Semua Berita

Lawatan ke Produsen Lensa Polikarbonat, Bea Cukai Bekasi Kunjungi PT Vision Ease Asia

Bekasi, 26/06/2026 – Pekan ini Winarko Dian Subagyo beserta tim melakukan lawatan ke PT Vision Ease Asia pada Kamis, 25 Juni 2026. Kunjungan dalam rangka Customs Visit Customer (CVC) ini merupakan salah satu upaya Bea Cukai Bekasi untuk memastikan bahwa para stakeholder telah memenuhi kewajibannya sebagai penerima fasilitas kepabeanan. Melalui kegiatan ini, diharapkan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku dapat terus ditingkatkan sehingga potensi pelanggaran peraturan dapat diminimalkan.

“Kunjungan ini kami agendakan guna meninjau secara langsung kendala yang dihadapi oleh perusahaan. Bea Cukai Bekasi terus berkomitmen dalam meningkatkan pelayanan dalam mendukung para stakeholder dalam menghadapi perkembangan pasar global.” ujar Winarko dalam sambutannya.

Presiden Direktur PT Vision Ease, Aily Chandra, menyampaikan sambutan hangat serta apresiasi atas pelayanan yang telah diberikan. Menurutnya, kegiatan CVC menjadi sarana komunikasi yang efektif antara perusahaan dan Bea Cukai. "Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bea Cukai Bekasi atas layanan yang telah diberikan. Kegiatan Customs Visit Customer (CVC) ini menjadi wadah bagi kami untuk berdiskusi secara langsung terkait berbagai kendala yang dihadapi, sehingga solusi dapat segera ditemukan. Hal ini tentu mendukung proses bisnis perusahaan dapat berjalan dengan lancar dan lebih optimal." pungkas Aily.

PT Vision Ease Asia merupakan produsen lensa polikarbonat yang telah beroperasi sejak 1997. Telah beroperasi selama lebih dari 25 tahun, PT Vision Ease Asia terus berkomitmen dalam menjalankan etika kerja dan standar keamanan internasional. Kini, lebih dari 700 pegawai menjadi penyokong dalam kelancaran proses bisnis perusahaan.(*)

Upgrading Layanan: Bea Cukai Bekasi Gelar Pelatihan ICE CSC

Bekasi (25/6) - Memastikan pemberian layanan yang berkualitas, transparan dan berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa, Bea Cukai Bekasi adakan pelatihan Indonesia Customs and Excise Client Service Charter.

Dengan menerapkan budaya pembelajaran kolaboratif, digital kreatif dan mandiri , pelatihan yang diadakan pada tanggal 25 Juni 2026 ini  berkolaborasi dengan 4 narasumber yaitu Casman Kepala Seksi Kepatuhan Internal, Yuwono Sutiasmaji Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai V , serta Rita dan Rinaldi Pelaksana Pemeriksa di Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi.

Dari konsep hingga implementasi Service Level Agreement (SLA) dan Client Service Charter (CSC) dipelajari dan dikupas tuntas pada pelatihan ini.

“Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kita, bagaimana bersikap dan memberikan layanan ke pengguna jasa, updating aturan terkait service level agreement dan client service charter kepada deluruh pegawai.” ujar Winarko.

Seluruh pegawai tidak hanya dibekali dengan kiat kiat berkomunikasi efektif dan penanganan keluhan ,dalam pelatihan juga ini diadakan studi kasus dan simulasi penanganan masalah.

Selain itu Pelatihan juga diberikan kepada Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) yang juga merupakan perangkat penting Kantor Bea Cukai Bekasi. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pengaplikasian pelayanan yang baik dan prima, tidak hanya oleh pegawai Bea Cukai Bekasi namun juga seluruh lapisan perangkat Kantor.(*)

Kolaborasi Bea Cukai Bekasi dan Disdagperin Kota Bekasi, Bekali UMKM Menuju Pasar Internasional

Bekasi (25/06/2026) – Berlokasi di aula Aula H. Nonon Sonthanie Kantor Wali Kota Bekasi, Muhammad Emil Fuad selaku Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi berkesempatan untuk menjadi narasumber pada kegiatan Promosi Dagang melalui Pameran Dagang dan Misi Dagang bagi Produk Ekspor Unggulan. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 24 Juni 2026 serta diselengarakan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi. Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama tiga hari dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya.

