Semua Berita
Bekasi (20/12) Bertempat di Ruang Rapat Tambun Lantai 2 Bea Cukai Bekasi, Bobby Situmorang selaku Kepala Kantor bersama Tim pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI WBK) Bea Cukai Bekasi mengikuti acara Apresiasi dan Penganugerahan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM Tahun 2021 dengan tema “Making Change, Making History” yang diadakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) secara daring melalui media zoom meeting.
Acara ini merupakan bentuk apresiasi yang secara simbolis diserahkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Tjahjo Kumolo, atas capaian pembangunan ZI WBK/ WBBM kepada instansi pemerintah yang berhak atas predikat tersebut.
Bea Cukai Bekasi merupakan salah satu dari 418 unit kerja yang berhasil menoreh predikat ZI WBK. Keberhasilan ini tidak lepas dari tekad yang kuat dan semangat berubah Bea Cukai Bekasi dalam mengembangkan inovasi dan memberikan pelayanan serta pengawasan yang optimal kepada pengguna jasa serta tidak lupa komitmen dalam menjaga integritas.
Bea Cukai Bekasi memberikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada masyarakat dan pengguna jasa atas dukungan yang diberikan kepada Bea Cukai Bekasi. Melalui pencapaian ini, Bea Cukai Bekasi akan terus berupaya dalam memberikan kinerja terbaiknya dan mewujudkan pelayanan yang optimal demi Bea Cukai makin baik.
Bekasi (17/12)- Dalam rangka memperkuat sinergi dan membangun komunikasi yang efektif dengan para pengguna jasa, Bea Cukai Bekasi mengadakan kegiatan sharing session dan olahraga bersama.
Tema kegiatan yang diangkat adalah “Badan Sehat, Kinerja Hebat”. Diawali dengan pertandingan persahabatan cabang olahraga bola voli dan bola basket antara Tim Bea Cukai Bekasi vs Tim Pengguna Jasa, kemudian dilanjutkan dengan sharing session yang dimaksudkan sebagai sarana penyampaian aspirasi dan masukan dari pengguna jasa terkait pelayanan kepabeanan.
Bobby Situmorang, Kepala KPPBC TMP A Bekasi bertindak sebagai narasumber. Dalam
sambutannya Bobby menyampaikan challenge kepada pengguna jasa bahwa pada tahun 2022 yang akan datang "compliance is a must” yaitu kepatuhan adalah suatu keharusan bagi seluruh pengguna jasa.
Diharapkan dengan terselenggaranya kegiatan ini, Bea Cukai Bekasi dapat membenahi diri dan memberikan layanan yang terbaik bagi seluruh pengguna jasa di lingkungan KPPBC TMP A Bekasi.
Bekasi (16/12) - Dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi dan individu pada hanggar pabean dan cukai di lingkungan KPPBC TMP A Bekasi, PBC Ahli Pertama yang bertugas di hanggar pabean dan cukai melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) secara luring di Aula Cibitung lantai 3 Bea Cukai Bekasi dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan.
FGD kali ini membahas tentang tantangan yang dihadapi oleh pegawai yang bertugas di hanggar pabean dan cukai. Tema bahasan FGD dibawakan secara langsung oleh 3 (tiga) narasumber yakni Rachmat Suharto, Jajag Adi Boga, dan Husni Fattah Prasetya. Tantangan kerja tersebut adalah tantangan yang dihadapi saat bekerja baik yang berasal dari pihak internal maupun pihak eksternal. FGD berjalan interaktif dengan adanya sesi diskusi para peserta dan narasumber.
FGD yang dilaksanakan secara berkala ini diharapkan dapat terus berjalan sehingga tercipta mekanisme kerja yang efektif, efisien, dan berlandaskan ketentuan yang berlaku. Dari pemahaman yang sama dalam menjalankan ketentuan yang berlaku, maka pelaksanaan tugas PBC Hanggar menjadi lebih terarah, lebih jelas, lebih berdasar serta lebih aman.
Bekasi (16/2) - Rangkaian kunjungan ke Industri Kecil dan Menengah (IKM) oleh Bea Cukai Bekasi berikutnya adalah mengunjungi IKM potensial lainnya yaitu PT. Cleine Sukses Indonesia. Produk yang dihasilkan PT Cleine Sukses Indonesia berupa produk fashion antara lain busana pria dan wanita, tas dan sepatu.
