BERAKSI#3 : Dukung Gaya Hidup Sehat, Bea Cukai Bekasi Sosialisasikan “Healthy Living Without Cancer”
Bekasi, 12/09/2024 – Program Belajar Aktualisasi Penuh Inspirasi (BERAKSI) Bea Cukai Bekasi kini hadir kembali. Pada seri ke-3 kali ini, BERAKSI hadir dengan tema “Healthy Living Without Cancer”. Diselenggarakan di Aula Cibitung Lantai 3 pada Kamis 12 September 2024, BERAKSI diikuti langsung oleh tak kurang dari 60 pegawai. Disamping terselenggara secara luring, BERAKSI disiarkan pula melalui Microsoft Teams bagi para pegawai yang bertugas di luar kantor induk.
Pada pembukaan acara, Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti menyampaikan sambutannya.
“Seperti yang kita ketahui bersama, pada masa kini jumlah penderita kanker di Indonesia makin meningkat. Padahal pada zaman dahulu hanya segelintir orang yang mengalami Kanker ataupun Tumor. Kira-kira apa saja penyebabnya? Kami mengadakan Sosialisasi Tumor dan Kanker dalam program BERAKSI sebagai upaya preventif, agar pegawai di lingkungan Bea Cukai Bekasi memiliki informasi dan ilmu yang cukup sebagai bekal menjaga kesehatan diri dan keluarga”.
Materi disampaikan oleh Ikhsan Afif Harmedi, Kepala Cabang Yayasan Binaan Kanker Nusantara Jawa Barat. Materi terfokus pada kanker prostat, kanker serviks serta kanker payudara. Serba serbi penyebab, gejala awal hingga cara pencegahan disampaikan dengan interaktif. Para pegawai juga turut diajarkan cara deteksi dini kanker payudara yang bisa dipraktikkan di rumah.
“Pemicu kanker bisa berasal dari internal maupun eksternal tubuh. Beberapa di antaranya adalah karena gaya hidup yang kurang baik, makanan yang banyak mengandung pengawet dan pewarna buatan, atau karena tingkat stres yang tinggi” ujar Ikshan.
Program BERAKSI juga merupakan upaya Bea Cukai Bekasi dalam mengoptimalisasi work life balance pegawai. Work life balance menurut para peneliti dinilai sebagai kondisi seimbang antara peran dalam pekerjaan dan peran dalam kehidupan pribadi yang dimiliki oleh individu tanpa mengorbankan salah satu peran yang dimilikinya, serta minimalnya konflik yang terjadi antara kedua peran tersebut. (*).
Tags