Lebih dari 70 pelaku UMKM di wilayah Kota Bekasi berpartisipasi dalam acara tersebut. Emil menegaskan komitmen Bea Cukai Bekasi untuk mendorong UMKM naik kelas. Hal ini selaras dengan inisiatif strategis Kementerian Keuangan yakni mendukung pasar UMKM yang berorientasi ekspor.

“Melalui Bea Cukai, Kementerian Keuangan siap mendukung pengembangan UMKM agar mampu menembus pasar global. Dukungan tersebut diwujudkan melalui fasilitasi perdagangan dan industri, serta program Klinik Ekspor yang menyediakan edukasi, peningkatan literasi, asistensi, dan kolaborasi bagi para pelaku UMKM. Melalui kegiatan belajar ekspor ini, pelaku usaha juga diharapkan dapat memanfaatkan layanan konsultasi yang disediakan Bea Cukai” ujar Emil.

Kegiatan berlangsung dengan pemaparan materi serta diskusi interaktif. Pada akhir sesi pelaku UMKM melakukan praktik langsung bagaimana melakukan promosi kepada calon pembeli. Diharapkan kegiatan ini memberikan manfaat bagi para pelaku UMKM, antara lain meningkatkan pemahaman mengenai tata cara ekspor, memperluas wawasan tentang peluang pasar global, serta memberikan akses konsultasi dan pendampingan langsung dari Bea Cukai.(*)

Bea Cukai Bekasi Upayakan Community Protector Lewat Monitoring Harga Transaksi Pasar (HTP)

Bekasi (25/06) Bea Cukai Bekasi kembali laksanakan monitoring Harga Transaksi Pasar (HTP) terhadap Barang Kena Cukai berupa Hasil Tembakau  yakni rokok di wilayah Deltamas, Cikarang Pusat tanggal pada tanggal 19 s.d. 22 Juni 2026.

Kegiatan rutin ini bertujuan untuk memastikan harga transaksi pasar tidak melampaui harga jual eceran yang tercantum pada pita cukai rokok sekaligus kontrol terhadap tarif cukai yang berlaku di peredaran sebagai bentuk perlindungan masyarakat.

Disisi lain, tim Bea Cukai Bekasi juga melakukan pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal di pasar serta memberikan kampanye “Stop, Rokok Ilegal!” dan sosialisasi agar masyarakat mengerti akan dampak negatif dari penjualan rokok ilegal tersebut.(*)

Bea Cukai Bekasi Tingkatkan Kapasitas Satpol PP Kabupaten Bekasi Melalui ToT Identifikasi Pita Cukai dan Intelijen

Bekasi (23/06) Bea Cukai Bekasi menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (ToT) Identifikasi Pita Cukai dan Intelijen bagi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten
Bekasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan aparatur daerah dalam mendukung pengawasan Barang Kena Cukai (BKC), khususnya hasil tembakau
ilegal. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai Kebijakan dan Regulasi Bea Cukai, Pengenalan jenis, Fungsi, dan Identifkasi Pita Cukai, serta Praktik Lapangan Intelijen.

Kepala Bidang Satpol PP Kabupaten Bekasi, Andi Lukman, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan tugas yang dijalankan Satpol PP di lapangan, khususnya dalam mendukung pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal.

“Saya berharap rekan-rekan dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik karena materi yang akan disampaikan sangat bermanfaat untuk mendukung tugas ke depan. Melalui kegiatan ini,
diharapkan peserta dapat memahami ciri-ciri rokok yang sesuai ketentuan maupun yang tidak sesuai ketentuan sehingga dapat lebih optimal dalam melaksanakan pengawasan di
lapangan,” ujar Andi dalam sambutannya.