Kunjungan ini bertujuan untuk melihat lebih dekat IKM PT. Cleine dan memberikan sosialisasi fasilitas KITE IKM kepada PT. Cleine yang dapat mendukung kegiatan ekspor IKM.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Seksi Penyuluhan dan layanan informasi sekaligus agen fasilitas, Safianty Anwar diterima oleh Pimpinan PT. Cleine, Ibu Ifriyawani. Dalam diskusi, Ifriyawani menyampaikan sekilas gambaran profil usaha dan produk yang dihasilkan, dilanjutkan dengan pengalamannya dalam melakukan bisnis ekspor dengan para pembeli dari luar negeri seperti Malaysia, Tanzania dan lainnya. Ifriyawani juga menjelaskan kendala yang dialami berpengaruh pada persaingan harga produknya.
Menanggapi informasi tersebut, Safianty memberikan saran ke PT. Cleine untuk memanfaatkan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) IKM dengan menjadi Perusahaan KITE IKM. Dengan fasilitas tersebut, PT. Cleine bisa memperoleh pembebasan bea masuk dan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk impor bahan baku yang digunakan sehingga biaya produksi lebih efisien dan harga produk dapat bersaing di pasar internasional.
Kegiatan asistensi ke beberapa IKM potensial merupakan komitmen Bea Cukai Bekasi dalam mengajak perusahaan IKM untuk dapat meningkatkan ruang pasar ekspor di luar negeri sehingga mendukung program percepatan pemulihan ekonomi nasional.
Bekasi (15/12) - Demi menjalankan fungsi sebagai Industrial Assistance dan dalam rangka menyukseskan Program Ekonomi Nasional (PEN), Bea Cukai Bekasi kembali melakukan asistensi ke salah satu IKM potensial yaitu PT Rijae Industri Boga. Ini merupakan kunjungan ke 2 (dua) Bea Cukai Bekasi ke perusahaan IKM tersebut.
Kunjungan ke 2 ini bukan tanpa maksud. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari upaya mengasistensi PT. Rijae Industri Boga dalam usaha merealisasikan pengembangan usahanya di bidang produk makanan sehingga bisa ekspor.
Dalam kesempatan ini, Safianty Anwar, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi sekaligus Agen Fasilitas, diterima oleh pimpinan PT. Rijae Industri Boga, Rico Sujarwanto. Keduanya terlibat dalam diskusi panjang dalam suasana santai. Rico banyak memberi penjelasan dalam prakteknya menyiapkan produk yang dihasilkan agar dapat diterima di pasar domestik maupun internasional. Rico juga mengajak berkeliling melihat tempat produksi baru yang disiapkan dan akan beroperasi dalam waktu dekat ini.
Safianty memberi arahan tentang hal-hal yang menjadi pedoman dalam persiapan memasuki pasar ekspor. Produk makanan merupakan salah satu komoditas ekspor yang memerlukan persyaratan dokumen untuk bisa mendapatkan kepercayaan atas jaminan mutu produk tersebut oleh negara buyer (pengimpor). Safianty juga menyampaikan himbauan agar PT. Rijae Industri Boga bisa memanfaatkan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor untuk Industri Kecil dan Menengah (KITE IKM).
(Bekasi, 15/12) Bertempat di Aula Kantor Walikota Bekasi telah diselenggarakan acara penyerahan DIPA dan daftar alokasi TKDD TA 2022 kepada instansi vertikal Kementerian/Lembaga di Kota dan Kabupaten Bekasi oleh Sekretaris Daerah Kota Bekasi bersama Kepala KPPN Bekasi. DIPA K/L dan Daftar Alokasi TKDD yang diserahkan tersebut merupakan dokumen APBN yang sangat penting untuk menjadi acuan bagi para menteri, pimpinan lembaga, dan kepala daerah dalam melaksanakan berbagai program pembangunan secara kolaboratif, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala KPPN Bekasi menghimbau kepada para kepala satuan kerja yang hadir untuk senantiasa melakukan langkah-langkah strategis akhir tahun dan mengingatkan untuk memanfaatkan DIPA dan TKDD tahun 2022 dengan sebaik-baiknya sesuai dengan fokus kebijakan anggaran tahun depan.
