Songsong Tahun Baru 2023, Bea Cukai Bekasi  Mantapkan Diri Jadi Barometer Trade Fasilitator

Songsong Tahun Baru 2023, Bea Cukai Bekasi Mantapkan Diri Jadi Barometer Trade Fasilitator

Kamis 05 Januari 2023 12:59

Bekasi, (05/01/2023) - Bea Cukai Bekasi mantapkan diri menjadi barometer trade fasilitator khususnya di bidang fasilitas Kepabeanan dan Cukai. Demikian salah satu penggalan kalimat yang disampaikan Kepala Kantor Bea dan Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti. Amanat tersebut disampaikan pada saat pelaksanaan apel rutin di bulan pertama tahun 2023.


Data bulan Januari 2023 memperlihatkan Bea Cukai Bekasi adalah salah satu kantor yang terbanyak melayani fasilitas kepabeanan di bidang Tempat Penimbunan Berikat di Indonesia. Ada 274 perusahaan penerima fasilitas Tempat Penimbunan Berikat (TPB) yang terdiri dari 198 Kawasan Berikat (KB), 56 Gudang Berikat (GB), dan 20 Pusat Logistik Berikat (PLB). Selain itu, Bea Cukai Bekasi juga melayani dan mengawasi 135 reksan cukai dan 30 perusahaan penerima fasilitas KITE.


Untuk mewujudkan kantor yang menjadi barometer pemberi fasilitas tersebut, Yanti mengingatkan jajarannya untuk bekerja sama dan saling dukung agar kinerja yang dicapai di tahun 2022 bisa meningkat. Perbaikan dan peningkatan kualitas SDM menjadi kunci untuk merealisasikannya.


“Penerimaan Pabean dan Cukai yang berhasil dikumpulkan tahun 2022 mencapai 108,23%. Untuk itu saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada semua yang terlibat. Prestasi tersebut bisa dimungkinkan jika kita bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja ikhlas,” ujar Yanti.


Per 31 Desember 2022 realisasi penerimaan Bea Cukai Bekasi melampaui target. Penerimaan pabean mencapai Rp140,36 miliar dari target Rp122,56 miliar (114,53%). Penerimaan Cukai mencapai Rp758,90 miliar dari target Rp708,31 miliar (107,14%). Sementara Pajak dalam rangka impor yang berhasil dihimpun mencapai Rp1,039 triliun.


Pada bagian akhir amanatnya, Yanti kembali menegaskan perlunya keterlibatan atasan langsung dalam mengawasi dan mengoreksi  kualitas kerja bawahan. Proses ini berpengaruh secara signifikan bagi peningkatan layanan dan kecermatan pengawasan. Yanti juga mendorong terciptanya inovasi, kreativitas yang bisa mendukung tidak saja kepada peningkatan kinerja maupun citra kantor tetapi lebih jauh akan mempengaruhi kinerja individu sesuai penilaian dalam mekanisme e-performance Kemenkeu.(*)