Dalam kegiatan tersebut, Alby Amar Husein, Ibnu Hamzah, dan Rinaldi Aditama selaku narasumber dari Bea Cukai Bekasi menyampaikan materi mencakup ketentuan di bidang cukai, pengenalan pita cukai, serta teknik dasar pengumpulan informasi dalam kegiatan intelijen. Peserta juga dibekali kemampuan mengidentifikasi pita cukai melalui pengenalan berbagai unsur pengaman yang terdapat pada pita cukai hasil tembakau guna membantu mengenali indikasi pelanggaran yang ditemukan di lapangan.
“Pemahaman mengenai ciri-ciri dan unsur pengaman pada pita cukai sangat penting untuk membantu membedakan pita cukai yang asli dengan yang palsu. Dengan kemampuan tersebut, diharapkan peserta dapat lebih mudah mengenali indikasi pelanggaran yang ditemukan di lapangan,” ujar ibnu.

Melalui kegiatan ini, Bea Cukai Bekasi berharap sinergi dengan Satpol PP Kabupaten Bekasi dapat terus ditingkatkan dalam mendukung pengawasan dan pemberantasan Barang Kena
Cukai ilegal. Kolaborasi yang baik antarinstansi diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan masyarakat serta menciptakan lingkungan usaha yang sehat dan kondusif.(*)

Bea Cukai Bekasi dan PT Indonesia Chemi-con Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Ekonomi Global

Bekasi, 12/06/2026 – Bea Cukai Bekasi melaksanakan kegiatan Customs Visit Customer (CVC) ke PT Indonesia Chemi-con pada Kamis, 11 Juni 2026. Kegiatan diawali dengan sesi diskusi antara kedua belah pihak mengenai kondisi perusahaan, tantangan yang dihadapi, serta evaluasi pelayanan kepabeanan. Setelah itu, rombongan melanjutkan kunjungan lapangan untuk meninjau secara langsung proses bisnis dan kegiatan produksi yang berlangsung di perusahaan

Direktur PT Indonesia Chemi-con, Masahito Kanayama, menyampaikan apresiasi atas kunjungan yang dilakukan Bea Cukai Bekasi. Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan di masa mendatang. “Kami mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang telah diberikan. Semoga kunjungan ini dapat memperkuat pemahaman terhadap proses bisnis kami sehingga kolaborasi dan kemitraan yang telah terjalin dapat terus berkembang dengan lebih baik di masa mendatang” ujar Masahito dalam sambutannya.

“Kunjungan ini kami laksanakan guna memastikan seluruh kewajiban kepabeanan telah dipenuhi oleh perusahaan. Selain itu, kami berharap dapat  mengetahui kondisi perusahaan secara langsung serta hambatan yang sedang dihadapi. Kami juga terbuka dengan masukan terhadap pelayanan yang telah diberikan petugas. Melalui komunikasi yang baik, kami berharap dapat membantu perusahaan terus berkembang di tengah tantangan ekonomi global sekaligus memahami prospek dan kebutuhan usaha ke depan.” Ujar Kepala Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo.

Dalam pemaparannya, PT Indonesia Chemi-con menyampaikan bahwa perusahaan telah berdiri sejak tahun 1992. Perusahaan yang bergerak di bidang produksi aluminium elektrolitik kapasitor ini berlokasi di EJIP Industrial Park Plot 4C, Cikarang Selatan, Bekasi. Hingga April 2026, perusahaan mempekerjakan sekitar 1.419 karyawan dengan filosofi perusahaan yang menekankan kontribusi teknologi dengan tetap memperhatikan lingkungan dan manusia.

