawasan Berikat, guna memastikan operasional perusahaan tetap sejalan dengan regulasi terbaru yang berlaku di bidang Kepabeanan dan Cukai.

Kegiatan dibuka secara resmi dengan sambutan dari Kazunobu Maeda, Advisor BS Slider Department PT YKK Zipco Indonesia. Dalam penyampaiannya, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif jemput bola yang dilakukan oleh otoritas kepabeanan.

"Sinergi antara pihak industri dan regulator sangatlah penting. Kami sangat mengapresiasi kehadiran tim Bea Cukai Bekasi secara langsung ke pabrik (on-site) untuk memberikan bimbingan teknis. Hal ini sangat kami butuhkan dalam mendukung kelancaran rantai pasok perusahaan agar tetap efektif dan sesuai aturan," ujar Kazunobu dalam sambutannya.

Senada dengan hal tersebut, Muhammad Emil Fuad, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI), dalam sambutannya menegaskan komitmen Bea Cukai untuk terus berperan sebagai industrial assistance. Beliau menyatakan bahwa program DIDIK merupakan wadah edukasi agar komunikasi antara petugas dan pengusaha berjalan lebih efektif, sehingga kendala di lapangan dapat diminimalisir melalui pemahaman aturan yang komprehensif.

Pada sesi inti, Rita Monica, Pelaksana Pemeriksa sekaligus narasumber dari Bea Cukai Bekasi memaparkan materi mendalam Tata Laksana Kawasan Berikat. Dalam sesinya, narasumber menekankan pentingnya pemenuhan kriteria dasar agar fasilitas dapat terus dimanfaatkan secara optimal.

"Pembahasan kita mulai dari Syarat Pembentukan Kawasan Berikat. Penting bagi perusahaan untuk meninjau kembali kriteria-kriteria administratif dan fisik yang harus dipenuhi. Hal ini bukan sekadar formalitas, melainkan syarat mutlak yang harus dijaga untuk dapat mempertahankan status fasilitas tersebut," jelas Rita.

Sepanjang acara, para peserta dari berbagai departemen di PT YKK Zipco Indonesia menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan teknis yang diajukan selama sesi diskusi, mulai dari penanganan barang rusak hingga prosedur pemusnahan sisa hasil produksi.

Program DIDIK ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi PT YKK Zipco Indonesia dalam mengoptimalkan fasilitas negara yang diterima, sekaligus memperkecil risiko kesalahan administratif dalam proses bisnisnya. (*)