Bea Cukai Bekasi Bersama APKB Sosialisasikan CEISA 4.0

Bea Cukai Bekasi Bersama APKB Sosialisasikan CEISA 4.0

Selasa 15 November 2022 16:11

Bekasi, (15/11/2022) - Transformasi Sistem IT di Bea Cukai terus berlanjut. Yang terbaru saat ini adalah rencana penerapan dan piloting CEISA 4.0. Guna menyebarluaskan informasi baru tersebut Bea Cukai Bekasi bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat (APKB) selenggarakan Workshop CEISA 4.0 pada tanggal 15 November 2022 bertempat di Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti.


Acara yang diikuti oleh ratusan  pengusaha TPB dan diselenggarakan secara hybrid tersebut dibuka oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai yang diwakili oleh Direktur Fasilitas Kepabeanan, Untung Basuki yang juga tampil sebagai narasumber. Selain Untung,  Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai (IKC), Agus Sudarmadi juga tampil sebagai narasumber. Tim IKC juga menurunkan tim CEISA 4.0 di antaranya Purwadi, Kasubdit Strategi dan Perencanaan Informasi dan  Muslim Kholid Arifin  Kasubdit Pengendalian Keamanan Informasi, Manajemen Layanan dan Evaluasi.


Dalam sambutannya, Untung Basuki menyampaikan review perkembangan ekonomi di Indonesia, termasuk perkembangan ekspor dan impor.  Dalam kesempatan tersebut Untung juga menyampaikan apresiasi atas peran serta para pengusaha TPB dalam mendorong laju pertumbuhan ekspor.


“Kinerja bulanan kontribusi KB KITE Oktober 2022 terhadap Ekspor Non Migas Nasional sebesar 37,10%, meningkat bila dibandingkan dengan periode September 2022 sebesar 36,67%, demikian juga tren penyerapan tenaga kerja pada perusahaan KB-KITE sd Q2 2022 tumbuh sebesar 10,82% secara QoQ, dan turun 0,8% QtQ, masih menunjukkan optimisme indikasi pulihnya industri KB KITE walau mulai mengalami penurunan untuk tren QtQ 2022,” Ujar Untung.


Pada bagian akhir Untung menambahkan bahwa kebijakan fasilitas kepabeanan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Saat ini Pemerintah melalui Bea Cukai siap mendukung upaya memajukan ekspor dari pemberian fasilitas Kawasan Berikat. Untuk itu diperlukan sinergi antara DJBC dengan perusahaan fasilitas Kawasan Berikat dapat memberikan output dan outcome bagi pertumbuhan ekonomi RI khususnya mendorong peningkatan ekspor.


Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi. Pada sesi tersebut, Purwadi menjelaskan perkembangan transformasi IT di DJBC, rencana kegiatan implementasi CEISA 4.0, perubahan arsitektur aplikasi, pembangunan single core system dan database serta fitur portal pengguna jasa.


Purwadi menyampaikan bahwa latar belakang penerapan CEISA 4.0 yaitu ; Tuntutan penyederhanaan birokrasi untuk mendukung kemudahan usaha (ease of doing business); Tuntutan untuk melakukan penyederhanaan regulasi untuk mengimbangi perubahan bisnis; Tren teknologi yang memunculkan Big Data, Machine learning, IoT, Fintech serta  tuntutan untuk memanfaatkan teknologi Cloud, IoT, Big Data dan AI dalam menunjang industri 4.0.


Pada bagian akhir diskusi Untung menegaskan bahwa program reformasi kepabeanan dan Cukai khususnya di bidang fasilitas terus diupayakan berjalan berkesinambungan. Salah satu inisiatif strategis Direktorat Fasilitas Kepabeanan dalam rangka mendukung PRKC  adalah transformasi pelayanan dan pengawasan Tempat Penimbunan Berikat dan join proses bisnis Tempat Penimbunan Berikat. Perbaikan proses bisnis pelayanan dan pemeriksaan TPB berbasis IT secara solid dilaksanakan salah satunya melaui CEISA 4.0 TPB yang sampai saat ini progresnya menunjukkan kemajuan dan berada di piloting tahap 4. (*)