Dari sisi pemasaran, PT Indonesia Chemi-con menunjukkan dominasi pasar ekspor yang sangat kuat. Pada tahun fiskal 2024, sekitar 97% hasil produksinya dipasarkan ke luar negeri, sedangkan 3% diserap pasar domestik. Adapun distribusi ekspor tersebar ke berbagai kawasan, yaitu Amerika Serikat sebesar 33%, Asia Timur 32%, ASEAN 22%, dan Jepang 13%. Capaian tersebut menunjukkan peran penting perusahaan sebagai salah satu industri berorientasi ekspor yang turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan perdagangan internasional Indonesia.(*)

Fasilitas Kawasan Berikat Mandiri Dorong Efisiensi dan Daya Saing Ekspor, Bea Cukai Bekasi Kunjungi Panasonic Gobel Energy Indonesia

Bekasi, 23 April 2026 – Setelah pada minggu sebelumnya mengunjungi Pusat Logistik Berikat, kali ini tim Bea Cukai Bekasi melaksanakan kunjungan ke Kawasan Berikat Mandiri yang berlokasi di Kawasan Industri Gobel, Cikarang Barat, Bekasi. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 22 April 2026. Dalam kunjungan ini, Winarko Dian Subagyo bersama tim melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi sarana dan prasarana, termasuk fasilitas ruang hanggar, serta meninjau kondisi operasional PT Panasonic Gobel Energy Indonesia.

 “Kami melakukan kunjungan ini untuk mengetahui secara lebih pasti kondisi perusahaan, khususnya terkait pelayanan kami dalam fasilitas kawasan berikat. Hal ini juga untuk memastikan bahwa seluruh kewajiban telah dipenuhi, mengingat adanya audit dari pihak eksternal. Kegiatan CVC ini juga bagian dari upaya kami untuk menginventarisasi berbagai kendala yang ada. Harapannya, setiap permasalahan yang ditemukan dapat kita carikan solusi bersama.” ujar Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo.

Damiri Maulana selaku Direktur PT Panasonic Gobel Energy Indonesia menyambut dengan hangat kunjungan ini serta menyampaikan apresiasinya atas pelayanan yang sudah diberikan.

“Kami berterima kasih atas pelayanan yang telah diberikan oleh Bea Cukai Bekasi. Dengan adanya fasilitas kawasan berikat mandiri, proses bisnis kami berjalan lebih cepat. Fasilitas ini juga memberikan efisiensi pajak dan bea masuk yang signifikan, sehingga cash flow perusahaan menjadi lebih sehat. Selain itu, biaya produksi menjadi lebih rendah sehingga harga ekspor semakin kompetitif.” ungkap Damiri dalam sambutannya.

PT Panasonic Gobel Energy Indonesia telah berdiri sejak tahun 1987 di Indonesia dan memperoleh fasilitas Kawasan Berikat Mandiri sejak Oktober 2019. Fasilitas yang diberikan tersebut turut mendukung percepatan proses produksi, sehingga perusahaan mampu memenuhi sekitar 30% kebutuhan pasar dunia untuk produk baterai dari Gobel Group. Saat ini, perusahaan mampu memproduksi hingga 1,7 miliar baterai per tahun. Ke depan, PT Panasonic Gobel Energy Indonesia berkomitmen untuk mengembangkan baterai yang dapat didaur ulang, sebagai upaya memberikan dampak positif bagi lingkungan dan keberlanjutan generasi mendatang.(*)

Perkuat Kemitraan Strategis, Bea Cukai Bekasi Laksanakan Customs Visit Customer ke PLB PT. NX Lemo Indonesia Logistik

Bekasi, (16/04/2026) - Dalam rangka memperkuat kemitraan strategis serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) A Bekasi melaksanakan kegiatan Customs Visit Customer ke Perusahaan Pusat Logistik Berikat (PLB) PT. NX Lemo Indonesia Logistik.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi fungsi Bea dan Cukai sebagai trade facilitator dan industrial assistance, yang bertujuan untuk memastikan optimalisasi pelayanan kepabeanan sekaligus mendorong peningkatan kepatuhan pengguna jasa. Kunjungan tersebut juga menjadi sarana dialog konstruktif antara regulator dan pelaku usaha dalam membahas berbagai aspek operasional PLB, termasuk pemanfaatan fasilitas kepabeanan, efektivitas proses bisnis, serta identifikasi potensi perbaikan layanan.

