Program Didik : Program Sosialisasi  Bea Cukai Bekasi yang Makin Diminati

Program Didik : Program Sosialisasi Bea Cukai Bekasi yang Makin Diminati

Rabu 15 Januari 2025 16:47

Bekasi (14/01) Bea Cukai Bekasi kembali menggelar program “ Didik” di tahun ke-dua sejak program ini diluncurkan di awal 2024.  Bertempat di PT Hirose Electrics Indonesia di Kawasan Industri EJIP, Plot 3-B1, Sukaresmi Cikarang Selatan, program  diikuti 40 an pegawai dan jajaran manajer pada Selasa 14 Januari 2025.


Mewakili perusahaan,  Manager Production Control, Kursid menyampaikan apresiasi atas kesediaan tim Bea Cukai. Acara ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang fasilitas kepabeanan khususnya terkait fasilitas Tempat Penimbunan Berikat.


“Melalui acara ini insyaallah pemahaman kami bisa ditingkatkan tidak terbatas pada bagian Exim saja, karena saat ini  perwakilan dari semua divisi juga hadir” ungkap Kursid.


Yuwono Sutiasmaji, selaku Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai  V  dalam sambutannya menyampaikan betapa pentingnya untuk menyadari dampak yang dihasilkan dari pemberian fasilitas fiskal dan prosedural dari fasilitas Tempat Penimbunan  Berikat. Sasaran yang dapat dicapai melalui pemberian fasilitas  TPB di antaranya penyerapan tenaga kerja, transfer pengetahuan dan teknologi, peningkatan daya saing dan devisa yang pada ujungnya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


“Adanya fasilitas TPB  dapat meningkatkan efisiensi biaya produksi, efisiensi  biaya logistik,  meningkatnya ekspor  serta menjadi daya tarik bagi investasi” ujar Yuwono.


Konsep dasar Tempat Penimbunan Berikat dan  dampaknya pada perusahaan menjadi tema yang dipilih perusahaan. Tema tersebut     disampaikan narasumber dari Bea Cukai Bekasi,  Undani, Kepala  Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi. Selain itu Undani juga menyampaikan  persyaratan dan kewajiban  Kawasan Berikat.


Narasumber kedua Rita Monica menyampaikan secara lebih detail terkait prosedur di Kawasan Berikat,  Kawasan Berikat Mandiri hingga monitoring untuk Kawasan Berikat.


Berbeda dengan program sosialisasi dan edukasi konvensional, program tematik ini menyesuaikan dengan kebutuhan dari perusahaan sehingga diharapkan dapat memenuhi harapan dan ekspektasi perusahaan.