Bea Cukai Bekasi Mendorong Peningkatan Produksi lewat Kawasan Berikat Mandiri (KBM)

Bea Cukai Bekasi Mendorong Peningkatan Produksi lewat Kawasan Berikat Mandiri (KBM)

Selasa 28 Mei 2024 13:31

Bekasi (27/05) Dalam rangka optimalisasi kegiatan asistensi dan upaya memastikan kepatuhan pengguna jasa terhadap peraturan kepabeanan dan cukai, Bea Cukai Bekasi melakukan Customs Visit Customer (CVC) ke salah satu perusahaan terkemuka dalam industri teknologi, PT Indonesia Epson Industry pada hari Senin, 27 Mei 2024.


                Sebagai perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat Mandiri (KBM), Epson menjadi salah satu perusahaan yang mendapat perhatian guna memastikan kepatuhan terhadap implementasi regulasi pada proses bisnis perusahaan. Emile Pattiwael selaku Presiden Direktur Epson mengungkapkan rasa terima kasih kepada Bea Cukai Bekasi yang senantiasa mendukung proses bisnis yang telah berjalan di Epson selama ini.


“Kunjungan ini tentu sangat membantu kami dalam mengevaluasi regulasi yang selama ini telah berjalan dan dilaksanakan oleh Epson, terima kasih atas perhatian dan kerja sama Bea Cukai selama ini, kami berharap fasilitas KBM ini dapat terus kami jaga sehingga aktivitas industri dapat terus berjalan dengan baik dan lancar sehingga pada akhirnya dapat berpengaruh pada ekonomi Indonesia,” ungkap Emile.


                Yanti Sarmuhidayanti selaku Kepala Bea Cukai Bekasi memberikan apresiasi kepada Epson yang telah konsisten sebagai Kawasan Berikat Mandiri (KBM) dalam mematuhi regulasi kepabeanan dan perpajakan sehingga turut membantu percepatan pertumbuhan ekonomi melalui perdagangan industri teknologi. Hal ini terbukti dari kenaikan produksi Epson pada tahun 2024  (5.614 K unit) yang naik 41% dibandingkan tahun produksi pada tahun 2023 (3.991 K unit).


                “Bea Cukai Bekasi tentu berharap, keberadaan KBM bagi Epson tentu dapat mendorong percepatan kinerja perusahaan sehingga arus barang dapat berjalan dengan lancar sehingga nantinya mendorong peningkatan produksi serta memberi dampak baik bagi perekonomian Indonesia, oleh karena itu, kedatangan kami tentu bukan tanpa maksud, kami ingin membuka diskusi terkait isu terkini dan kendala yang tengah dihadapi oleh Epson dalam menjalankan fasilitas KBM,” ujar Yanti.


                Epson sebagai salah satu perusahaan printer terbesar di Indonesia, telah memberi kontribusi yang signifikan bagi perekonomian negara, salah satunya melalui penyerapan tenaga kerja yakni adanya lebih dari 11.500 tenaga kerja. Peningkatan pelayanan dengan fasilitas KBM yang diterima Epson tentu membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi negeri.