Dalam pelaksanaannya, tim KPPBC TMP A Bekasi melakukan peninjauan langsung terhadap kegiatan operasional perusahaan serta berdiskusi dengan manajemen PT. NX Lemo Indonesia Logistik terkait implementasi ketentuan kepabeanan yang berlaku. Hal ini dilakukan guna memperoleh pemahaman yang komprehensif atas dinamika di lapangan sekaligus memberikan asistensi yang tepat sasaran.

Kepala KPPBC TMP A Bekasi, Winarko Dian Subagyo, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen institusi dalam memberikan pelayanan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan dunia usaha.
“Ini merupakan agenda rutin kami, melalui kegiatan Customs Visit Customer, kami ingin memastikan bahwa pelayanan yang diberikan Bea Cukai tidak hanya sesuai ketentuan, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan riil pelaku usaha. Sinergi yang kuat menjadi kunci dalam menciptakan kelancaran arus logistik serta peningkatan daya saing nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT. NX Lemo Indonesia Logistik, Aki Masahiro, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian yang diberikan oleh Bea Cukai Bekasi.
“Kami menyambut baik kegiatan ini, dengan kondisi dinamika global yang sedang terjadi, diperlukan komunikasi yang efektif antara regulator dan pelaku usaha. Dukungan serta asistensi dari Bea Cukai sangat membantu kami dalam memastikan kepatuhan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional perusahaan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Bea Cukai Bekasi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan yang profesional, transparan, dan akuntabel. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu mendukung terciptanya ekosistem logistik nasional yang efisien, berdaya saing, serta memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Ke depan, kegiatan Customs Visit Customer akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya proaktif dalam membangun hubungan yang harmonis dan produktif antara Bea dan Cukai dengan para pemangku kepentingan.(*)

Meracik Sinergi dalam Secangkir Dialog, Coffee Morning Bea Cukai Bekasi Perkuat Pelayanan dan Kepatuhan

Bekasi, (08/04/2026) - Dalam upaya memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa, Bea Cukai Bekasi menyelenggarakan kegiatan Coffee Morning dengan mengundang seluruh pengguna jasa kepabeanan dan cukai di wilayah kerja Bea Cukai Bekasi pada hari Rabu, 08 April 2026. Kegiatan ini menjadi wadah komunikasi yang hangat dan konstruktif antara regulator dan pelaku usaha.

Bertempat dalam suasana santai namun tetap produktif, kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka untuk membahas berbagai isu strategis di bidang kepabeanan dan cukai. Melalui pendekatan yang lebih humanis, Bea Cukai Bekasi berupaya membangun hubungan yang semakin erat dengan para pemangku kepentingan.

Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memperoleh masukan yang konstruktif sebagai bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, sehingga kualitas pelayanan Bea Cukai Bekasi dapat semakin optimal dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa,” ujar Winarko.

Partisipasi aktif para peserta terlihat jelas pada sesi diskusi interaktif dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan, saran, serta masukan disampaikan secara terbuka, mencerminkan antusiasme dan kepedulian pengguna jasa terhadap peningkatan layanan kepabeanan dan cukai.

Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai X, Yudi Permadi, juga turut memberikan penekanan terkait pentingnya kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Kepatuhan pengguna jasa terhadap ketentuan kepabeanan dan cukai menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan yang cepat, tepat, dan akuntabel. Dengan adanya kesadaran dan komitmen bersama, kita dapat menciptakan iklim usaha yang kondusif dan berdaya saing,” jelas Yudi.

Melalui kegiatan Coffee Morning ini, Bea Cukai Bekasi berharap dapat terus membangun komunikasi yang efektif dan kolaboratif dengan seluruh pengguna jasa, sehingga tercipta pelayanan publik yang semakin prima serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.(*)