Dalam acara tersebut diserahkan pula Penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2020 kepada Pemerintah Kota dan Kabupaten Bekasi yang lima tahun berturut-turut telah menerima opini WTP sejak 2016.
Selain penghargaan opini WTP , KPPN Bekasi juga memberikan penghargaan KPPN Bekasi Award kepada Satuan Kerja Terbaik Tahun Anggaran 2021 Wilayah Kerja KPPN Bekasi. Bea Cukai Bekasi berhasil meraih penghargaan tersebut, yakni sebagai Satuan Berkinerja Terbaik peringkat 2 kategori Satuan Kerja Pagu Besar, piagam penghargaan ini diserahkan oleh Kepala KPPN Bekasi dan diterima langsung Kepala KPPBC TMP A Bekasi.
Bekasi (10/12) - Untuk membentuk ASN yang profesional, berkualitas dan dapat diandalkan oleh masyarakat Indonesia, diperlukan adanya program pembekalan dan pembelajaran baik hard skill maupun soft skill yang memadai. Tidak hanya secara pribadi, tetapi juga pembekalan yang diberikan oleh instansi sebagai wujud dari prinsip learning organization.
Oleh karena itu, Bea Cukai Bekasi melalui Badan Eksekutif Milenial (BEM) mengadakan Forum Cerdas Pegawai edisi Mental Health Series yang bertemakan “Kenapa Personal Boundaries itu Penting?”. Kegiatan ini berupa penyampaian materi dan diskusi interaktif yang dikemas secara hybrid di Aula Cibitung Lt.3 dan melalui zoom meeting.
Hadir sebagai narasumber, Keumala Nuranti, seorang Psikolog sekaligus CEO Dealink Consultant. Acara diikuti dengan antusias oleh seluruh pegawai Bea Cukai Bekasi, bahkan beberapa pegawai Bea Cukai dari kantor lainnya.
Pada akhir acara, Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Bobby Situmorang, menyampaikan clossing statement yaitu “personal boundaries must be ended by sacrifice”
Dalam rangka peringatan Hari Antikorupsi Tahun 2021 yang mengusung tema “Satu Padu, Bangun Budaya Anti Korupsi” Bea Cukai Bekasi menyelenggarakan apel khusus yang diselenggarakan secara hybrid di halaman depan Bea Cukai Bekasi dan melalui media zoom meeting.
Apel dipimpin oleh Bobby Situmorang selaku Kepala Kantor. Pada momentum ini, beliau menyampaikan amanat terkait integritas yang harus terus dibangun karena integritas adalah marwah yang bukan dibentuk karena diminta namun karena kita yang membutuhkan. Selanjutnya beliau mengingatkan akan penguatan budaya integritas, salah satunya melalui keluarga yang memiliki peran penting dalam memberikan dukungan budaya antikorupsi.
“Integritas adalah pondasi utama dalam membangun budaya antikorupsi,” ucap Bobby Situmorang.
Selain itu, mengingat tahun 2021 yang hampir selesai, beliau juga memberikan arahan terkait beberapa program kerja di tahun 2022 yang diharapkan mampu dilaksanakan dengan baik oleh setiap pegawai di lingkungan Bea Cukai Bekasi.
Bekasi (09/12) Bea Cukai Bekasi kembali laksanakan monitoring Harga Transaksi Pasar (HTP) terhadap Barang Kena Cukai berupa Hasil Tembakau yakni rokok di 4 (empat) kecamatan pada Kota dan Kabupaten Bekasi yang berlokasi di Bojongmangu, Tambun Utara, Jati Sampurna, dan Bekasi Barat pada tanggal 6 s.d. 9 Desember 2021.
Pemantauan ini dilaksanakan dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan. Kegiatan rutin yang dilakukan setiap triwulan ini bertujuan untuk memastikan harga transaksi pasar tidak melampaui harga jual eceran yang tercantum pada pita cukai rokok sekaligus kontrol terhadap tarif cukai yang berlaku di peredaran.
Disisi lain, tim Bea Cukai Bekasi juga melakukan pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal di pasar serta memberikan kampanye “Stop, Rokok Ilegal!” dan sosialisasi agar masyarakat mengerti akan dampak negatif dari penjualan rokok ilegal tersebut.