Semua Berita
Bekasi (06/6) Bea Cukai Bekasi melaksanakan Dialog Kinerja Organisasi (DKO) periode capaian s.d. bulan Mei 2022.
Rapat dilaksanakan secara hybrid, di ruang Aula Cibitung Lantai 3 KPPBC TMP A Bekasi dan melalui media zoom meeting. Rapat dipimpin oleh Kepala Kantor, Bobby Situmorang, dan dihadiri oleh seluruh pejabat pengawas, Fungsional Pemeriksa Bea Cukai pada Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai serta perwakilan pelaksana permeriksa dari masing-masing seksi.
Selain membahas capaian kinerja sampai dengan bulan Mei 2022, terdapat beberapa tambahan arahan dari Kepala Kantor antara lain yaitu tertib administrasi, benahi arsip sehingga semua terdata dengan benar dan terdokumentasikan dengan rapi, atensi waktu dalam penyelesaian pekerjaan, terus berinovasi dan tetap mengembangkan inovasi yang telah ada.
DKO merupakan wadah evaluasi untuk peningkatan kualitas kinerja organisasi untuk Bea Cukai Makin Baik.
Bekasi (02/06) PT. Kimia Farma Sungwun Pharmacopia (KFSP) menggelar peresmian instalasi pabrik Bahan Baku Obat (BBO) Povidone Iodine bertempat di lingkungan pabrik PT. KWSP di Kawasan East Jakarta Industrial Park (EJIP), Cikarang, Kabupaten Bekasi. Acara ini sekaligus sebagai Kick Off Change Source BBO dalam negeri, sebagai momentum era baru kemandirian BBO Indonesia. Acara dihadiri oleh para pelaku usaha dari industri farmasi, jajaran Kementerian Kesehatan, Pemerintah daerah Kabupaten Bekasi, dan instansi teknis terkait lainnya. Bea Cukai Bekasi sebagai kantor yang melayani dan mengawasi fasilitas Kawasan Berikat yang telah diberikan kepada PT. KFSP juga ikut hadir dalam acara tersebut.
Seremonial ini dihadiri oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin. Dalam keynote speechnya, Menteri Kesehatan menyampaikan beberapa poin penting. “Resiliensi kesehatan sangat penting terutama bagi penduduk Indonesia yang jumlahnya sangat besar”, ujar Menteri Kesehatan di awal keynote speech. Lebih lanjut Menteri Kesehatan menyampaikan saat ini setelah pandemi selesai merupakan momentum yang tepat untuk melakukan transformasi kesehatan. Banyak hal yang harus disiapkan berdasarkan 6 pilar Transformasi Kesehatan. Kick Off Change Source BBO buatan dalam negeri merupakan salah satu bukti pelaksanaan salah satu pilar Transformasi Kesehatan yaitu pilar Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan.
PT. KFSP merupakan salah satu perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat (KB) di wilayah pengawasan dan pelayanan Bea Cukai Bekasi. Produk yang dihasilkan PT.KFSP adalah BBO dan Bahan Baku Kosmetik (BBK). Selain memproduksi Povidone Iodine yang baru diresmikan, BBO lain yang juga diproduksi PT.KFSP adalah Atorvastatin, Simvastatin, Clopidogrel, Efavirenz, dan Entecavir.
Untuk BBK, PT.KFSP memproduksi antara lain Lauric Acid Lysine Mixture (LALM)
Bekasi (31/05) - Dalam rangka meningkatkan sinergi dan asistensi kepada pengguna jasa, Bea Cukai Bekasi melaksanakan Customs Visit Customer (CVC) ke Kawasan Berikat PT Petindo Plastikatama Indonesia.
Bertempat di ruang meeting PT Petindo Plastikatama Indonesia, kegiatan CVC dibuka dengan sambutan dan penyampaian Company Profile serta menjelaskan terkait reposisi ruang hanggar oleh Factory Manager PT Petindo Plastikatama Indonesia, Tek Ceng. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan juga arahan mengenai reposisi ruang hanggar PT Petindo Plastikatama Indonesia dari Kepala KPPBC TMP A Bekasi, Bobby Situmorang.
