LPEI dan Bea Cukai Bekasi Berkolaborasi Membangun Branding UMKM Bekasi
Bekasi (26/06) Melalui program CPNE (Coaching Program for New Exporter MSME Company) Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) kembali menyelenggarakan program pelatihan dan peningkatan kemampuan literasi penggiat UMKM. Menggandeng Bea Cukai Bekasi kali ini acara dilaksanakan secara darling pada 25 Juni 2025. Menghadirkan praktisi di bidang pengembangan produk UMKM. Dita Yuningtrias seorang bussiness owner sekaligus expertis di berbagai bidang antara lain marketing strategies, marketing analyst dan product development.
Mengusung tema “Branding and Marketing Purposive” program lanjutan ini merupakan kegiatan kedua yang diselenggarakan LPEI dan Bea Cukai Bekasi. Sebelumnya di awal tahun 2025, Bea Cukai Bekasi bersama LPEI berhasil menyelenggarakan Coaching Program for New Exporter (CPNE). Program kolaboratif ini berhasil mengundang 33 UMKM di Kota dan Kabupaten Bekasi.
“Program berkelanjutan ini ditujukan untuk para pelaku UMKM yang mempunyai keinginan kuat untuk terus tumbuh mengembangkan usahanya. Program ditujukan untuk UMKM yang berpotensi ekspor, UMKM siap ekspor dan UMKM yang telah ekspor baik secara mandiri maupun melaui pihak ketiga. Di selenggarakan secara bertahap melaui program export training dan export mentoring”, ujar Iriandru Pradipta, perwakilan LPEI.
Undani, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Bekasi menyampaikan bahwa di tingkat Kementerian Keuangan, Bea dan Cukai bersama unit lainnya di Kemenkeu berkolaborasi mendorong peningkatan kinerja para pelaku UMKM melalui program globalisasi dan digitalisasi.
“Program kolaboratif antara Bea Cukai dan LPEI diharapkan dapat berdampak secara nyata pada peningkatan kinerja UMKM dan IKM di Indonesia, dalam bentuk peningkatan kompetensi dan pengetahuan pelaku UMKM dan IKM serta pada akhirnya dapat membantu membuka akses pasar,” pungkas Undani. (*)
Tags