Kegiatan diakhiri dengan mengunjungi Ruang Hanggar Bea dan Cukai dan juga bangunan baru PT Petindo Plastikatama Indonesia. Diharapkan dengan adanya CVC ini dapat tercipta hubungan komunikasi yang lebih baik dan dapat meningkatkan kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan peraturan kepabeanan dan cukai
Bekasi (19/05) - Bea Cukai Bekasi menyelenggarakan kegiatan sosialisasi tindak lanjut Survei Kepuasan Pengguna Jasa (SKPJ), Sistem Pengaduan Masyarakat (SIPUMA) dan Janji Layanan pada tanggal 19 Mei 2022 secara daring via zoom meeting dengan dihadiri oleh seluruh pengguna jasa di lingkup wilayah kerja Bea Cukai Bekasi.
Sosialisasi dibuka dengan sambutan oleh Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Bobby Situmorang. Bobby menyampaikan bahwa Bea Cukai Bekasi membutuhkan keterbukaan yang transparan dari seluruh pengguna jasa terkait keluhan, kritik, saran dan masukan terhadap Bea Cukai Bekasi oleh karena itu segala bentuk keluhan, kritik, saran dan masukan dimohon untuk disampaikan secara rinci supaya dapat ditangani tepat.
Andrie Kriesnawan, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai V selaku Narasumber I menyampaikan bahwa Bea Cukai Bekasi telah menindaklanjuti kritik, saran dan masukan yang disampaikan oleh Pengguna Jasa Bea Cukai Bekasi pada pelaksanaan SKPJ Tahun 2021. Selain itu Andrie juga menyampaikan Janji Layanan Bea Cukai Bekasi berdasarkan jenis perizinan.
Narasumber II adalah Kepala Seksi Kepatuhan Internal, Soekis Winanto. Soekis menjelaskan aplikasi SIPUMA yaitu aplikasi yang disediakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kepada masyarakat untuk melaporkan suatu perbuatan yang berindikasi pelanggaran yang terjadi pada Pelaksanaan tugas dan fungsi DJBC.
Kegiatan Sosialisasi diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif dari pengguna jasa kepada para Narasumber.
Donor Darah "Give Blood, Save Life"
24 Mei 2022
Bekasi (18/05) Bea Cukai Bekasi bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi selenggarakan kegiatan donor darah. Kegiatan donor darah ini dilaksanakan di Poliklinik Bea Cukai Bekasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Pada kegiatan donor darah kali ini, selain Pegawai Bea Cukai Bekasi juga hadir para pengguna jasa di wilayah kerja Bea Cukai Bekasi yang ikut berpartisipasi mendonorkan darahnya.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan sosial Bea Cukai Bekasi dan diselenggarakan dengan tujuan untuk menambah ketersediaan stok darah serta mengajak untuk lebih sadar dan peduli dengan kesehatan sendiri dan juga orang lain.
Bekasi (17/05/2022) - Bertempat di Aula Cibitung Bea Cukai Bekasi, dilaksanakan pengambilan sumpah jabatan untuk para Pejabat Fungsional Pemeriksa Bea dan Cukai yang mutasi masuk ke Kantor Bea Cukai Bekasi .
Pengambilan sumpah jabatan ini dipimpin oleh Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Bobby Situmorang, dan disaksikan oleh para Pejabat Pengawas di lingkungan Kantor Bea Cukai Bekasi.
Selamat menjalankan tugas bagi pejabat yang baru dilantik. Semoga cepat menyatukan derap langkah dan semangat memberikan kontribusi terbaik dalam usaha Bea Cukai Bekasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan kepada pengguna jasa dan masyarakat.
Bekasi-(17/02) Bea Cukai Bekasi Mengadakan Kegiatan Peningkatan Kompetensi Pegawai (PKP) pada tanggal 17 Mei 2022 bertempat di Aula Cibitung Bea Cukai Bekasi yang dihadiri oleh seluruh pejabat fungsional Bekasi yang baru maupun yang baru mutasi. PKP kali ini membahas tentang Penguatan Integritas. Selain itu untuk para pejabat fungsional yang baru mutasi ke Bea Cukai Bekasi disampaikan juga materi Pengenalan Tugas dan Fungsi DJBC di Bea Cukai Bekasi.
kegiatan dimulai dengan pengarahan oleh kepala kantor Bea Cukai Bekasi, Bobby Situmorang. Kemudian dilanjutkan pemaparan beberapa materi antara lain topik penguatan integritas oleh Kepala Seksi Kepatuhan Internal, Soekis Winanto, pengenalan tugas fungsi DJBC di Bea Cukai Bekasi oleh Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai V, Andrie Kriesniawan, dan sharing knowledge mengenai best practice tugas dan fungsi pejabat fungsional di Hanggar oleh Pemeriksa Bea dan Cukai Ahli Pertama, oleh Jajag Adi Boga.
Kegiatan dilanjutkan dengan pisah sambut untuk pegawai yang baru masuk dan pegawai yang keluar dengan diisi penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan pegawai baru dan lama serta diakhiri dengan berfoto bersama Kepala Kantor dan para Pejabat Pengawas.
dengan adanya PKP ini, diharapkan pejabat fungsional yang baru mendapat pengetahuan proses bisnis kepabeanan dan Cukai yang sudah berjalan dan semakin menguatkan kembali nilai-nilai integritas yang dimiliki setiap pegawai dalam rangka memberikan pengawasan dan pelayanan terbaik kepada para pengguna jasa.
[12-13 Mei] Bea Cukai Bekasi menghadiri agenda Focus Group Disscussion (FGD) yang bertema Sinergi Pengelolaan DBHCHT Bidang Penegakan Hukum yang diselenggarakan oleh Pemerintah Propinsi Jawa Barat dari Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP). FGD yang berlangsung intensif selama 2 (dua) hari ini diikuti secara hybrid yakni on site di Hotel Harper, Purwakarta dan online lewat media Zoom Meeting. Peserta FGD terdiri dari 2 Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yakni Kota Bekasi dan Indramayu dari berbagai unit terkait, dan dari DJBC yakni Kanwil DJBC Jawa Barat, Bea Cukai Bekasi, dan Bea Cukai Cirebon.
Dalam sambutannya, Kepala SatPol PP Pemerintah Propinsi Jawa Barat, M. Ade Afriandi, menyampaikan bahwa output yang diharapkan dari pelaksanaan FGD ini antara lain adalah kesamaan persepsi antar seluruh perangkat yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan di bidang penegakan hukum dalam pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) khususnya untuk alokasi anggaran tahun 2022. Kesamaan persepsi penting untuk sinergi yang lebih baik antar perangkat baik antar perangkat di pemda kabupaten/kota maupun dengan Bea Cukai. Diharapkan dengan kesamaan persepsi dapat menghasilkan pemanfaatan DBHCHT tahun 2022 yang lebih baik.
Di akhir acara, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman oleh seluruh peserta yang hadir mewakili unit/instansi. Pemanfaatan DBHCHT merupakan wujud keberpihakan pemerintah kepada masyarakat untuk dapat merasakan hasil dari pungutan cukai. DBHCHT diberikan kepada pemerintah daerah dalam beberapa program kegiatan yang sudah ditentukan di antaranya bidang penegakan hukum yang mengikutsertakan DJBC untuk mengawal kegiatan tersebut.
Setelah melalu triwulan pertama yang padat dengan kegiatan, Tim PUG Bea Cukai Bekasi Tahun 2022 dapat bertemu dan melaksanakan rapat pembahasan program kerja implementasi PUG periode tahun 2022. Rapat dilaksanakan secara hybrid, yakni on site di Ruang Sky Bridge Bea Cukai Bekasi dan online lewat media Zoom Meeting.
Pada kesempatan ini, Ketua Tim PUG Bea Cukai Bekasi tahun 2022, Syahrul Umam, menyampaikan bahwa semua program kerja agar bisa dilaksanakan dan dituntaskan. Jika ada program tahun sebelumnya yang belum dilaksanakan, sebisa mungkin untuk dilaksanakan di tahun ini.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Gender Focal Point Bea Cukai Bekasi, Safianty Anwar. Safianty menyampaikan beberapa isu strategis yang bisa dikelola oleh tim dan dapat memberi kontribusi kepada kantor Bea Cukai Bekasi dalam peningkatan kinerja pegawai. Hal yang menjadi pembahasan antara lain dukungan terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik berupa program Training of Trainer Bahasa Isyarat dan dukungan terhadap program Eco Office yang dicanangkan secara menyeluruh di Kementerian Keuangan.
Implementasi PUG di Bea Cukai Bekasi adalah suatu strategi yang terintegrasi dalam seluruh tugas dan fungsi Kepabeanan dan Cukai beserta aspek terkait di dalamnya dan secara berkesinambungan dilaksanakan dengan tujuan menciptakan keadilan dan kesetaraan gender yang meliputi aspek akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat bagi seluruh pegawai kantor Bea Cukai Bekasi maupun bagi pengguna jasa serta masyarakat.